Arsip Tag: beda langgar masjid mushalla

Mari Mengenal urutan Kode ID Masjid dan Mushalla

Kode ID Masjid dan mushalla. Masjid anda sudah memiliki nomor ID Masjid atau Mushalla yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama? Bisa yang mengeluarkan adalah Kantor Urusan Agama maupun Kankemenag Kabupaten setempat.

Pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, Mengetahui jumlah angka kode identifikasi nomor ID Masjid dan Mushalla pada aplikasi SIMAS Kemenag (Kementerian Agama).

Apakah SIMAS itu?

SISTEM INFORMASI MASJID (SIMAS) adalah media layanan data dan informasi Bidang Kemasjidan berbasis WEB, sebagai bentuk layanan publik yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat di Indonesia.

Kode ID

Kembali lagi ke Kode ID Masjid atau musholla.

Kode ID ini terdiri dari 15 digit angka.

Fungsinya nomor identifikasi ini untuk mengidentifikasikan tipologi, lokasi dan nomor urut masjid atau mushalla.

kode ID Masjid mushalla

Adapun 15 digit angka masjid dan keterangan fungsinya adalah sebagai berikut;

ID Masjid/Mushalla adalah nomor/kode identifikasi masjid/mushalla yang mengidentifikasikan tipologi, lokasi dan nomor urut masjid/mushalla.

ID Masjid/Mushalla terdiri dari 15 digit angka yaitu :

  • Digit 1-2 = Jenis Rumah Ibadah
  • Dijit 3 = Tipologi
  • Digit 4-5 = Kode Provinsi
  • Dijit 6-7 = Kode Kab/Kota
  • Digit 8-9 = Kode Kecamatan
  • Digit 10-5= Kode Masjid/Mushalla

Contoh nomor id masjid yang sudah jadi misalnya Masjid Raya Baiturrahman alamat Jln. Muhammad Jam no.1, Kota Banda Aceh dengan ID Masjid 01.1.01.19.01.000001

Daftar Kode Rumah Ibadah Muslim (Masjid Mushalla) berdasarkan Tipologi

berikut adalah daftar kode masjid dan mushalla, kenapa muncul angka nol satu dua dan seterusnya.

KodeMasjid & MushallaKeterangan
01Masjid 
01.0Masjid NegaraMASJID ISTIQLAL
01.1Masjid RayaMasjid Provinsi
01.2Masjid AgungMsasjid pada tingkat Kabupaten/Kota
01.3Masjid BesarMasjid pada tingkat Kecamatan
01.4Masjid JamiMasjid ditengah pemukiman masyarakat/Masjid desa
01.5Masjid BersejarahMasjid yang memiliki nilai sejarah perkembangan Islam atau perjuangan Bangsa
01.6Masjid Tempat PublikMasjid di sarana fasilitas publik (Mal, pasar, Terminal, stasiun, Bandara, SPBU, Tempat Hiburan/ Wisata
02Mushalla 
02.1Mushalla ditempat publikMushalla pada terminal, pasar,stasiun, Bandara, Mall, SPBU, Tempat Hiburan/ Wisata
02.2Mushalla PerkantoranMushalla pada perkantoran dan hotel
02.3Mushalla pendidikanMushalla pada sarana pendidikan (kampus, sekolah, madrasah, pondok pesantren)
02.4Mushalla perumahanMushalla ditengah pemukiman masyarakat/ masjid desa
Kode Rumah Ibadah Muslim pada aplikasi SIMAS

Darimana kode-kode ini?

Kami mendapatkan informasinya melalui file SOSIALISASI SISTEM INFORMASI MASJID oleh SUBDIT KEMASJIDAN DIREKTORAT URUSAN AGAMA ISLAM DAN PEMBINAAN SYARIAH DITJEN BIMAS ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI.

Demikian semoga menambah wawasan khazanah informasi mengenai kemasjidan. Salam kenal, wassalaamu’alaikum.

Standar Mushola, Idarah, Imarah, Riayah, Daya Tampung Jamaah

Standar mushola, dalam teks tulisan SK Dirjen Bimis berbunyi standar mushalla dari segi idarah imarah dan riayah mengacu kepada luas bangunan jumlah bisa menampung jamaah sekaligus, mengacu kepada Standar Pembinaan Masjid Kementerian Agama.

pontren.com – assalamualaikum wa rahmatullah, berikut ini merupakan informasi berkenaan dengan mushola atau bahasa baku Kementerian Agama menulis dengan kata “Mushalla”. Informasi ini menyangkut standar mushola dari segi pengelolaan idarah imarah dan riayah beserta daya tampung ruang dalam satu waktu.

standar mushola
ilustrasi ketua jamaah pengajian ibu-ibu pada mushalla

Pengertian mushola adalah masjid kecil yang terletak pada kawasan pemukiman maupun publik untuk memfasilitasi masyarakat Islam melakasanakan ibadah dengan kriteria sebagai berikut;

Berada pada kawasan tertentu, contoh pada pemukiman RT, kantor, perusahaan, pabrik, kampus, sekolah, fasilitas kesehatan, hotel, bandar udara, terminal, mall, pom bensin pengisian bahan bakr umum, rumah makan, atau tempat publik yang lain.

Pembangunan dengan biaya pemerintah atau instansi, perusahaan, maupun berasal dari dana swadaya masyarakat Islam.

Mempunyai bangunan tersendiri atau berbentuk ruangan khusus pada bangunan atau gedung yang memiliki peruntukan untuk ibadah kaum muslimin, sholat misalnya.

Memiliki fungsi sebagaimana umumnya masjid, yaitu untuk melaksanakan salat berjamaah masyarakat serta pembinaan keagamaan Islam, akhlak dan tradisi keilmuan.

baca : Susunan Pengurus musholla, Tugas, dan Bagan Struktur

Penetapan pengurus oleh jamaah maupun pengurus perusahaan, instansi yang sesuai dengan otoritas kerja.

Mushalla pada lingkungan masyarakat menjadi bagian dari pembinaan masjid di sekitarnya.

Standar Mushola dalam hal Idarah Imarah

Dalam Standar Pembinaan Masjid pada SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam menyebutkan bahwa standar idarah imarah dan riayah mushalla adalah sebagai berikut;

Standar Idarah

  • Pelantikan pengurus Organisasi takmir masjid oleh Kepala instansi; kepala perusahaan atau tokoh masyarakat atas usul Jamaah;
  • Struktur organisasi dan pengurus merupakan masyarakat atau karyawan sebagai pihak yang bertanggungjawab;
  • Melakukan rapat menyesuaikan kebutuhan;
  • Melakukan perumusan program jangka panjang yang sifatnya rutin serta kegiatan penunjang yang lain;
  • Setidaknya memiliki 1 oang imam sekaligus bertindak sebagai ustadz pada musholla tersebut;
  • Mempunyai minimal 2 orang muadzin;
  • Memiliki sertifikat arah kiblat yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama setempat;
  • Mempunyai legalitas status tanah, utamanya sertifikat tanah wakaf;
  • Menyediakan kotak amal dan kotak saran.

Standar Imarah

tempat sholat di lokasi wisata sikidang
mushola di tempat wisata Kawah Sikidang Wonosobo
  • Menyelenggarakan ibadah salat fardhu 5 waktu, salat tarawih untuk mushola yang berada pada lingkungan masyarakat;
  • Selain pada waktu salat (manjing), sangat dianjurkan membuka fasilitas masjid 24 jam sehari selama 7 hari seminggu jika kondisi memungkinkan;
  • Menampung perbedaan pendapat dan mengambil jalan tengah
  • Menentukan tema materi, ceramah serta kajian keislaman yang lain menyesuaikan kebutuhan jamaah masjid/mushola;
  • Melakukan kegiatan Dakwah Islam, contoh kajian keislaman ba’da dhuhur atau ashar, PHBI, Tabligh Akbar maupun majelis taklim;
  • Menyelenggarakan kegiatan memberdayakan sosial dan ekonomi masyarakat yang merupakan turunan program masjid;
  • Melakukan kegiatan pemberdayaan sosial semisal santunan fakir miskin anak yatim piatu, menghimpun hewan qurban saat idhul adha sekaligus menyalurkannya kepada para mustahiq (yang berhak).

Standar Riayah

Dalam standar ini membahas mengenai bangunan yang menjadi fasilitas utama dan fasilitas penunjang.

Adapun mushola dalam hal bangunan dalam standar riayah adalah sebagai berikut;

Fasilitas utama

  • Mempunyai ruang salat yang mampu menampung minimal 20 orang jamaah lengkap dengan garis shaf, terjamin kebersihan dan kenyamanan;
  • Menyediakan alat sholat untuk wanita/perempuan (mukena/rukuh) yang bersih beserta tempat untuk menyimpan;
  • Mempunyai tempat wudhu dengan jumlah kran minimal 5 buah dan tempat buang air kecil minimal 2 unit dan MCK minimal sebanyak 1 ruang yang mudah untuk dijangkau jamaah;
  • Mempunyai peralatan tata suara sound system yang memadai dan telah dilakukan akustik.

Fasilitas penunjang

  • Mempunyai ruang kantor sekretatria yang mampu menampung aktivitas pengurus
  • Mempunyai tempat untuk menitipkan sandal sepatu alas kaki dan barang bawaan jamaah.

Penutup dan kesimpulan Standar Mushola

mushola pada rumah makan
dalam mushola pada rumah makan di Jumog Ngargoyoso

Itulah standar mushola dari Kementerian Agama berkenaan dengan manajemen mushola.

Dalam ketentuan ini tidak menyebut ukuran minimal bangunan utama untuk sholat, hanya menyebut mampu menampung 20 orang jamaah (tentu dalam satu waktu).

meskipun berupa mushalla, akan tetapi apabila keberdaan manajemen sebagaimana standar tentu akan menghidupkan semarak kegiatan pada tempat ibadah ini.

Semoga menambah informasi berkenaan dengan pengelolaan dan tata kelola mushalla, semoga semakin maju dan meningkat serta makmur semarak dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semakin bertambah keimanan dan ketaqwaan serta semakin mendapatkan rahmat hidayat dan barakah dari Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Salam kenal, wilujeng siang, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Susunan Pengurus Musholla, Tugas, Gambar Bagan Struktur Organisasi Kepengurusan

Susunan Pengurus musholla. Download contoh susunan pengurus musholla ideal modern format doc ms word dilengkapi dengan gambar bagan struktur organisasi dan sekilas ulasan tugas para pengurusnya mengacu kepada panduan dari Kementerian Agama.

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, salah satu tempat ibadah yang banyak betebaran di Pulau Jawa Khususnya maupun di Pulau Bali adalah keberadaan musholla sebagai tempat beribadah menjalankan sholat lima waktu dan kegiatan lain seperti majelis taklim pengajian rutin maupun taman pendidikan alquran.

Dengan keberagaman kegiatan serta jamaah yang rutin datang ke mushola diperlukan penataan dengan tujuan pelayanan umat dapat dilakukan sebaik mungkin dengan kondisi situasi serta sumber daya manusia yang tersedia.

Salah satu usaha pelayanan yang baik yaitu pembentukan pengurus yang memiliki amanat mengelola mushola supaya maju dan berkembang dalam kegiatan juga menjadikan jamaahnya orang orang yang berkualitas dalam beragama dan nampak dalam perilaku akhlakul karimah dalam keseharian.

Anda hendak membikin susunan pengurus yang ala kadarnya asal buat dengan sistem kekeluargaan (semua di handle oleh satu keluarga) atau hendak membuat susunan pengurus musholla yang ideal modern?

Jika hanya sekedar asal asalan tentunya tidak perlu repot dalam memikirkan banyak hal, akan tetapi dampak yang dihasilkan tidaklah maksimal jika dibandingkan dengan susunan musholla yang professional modern dan ideal.

tempat sholat di lokasi wisata sikidang
musholla di tempat wisata Kawah Sikidang Wonosobo

Lha memang idealnya seperti apa?

Ukuran kepengurusan takmir musholla yang ideal tentunya bisa bermacam macam tafsiran, salah satu acuan bagaimana membuat pengurus musholla yang baik dengan melihat panduan yang dibuat oleh Kementerian Agama melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Lebih gamblangnya lagi adalah Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam nomor DJ.II/802 tahun 2014 tentang Standar Pembinaan Manajemen Masjid dimana didalamnya dicontohkan manajemen masjid termasuk musholla beserta susunan kepengurusan dan bagan struktur organisasi dilengkapi tugas tugas masing masing bidang.

Halah opo kuwi bidang bidang. Nanti akan di ulas sekilas tentang 3 bidang dalam susunan pengurus musholla.

Apa saja jabatan dalam kepengurusan takmir musholla ini? Berikut selengkapnya.

Susunan Pengurus Musholla

Setidaknya dalam pembuatan struktur ini kita dapat mengambil atau mencontoh yang dibuatkan dari SK Dirjen dimaksud. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah menempatkan orang orang sesuai dengan kemampuannya dan mau bergerak untuk memajukan kemakmuran musholla.

Akan mubadzir suatu jabatan dalam pengurus Musholla jika ditempatkan seseorang yang pasif, tidak ada gerakan untuk menggerakkan roda kepengurusan Musholla, atau lebih parah yaitu orang dengan model banyak protes tapi nol kontribusi.

Pengalaman beberapa rekan, tidak diperlukan nama nama mentereng atau tokoh masyarakat dalam susunan kepengurusan, yang lebih penting lagi adalah inisiatif dan mau bertindak secara nyata untuk kemakmuran musholla.

Berikut adalah susunan pengurus yang dicontohkan oleh Kemenag

Ketua
Sekretaris
Bendahara

Bidang bidang

Bidang Imarah
Bidang ri’ayah
Bidang Idarah

Badan badan atau lembaga

Begitulah setidaknya minimal susunan pengurus musholla sesuai dengan panduan yang resmi tertuang dalam surat keputusan.

Tugas Pengurus Musholla

Apa saja sebenarnya yang menjadi tugas dari para pengurus musholla guna kemakmuran tempat ibadah ini serta jamaahnya?

Kalau hendak serius mengurusi musholla ini anda tidak akan kekurangan pekerjaan, hampir tidak ada batasan untuk memakmurkannya.

