Wong Bungkuk Nusuk Nusuk, Yen Bumi iki Tinata, Cekelanmu apa Batangane

Wong Bungkuk Nusuk Nusuk, Yen bumi iki tinata, cekelanmu apa Batangane

Apa batangane cangkriman pepindhan ing ngisor iki?
a. Wong bungkuk nusuk-nusuk.
b. Yen bumi iki tinata, cekelanmu apa?

pontren.com – assalaamu’alaikum. Dalam cangkriman atau tebak-tebakan berbahasa jawa ini menanyakan apakah yang bongkok dan menusuk-nusuk? Sedangkan yang kedua pertanyaannya adalah jika bumi ini ditata, peganganmu apa?

Kedua cangkriman atau teka – teki berbahasa jawa ini masuk dalam kategori cangkriman pepindhan atau tebak-tebakan kata yang berupa pemisalan atau menyerupakan atau mirip-mirip (cangkriman irib-iriban).

Batangane cangkriman wong bungkuk nusuk-nusuk

Maka jawaban tentang cangkriman orang atau apakah yang berwujud bongkok dan menusuk nusuk batangane yaiku arit (sabit).

Kenapa bisa begitu?

Hal ini karena bentuk sabit yang melengkung sebagai perumpamaan bongkok.

Dalam kamus bahasa Indonesia, bongkok adalah kata tidak baku dari bungkuk yang artinya yaitu tidak tegak atau melengkung ke belakang.

Pada kamus online Bahasa Jawa tegese bungkuk yaiku melengkung tumrap geger (melengkung dalam hal punggung).

Bedhekane cangkriman pepindhan Yen bumi iki tinata, cekelanmu apa Batangane yaiku

Batangane saka cangkriman pepindhan sing unine menawa bumi iku tinata mangka cekelanmu apa yaiku buntut garu.

Penjelasan : Dalam pertanyaan ini adalah apabila bumi ditata kamu pegangannya apa?

Jadi perilaku orang yang meratakan sawah ladang menggunakan alat pertanian merupakan gambaran dari ungkapan cangkriman yen menawa bumi tinata.

Pada saat sedang menata bumi atau lahan garapan (biasanya sawah) alat yang dipergunakan bernama garu.

Garu yaiku piranti kanggo nggaru kang gunane ngrata lemah.

Sedangkan dalam kamus bahasa Indonesia, garu adalah alat pertanian berbentuk sisir untuk meratakan tanah bajakan.

Kenapa jawabannya buntut garu?

Karena yang menjadi pegangan pada saat meratakan bumi (tanah) yaitu pada bagian belakang atau ujung alat ini. Bagian ujung pada belakang sesuatu biasanya adalah ekor yang dalam bahasa Jawa sebutannya yaitu buntut.

Demikianlah sekedar tambahan informasi tentang cangkriman pepindhan sing batangane arit lan garu nganggo Basa Jawa lengkap dengan penjelasan sekilas untuk memudahkan memahami maksudnya.

Maturnuwun sudah mampir, salam kenal dan wassalamu’alaikum.

Tinggalkan Balasan

Mumtaz Hanif

Murid Kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri