Arsip Tag: guru madin

Syarat Pengajuan insentif Guru TPQ Madin Ponpes Jawa Tengah 2021

Informasi tentang persyaratan guna pengajuan dana insentif untuk guru Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ/TPA), Madrasah Diniyah Takmiliyah (Madin/MDT/MDTA/MDTW/MDTU) dan pengajar guru ngaji Pondok Pesantren khusus area Provinsi Jawa Tengah.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. pendaftaran pengajuan dana untuk insentif guru ngaji provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2020 sudah selesai alias tidak menerima pengajuan baru lagi. Akan tetapi di tahun 2021 masih ada kucuran dana bagi para tenaga pengajar pada lembaga pendidikan islam ini.

Baca;
Contoh proposal pengajuan insentif guru ngaji ke Provinsi;
Besaran dana insentif guru ngaji (TPQ Madin Ponpes) dari pemprov Jawa Tengah;
Contoh jadwal mengajar Guru TPQ

Sebagaimana umumnya bantuan dari plat merah atau instansi Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah, ada berbagai ketentuan yang diperlukan guna pencairan anggaran, termasuk didalamnya proposal pengajuan dana serta dilampiri syarat persyaratan yang diminta sesuai ketentuan yang ada.

Termasuk bantuan insentif guru ngaji ini juga ada persyaratan yang seharusnya dilengkapi calon penerima dana bantuan.

Syarat Pengajuan Bantuan Insentif

Berdasarkan informasi dari salah satu operator EMIS Kabupaten di Jawa Tengah, yang menyampaikan pengumuman tentang syarat apa saja yang seharusnya ada dalam proposal pengajuan dana insentif ustadz pondok pesantren atau ustadzah madrasah diniyah termasuk guru putra maupun putri pada Lembaga Pendidikan Al Qur’an.

Berikut pengumumannya;

Kami sampaikan pada teman teman operator lembaga, untuk usulan insentif gubernur tahun 2021, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  1. Data guru sudah masuk di google forms semester genap tahun 2019/2020; dan semester gasal 2020/2021
  2. Daftar nama guru sudah dimasukkan ke Aplikasi EMIS
  3. Usia minimal 17 tahun per 1 januari 2021/ ber-KTP
  4. Rasio perbandingan santri dan Guru 10 santri : 1 garu
  5. Sudah Mengajar minimal 2 tahun dibuktikan dengan dibuktikan absen.

Itulah kelima syarat yang harus terpenuhi oleh para pengajar pada lembaga pendidikan yang hendak mengajukan atau mendapatkan dana insentif pengajar TPA MDT dan Ponpes dari Provinsi Jawa Tengah.

Perubahan syarat tahun sebelumnya

bantuan-insentif-majelis-taklim

Jika anda cermati, ada perbedaan dalam detil persyaratan untuk pengajuan tahun 2019 2020 dengan ketentuan untuk tahun 2021.

Salah satunya adalah rasio jumlah santri dan guru, untuk tahun 2019 disebutkan bahwa perbandingan jumlah pengajar yaitu 1 guru berbanding 15 siswa atau santri anak didik.

Sedangkan di tahun 2021 ada penurunan jumlah minimal rasio ustadz pengajar dengan murid yaitu 10 orang santri untuk 1 orang ustadz pengajar.

Kesimpulan

Yang pertama, pengajuan bantuan untuk tahun anggaran 2020 telah ditutup,

Kedua, persyaratan pengajuan setidaknya memenuhi persyaratan sebagai berikut;

  • Data Ustadz pengajar Lembaga sudah masuk di google forms semester genap tahun 2019/2020; dan semester gasal 2020/2021
  • Daftar guru sudah masuk data emis
  • memiliki KTP dan Usia minimal 17 tahun pada tanggal 1 januari 2021
  • Rasio Guru dan murid adalah 1 : 10
  • mengajar minimal 2 tahun dan terbukti dengan keberadaan absensi

ketiga; mestinya guru yang mengajukan bantuan telah memiliki rekening bank yang aktif sehingga nanti dapat ditransferi uang atau dana bantuan setelah segala syarat dan ketentuan terpenuhi.

Demikian informasi tentang persyaratan yang harus dilengkapi oleh para pengajar lembaga pendidikan Islam bantuan dari pemprov Jateng tahun anggaran 2021.

Sugeng siang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

7 Kendala yang dihadapi Madrasah Diniyah Takmiliyah

Kendala yang dihadapi oleh lembaga madrasah diniyah takmiliyah beserta pengelola termasuk didalamnya Kepala Madin, Guru ustadz ustadzah dan organisasi KKG MGMP MDT baik pada jenjang awaliyah wustha maupun ulya.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, selamat malam saudara sebangsa dan senegara, pada saat ya minta kiriman file tentang MGMP dan KKG Madin kepada beliau pak RT di salah satu tempat bernama Kabupaten Grobogan, dikirimlah satu bendel untuk dapat dibaca dan disimak.

Baca;
Ketentuan dan Pembentukan KKG Madin #
Langkah Pembentukan organisasi MGMP Madin #
Komponen & Kelengkapan Madrasah Diniyah Takmiliyah Unggulan #

Dalam salah satu file PPT yang memiliki judul revitalisasi peran dan fungsi Kelompok Kerja Guru Madrasah Diniyah, dalam salah satu slide ini terdapat informasi mengenai kendala yang menjadi penghambat usaha revitalisasi.

Ketujuh hambatan ini berdampak pada stagnan perkembangan madin baik dari segi kualitas pengelolaan serta mutu dari santri lulusan MDT.

Adanya jalan ditempat dalam hal kualitas pendidikan dan juga guru pengajar secara umum akan menghasilkan mutu lulusan yang relatif berkualitas sama dari tahun ketahun alias tidak ada peningkatan.