Setidaknya sudah jelas apa saja tugas dari ketua sekretaris maupun bendahara, ketua takmir musholla bertugas manajemen dan tanggungjawab keseluruhan kegiatan maupun aktivitas dari musholla dan mengomandoi para pengurus termasuk memutuskan hal hal yang berkaitan dengan musholla baik kegiatan, pemeliharaan maupun pembangunan.

Sekrtetaris bertugas sama pada umumnya sekretaris yaitu melakukan pencatatan serta administrasi musholla maupun pembuatan hal berkaitan dengan pencatatan dan tata persuratan.

Bendahara musholla bertindak sebagai pemegang keuangan lembaga dan mencatat secara rapi uang keluar masuk kekayaan maupun asset musholla yang dipercayakan kepadanya.

Lha ini ada imarah idarah riayah, panganan opo kuwi? Baiklah ini merupakan istilah yang lama dalam kepengurusan masjdi dan musholla.

Bidang Idarah pada mushalla

Dapat diserahkan kepada satu orang atau beberapa orang dengan salah satunya sebagai ketua bidang.

pengertian-idarah-imarah-riayah-manajemen-masjid
pengertian-idarah-imarah-riayah-manajemen-masjid

Untuk Tugas bidang idarah ini mencakup permasalahan organisasi, kepengurusan, personalia, perencanaan, perlengkapan sarana prasarana, adminisitrasi keuangan dan yang berkaitan semua dengan yang telah disebutkan.

Idealnya bidang idarah ini bertujuan mengejawantahkan;

• Masjid terawat dengan baik dan terjaga kebersihannya selalu;
• Kegiatan organisasi dan administrasi masjid berjalan dengan baik dan lancar;
• Pelaksanaan ibadah dapat dilakukan dengan baik;
• Program pendidikan dan sosial berhasil sesuai dengan rencana.

Untuk lebih jelasnya anda dapat melihat di idarah pada masjid dan musholla

Bidang Imarah pada musholla

manajemen-masjid-bidang-imarah

Secarah harfiah Secara terjemahan, imarah dalam pengertian manajemen masjid diartikan oleh kemenag dengan kegiatan memakmurkan. Adapun secara istilah pengertiannya adalah kegiatan memakmurkan masjid seperti;

peribadatan,
pendidikan,
kegiatan sosial dan;
peringatan hari besar Islam.

Pada bidang ini ada banyak sekali tugas yang dapat dilakukan oleh pengurus musholla yang professional modern dan ideal.

• Kegiatan Peribadatan;
• Majlis taklim;
• Remaja masjid;
• Perpustakaan;
• Taman kanak-kanak;
• Madrasah diniyah;
• Pembinaan Ibadah Sosial;
• Peringatan HBI dan Hari Besar Nasional;
• Pembinaan wanita;
• Koperasi;
• Kesehatan.

Lebih lengkapnya tentang imarah dapat dilihat pada Manajemen imarah pada masjid musholla

Bidang Riayah pada musholla

bidang-riayah-manajemen-masjid

Dalam pengertian umum manajemen Masjid, ri’ayah diartikan dengan pemeliharaan dan pengadaan fasilitas. Pengertian secara istilah dari ri’ayah yaitu kegiatan pemeliharaan bangunan, peralatan, lingkungan, kebersihan, keindahan, keamanan, masjid termasuk penentuan arah kiblat.
Secara sekilas dapat dipahami apa yang menjadi wilayah tugas dari bidang riayah untuk pengurus musholla ini.

Akan tetapi jika diringkas dalam hal pemeliharaan musholla maka ada 3 yaitu;

  1. Bentuk bangunan atau arsitektur;
  2. Pemeliharaan dari kerusakan;
  3. Pemeliharaan kebersihan.

Ada banyak detil tentang job description pengurus musholla pada ketiga bidang ini, untuk bidnag riayah anda dapat menuju di pengelolaan bidang riayah pada musholla dan masjid.

Gambar struktur bagan organisasi kepengurusan Musholla

Dibawah ini merupakan gambar atau struktur organisasi musholla yang dapat anda unduh termasuk susunan pengurus sebagaimana yang telah diuraikan diatas, sebagaimana yang telah diulas yaitu terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, bidang riayah, bidang imarah, dan bidang idarah.

Untuk mengakomodasi banyak orang sebagai pengurus, anda dapat memasukkan wakil ketua, atau badan badan atau lembaga yang posisinya berada dibawah bidang, semisal seksi pendidikan (mengurus majelis taklim atau TPQ), seksi pembangunan, seksi pencarian dana dan lain sebagainya.

Berikut tampilan contoh gambar struktur bagan organisasi kepengurusan Musholla.

Sampai disini dulu mengenai ulasan tentang susunan pengurus musholla yang ideal modern dan professional mengacu kepada panduan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama.

Dalam hal roda organisasi dapat bergerak dengan semestinya diperlukan orang orang yang berkompeten pada bidangnya dan memiliki semangat untuk melakukan sesuatu, atau bahasa jawanya do something dalam rangka peningkatan pelayanan umat khususnya di musholla yang dikelola.

Sugeng dalu, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Mushola Rumah Modern Minimalis

Informasi tentang bentuk mushola minimalis modern untuk rumah yang unik menarik baik kecil atau mewah dengan kelengkapan dan desain sebagai tempat melakukan ibadah sholat baik dalam rumah maupun out door luar bangunan utama.

pontren.com – assalamu’alaikum , mushola tempat sholat merupakan satu ruangan yang biasanya disediakan khusus untuk beribadah bagi kalangan muslim muslimat yang berada di Indonesia (entah kalau diluar negeri seperti apa saya tidak tahu).

Pengertian mushola dan masjid

Secara bahasa, musholla berasal dari kata bahasa arab sholla – yusholly solaatan musholla, begini nih tulisan arab musholla مُصَلَّىْ artinya adalah tempat untuk sholat. Lho, emangnya masjid apaan? Kalau masjid berakar dari kata sajada yasjudu sajid masjid, memiliki arti tempat untuk sujud.

Sedangkan secara istilah menurut Kamus besar bahasa Indonesia mushola adalah tempat salat; langgar; surau; 2 tikar salat; sajadah.

Mushola modern

Bagaimana sih mushola yang modern? Kalau secara harfiah artinya yaitu mushola yang terbaru; mutakhir, atau mushola sesuai dengan tuntutan zaman.

Menurut saya, komponen suatu mushola modern itu setidaknya memiliki fasilitas kelengkapan kekinian yang diantaranya adalah;

  • Penerangan elektrik yang memadai;
  • Petunjuk arah kiblat yang jelas;
  • Keberadaan peralatan sholat yang memadai (alas diatas lantai, sarung, mukena)
  • Akses wudhu mudah dan dekat;
  • Terjaga kesucian dan higienis (sehat dan bersih);
  • Keberadaan kitab suci dan buku sederhana tentang sholat.

Mari kita bahas satu persatu,

Penerangan listrik yang memadai, yaitu adanya lampu elektrik yang mampu menerangi mushola dengan baik tanpa ada overdosis sinar alias membikin mata blerengen (silau : jawa).

Desain mengenai penataan lampu ini bisa anda ambil dari contoh pada kamar hotel dimana penerangan merata tanpa perlu terlalu membuat mata silau.

