kartun-pembawa-acara-bahasa-jawa

Contoh Teks MC Bahasa Jawa Halus Acara Pernikahan

Informasi tentang teks contoh untuk mc pernikahan dalam bahasa jawa halus bisa diadaptasikan dalam walimatul ursy atau ngunduh mantu pasrah temanten (dengan sedikit modifikasi) karena pemakaian kata dang penggunaan kalimat kromo inggil.

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, bagi seseorang yang memiliki bakat untuk menjadi pembawa acara tentu perlu diasah dan dikembangkan, pastinya seorang mc kondang tidak serta merta langsung berada di puncak karir tanpa melewati masa awal dalam membuka pasar.

loading...

Atau yang memang tidak berminat terjun di dunia profesional dalam pembawa acara namun ingin belajar karena eksistensi diri di tengah masyarakat semisal di lingkungan rt RW maupun kebayanan kampung, tentunya akan sangat berguna jika ada seseorang yang menjadi mc saat ada acara walimahan tetangga atau handai taulan.

Bagi saya pribadi, menjadi MC pada suatu acara itu bagaikan naik sepeda, maksud saya begini, bagi yang sudah bisa maka hal tersebut adalah sesuatu yang mudah dan dapat dilakukan bahkan tanpa perlu banyak berpikir.

Berbeda dengan orang yang tidak bisa, ya diumpamakan seperti naik sepeda, jika memang tidak bisa ya akan tetap tidak bisa.

Kesimpulan mc dan sepeda disini adalah sebenarnya MC itu termasuk mudah jika mau belajar, akan tetapi kalau tidak pernah belajar pastinya merupakan hal yang yang sangat sulit jika tidak mau dikatakan mustahil.

Sebelum melangkah lebih lanjut tentang contoh pembawa acara bahasa jawa halus kromo inggil, ada baiknya diketahui terlebih dahulu kiat dan tips tentang MC yang disarikan dari kalangan profesional.

Berikut ulasan yang dapat kami sajikan.

Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang mc atau pembawa acara

penilaian-lomba-pidato-bahasa-jawa

Setidaknya ada 3 kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pembawa acara dalam skala yang serius didepan orang banyak atau acara yang dirasa penting.

Pertama, Kemampuan public speaking / berbicara didepan umum

Kemampuan berbicara didepan umum seorang mc ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu kemampuan verbal dan kemampuan bahasa tubuh.

Kemampuan verbal, Suara alias vokal merupakan modal utama bagi seorang MC, tentunya yang dimaksud suara bukanlah yang asal mengeluarkan bunyi, kalau asal bersuara siapapun bisa melakukannya.

Pernahkah anda mendengar seorang mc yang suaranya enak nyaman didengar dan jelas dalam pengucapan kata? Atau sebaliknya pernah mendengar mc dengan suara kurang bagus dan pemilihan kata beserta pengucapannya yang tidak jelas?

Disinilah letak kemampuan verbal yang harus diasah oleh seorang mc dimana jam terbang dan latihan dapat menentukan hasil saat manggung.

Yang perlu diperhatikan Dalam peningkatan kemampuan dan teknik olah vokal adalah :

  • penggunaan bahasa,
  • kejelasan atau kejernihan suara,
  • kecepatan berbicara,
  • variasi suara dan jeda.
  • Kemampuan public speaking yang kedua adalah bahasa tubuh.

Pada waktu membawakan acara, keseluruhan bahasa tubuh merupakan hal yang penting untuk membantu kesuksesan menjadi seorang MC.

Penggunaan bahasa tubuh yang tepat akan semakin menguatkan apa yang anda sampaikan secara verbal melalui mikrofon yang anda pergunakan.

Hal yang dapat dioptimalkan dalam bahasa tubuh atau gerakan diantaranya adalah:

  • kontak mata,
  • ekspresi wajah,
  • gerakan tangan maupun cara berjalan.

Kedua, Kepribadian yang menarik

Menampilkan diri apa adanya tidak dibuat buat atau meniru mc yang lain. Tentunya hal positif yang dimiliki dapat untuk lebih dikemukakan kepada khalayak.

Akan sangat menggelikan jika menampilkan citra diri tapi hasil meniru model orang lain, akan terasa wagu dan kurang pas, apalagi terjadi kegagalan dalam peniruan, tentunya akan menjadi musibah dan bencana bangi sang master of ceremony.

Ketiga, Kreatif dan berjiwa entertainer

Seorang pembawa acara tidak boleh kehabisan kata kata dalam membawakan acara, penguasaan vocabularies ataupun mufrodat alias kosakata yang bermacam dan aneka model tentu menjadi penyangga yang baik bagi MC.

Dengan begitu seorang MC dimasa sekarang dituntut untuk memiliki kreativitas tinggi dalam memandu acara utamanya hajatan manten maupun kegiatan formal yang lain.

Jiwa entertainer diperlukan disaat suasana sudah nampak membosankan atau para tamu maupun peserta terlihat suntuk dan tidak betah duduk di kursi ingin segera pergi.

Kemampuan entertaining ini selain berasal dari bakat tentu juga ditunjang dengan pencarian bahan baik melalui banyak membaca maupun video inspiratif tentang MC.

Persiapan MC

mencari-buku-referensi-MC-bahasa-jawa
mencari referensi persiapan menjadi MC

Berikut ulasan singkat bagi seorang MC pada saat hendak manggung.

Percaya Diri. Dengan membawakan acara secara PeDe akan menghasilkan suara dan intonasi yang baik tidak ada irama getar grogi yang memasuki sound system atau tata suara.

Kuasai Acara. Seorang MC mustinya telah membekali diri dengan perangkat informasi nama pangkat jabatan beserta siapakah yang menjadi audiens atau para tamu yang hadir pada acara kegiatan.

Pengetahuan yang komprehensif akan memaksimalkan dalam pemilihan kata dan menghindarkan dari jeda kalimat karena perlu bertanya tentang apa maupun siapa.T

Tetap tenang dan Tersenyum. Dalam kondisi seperti apapun seorang mc perlu mencitrakan diri dalam kondisi yang tersenyum dan tenang serta nampak mampu menghandle acara dengan baik.

Kepanikan seorang mc akan membawa dampak psikologis peserta yang bingung dan menjadi sejarah tonggak kurang bagus bagi sang MC.

Jangan Salah Kostum. Tidak perlu banyak dikatakan kenapa jangan salah kostum.

Berdoa. Manusia berusaha Tuhan yang menentukan, selamat menjadi master of ceremony.

Sebenarnya masih panjang yang akan ditulis, tapi nanti malah beda isi dan judul.

Berikut contoh teks pembawa acara bahasa jawa halus kromo inggil pernikahan mantenan

penghasilan-seorang-mc
penghasilan para MC turun dratis saat ada Corona

Bismillahir-rahmanir-rahim.
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Dhumateng panjenenganipun para pepundhen, para sesepuh pinisepuh ingkang hanggung mastuti

dhumateng pepoyaning kautaman ingkas pantes pinundhi, para pangemban-pangembating praja, satriyaning nagari minangka pandam pandoming para kawula dasih ingkang satuhu bagya mulya, nun inggih brayat ageng baraya wira wiyata, baraya wira tamtama, para purna karya labet praja ingkang mahambeg luhuring darma,

para alim, para ulama ingkang rinten dalu tansah sumandhing kitab suci wahyuning ilahi, minangka panuntun kiblating panembah ingkang satuhu luhuring budhi, panjenenganipun para satya wredha, carana madya, para tamu kakung sumawana putri ingkang pantes nampi pakurmatan satuhu pantes lamunta sinudarsana.

Mradapa awit saking keparengipun Bapak _ sekalian garwa, kula ingkang kapitedhan sinaraya hambuka wiwaraning suka, wenganing wicara, dwaraning kandha pinangka jejering pambiwara ngaturaken urut reroncening tata upacara ingkang sampun rinakit, rinancang dening para kulawangsa ingkang tartamtu kewala kaeneraken wonten ing pawiwahan prasaja ing hari kalenggahan punika,

nun inggih panjenenganipun Bapak: netepi darmaning asepuh hangrakit sekar cepaka mulya, miwaha siwi mahargya suta Roro: kajatu krami Bagus: ___.

Kanthi raos panalangsa ingkang hamengku karsa nyuwun wonten ngarsanipun gusti ingkang akarya loka, miwah nyuwun donga pangestunipun para lenggah, mugi kaleksananipun sedya ing hari kalenggahan punika purwa madyawasana tansah pinaringan rahayu wilujeng tebih ing sambikala.

Para rawuh saha para lenggah, sakderengipun kula . . .

Pratelan Pahargyan (Adhicoro 2)

sarjana-UGM-sastra-Jawa
sarjana UGM Sastra Jawa

Assalamu ‘alikum Wr. Wb.

Kawulo nuwun panjenenganipun para pepunden, poro sesepuh, poro pinisepuh ingkang satuhu sampun pono ing pamawas, lebdo ing pitutur, kiblat ing panembah ingkang pantes pinundi soho kinabekten.

Dumateng poro sarjono sujaning budi, poro pangemban pangembating projo, poro satriyaning nagari ingkang minongko dados pandam pandoming poro kawulo dasih ingkang pantes katuran sagunging pakurmatan.