Berikut adalah ketujuh masalah atau kendala yang menghambat revitalisasi peran dan fungsi dari Kelompok Kerja Guru pada madrasah diniyah takmiliyah.

Tidak ada yang memulai

Ketiadaan inisiator untuk membentuk atau memaksimalkan fungsi dari KKG madin menjadikan tidak terbentuknya organisasi Kelompok Kerja Guru MDT, dampaknya adalah lembaga tidak memiliki saling tukar informasi melalui pertemuan guru.

Dampaknya lembaga akan berjalan masing masing kurang mendapatkan informasi yang baik perihal pengelolaan ataupun cara dan kiat mengajar dari lembaga lain yang memiliki tips manjur dalam siasat guru mengajar.

Tidak terjangkau

Bagi lembaga madin yang jauh dari akses lembaga yang lain (terpencil misalnya) atau berada di wilayah kepulauan yang terpisahkan perairan menjadikan kesulitan yang sangat untuk menjangkau ataupun dijangkau.

Keterbatasan akses sillaturrahmi dengan pengasuh yang lain berdampak kegiatan belajar mengajar tidak meningkat dengan cara mendapatkan informasi dari guru yang lain secara intensif dan komprehensif disertai analisa yang matang.

Para pengasuh atau pengajar hanya mengandalkan kemampuan diri dan model pembelajaran atau tata cara peninggalan dari para pendahulu mereka.

Tidak punya biaya/dana

biaya masuk ibnu abbas klaten

Sudah menjadi rahasia umum bahwa lembaga madrasah diniyah takmiliyah akan sangat kecil anggaannya dibanding dengan sekolah umum maupun madrasah pendidikan formal.

Ketiadaan anggaran berakibat pengurus sungkan untuk mengundang peserta sehingga kegiatan pertemuan ataupun yang memerlukan dana menjadi batal karena keuangan yang tidak ada.

Ketiadaan kegiatan menjadikan kegagalan peningkatan mutu secara menyeluruh baik segi administrasi lembaga, kualitas guru, mutu lulusan maupun standar pendidikan Madin yang tidak meningkat.

Tidak merasa perlu

Adapula diwaktu organisasi KKG berjalan dengan baik, ada pengelola baik itu kepala madin maupun jajaran ustadz ustadzah yang tidak merasa perlu dengan KKG, beberapa alasan yang mengemuka biasanya karena sibuk, pertemuan yang monoton, lembaga dikuasai perorangan atau kelompok tertentu sehingga kurang berminat aktif dalam KKG Madin.

Efeknya peningkatan kualitas guru yang relatif sangat lambat atau bahkan tidak ada perkembangan secara metode dan keilmuan karena ketidakmerasaperluan dari jajaran pengelola madin dampak dari kurang info maupun tips kiat kegiatan belajar mengajar maupun pengelolaan.

Juga sangat dimungkinkan ketinggalan informasi dan macam standar pelayanan minimal membuat lembaga yang biasa saja semakin biasa, alias acakadut asal santri masuk, guru mengajar, pulang. Tidak ada embel embel manajemen kegiatan bulanan semesteran ataupun tahunan.

Tidak ada waktu

humor jam tangan

Sangat dimungkinkan pengasuh atau pengelola maupun guru madin mempunyai kegiatan yang lain diluar mengurusi lembaga pendidikan MDT, entah awwaliyah, wustha, ulya maupun aljamiah.

Dengan seabreg kegiatan dan aktivitas yang dimiliki terpaksanya sang guru akan mengalami ketinggalan kereta baik dalam hal informasi maupun ketentuan pemerintah tentang madin baik melalui Peraturan Pemerintah atau Keputusan Menteri Agama (PMA).

Yang namanya ketinggalan info ya begitulah dampaknya, madin menjadi tidak maksimal dalam pencapaian kualitas.

Tidak ada kemampuan

Dengan perkembangan teknologi informasi dan berbagai teori pendidkan yang beraneka ragam, ada sebagian kalangan yan gaptek dan ketinggalan berita, ketidakmampuan ini juga bisa melanda dalam hal kurang ahli dalam manajemen lembaga.

Gaptek, kurang info dan skill manajemen yang kurang maka hasil yang didapat adalah kegiatan madin yang seperti itu dari tahun ketahun (jika madin nya aktif) tiada inovasi peningkatan kualitas dengan melakukan perubahan yang positif (misalnya mengujikan pembelajaran selama satu semester dengan kegiatan ujian semesteran).

Tidak ada KEMAUAN

Nah ini yang berasal dari diri sendiri kalangan pengelola maupun guru ustadz ustadzah, dimana ada yang menyadari pentingnya melakukan inovasi maupun penguatan organisasi Madin.

Kesadaran dan pengakuan perlunya pengelolaan yang baik ini bisa jadi hanya pada taraf mengakui, tapi tidak ada tindakan kongkrit dan nyata guna mewujudkan kualitas TPQ yang baik.

Kenapa sadar tapi lembaga tetap stagnan?

Ya karena memang ketiadaan kemauan dari pihak pihak terkait untuk berperan serta dan aktif dalam pengejawantahan berbagai teori maupun aturan dan ketentuan baik dari Peraturan pemerintah, peraturan Menteri Agama maupun dari Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

Penutup

Itulah ketujuh hal sebagai penghambat peran dan fungsi kerja guru yang berdampak pada perkembangan dan peningkatan kualitas mutu Madin alias madrasah diniyah takmiliyah menurut versi dari file rekan saya.

Demikian, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

SK Dirjen Pendis 2351 Tahun 2012 TENTANG PEDOMAN KELOMPOK KERJA KEPALA MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH

Download surat keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang pedoman kelompok kerja madrasah diniyah takmiliyah format PDF menjadi acuan dalam gerak dan kegiatan para pemimpin pengelola madin/MDT.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. satu lagi juknis atau pedoman bagi lembaga madin khususnya ditujukan untuk MK2MDT yang sangat bermanfaat jika dilaksanakan dengan maksimal tapi hanya akan menjadi dokumen yang berdebu jika hanya sekedar menjadi pemanis administrasi tanpa ada tindakan kongkrit dalam pengejawantahannya.