Satu lagi, ada baiknya disediakan lampu sorot yang cukup untuk membaca buku atau alquran yang memiliki tombol saklar tersendiri untuk pemanfaatannya.

doa pembuka TPQ metode ummi

Bagi tuan rumah pemilik tempat tinggal tentunya hafal dengan letak arah barat alias kiblat untuk sholat, hal ini tidak selalu berlaku bagi tamu utamanya orang luar kota, ada baiknya arah kiblat dibuatkan tanda panah dan dipasang pada langit-langit mushola dan ada tulisan kiblat. Hal ini memudahkan dan sangat membantu orang yang melaksanakan sholat.

Lho mushola saya sudah ada sajadah dan tikar atau karpet yang menunjukkan arah kiblatnya koq. Bagus kalau begitu, hanya antisipasi saja jika sewaktu tempo sajadah dilipat dan tikar morat marit dipakai main anak.

Selain itu tanda arah kiblat dapat menegaskan sebagai tempat sholat dapat untuk pemberitahuan anak bahwa ruangan tersebut bukan tempat untuk bermain apalagi kalau badan dan baju anak sedang kotor.

Mushola yang baik tentunya dilengkapi dengan fasilitas untuk sholat, utamanya kain sarung maupun mukena / rukuh yang seharusnya terjaga kebersihan dan keharumannya.

Suci merupakan kondisi mutlak orang untuk beribadah sholat, tentunya fasilitas bersuci juga harus tersedia, ada baiknya jarak tidak terlalu jauh dari tempat mushola ini. Sukur2 siapkan lap bersih bagi yang hendak mengusap air.

Tidak usah dikasih tahu alasannya kenapa, bagi mushola yang ada karpet tebal seperti pada masjid perlu untuk mempertimbangkan peralatan penyedot debu dalam rangka menjaga kebersihan dan menjauhkan dari aroma debu yang tidak enak (apalagi saat sujud tentunya akan terasa keharumannya).

Untuk mengingatkan dalam membaca alquran, keberadaan rak kecil / kayu yang menempel pada dinding atau lemari tipis bisa menjadi pertimbangan dalam mendesain bangunan mushola pribadi dalam rumah atau out door.

Mushola rumah minimalis

Sepanjang saya tahu kebanyakan mushola rumah pribadi mayoritas dengan desain minimalis. Jika memungkinkan, ada baiknya pembuatan mushola ini berbentuk persegi dengan menyesuaikan kelurusan arah kiblat.

Jika terkendala dengan luas tanah dan lokasi, silakan disesuaikan dengan struktur desain rumah, ada baiknya desain mushola rumah berbentuk memanjang supaya dapat melaksanakan sholat berjamaah.

Minimal 1 shof dibelakang imam sudah cukup dan memadai untuk bangunan mushola pribadi di dalam rumah.

sholat-jum'at

Jangan lupa bagi rumah yang terbatas tanahnya yang berdampak ketidakbebasan mendesain mushola, untuk memberikan arah yang jelas dimana kiblat atau seharusnya sholat menghadap.

Hal yang disarankan juga yaitu letak mushola berada di sebelah barat bagian rumah, hal ini bertujuan supaya tidak ada orang yang lewat didepan jamaah sholat karena memang sudah memiliki tempat di ujung barat ruangan.

Sudah cukup mushola rumah sederhana ini berupa ruangan antara 3 x 3 meter dilengkapi dengan tikar atau karpet dan penerangan sewajarnya, jangan lupa fasilitas mukena dan sarung yang terlipat rapi atau di gantung pada hanger yang baik. Atau anda hendak menyembunyikan mukena ini dibalik pintu geser tentunya akan lebih anggun.

Mushola rumah mewah

Namanya juga rumah mewah, mau bikin ruangan dengan biaya yang tinggi bukan masalah tentunya, trus apa sih dan seperti apa mushola mewah yang berada dirumah?

Ada 2 versi suatu mushola itu bisa dianggap mewah, yang pertama dari segi mahal harga bangunan dan pembuatannya, yang kedua fasilitas kenyamanan yang diraskan oleh orang yang sholat disitu.

Mau mushola di rumah mewah bisa dibuat model out door atau dalam rumah, setidaknya bangunan ini terbuat dari bahan bahan berkualitas nomor 1.

Misalnya marmer import dari italy, jika terbuat dari kayu maka dibuat dari bahan kayu jati tua berumur ratusan tahun dengan finishing ukiran jepara atau daerah terkenal lainnya.

Masih kurang? Pasang saja lampu kristal harga jutaan sampai puluhan sebagai alat penerangan saat sholat magrib isya subuh bahkan dhuhur isya.

santri cantik

Karpet dari turkey atau india merupakan pilihan yang sangat baik untuk menjadi penutup lantai tempat mushola ini dibuat.

Dari segi kenyamanan, yaitu yang langsung berkaitan, adanya karpet yang lembut dan empuk dikaki serta saat bersujud.

Aroma ruangan dan lantai selalu terjaga kewangiannya, aroma yang soft tidak menyengak tapi elegan merupakan seni tersendiri dalam pemilihannya.

Sediakan alat penyemprot wangi yang setiap beberapa jam mengeluarkan crot crot demi menjaga keharuman ruangan mushola mewah anda setiap saat.

Faktor pendukung kemewahan adalah keberadaan tempat wudhu yang elegan mewah, mau model apapun dan bagaimanapun untuk barang mewah pastinya tersedia dipasaran, akan lebih keren model kran otomatis jika tangan atau kaki berada dibawah kran.

Penggunaan sensor wudhu ini tentunya semakin menambah elegan dan konsep mewah dari mushola untuk rumah mewah anda.

Konsep Mushola out door diluar rumah

Nah selamat untuk anda jika memiliki konsep mushola out door alias diluar rumah, kenapa begitu? Karena saya yakin area tanah yang anda miliki sangat luas.

Dalam membuat konsep mushola out door ini hal yang perlu diperhatikan adalah;

Ketinggian lantai dari tanah; karena indonesia termasuk negara yang memiliki musim hujan, sangat disarankan mushola anda setidaknya memiliki ketinggian 2 atau 3 undakan (sekitar setengah meter dari tanah).

Tujuannya untuk menghindari cipratan air hujan yang mental dari tanah atau lantai dan masuk kedalam area mushola.

Keberadaan akses payung dari rumah utama ke mushola; faktor hujan juga berpengaruh, jika letak mushola dengan rumah lumayan bisa membasahi baju dan tubuh tamu, sediakan di pojokan terdekat dengan mushola beberapa payung yang telah ada wadah khususnya, termasuk juga beberapa payung di mushola.

Akses air kran untuk wudhu. Sebaiknya didekat mushola terdapat kran tunggal untuk berwudhu meskipun didalam rumah sudah tersedia. Kemudahan ini untuk antisipasi jika batal wudhu padahal sudah berada di mushola.

Ketersediaan alas kaki; karena bersifat out door, sediakanlah alas kaki yang mudah dipakai dan model sandal basah.

sandal anak solih

Tentunya akan kurang nyaman jika tamu memakai sepatu miliknya untuk berjalan dari rumah utama menuju ke ruang mushola out door ini.

Konsep mushola terbuka

Jika anda ingin membuat konsep mushola terbuka, anda dapat memilih model gazebo atau rumah joglo jawa kecil sebagai model desainnya, akan tetapi saya menyarankan model ini untuk rumah yang memiliki pagar tinggi di arah barat atau kiblat. Tujuannya untuk menjaga kekhusyukan orang yang sholat didalamnya.

Akan tidak nyaman sekali jika model mushola terbuka dengan rumah pagar pendek atau pagar besi bolong bolong dapat diakses pemandangan dari luar.

Yang pertama, orang luar dapat memperhatikan orang yang sedang di mushola karena pagar yang tidak menutup keseluruhan.

Yang kedua pandangan mata dan kekhusyukan dari jamaah di mushola terbuka teralihkan atau terganggu dengan aktivitas orang orang diluar rumah karena tidak ada halangan untuk melihatnya.

Demikian analisa mengenai mushola rumah dengan pertimbangan model sederhana minimalis, mewah out door beserta sarana kelengkapannya. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Ketentuan Pengeras Suara pada Masjid Mushola Langgar Dirjen Bimas Islam

Aturan Pengeras Suara Masjid Mushola Edaran Dirjen Bimas Islam no KEP/D/101/1978

Informasi tentang ketentuan dalam hal tata kelola suara sound sistem tata suara alias pengeras suara di Masjid dan Mushalla berdasarkan surat edaran nomor B.3940/DJ.III/Hk.007/08/2018 tentang pelaksanaan instruksi dirjen Bimas Islam nomor Kep/D/101/1978 tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di Masjid, Langgar dan Musholla.

Baca;
Standar Imam Masjid menurut SK Dirjen
Contoh SK Penetapan Imam Masjid Besar Tingkat Kecamatan
Klasifikasi Masjid, Mushola dan Langgar

Pontren.com – berikut adalah rangkuman dari instruksi Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam tentang tuntunan penggunaan pengeras suara pada masjid dan mushola.

Adapun yang dimaksud dengan pengeras suara menurut instruksi ini adalah perlengkapan tehnik yang terdiri dari mikropon, amplifier, loud speaker dan kabel tempat mengalirnya arus listrik.

Pertimbangan pertama, bahwa pengeras suara pada masjid langgar mushola telah menyebar ke seluruh indonesia baik dipergunakan dalam adzan, iqamah, serta pembacaan ayat alquran, membaca doa, peringatan hari besar islam dan lainnya.

Kedua meluasnya penggunaan sound system selain menimbulkan gairah beragama dan menambah syiar kehidupan juga sekaligus pada sebagian masyarakat menimbulkan ekses tidak simpati disebabkan pemakaian tata suara yang kurang memenuhi syarat.

equalizer-masjid

Ketiga, agar pengeras suara milik masjid mushola langgar lebih mencapai sasaran dan menimbulkan daya tarik beribadah kepada Allah SWT, dianggap perlu mengeluarkan tuntunan tentang pengeras suara yang menjadi pedoman takmir pengurus masjid mushola di seluruh Indonesia.

Syarat-syarat Pengeras suara

Dalam rangka tata suara dapat berfungsi sebagaimana tersebut diatas, diperlukan beberapa syarat sebagai berikut;

Kesatu, Perawatan Pengeras suara oleh orang yang mengerti dan terampil, bukan yang masih coba coba atau taraf belajar, dengan demikian tidak didapati suara bising berdengung yang menimbulkan antipati ketidakteraturan masjid musholla maupun langggar.

Kedua, para pengguna pengeras suara (muadzin, pembaca alquran, imam sholat dan yang lain) hendaknya memiliki suara fasih merdu, enak tidak cemplang, sumbang atau terlalu kecil, guna menghindarkan anggapan ketidakteritiban masjid bahkan lebih menjauhkan menimbulkan rasa cinta simpati yang mendengarkan tentunya selain menjengkelkan yang tidak suka.

kriteria lomba karaoke dan blangko penilaian
penggunaan tata suara yang bijak

Ketiga, dipenuhi syarat yang ditentukan syara semisal tidak bolehnya terlalu meninggikan suara doa, dzikir dalam sholat, yang dapat menimbulkan antipati dan keheranan bahwa umat beragama sendiri tidak mentaati ajarannya.

Keempat, dipenuhi syarat syarat dimana orang yang mendengar dalam kondisi siap untuk mendengarkan. Bukan pada waktu tidur, istirahat, sedang beribadah atau upacara. Dalam keadaan demikian (pengecualian panggilan adzan) tidak memunculkan kecintaan orang bahkan sebaliknya. Berbeda pada masyarakat kampung yang kesibukan masih terbatas, maka suara suara keagamaan dari masjid musholla langgar, selain sebagai seruan taqwa dapat dianggap sebagai hiburan mengisi hiburan sekitar.

Kelima, dari tuntunan nabi, suara adzan sebagai tanda masuk shalat memang harus di tinggikan. Karenanya penggunaan suara untuknya tidak dapat diperdebatkan. Yang menjadi perhatian adalah supaya suara muadzin nyaman didengarkan serta syahdu.

Pemasangan Pengeras suara

toa-masjid

Dalam rangka tercapai fungsi pengeras suara sebagaimana tulisan diatas, maka pengaturan pemasangan tata suara sound system adalah sebagai berikut;

Pertama, diatur sedemikian rupa sehingga corong keluar dipisahkan dengan salon di dalam, jelasnya terdapat saluran yang khusus ditujukan keluar.

Kedua, adanya kekhususan salon atau salon untuk ruangan dalam pada masjid musholla maupun langgar.

Ketiga, acara yang ditujukan keluar tidak terlalu keras kedalam yang dapat mengganggu orang shalat sunnat atau dzikir berdoa, demikian juga sebaliknya corong suara salon di dalam ruangan tidak terdengar keluar yang dapat mengganggu orang yang sedang beristirahat.

Pemakaian pengeras suara

Pada dasarnya, suara yang memakai pengeras keluar masjid hanyalah adzan sebagai tanda telah datang waktu sholat, demikian juga sholat dan doa pada dasarnya untk kepentingan jama’ah di dalam ruangan masjid atau mushola dan tidak diperlukan pengeras suara keluar dalam rangka tidak melanggar ketentuan syari’ah yang melarang bersuara keras dalam sholat dan do’a.

aturan-pengeras-suara-masjid-musholla-langgar
aturan penggunaan pengeras suara khusus tempat ibadah muslim

Sedangkan dzikir pada dasarnya merupakan ibadah individu langsung kepada Allah SWT karena itu tidakdiperlukan penggunaan suara baik kedalam maupun keluar.

Adapun perincian pedoman yang perlu dijadikan sebagai pegangan adalah sebagai berikut;

Waktu sholat subuh

Sebelum waktu sholat shubuh dapat dilakukan kegiatan-kegiatan dengan penggunaan tata suara paling awal 15 menit sebelum waktunya.

Dalam hal ini dapat diisi dengan pembacaan alquran yang bertujuan membangunkan muslimin muslimat yang masih terlelap untuk persiapan sholat, pembersihan diri dan lain sebagainya.

Kegiatan pembacaan ayat suci alquran dapat menggunakan pengeras suara keluar, sedangkan kedalam tidak perlu disalurkan dalam rangka tidak mengganggu jamaah yang sedang beribadah di dalam masjid.

Adzan subuh menggunakan pengeras suara keluar.

Sholat subuh, kuliah subuh dan semacamnya menggunakan pengeras suara (sekiranya perlu untuk kepentingan jamaah) dan hanya menggunakan tata suara dalam ruangan saja.

Waktu Dzuhur dan Jum’at

santri assalaam
santri selesai sholat

Lima menit menjelang dzhuhur dan 15 menit menjelang waktu dzhuhur dan jumat supaya diisi dengan bacaan alquran yang ditujukan keluar.

Demikian juga suara adzan bilamana waktu telah tiba.

Bacaan sholat, doa, pengumuman, khutbah dan lain sebagainya menggunakan tata suara dalam ruangan.

Waktu Asar, Magrib Isya’

Pada waktu telah tiba waktu shalat dilakukan adzan dengan pengeras suara keluar dan kedalam

Setelah adzan, sebagaimana waktu yang lain hanya menggunakan suara di dalam ruangan.

Takbir, Tarhim dan Ramadhan

khutbah-idul-adha-lapangan-girimulyo-ngargoyoso

Takbir Idul Fitri Idul Adha dilakukan dengan pengeras suara keluar.

Pada Idul Fitri dilakukan malam 1 syawal dan 1 hari syawal

Pada Idul Adha dilakukan 4 hari berturut-turut semenjak malam 10 dzulhijjah.

Tarhim yang berupa doa menggunakan pengeras suara kedalam, dan tarhim berupa dzikir tidak menggunakan pengeras suara.

Pada Bulan Ramadhan sebagaimana pada hari dan malam biasa dengan memperbanyak pengajian, bacaan alquran yang ditujukan kedalam semisal tadarusan dan lain sebagainya.

Upacara Hari Besar Islam dan Pengajian

Tabligh hari besar Islam maupun pengajian harus disampaikan oleh mubaligh dengan memperhatikan kondisi keadaan audience atau jamaah.

Ekspresi dan raut muka menjadi perhatian dan memberikan bahan kepada mubaligh guna penyempurnaan tablighnya baik dalam hal isi maupun cara penyampaian.

hadirin kegiatan khataman dan pengajian di PP Banu Salamah
hadirin kegiatan khataman dan pengajian di PP Banu Salamah

Karena tablig pengajian hanya menggunakan pengeras suara yang ditujukan dalam ruangan, tidak untuk keluar karena tidak dapat diketahui reaksi pendengar atau dapat menimbulkan gangguan bagi orang yang berisitirahat daripada disimak dengan baik.

Pengecualian jika pada hal ini pengunjung tabligh atau pengajian melimpah ruah luber diluar masjid musholla.

Hal yang perlu dihindari

Dalam rangka meraih pengaruh masyarakat dan disukai pendengar, sekiranya untuk menghindarkan hal hal dibawah ini.

Mengetuk-ngetuk pengeras suara, yang secara teknis dapat mempercepat kerusakan pengeras pada peralatan di dalam dan teramat peka terhadap gesekan yang keras.

Kata kata semisal : percobaan satu dua dan seterusnya.

Berbatuk atau dehem melalui peralatan pengeras suara.

Membiarkan kaset atau peralatan digital yang sudah tidak baik suaranya.

Membiarkan dipergunakan pemakaiannya oleh anak anak untuk bercerita maupun yang lain.

Menggunakan tata suara masjid untuk memanggil nama seseorang atau mengajak bangun diluar panggilan adzan.

Suara dan kaset

Sebagaimana telah disebut sebelumnya, suara yang terdengar melalui pengeras suara karena didengar oleh banyak orang diperlukan persyaratan sebagai berikut;

Memiliki suara yang pas, tidak sumbang atau terlalu kecil.
Merdu dan fasih dalam bacaan.
Dalam penggunaan kaset hendaknya dicoba sebelumnya baik dalam mutu maupun lamanya untuk tidak dihentikan secara mendadak sebelum waktunya.
Adzan pada waktunya hendaknya tidak menggunakan kaset atau suara alat kecuali dalam keadaan terpaksa.

Pengeras suara pada masjid langgar mushlola di kampung

Pertama, Secara umum, ketentuan yang ketat berlaku untuk kota besar semisal ibukota Jakarta, Ibukota Provinsi dan ibukota Kabupaten ataupun kota.

Yakni dimana penduduk yang heterogen dan macam macam agama dan kebangsaan? Anek warna dalam jam kerja dan keperluan bekerja tenang di rumah dan lain-lain.

Kedua, untuk masid langgar dan mushola di desa atau kampung pemakaian tata suara dapat lebih longgar dengan memperhatikan tanggapan dan reaksi masyarakat. Pengecualian hal hal yang dilarang oleh syara’.

Dalam aturan ini ditandatangani di Jakarta pada tanggal 17 Juli 1978 oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Drs. H. Kafrawi MA.

Download instruksi dirjen Bimas Islam nomor Kep/D/101/1978 tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di Masjid, Langgar dan Musholla

suara-lonceng
teng tenggg tengggggg

Berikut ini adalah penampakan instruksi dimaksud dalam format PDF yang dapat anda unduh sebagai pegangan tambahan pengetahuan mengenai panduan dalam tata kelola suara pada masjid.

Entahlah ada juga aturan yang mengatur suara lonceng yang suaranya mendadak dan mengejutkan sampai saat ini saya belum menemukannya.

Takmir Masjid Sibuk Bangun Rehab Masjid, Pendanaan TPQ terabaikan

masjid besar kecamatan (ilustrasi)
masjid yang megah

pontren.com – Judul diatas merupakan premis umum yang merupakan pendapat pribadi dari yang membuat postingan. Dari beberapa masjid dan hasil bertanya pada saat pelatihan dan koordinasi ustadz ustadzah Taman Pendidikan al Qur’an mengenai situasi dan kondisi TPA yang kesulitan dalam dana operasional dan di waktu yang sama takmir masjid memegang kas keuangan langgar mushola masjid.

Jadi teringat beberapa tahun yang lalu disaat para pengajar TPQ dikumpulkan untuk diberikan pelatihan, seorang panitia bertanya kepada para peserta kegiatan mengenai peran serta masjid dalam pendanaan untuk kegiatan belajar mengajar pada Taman pendidikan alquran.

Pertanyaan yang dilontarkan kurang lebihnya adalah sebagai berikut;

Apakah takmir masjid tempat TPQ anda memberikan dana secara rutin untuk biaya operasional TPQ secara rutin? Dengan serempak dan semangat para guru menjawab pertanyaan tadi “TIDAAAAAAK”.

Itulah jawaban serempak dari pengelola TPQ dari berbagai kecamatan dan TPQ yang berbeda beda. Jika ditarik dalam ilmu hadits maka jawaban ini masuk dalam kategori mutawatir alias tidak mungkin mereka sepakat sebelumnya untuk menjawab seperti itu.

Lha wong lontaran pertanyaan juga dibuat mendadak tanpa dikondisikan sebelumnya atau ada kong kalikong antara panitia dengan peserta kegiatan pelatihan peningkatan ustadz ustadzah TPQ.

Pun begitu pastinya ada saja masjid yang dengan baik memperhatikan lembaga pengajaran membaca alquran atau ngaji ini dengan cermat termasuk kesejahteraan para ustadz ustadzah guru pengajar para santri. Akan tetapi saya pribadi meyakini jumlahnya sangat sedikit.