Poro alim ulomo ingkang rinten dalu tansah sumanding kitab suci wahyuning ilahi, minongko panuntun kiblating panembah, ingkang satuhu luhurung budi. Poro baroyo wiro wiyoto ingkang marsudi ing reh kridaning budoyo menyang karyo.

Poro purnokaryo labet projo ingkang mahambek luhuring darmo, miwah poro kadang sutresno mudo werdo ingkang pantes sinudarsono, punopo dene poro tamu kakung miwah putri ingkang dahat kalinggo murdoning akrami.

Kanthi linambaran pepayung budi rahayu miwah ngaturaken sewu agunging aksomo mugi pinarengo kawulo hambuko wiwaraning suko, wenganing wicoro, dwaraning kondo, nun inggih mradopo wit saking keparengipun Bapak: ___ Kawulo piniji hanjejeri minongko pangendali woro, saperlu mratitisaken murih rancaking titi laksono adicoro pawiwahan prasojo ing ratri kalenggahan puniko.

Sakderengipun kawulo ngaturaken menggah reroncening toto adicoro, kinaryo hamurwani lekas wekasing karti gatining karyo, murih purwo madya wasono tansah manggih rahayu kalising rubedo nir ing sambikolo, sumonggo langkung rumiyin kawulo derekaken sami manungku pujo, ngunjukaken sembah puji syukur wonten ngarsanipun gusti ingkang murbeng dumadi, ingkang sampun kepareng paring rahmat lan nikmat gumelaring alam agesang wonten madyaning bebrayan agung, katitik rahayu sagung dumadi tansah kajiwo lan kasaliro dumateng panjenengan sedoyo dalasan kawulo, sahinggo kito saget hanglonggaraken penggalih, haminakaken wanci soho keperluan rawuh kempal manunggal wonten sasono pawiwahan mriki, saperlu hanjenengi saha paring berkah pangestu dumateng panjenenganipun Bapak: _ anggenipun netepi darmaning sepuh, hangrakit sekar cepoko mulyo hamiwoho putro mahargyo siwi tetepo winengku ing suko basuki.

Poro rawuh kakung semawono putri, wondene menggah reroncening adicoro ingkang sampun rinancang, rinacik, rinumpoko dening poro kulo wongso nun inggih: __

Minongko purwakaning adicoro tinarbuko sowanipun temanten putri mijil saking tepas wangi, manjing ing madyaning sasono rinenggo.

Tanggap risang duto pametuk dupi hamirsani atmojo temanten putri lenggah anggono raras, tumunten bidal dumateng paleremanipun puro temanten kakung, saperlu kajengkaraken tumuju dumateng sasono pawiwahan.

Saksampunipun putro temanten kakung rawuh wonten ing sasono rinenggo, tumunten kalajengaken adicoro pasrah panampi.

Paripurno adicoro pasrah panampi, kalajengaken daup panggihipun putro temanten anut satataning adat widi widono ingkang sampun sinengker, tumunten kalajengaken upocoro krobongan.

Madyaning suko ing kalenggahan meniko mboten kekilapan kadang besan sutresno, lekasing sedoyo ugi nderek mangyu bagyo keparengipun ingkang hamengku gati, milo lajeng manjing wonten pawiwahan, ginarubyuh sagunging poro kadang santono, tumunten kalajengaken upocoro sungkeman.

Ing saklajengipun panjenenganipun ingkang hamengku gati badhe marak ngabyantoro sakperlu ngaturaken pambagyo harjo katur panjenenganipun sagunging poro tamu.

Paripurno atur pambagyo harjo temanten sarimbit bade kalengseraken saking madyaning sasono wiwoho manjing sasono busono saperlu rucat busono kanarendran, santun busono kasatriyan.

Saksampunipun temanten sarimbit paripurno angagem busono kasatriyan, tumunten kasowanaken malih wangsul ngabyantoro poro tamu saperlu nyenyandang pudyastowo mrihwidadaning bebrayan. Wondene minongko pratondo paripurnaning pahargyan, menawi temanten sarimbit sampun jengkar saking sasono rinenggo tumuju wiworo pawiwahan, tondo yekti pawiwahan sampun paripurno.

Mekaten menggah reroncening toto adicoro pawiwahan prasojo ing ratri puniko. Ingkang saklajengipun keparengo poro tamu pinarak ing palenggahan kanthi mardu mardikaning penggalih miwah kulo derekaken hangrantos tumapaking adicoro, sinambi nglaras rarasing gendhing-gendhing saking paguyuban: ingkang dipun pangarsani Bapak: _

Mekaten, nuwun, nuwun, matur nuwun . . . . . . . .

demikian contoh tentang MC bahasa jawa pernikahan yang dapat dijadikan sebagai panduan atau acuan dalam membawa acara bahasa jawa dalam acara walimahan atau walimatul ursy ngunduh mantu.

sugeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: