Tujuan TQA Ta’limul Qur’an Lil Aulad


Share

Tujuan pendidikan TQA Ta’limul Qur’an lil aulad mengacu kepada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an.

pontren.com – assalaamu’alaikum kangmas mbaku, lembaga TQA tidaklah sepopuler TPQ (biasanya orang menyebut dengan TPA) di kalangan lingkungan masyarakat.

tujuan pendidikan TQA

Meskipun begitu, Lembaga TQA tetap memiliki ketentuan tersendiri dari segi nomor statistik yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama melalui aplikasi EMIS.

Sebelum mengetahui tujuan pembelajaran TQA, ada baiknya kita mengingat sejenak apa itu yang dimaksud dengan TQA.

Ta’limul Qur’an Lil Aulad merupakan salah satu pendidikan nonformal yang mengajarkan pembelajaran alqur’an dengan usia 12 tahun keatas.

Apa saja tujuan dari pendidikan TQA?

Berikut tujuannya.

Tujuan Pendidikann Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Dalam Kepdirjen no 91 tahun 2020 yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 7 Januari 2020 pada huruf F Ketentuan Umum nomor 8 bahwasanya yang disebut dengan TQA adalah;

Taklimul Qur’an Lil Aulad yang kemudian disebut dengan TQA adalah jenis pendidikan keagamaan Islam nonformal yang bertujuan agar peserta mampu membaca dengan tartil, menghafal, menerjemah dan memahami al-Qur’an, serta mempelajari ilmu tajwid dan ulumul Qur’an.

baca : Beda TPQ dan TQA

Dari penjabaran TQA oleh Kepdirjen diatas ada beberapa kata kunci mengenai tujuan TQA yaitu;

  • Santri mampu membaca dengan tartil, menghafal, menerjemahkan dan memahami alquran
  • Mempelajari ilmu tajwid
  • Mempelajari ulumul qur’an.

Dengan begitu maka dapat diketahui bahwasanya tujuan keberadaan dari pendidikan Taklimul Qur’an lil aulad adalah sebagaimana tiga hal diatas.

Problem dan Hambatan TQA mencapai tujuan

Tenaga Administrasi Lembaga TQA

Pada dasarnya untuk tujuan yang pertama yaitu santri dapat membaca dengan tartil, menghafal dan menerjemahkan mempunyai masalah yang sama dengan tujuan nomor dua dan tiga.

Apa itu problematika yang dihadapi?

Yaitu kekurangan guru yang mumpuni untuk memberikan pembelajaran membaca secara tartil, hafidz alqur’an serta menerjemahkan.

Sama terjadi pula dalam hal pembelajaran ilmu tajwid dan ulumul qur’an.

Yang mana keberadaan guru yang ahli dalam bidang ilmu tajwid secara mumpuni, bukan alakadarnya termasuk tidak banyak.

baca : Mengenal TQA Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Bahkan jikapun ada, belum tentu memiliki keinginan untuk mengajar TQA karena berbagai kesibukan pekerjaan atau memang malas mengajar lembaga TQA.

Terlebih lagi pada jenjang keilmuan ulumul Qur’an, semakin sedikit lagi ustadz ustadzah yang memiliki keilmuan mumpuni dan mendalam tentang ulumul qur’an.

Apabila ada yang ahli dibidang ini biasanya memiliki posisi terhormat secara strata sosial dan banyak kesibukan.

Kondisi ini membuat seorang ahli dalam ilmu ulumul qur’an tidak banyak yang terjun langsung mengajar anak anak Taklimul Qur’an Lil Aulad.

Demikian analisa pribadi mengenai tujuan dari keberadaan pendidikan TQA beserta problem adanya guru yang memprihatinkan.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.


Share

monggo silakan komen atau tanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.