Mungkin hanya satu digit dalam persen atau kalo lebih tega lagi mengatakan nol koma sekian persen.

Analisa Takmir Masjid begitu memperhatikan dalam pembangunan dan rehab masjid

Salah satu hal pokok yang di uri uri atau diperhatikan dengan sangat oleh para pengurus masjid adalah tentang kondisi fisik dari masjid itu sendiri, entah itu berupa perbaikan kondisi yang sudah rusak kurang baik, menambah keindahan masjid baik dengan cara memberikan ornamen atau kaligrafi ataupun sekedar memberikan warna baru dengan cat yang rutin dilakukan atau bahkan sampai dengan melakukan perluasan atau meningkat masjid yang sudah ada.

Dari beberapa alasan diatas, akan kami coba kenapa mengotak atik bangunan masjid merupakan hal yang seksi untuk para pengurus

Perbaikan rehab perluasan masjid karena memang diperlukan karena kondisi situasi yang memaksa

Yang utama sih sepertinya memang karena kebutuhan, misalnya kondisi kamar mandi atau tempat wudhu yang sudah rusak atau tidak layak dipergunakan, berlumut serta sangat sulit dipergunakan, atau karena jamaah sholat jumat yang semakin banyak membuat makmum sampai berada diluar masjid sehingga perlu pemikiran dalam perluasan atau menambah tingkat bangunan itu sendiri.

Kalau situasinya seperti ini tentunya diperlukan adanya rehab pembangunan yang diperlukan guna memenuhi keperluan yang bisa dianggap pokok dalam menyediakan sarana prasarana dalam ibadah sholat berjamaah. No complain here.

Pembangunan fisik masjid merupakan hal yang konkrit bisa ditangkap panca indera sekaligus bukti amanah dalam mengelola Tempat Ibadah

Alasan kenapa fokus pembangunan yaitu pembangunan fisik masjid adalah hal yang bisa di lihat di pegang dan dirasakan oleh panca indera, berbeda jika dana infak sedekah pada masjid diberikan untuk membayar hutang fakir miskin, maka tidak semua orang bisa melihat secara nyata dampaknya, malah nanti banyak yang datang minta dilunasi hutangnya heheheee

Dengan pembangunan yang nyata, masyarakat tentunya percaya dan yakin jika dana kas masjid dikelola dengan baik yang terbukti dengan adanya pembangunan atau perbaikan rehab masjid. Siapa sih yang mau dituduh menggelapkan uang masjid?

Dengan begitu cara praktis membangun kepercayaan dari masyarakat ya dengan memberikan bentuk kongkrit dari pembangunan fisik yang dapat dilihat oleh khalayak ramai yang mendekat.

Masjid yang indah keren menjadikan kebanggaan takmir dan masyarakat

masjid agung karanganyar

Tentunya keindahan suatu bangunan masjid menjadi kebanggaan masyarakat yang turut serta membangun atau penyandang dana, walaupun kadang kala mereka yang ikut bangga belum tentu rutin sholat jamaah di masjid tersebut.

Dengan adanya kebanggaan memiliki tempat ibadah yang kokoh kuat cantik dan bagus maka pikiran jamaah lebih tertuju bagaimana supaya masjid mushala ataupun surau yang berada di lingkungan masuk dalam kategori tempat ibadah bagi umat islam yang bisa disebut wow.

Pembangunan fisik lebih nampak nyata dibandingkan dengan alokasi untuk pembangunan yang bersifat mental dan kemakmuran jamaah

Coba kalau takmir masjid mengalokasikan uang 5 juta untuk cat tembok masjid, begitu selesai masjid di cat maka akan nampak perubahan dari masjid yang telah dilakukan pengecatan. Semua mata yang bisa melihat masjid akan segera nyata merasakan perubahan.

Berbeda situasinya jika takmir masjid mengalokasikan uang lima juta untuk menyantuni anak miskin atau untuk kegiatan daurah, bahsul kutub, pelatihan mengajar TPQ, masyarakat tidak dapat merasakan secara langsung dampak atau perubahan dari kegiatan alokasi dana semisal diatas.

remaja masjid (ilustrasi)
remaja masjid (ilustrasi)

Dengan begitu tidak heran banyak takmir masjid lebih sigap dalam mengalokasikan dana kas kedalam kegiatan yang bersifat fisik entah membangun, merehab atau sekedar mempercantik menambah keindahan surau masjid langgar mushala yang diurusnya.

Dampak Terlalu Fokus Memperhatikan Bangunan Fisik, berakibat terabaikan hal yang bersifat mental sosial masyarakat

Alangkah baiknya jika masjid bukan hanya sekedar berfungsi sebagai tempat sholat dan mengaji saja, akan tetapi juga masyarakat islam bersosial dan berbudaya serta aktivitas kegiatan zakat infak dapat dikelola dengan baik.

Dan akan lebih mantab lagi jika masjid bisa meringankan kondisi ekonomi masyarakat sekitar baik dengan cara menyantuni kaum papa dan juga support lembaga pendidikan keagaman di sekitar atau bahkan yang sedang berada di kompleks masjid.

Kaum papa jarang tersentuh dana masjid kecuali zakat fitrah dan daging qurban

tahan berapa lama daging sapi kambing dalam freezer

Entah benar apa tidak pendapat ini, tapi jika diamati kebanyakan masjid memberikan sesuatu yang bernilai ekonomis kepada orang yang termasuk fakir miskin hanya pada saat menjelang idul fitri dengan beras zakat fitrah ataupun pembagian daging qurban pada waktu idul adha.

Saya pribadi hanya mendengar masjid jogokariyan yang dapat melakukan pemberdayaan umat sekitar dengan cara meringankan kesulitan ekonomi baik berupa bantuan beras uang maupun usaha mencarikan penghasilan.
Saya meyakini ada masjid yang lain juga melakukan hal yang sama akan tetapi belum terekspose secara viral semacam masjid Jogokariyan Yogyakarta.

Masjid Termasuk Megah Ber AC tapi Lembaga TPQ memble ala kadarnya

Lah ini di suatu masjid, pada saat khotib akan naik mimbar, takmir masjid mengumumkan kas infak yang dikelola oleh takmir.

Bagi saya dana itu termasuk besar (diatas 50 juta) karena masjid sudah dikatakan paripurna secara bangunan, ada AC yang setiap sholat 5 waktu disitu terasa adem karena difungsikan dengan baik air conditioner nya. Tidak lupa aroma mewangi semerbak dengan adanya entahlah apa untuk menghilangkan bau tidak sedap pada masjid.

Tapi di waktu sore hari, pada TPQ hanya ada seorang ibu ibu yang mengajar TPQ dengan sejumlah murid yang berlarian kesana kemari kejar kejaran dan sang guru tidak berkutik karena sedang privat santri mengaji. (repot juga kalo metode iqra dengan satu guru dan pakai sistem privat ya).

Logika saya pribadi sih kenapa takmir masjid tidak melakukan evaluasi terhadap TPQ yang seperti itu ditengah kegemerlapan fasilitas masjid yang termasuk hebat.

Takmir masjid tidak melakukan evaluasi terhadap TPQ yang seperti itu ditengah kegemerlapan fasilitas masjid yang termasuk hebat.