Perlunya penetapan atau keputusan dirjen ini rangka meningkatkan mutu keagamaan Islam pada madrasah Diniyah Takmiliyah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan untuk mendorong terwujudnya kerjasama antara pengelola maupun Pemerintah.

Beberapa undang undang dan aturan yang menjadi pengingat dalam sk dirjen ini yaitu;

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ( Lembaran Negara republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4307;

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 44961;

Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4769);

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157)

Itulah beberapa undang undang dan peraturan pemerintah yang menjadi pengingat dalam pedoman ini, lebih lengkapnya apa saja yang menjadi landasan terluncurkan pedoman ini anda dapat melihatnya dalam SK Dirjen secara lengkap sebagaimana file yang kami unggah.

Pedoman Kelompok Kerja Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah ini merupakan pedoman bagi pembentukan organisasi profesi yang menghimpun kepala-kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah yang bertujuan untuk membangun kerjasama dalam mewujudkan pengelolaan Madrasah Diniyah Takmiliyah yang baik dan bermutu.

Kata Pendahuluan dalam Pedoman

ustadzah madrasah diniyah
ilustrasi Kepala Madin

Berikut petikan tentang pendahuluan dalam SK Dirjen ini.

Untuk mencapai pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah yang baik, menarik, prediktif dan antisipatif tersebut diperlukan wawasan pengelolanya, pengalaman kinerja, dan kerjasama dari semua unsur. Oleh karena itu, diperlukan panduan Musyawarah Kerja Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MK2MDT).

Panduan tersebut akan melengkapi panduan-panduan sebelumnya yaitu panduan Kelompok Kerja Madrasah Diniyah Takmiliyah dan panduan pennyelenggaraan Diniyah Takmiliyah.

Kalau panduan kelompok kerja Diniyah Takmiliyah difokuskan pada lembaganya, maka panduan Musyawarah Kerja Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MK2MDT) ini akan diarahkan bagaimana membangun ikatan yang dibangun dari, oleh dan untuk kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah dalam kerangka meningkatkan wawasan, kompetensi dan jaringan kerja Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Itulah (menurut saya) inti dari latar belakang yang terdapat dalam pendahuluan yang memakan 2 halaman dalam juknis atau pedoman.

TUJUAN PENYUSUNAN Pedoman Musyawarah Kerja Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MK2MDT)

Pedoman ini dibuat bertujuan untuk menjadi acuan pembentukan dan pengelolaan Musyawarah Kerja Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MK2MDT) pada tingkat kecamatan dan kabupaten/kota, provinsi hingga nasional yang berguna untuk mendukung, memajukan dan meningkatkan wawasan, kompetensi dan jaringan kerja Kepala Diniyah Takmiliyah.

Hasil yang diharapkan dari keberadaan pedoman

HASIL YANG DIHARAPKAN Hasil yang diharapkan dengan adanya pedoman ini adalah:

  1. Terbentuknya MK2MDT dan semakin banyak organisasi
  2. Meningkatnya peran MK2MDT yang sudah berdiri dalam
  3. Terkoordinasinya tersebut berdiri di berbagai daerah. mendukung pemajuan Madrasah Diniyah Takmiliyah.MK2MDT dengan organisasi- organisasi profesi yang terkait dengan pengembangan pendidikan diniyah, Kementerian Agama, pemerintah daerah, lembaga terkait, organisasi sosial keagamaan, dunia usaha, dan industri.

Download Juknis Pedoman MK2MDT

Berikut adalah file pedoman PEDOMAN KELOMPOK KERJA KEPALA MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH
Yang didalamnya juga tercantum surat keputusan direktur jenderal pendidikan Islam nomor 2351 Tahun 2012.

Jika hendak melihat lihatnya terlebih dahulu atau tampilan awal pra pengunduhan (review) maka anda dapat membaca dan melihatnya tanpa harus mengunduh terlebih dahulu, silakan dipandangi tampilan dibawah ini.

Ingin memiliki dan menyimpan dalam laptop komputer anda? Gampang, tinggal anda tekan saja gambar tampilan diatas maka anda akan diarahkan ke google drive dan kemudian dengan mudahnya anda dapat mengunduh file ini.

Jika ada masalah dengan metode pengunduhan diatas, anda dapat mengikuti tautan unduhan atau download dibawah ini.

Unduh pedoman MK2MDT Madin

Harapan saya pribadi sebagai pengamat dan menikmat kondisi madrasah diniyah takmiliyah pada tingkat lokal, semoga keberadaan petunjuk ini dapat diejawantahkan atau dipraktekkan dengan segera dan maksimal oleh kepala madrasah pucuk pimpinan madin dengan baik.

Semoga tidak seperti pepatah jauh panggang dari api, tapi semisal mahfudlat arab “ man jadda wajada”

Sugeng nopo kemawon, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

AD ART MGMP Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah

Contoh dan download anggaran dasar anggaran rumah tangga Madrasah Diniyah Takmiliyah ( Madin / MDT ) berdasarkan pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam 2353 TAHUN 2012 PEDOMAN MGMP MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH.

File ini dibuat dalam format doc ms word dalam rangka kemudahan mengisi dan mengubah data serta menambahkan informasi didalamnya (semisal nama kecamatan kota, alamat serta nama pengurus dan pejabat.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, para madiners se Indonesia dimanapun berada, saya pribadi gembira dengan keberadaan juknis maupun pedoman yang mulai banyak terekspose saat ini.

Kenapa bisa begitu? Karena menurut saya pribadi, saat saat masa sebelumnya dapat disebut dengan masa kegelapan, yaitu masa dimana pengelola madin hanya meraba-raba dan mengira ira dalam menjalankan lembaga.

Mengira bagaimana madin itu seperti apa, pelajarannya apa saja, raportnya entah gimana, bentuk ijazahnya kayak apa dan apa yang lain terjadi disebabkan guru ustadz pengelola MDT belum mendapatkan pedoman maupun petunjuk berkenaan dengan tata kelola Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Saat ini bukan hanya tentang lembaganya, bahkan perkumpulan guru pengajar lembaga baik guru kelas maupun mata pelajaran diberikan pedoman dalam berkumpul dan berserikat sepadan dalam KKG dan MGMP dengan pendidik yang formal semisal sekolah umum maupun madrasah.

Salah satunya adalah pedoman tentang MGMP Madin yang diberikan detil contoh anggaran dasar anggaran rumah tangga yang memudahkan proses kelengkapan administrasi bagi FKDT untuk memberikan pendampingan kepada para pendidik mata pelajaran di Diniyah Takmiliyah

Apa itu AD ART?

Mengutip tulisan Hadi Arifiyanto, S.Pd.I dalam blog nya hadieyounggold.blogspot.com disebutkan bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang biasa disingkat AD/ART merupakan landasan operasional dalam menjalankan suatu usaha atau organisasi.

Di dalamnya terdapat visi, misi, tujuan, tugas pokok, sampai bidang usahanya termasuk kualifikasi apa dan siapa saja yang ada dalam organisasi atau apapun yang tercantum.

AD/ART adalah dasar dan peraturan yang mengikat seseorang atau kelompok dalam berbagai kegiatan atau program yang mereka lakukan atau yang akan di kerjakan.

AD (Anggaran Dasar) selalu berisikan pasal-pasal umum mengenai yang mengatur roda sebuah organisasi. Seperti ideologi, tata cara pemilihan, sumber dana dan lain-lain. Intinya mirip bagai undang-undang Dasar

Sedagkan ART (Anggaran Rumah Tangga) itu berfungsi seperti petunjuk teknis atau penjelasan lebih rinci dari AD (AD biasanya lebih tataran abstrak dan general) dan disajikan juga dalam bentuk pasal-pasal.
Berbeda dengan AD ART Perusahaan yang biasanya disepakati oleh masing masing pemegang saham dan ditandatangai diatas notaris, AD/ART organisasi biasanya disyahkan oleh forum yang merupakan anggota organisasi.

AD ART Musyawarah Guru Mata Pelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah

SK-Dirjen-Pendis-Pedoman-MGMP-Madin

Seperti disampaikan bahwa contoh AD ART MGMP Guru Madin ini mengacu kepada pedoman yang di rilis oleh Kementerian Agama melalui Dirje Pendis, jika anda amati bahwasanya AD ART ini dikatakan sangat persis dengan AD ART KKG Madin, dari awal pembukaan, visi misi sampai bawah.

Tapi tidaklah masalah memang secara teknis sama sama sebagai guru pendidik pada lembaga madrasah diniyah, tentunya kesamaan visi dan misi merupakan hal yang sangat rasional dan dapat diterima oleh akal.

Dalam AD ART MGMP MDT terdiri dari 11 Bab dan 17 pasal, berikut kesebelas bab dimaksud;

  • BAB I NAMA DAN KEDUDUKAN DAN SIFAT
  • BAB II VISI, MISI dan TUJUAN
  • BAB III ORGANISASI
  • BAB IV KEPENGURUSAN
  • BAB V KEANGGOTAAN
  • BAB VI RAPAT ORGANISASI
  • BAB VII PROGRAM KERJA dan KEGIATAN
  • BAB VIII PEMBIAYAAN
  • BAB IX PEMANTAUAN DAN EVALUASI SERTA LAPORAN
  • BAB X PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN ORGANISASI
  • BAB XI PENUTUP

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tampilannya dibawah ini.

Download AD ART MGMP Madin

Setelah melihat review diatas, anda dapat membacanya dengan scroll atas bawah dan memastikan perlunya download atau hanya sekedar membaca dan melihatnya.

Jika hanya perlu mengetahui dan dirasa tidak harus mengunduh cukuplah dengan membaca langsung dari blog ini dari atas sampai selesai tanpa harus mengurangi drive komputer maupun handphone android/iphone anda.

Mau download? Tinggal anda menuju gambar tampilan diatas dan anda akan diarahkan menuju google drive dan mengunduhnya dalam format doc ms word kemudian melakukan ubahan dan edit menyesuaikan yang dibutuhkan.

Jika ada kendala pengunduhan secara langsung melalui tampilan diatas, berikut kami bagikan tautannya.

Unduh AD ART MGMP Madrasah Diniyah Takmiliyah

Demikian informasi mengenai AD ART bagi para pengajar mata pelajaran pada lembaga pendidikan Islam yaitu MDT baik pada jenjang Awwaliyah, wustha ulya bahkan jenjang Aljamiah perguruan Tinggi.

Sugeng enjang, selamat beraktivitas, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

AD ART KKG Guru Madin

Download contoh anggaran dasar dan anggaran rumah tangga kelompok kerja guru Madrasah Diniyah Takmiliyah dalam format doc ms word dapat diedit dengan mudah diambilkan dari contoh dalam buku PEDOMAN KELOMPOK KERJA GURU DAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH yang diterbitkan oleh DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPLUBIK INDONESIA TAHUN 2013.

Pontren.com – assalamu’alaikum, bagi pengelola lembaga Madin maupun pengurus FKDT yang hendak selangkah lebih profesional dalam mengelola dan menjalankan administrasi KKG MDT, maka perlu membuat AD ART, dalam pembuatan AD ART ini memiliki arahan dalam perumusannya dan dapat dilihat pada buku pedoman yang dikeluarkan oleh Dit PD Pontren Kemenag RI di Jakarta.

Ketentuan penyusunan AD ART KKG Madin

Dalam pedoman disebutkan bahwa KKG MDT menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya sendiri melalui Rapat Anggota.

Dengan begitu perumusannya dilakukan secara bersama sama. Sayangnya asumsi yang saya tangkap banyak guru yang menyerahkan ad art ini kepada salah satu pengurus dan tau terima jadi.

Dampak kurang baik yang diakibatkan adalah para anggota tidak mengetahui apa itu isi dari ad art yang telah disusun, bahkan lebih menyedihkan lagi bisa jadi sama sekali belum pernah membacanya. (bener gak sih?)

Yang termaktub dalam AD ART KKG Madrasah Diniyah Takmiliyah

Dalam contoh yang ada pada pedoman KKG dan MGMP madin terbitan Direktorat PD Pontren, terdiri dari 11 bab dan 17 pasal.

Secara garis besar bab tersebut memuat hal sebagaimana dibawah ini;

  • BAB I NAMA DAN KEDUDUKAN DAN SIFAT
  • BAB II VISI, MISI dan TUJUAN
  • BAB III ORGANISASI
  • BAB IV KEPENGURUSAN
  • BAB V KEANGGOTAAN
  • BAB VI RAPAT ORGANISASI
  • BAB VII PROGRAM KERJA dan KEGIATAN
  • BAB VIII PEMBIAYAAN
  • BAB IX PEMANTAUAN DAN EVALUASI SERTA LAPORAN
  • BAB X PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN ORGANISASI
  • BAB XI PENUTUP

Itulah kesebalas Bab yang ada adalam anggaran dasar dan rumah tangga Madrasah Diniyah Takmiliyah beserta pembahasan apa yang ada dalam didalamnya.

Pada masing masing bab terdapat satu pasal atau lebih yang memuat informasi dari Bab yang ada.

Jika ada hal – hal yang belum diatur pada anggaran dasar dan rumah tangga, maka selanjutnya akan diatur melalui rapat anggota KKG.

Review AD ART MDT

Untuk dapat melihat lebih lengkap mengenai contoh AD ART MDT kami bagikan review nya dalam format doc yang dapat anda lihat atau baca tanpa harus terlebih dahulu melakukan unduhan atau downlad.

Sekaligus dapat memberikan gambaran seperti apa file yang di unggah pada google drive ini.

Keuntungan dengan adanya review ini anda bisa memutuskan apakah hendak melanjutkan untuk unduh/download atau hanya hendak melihat-lihat saja.

Berikut tampilan pra pengunduhan yang dapat anda lihat langsung dan scroll atas bawah untuk menaik turunkan file.

Download AD ART KKG Madin Format Doc

Anda dapat mengunduhnya dengan mengambil secara langsung melalui gambar tampilan diatas, pada pokok kanan terdapat tanda yang dapat anda pilih dan kemudian mengarahkan anda ke google drive guna mendownload file ad art format word.

Jika ada kendala atau masih bingung, kami sediakan tautan atau link guna memudahkan pengunduhannya.

Tapi sebelum anda mendownload file dimaksud, ada baiknya anda perhatikan ukuran kertas dan margin kiri kanan atas bawah untuk kerapian file nanti.

Berikut size margin maupun paper yang kami unggah.

Ukuran margin dan kertas yang dipergunakan

Top/atas = 2,5 cm
Bawah = 2,5 cm
Kiri = 2,5 cm
Kanan = 2,5 cm
Gutter 0 cm position left

Ukuran kertas = F4 atau lebar 215 mm dan panjang 302 mm.

Berikut tautannya

Unduh AD ART KKG Madrasah Diniyah Takmiliyah

Sekedar informasi tambahan, apa yang ada dalam file ini sama persis seperti yang dicontohkan, kami hanya memindahkan dari file PDF menjadi ms word dengan harapan dapat memudahkan dalam pengeditannya untuk pengurus FKDT atau JFU Pakis / PD Pontren.

Demiian informasi tentang contoh anggaran dasar dan rumah tangga kelompok kerja guru Madrasah Diniyah Takmiliyah yang diambilkan dari PEDOMAN KELOMPOK KERJA GURU DAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH yang diterbitkan oleh DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPLUBIK INDONESIA TAHUN 2013.

Sugeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Bagan Struktur Organisasi MGMP MDT Madin

Informasi tentang susunan pengurus organisasi lembaga Musyawarah Guru Mata Pelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah mengacu kepada DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM No 2353 TAHUN 2012
TENTANG PEDOMAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH.

Pontren.com assalamu’alaikum, sugeng sonten sedoyo kemawon poro pamirso layar hape utawi desktop komputer, lanjutan tentang serial tulisan mengenai MGMP Madin atau MDT kali ini yang akan dibahas adalah tentang struktur organisasi pengurus maupun anggota MGMP lembaga pendidikan Islam nonformal ini.

Berikut infonya

Kepengurusan MGMP MDT dan Keanggotaan

Bentuk susunan kepengurusan MGMP MDT dibuat sebisa mungkin paling efektif, mungkin dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi dalam mencapai visi, misi dan tujuannya. Komposisi kepengurusan KKG setidaknya terdiri dari :

  • 1 (satu) orang ketua;
  • 1 (satu) orang sekretaris;
  • 1 (satu) orang bendahara; dan
  • beberapa orang pengurus bidang yang dianggap dibutuhkan untuk menjalankan dan mengembangkan program-program organisasi.

Untuk mendukung kelancaran tugas pengurus inti dalam menjalankan roda organisasi, maka bidang yang dapat dibentuk adalah;

(a) bidang perencanaan dan pelaksanaan program;
(b) bidang pengembangan organisasi, administrasi dan sarana/pra sarana; dan
(c) bidang humas dan kerjasama.

Penentuan bidang untuk mendukung pengurus menjalankan tugas diserahkan kepada anggota melalui rapat anggota, begitu pula penetapannya.

Dalam pembentukan pengurus MGMP, dibentuk lewat kegiatan rapat anggota dan AD ART sebagai landasan dakam pembentukannya.

Periode masa bhakti kepengurusan

Berdasarkan pedoman dari SK Dirjen Pendis, masa bhakti pengurus dalam satu periode kepengurusan adalah 3 (tiga) tahun masa kerja.

Dalam hal pengurus telah terbentuk, maka akan mendapatkan pengesahan dan pengukuhan dari Kantor Kementerian Agama/Kabupaten (biasanya di urusi oleh Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam atau Seksi PD Pontren).

Keanggotaan MGMP Madrasah Diniyah Takmiliyah

visi-misi-mgmp-madin

Untuk peserta atau anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran MDT ini bersifat otomatis, maksudnya adalah seluruh guru atau ustadz pengajar Madin pada teritorial Kecamatan dimana pengurus berorganisasi adalah anggota MGMP Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Meskipun bersifat auto alias otomatis, perlu dilakukan penerapan administrasi yang baik dan teratur, sehingga organisasi mempunya data keanggotaan yang memadai dan lengkap jika diperlukan sewaktu waktu (misalnya rekomendasi bantuan intensif, undangan, dan kegiatan lain).

Dalam rangka keperluan menumbuhkembangkan persatuan dan jiwa corsa sesama guru madin, perlu dikembangkan kegiatan untuk memupuk rasa ini, misalnya pengajian rutin atau pertemuan reguler dengan konsep dan rancangan yang dapat memajukan serta meningkatkan kompetensi dan kemampuan para guru.

Berbicara tentang hak dan kewajiban, Semua anggota mempunyai kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pengembangan organisasi.

Contoh bagan organisasi pengurus MGMP Madrasah Diniyah Takmiliyah

Berikut ini adalah contoh bagan susunan pengurus MGMP lembaga pendidikan madin mengacu kepada ketentuan diatas baik efisiensi susunan pengurus serta bidang yang mendukung mobilitas pengurus ini.

Berikut contoh gambarnya.

susunan-pengurus-MGMP-Madin
contoh bagan susunan pengurus MGMP Madin

Sedangkan jika susunan pengurus dalam format doc ms word juga kami persembahkan kepada para guru yang iklhas dan semoga diberkahi dunia akhirat.

Sama juga seperti susunan bagan yang dibuat, tersusun semisal dengan ketentuan diatas dengan ketua sekretaris bendahara dan beberapa kepala bidang, berikut reviewnya.

Demikian yang dapat kami informasikan, anda dapat download susunan pengurus MGMP Madin MDT Madrasah diniyah ms word format doc, bukan dalam bentuk PDF sehingga diharapkan ada kemudahan dalam pengeditan jika diperlukan.

Sugeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Langkah Pembentukan Organisasi MGMP Madrasah Diniyah Takmiliyah

Informasi tentang langkah dan cara dalam membentuk organisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran MDT mengacu kepada Pedoman dari Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di Jakarta.

pontren.com – assalamu’alaikum, langsung saja, tulisan ini merupakan penjabaran yang diambil dari pedoman dalam yang merujuk pada KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 2353 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH.

Langsung saja to the point, berikut info nya.

Pembentukan Organisasi MGMP Madin

Organisasi ini dibentuk dengan tujuan menjadi wadah ustadz atau guru mapel pada Madrasah diniyah takmiliyah pada setiap kecamatan.

Tahapan pembentukannya 5 yaitu;

  1. Beberapa guru inisiator mewakili sebagian Madrasah Diniyah Takmiliyah melakukan bermusyawarah untuk menyusun langkah-langkah pembentukan organisasi. Hasil dari musyawarah ini adalah proposal pembentukan MGMP MDT dan langkah- langkah penggalangan anggota;
  2. Beberapa guru inisiator mensosialisasikan pembentukan organisasi melakukan penggalangan anggota. Dalam proses ini, sebaiknya dipersiapkan kelengkapan administratif keanggotaan, seperti formulir anggota, pernyataan kesediaan untuk bergabung dalam MGMP MDT, dan lain-lain;
  3. Penetapan Madrasah Diniyah Takmiliyah inti yang akan dijadikan pusat kegiatan, baik untuk proses pembentukannya maupun selama MGMP MDT yang terbentuk nanti mengembangkan programnya. Penetapan Madrasah Diniyah Takmiliyah didasarkan pada kesiapannya dalam mendukung program-program organisasi, baik dari segi fasilitas dan sumber pembelajaran, sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan, maupun manajemen;
  4. Penyelenggaraan rapat anggota yang diikuti seluruh oleh guru mata pelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah di kecamatan bersangkutan. Rapat anggota dilaksanakan untuk menetapkan nama, visi, misi, tujuan, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, kepengurusan dan program kerja MGMP MDT dan program kerja;
  5. Hasil-hasil musyawarah anggota disampaikan kepada Kementerian Agama Kabupaten/Kota setempat untuk kemudian dikeluarkan surat keputusan pengukuhan organisasi dan kepengurusan.

Selama proses pembentukan MGMP MDT, guru-guru mata pelajaran setidaknya melakukan koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat. Komunikasi dengan pihak-pihak lainnya, selama dianggap mendukung kelancaran proses pembentukan dan tidak mengurangi tingkat independensi dan kemandirian organisasi, bisa dilakukan.

Al khulashoh atau ringkasan dan keputusan

guru-Madin
guru madin (ilustrasi)

Singkatnya, langkah langkah diambil untuk membentuk organisasi ini adalah;

Beberapa guru merumuskan langkah pembentukan organisasi dan membuat proposal pembentukan MGMP MDT;

  • Melakukan sosialisasi dan membuat kelengkapan administrasi;
  • Menunjuk salah satu lembaga madin sebagai pusat kegiatan MGMP
  • Secara ideal, seluruh guru ikut rapat anggota untuk penetapan nama visi misi, tujuan AD, ART dan program kerja;
  • Melaporkan kepada Kantor Kemenag setempat;
  • Pengeluaran SK Pengukuhan organisasi dan pengurus.

Problematika yang dihadapi

Pada sebagian kecamatan yang masih dalam taraf berkembang lembaga madrasah diniyah takmiliyah (kalau tidak mau dikatakan kempang kempis atau memprihatinkan) maka jika MGMP ini dibentuk per kecamatan akan mengalami kekurangan anggota.

Yang kedua yaitu para guru MGMP memiliki kesibukan lain (dan biasanya menjadi guru madin bukanlah kegiatan utama, hanya kegiatan sampingan). Sehingga waktu untuk berkoordinasi diperlukan semangat yang luar biasa dari para anggotanya.

Kebanyakan lembaga madrasah diniyah takmiliyah dan juga guru pengajar ustadz ustadzahnya tidaklah dapat disebut dalam kategori makmur secara ekonomi, padahal dari pemerintah tidak ada kucuran dana yang stabil untuk organisasi ini.

Dampaknya adalah terhambat kegiatan yang memerlukan pengeluaran biaya, rapatpun juga kurang pas jika tidak ada minuman dan pendampingnya. (menurut saya).

Problem yang lain yaitu lembaga madin itu sendiri ada yang mengalami permasalahan yang sering tak terjamah oleh guru sehingga jika ditambah dengan problem MGMP tentunya makin menambah beban permasalahan, akan tetapi memang salah satu manfaat MGMP adalah menjadi problem solving pada lembaga MDT.

Itu saja yang dapat kami posting, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Visi Misi MGMP MDT dan Tujuan

Informasi tentang Visi dan Misi Musyawarah Guru Mata Pelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah atau MDT mengacu kepada Pedoman MGMP yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia nomor 2353 TAHUN 2012

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, berikut akan disampaikan tentang apa visi dari MGMP MDT beserta Misi dan Tujuan organisasi ini merujuk SK Dirjen Pendis no 2353 tahun 2019 tentang PEDOMAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH.

Visi MGMP MDT

Visi ini dalam pedoman tertulis “secara garis besar” mestinya bermaksud memberikan kebebasan kepada anggota dan pengurus MGMP Madin untuk merumuskan visi dengan acuan yang telah digariskan dalam Pedoman dari SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Berikut bunyi garis besar Visi MDT

“menjadi wadah pengembangan dan peningkatan kualitas guru mata pelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang bermutu untuk mencapai tujuan pendidikan keagamaan Islam”.

Visi MGMP Madrasah Diniyah Takmiliyah

Dilihat garis besar visi diatas, maka setidaknya memuat 3 hal mengenai guru dan lembaga madin yaitu :

  1. Meningkatkan kualitas guru Mata Pelajaran;
  2. Mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dan bermutu;
  3. Mencapai tujuan pendidikan keagamaan Islam

Misi MGMP Madrasah Diniyah Takmiliyah

Dalam rangka pencapaian visi MGMP, maka hal hal yang perlu dilakukan tercantum pada misi sebagaimana dibawah ini;

  1. Menjalankan upaya-upaya untuk meningkatkan kompetensi guru mata pelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah;
  2. Menjalin kerjasama produktif antar guru mata pelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah, instansi pemerintah, swasta, serta pihak-pihak terkait untuk memajukan pendidikan keagamaan;
  3. Mengadakan pendampingan dan pembimbingan sesama guru dalam meningkatkan keterampilan proses pembelajaran;
  4. Melakukan penelitian dan pengembangan untuk inovasi pembelajaran keagamaan dan akhlak mulia.

Dari misi yang dipaparkan, jika diringkas yaitu melakukan kegiatan guna peningkatan guru mapel, kerjasama dengan segala pihak terkait, pendampingan antar guru, penelitian dan inovasi pembelajaran.

Tujuan MGMP MDT

Setelah visi dan misi diketahui, lanjutnya yaitu apa sih tujuan dari MGMP, dalam pedoman disebutkan ada 7 tujuan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah.

guru-anggota-kkg-mgmp

Ketujuh tujuan MGMP MDT sebagaimana dibawah ini;

  1. Memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar, mengem- bangkan kompetensi guru mata pelajaran, dan sebagainya.
  2. Memberikan kesempatan kepada anggota untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik.
  3. Mengadaptasi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran terbaru yang lebih profesional bagi anggota.
  4. Memberdayakan dan membantu anggota dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di Madrasah Diniyah Takmiliyah.
  5. Meningkatkan etos kerja anggota dalam pengabdiannya terhadap pendidikan agama Islam.
  6. Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas.
  7. Melakukan inovasi dalam proses pendidikan dan pembelajaran agama Islam dan akhlak mulia
    Penetapan visi misi serta tujuan MGMP Madin bertujuan dalam rangka upaya peningkatan kompetensi guru Mata pelajaran.

Adapun kompetensi yang disasar dengan keberadaan visi misi serta tujuan yaitu;

  • pedagogik,
  • personal, sosial, dan
  • profesional

selanjutnya kompetensi diatas dapat dijalankan dengan aktif oleh para pengajar atau ustadz madin melalui cara penguatan kerjasama internal maupun pihak luar.

Dengan begitu usaha dan upaya yang dilakukan dapat mengenai sasaran dengan tepat, terukur, berkesinambungan dan terus dikembangkan.

Untuk hal lebih terperinci, dengan keberadaan MGMP Madin yang ada pada setiap kecamatan bersifat tidak terikat atau independen, selanjutnya visi misi tujuan dapat dikembangkan dan tertuang pada Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) masing-masing organisasi setempat.

Demikian bahasan tentang visi misi serta tujuan dari MGMP Madin yang kesimpulannya dapat dilakukan lebih terperinci pada ad art masing masing organisasi serta bertujuan peningkatan kompetensi dalam segala hal yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar pada lembaga pendidikan Islam yang dalam hal ini Madrasah Diniyah Takmiliyah pada semua jenjang baik awwaliyah, wustha, ulya maupun al jami’ah.

Sugeng siang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Program dan Kegiatan Kelompok Kerja Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah

Informasi tentang program serta kegiatan Kelompok Kerja Madrasah Diniyah Takmiliyah beserta cara penentuan program kegiatan dalam jangka satu tahun yang diarahkan untuk pengembangan serta peningkatan kompetensi guru Kelas Madrasah Diniyah Takmiliyah.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, masih dalam saluran dan frekuensi yang sama, sugeng siang para penggiat lembaga keagamaan Islam khususnya Madrasah Diniyah Takmiliyah yang biasa disebut dengan madin.

Dalam perjalanan KKG Madin mestinya memiliki program kerja serta kegiatan yang jelas terencana dan di eksekusi guna memaksimalkan keberadaan organisasi ini.

Sistem dan Cara penetapan program kerja KKG

Dalam penetapan program kerja organisasi KKG guru Madin ini dengan cara ditapkan oleh seluruh anggota KKG MDT melalui rapat anggota.

Dengan adanya penetapan dari anggota ini, pengurus menindaklanjuti dengan menyusun kalender kegiatan, dimulai dengan kalender tahunan, semesteran dan bulanan.

Keseluruhan kegiatan ini diarahkan guna peningkatan dan pengembangan kemampuan guru madin dalam meraih predikat guru yang profesional berkompeten.

Peningkatan kemampuan dan Profesionalitas guru madin ini dikelompokkan kedalam 4 hal yaitu;

a) kegiatan bidang kompetensi pedagogik;
b) kegiatan bidang kompetensi kepribadian;
c) kompetensi sosial; dan
d) kompetensi profesional.

Uraian kegiatan KKG Madin

Berikut adalah pembagian kelompok kegiatan KKG Madin berdasarkan empat hal diatas.

Kegiatan peningkatan kompetensi pedagogik, meliputi :

  • Analisis SKKD dan materi pembelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah;
  • Penjabaran indikator pencapaian hasil belajar;
  • Penyusunan silabus dan RPP;
  • Penyusunan program semester dan tahunan;
  • Analisis hasil belajar efektif;
  • Pemanfaatan media pembelejaran;
  • Penyusunan bahan ajar dan lembar kerja siswa;
  • Pemahaman model-model pembelajaran dan metodologi pembelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah meliputi aspek pembelajaran Al-Quran; Hadist; Aqidah; Akhlak, Fiqih, Tarikh islam, bahasa arab;
  • Teknik evaluasi dan penilaian;
  • Pembahasan tentang permasalahan peserta didik.

Kegiatan penigkatan kompentensi kepribadian, meliputi :

  • Penyelenggaran majelis ta‟lim atau kelompok pengajian;
  • Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan “ubudiah berjama‟ah;
  • Menyelenggarakan perintah hari-hari besar Islam;

Kegiatan dalam bidang peningkatan kompetensi sosial, meliputi :

  • Menyelenggarakan wisata studi atau studi banding;
  • Menyelenggarakan koperasi;
  • Menyelenggarakan kerja bakti dan kerjasama lintas sektoral dengan masyarakat;
  • Mencari solusi kasus-kasus sosial dan memberi rekomendasi penyelesaiannya.
Dasar-Hukum-KKG-MGMP-Madin

Kegiatan dalam bidang peningkatan kompetensi profesional

  • Menyelenggarakan seminar/lokakarya/workshop;
  • Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan;
  • Pelatihan dan publikasi penulisan karya ilmiah.

Penutup tulisan Kegiatan dan Program Kerja KKG

Pengalaman tentang organisasi sosial, ada 2 hal pokok yang mempengaruhi eksistensi lembaga atau organisasi, yang dalam hal ini adalah Kelompok Kerja Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Menurut saya, kedua hal yang sangat berpengaruh adalah;

  1. Keaktifan pengurus dalam mengelola atau menjalankan lembaga;
  2. Keberadaan kas penunjang kegiatan organisasi.

Dengan begitu mestinya pemilihan pengurus harus bisa mendapatkan ketua yang memiliki visi dan misi yang jelas dan teruji keaktifan dalam mengelola lembaga (misalnya dia diacungi jempol dalam mengelola karang taruna, atau pengurus Badko TPQ, dll).

Yang kedua, karena saya yakin akan kesulitan lembaga atau organisasi KKG ini akan mendapatkan donatur tetap, paling pol urunan dari anggota atau tarikan biaya setiap madin yang masuk dalam cakupan wilayahnya.

Itulah beratnya serta menjadi tantangan bagi para aktivis yang hendak menghidupkan KKG madin, yang menurut saya pribadi para guru ustadz pengajar madrasah diniyah takmiliyah telah repot pusing mengelola lembaga masing masing, sehingga perlu tenaga dan semangat ekstra bila hendak berkecimpung di KKG (maksudnya aktif dan nyata yang dikarya, bukan hanya nebeng nama di SK).

Itulah tulisan tentang tugas dan kegiatan KKG yang saya ambilkan dari SK Dirjen, disertakan sedikit opini mengomentari kondisi lembaga dan situasi kebanyakan yang dialami oleh lembaga maupun pengelola madin.

Sugeng siang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.