Bisa jadi situasi yang hampir hampir mirip juga menjangkiti masjid yang lain, dimana kas masjid tersimpan rapi dengan jumlah yang tidak sedikit, akan tetapi Lembaga Taman Pendidikan Al Quran yang berada disitu dalam kondisi hidup segan, matipun tidak.

Penutup

tujuan pembelajaran TPQ
ustadzah TPQ di jawa barat sedang menyimak santri mengaji

Itulah analisa pribadi mengenai kondisi pada beberapa masjdi di Negara ini, entahlah apa memang karakteristiknya seperti itu atau trend 2020 masih akan tetap tidak ada perubahan.

Sebagai orang yang pernah mengajar pada lembaga TPQ penulis berharap ada revolusi anggaran peruntukan dari takmir masjid dengan memberikan alokasi yang jelas bagi pengelolaan TPQ baik dalam prosentase ataupun jumlah nominal yang tepat.

Maksud dari prosentase adalah, TPQ akan mendapatkan dana 10-20 persen dari uang yang masuk ke dalam kas masjid setiap bulan, atau nominal statis semisal dalam satu bulan takmir masjid menganggarkan 250 -500 ribu untuk biaya operasional TPQ.

Itulah angan yang ada dibenak selama ini karena ada rasa yang mengganjal disaat melihat semangat takmir masjid melakukan pembangunan akan tetapi kurang memperhatikan TPA yang berada di lingkungan masjid.

Salam.

Tipologi tempat shalat, klasifikasi kategori dan fungsi, penjelasan masjid mushalla langgar

Pengkategorian besar kecil bangunan tempat sholat beserta fungsi tempat sholat, berdasarkan buku terbitan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (dulu bernama) Departemen Agama RI tahun 2007.

Mengacu kepada ukuran besar atau kecil suatu bangunan yang diperuntukkan untuk ibadah sholat, beserta fungsi bangunan tersebut, maka dapat dikategorikan menjadi tiga macam yaitu :

  1. Langgar
  2. Masjid
  3. Mushallabuku tipologi masjid

Adapun keterangan lebih detail tentang kenapa dan bagaimana bisa dikatakan sebagai masjid atau langgar maupun musholla bisa disimak dibawah ini

Masjid

Masjid merupakan bangunan tempat ibadah (khususnya sholat) untuk muslimin muslimat. Dengan bentuk bangunan yang dirancang khusus yang melekat padanya atribut masjid. Atribut tersebut semisal menara, kubah, bentuk pintu, jendela dan lain lain. Bangunan ini cukup besar dan bisa menampung orang/jamaah sejumlah ratusan bahkan ribuan. Bisa digunakan untuk ibadah sholat Jum’at maupun perayaan hari-hari besar Islam. Bangunan ini sering menjadi kebanggaan kaum muslimin di lingkungan sekitar. Dan juga sering menjadi tempat pelaksanaan walimahan maupun ijab qabul, pensyahadatan masuk Islam oleh jamaah.masjid agung karanganyar

Langgar

Merupakan bangunan untuk ibadah sholat kaum muslimin. Dengan ukuran cukup besar. Dikatakan dalam buku bahwa bangunan ini maksimal menampung 50 orang jamaah. Walaupun bisa menampung cukup orang untuk melaksanakan sholat jamaah, bangunan ini tidak bisa dipakai guna kegiatan sholat jamaah karena tidak memenuhi untuk pelaksanaan sholat Jumat. Pengecualian digunakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) untuk tingkat RT ataupun RW. Bangunan ini dilengkapi atribut tempat ibadah Islam seperti hiasan kaligrafi, ornamen muslim maupun lainnya. Tipe bangunan yang disebut langgar biasanya berada di lingkungan – lingkungan pondok pesantren, RT/RW dalam suatu wilayah dan berada dibawah koordinator satu masjid.langgar sederhana

Mushalla

Suatu bangunan dengan peruntukan ibadah umat Islam. Dengan luas tergantung lokasi dan kebutuhan, akan tetapi tidak terlalu besardan dapat menampung jamaah maksimal 100 orang. Ada kelengkapan atribut tempat ibadah Islam semisal kubah dan hiasan kaligrafi dan model jendela maupun masjid yang khas bentuk tempat Ibadah umat Islam. Tipe bangunan tempat sholat ini sering disebut dengan mushalla yang mempunyai arti tempat sholat, berada di lingkungan masyarakat atau tempat tempat yang ramai di kunjungi manusia semisal di pasar, terminal, tempat wisata maupun lokasi strategis tempat orang berkumpul. Bangunan atau ruang ini dibangun asal memenuhi persyaratan tempat untuk melakukan ibadah sholat. Selain itu ada atribut kelengkapan semisal mihrab/mimbar selayaknya bangunan yang dinamakan masjid. Dan kadang juga bisa untuk melaksanakan sholat jumat.mushalla panoramio

Keterangan terkait tempat Ibadah Umat Islam

Pengertian awal mushalla adalah tempat ibadah shalat, tikar kecil untuk shalat. Rasul solat diatas musholla dan berkhutbah diatasnya. Pada saat agama Islam masuk ke wilayan Nusantara, banyak ditemukan keagamaan dan adat, berbeda – beda penamaan tempat ibadah antara satu tempat dengan lokasi yang lain, semisal : Surau di Padang, Meunasah di Aceh, Langgar di Jawa, Lobi di Toraja, Uma Galangan di Mentawai.

Bangunan diatas diIslamkan dengan cara memberikan fungsi mushalla dan fungsi muamalah masjid kepadanya. Dengan begitu dalam garis besar sering ditemukan di masjid dilakukan ibadah, Kegiatan muamalah masjid dialihkan ke nama nama bangunan-bangunan tersebut.

Dan bangunan bangunan diatas dapat ditingkatkan menjadi masjid dengan pemberian tanda tanda masjid yang tradisional misalnya, mihrab, mimbar maupun kubah. Dengan keadaan dan sejarah perjalanan masuknya islam dan kearifan lokal dalam penyebutan bangunan, dapat menjadi dalil bahwa langgar merupakan adik dari masjid. Pada saat masjid belum dibangun, langgar ataupun musholla mewakilinya sebagai tempat ibadah (utamanya sholat)

Perbedaan masjid mushalla dan langgar

setelah berbagai uraian yang diambil dari buku terbitan Kemenag RI di Jakarta tahun 2007 maka bisa dikatakan bahwa perbedaan antara masjid, musholla terletak pada kapasitas daya tampung bangunan, dan juga fungsi serta peruntukannya.

Kapasitas daya tampung bangunan sholat

  • Masjid = ratusan – ribuan
  • Langgar = maksimal 50 jamaah
  • Mushalla = Maksimal 100 Jamaah

Penggunaan tempat sholat untuk Jumatan

Sedangkan jika mengacu kepada peruntukan pelaksanaan Ibadah Sholat Jum’at, maka seperti dibawah ini

  • Masjid = dipergunakan untuk ibadah sholat Jumat
  • Langgar = tidak dipergunakan untuk jum’atan
  • Mushalla = ada yang di gunakan untuk sholat jumat, tapi juga yang tidak dipergunakan untuk jumatan

Begitulah terkait tentang tempat ibadah Islam yang dinamakan Masjid, Mushalla dan Langgar merujuk kepada buku terbitan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (dulu bernama) Departemen Agama RI tahun 2007.