Penyelenggaraan Majelis Taklim


penyelenggaraan majelis taklim

Mengulas tentang komponen dalam penyelenggaraan pada majelis taklim disertai keterangan singkat mengenai komponen yang menjadi penyangga dalam menyelenggarakan majelis taklim.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Dalam penyelenggaraan majelis taklim terdiri atas beberapa komponen.

Komponen penyelenggaraan majelis taklim ada 5.

Berikut ulasan tentang kelima komponen dimaksud.

Pengurus Majelis Taklim

Penyelenggaraan majelis taklim seharusnya memiliki struktur pengurus. Sedikitnya pengurus lembaga majelis taklim setidaknya terdiri dengan susunan sebagai berikut;

Ketua;
Sekretaris; dan
Bendahara.

Dalam hal durasi masa bakti kepengurusan, ketentuan yang mengatur berbunyi berapa lama waktu pengurus menjabat, ditentukan dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan yang berlaku pada majelis taklim.

Jika dirasa kurang personal dalam jumlah personal kepengurusan karena besarnya majelis yang dikelola, dapat ditambahkan bidang bidang dan apabila masih kurang bisa ditambahkan seksi seksi dengan satu orang kepala pada masing masing bidang atau seksi.

Misalnya ditambahkan bidang pendidikan, bidang logistik dan konsumsi, bidang perekonomian umat atau bidang lain yang sesuai dengan kebutuhan majelis taklim.

Ustadz ustadzah Majelis taklim

Ustadz atau ustadzah berkedudukan menjadi pembina dan pembimbing pada majelis taklim.

Darimana saja ustadz ustadzah ini berasal? Siapa saja mereka?

bantuan insentif ustadz TPQ
ustadzah

Ustadz atau ustadzah pembina dan pembimbing majelis taklim dapat berasal dari kalangan ulama, kiai, tuan guru, buya, ajengan, tengku, anregurutta, atau sebutan lainnya, cendekiawan muslim, dan penyuluh agama Islam.

Adapun secara keilmuan, yang dimaksudkan dengan ustadz ustadzah majelis taklim sebagai pembina dan pembimbing mampu membaca dan memahami alquran dan al hadits secara benar dan mempunyai pengetahuan agama yang baik.

Jemaah Majelis taklim

Jemaah majelis taklim bisa berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda baik dari jenjang usia, pendidikan, ekonomi, dan tingkatan sosial lainnya.

Pembagian jemaah majelis taklim secara rutin kehadiran di lembaga terdiri dari 2 yaitu jemaah tetap dan jemaah tidak tetap.

Siapakah yang dimaksud dengan jemaah tetap?

Yaitu para jamaah yang terdaftar pada majelis taklim.

Majelis taklim yang baik tentunya memiliki daftar nama anggotanya sehingga dapat dilakukan pemetaan secara ekonomi maupun pendidikan yang nanti bisa menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kiprah majelis taklim pada tahap yang lebih tinggi.

Misalnya dengan membuat program perekonomian umat dengan cara melakukan pelatihan kepada ibu ibu atau membantu pemasaran produk hasil industri rumah tangga.

Dengan adanya data jamaah secara kemampuan dan perekonomian akan lebih memudahkan pengurus dalam melakukan pendampingan umat secara pendidikan maupun perekonomian.

Tempat majelis taklim

Masjid Besar Kecamatan Ngargoyoso Karanganyar
Masjid Besar Kecamatan Ngargoyoso Karanganyar

Lokasi tempat melakukan kegiatan majelis taklim dapat dilaksanakan di masjid, mushala ataupun tempat lain yang memadai.

Di kampung biasanya terdapat kegiatan majelis taklim yang umumnya disebut pengajian.

Pengajian ini mengacu pada jadwal yang telah ditentukan sesuai kesepakatan.

Ada pengajian yang model setiap minggu atau mingguan, setiap satu bulan atau bulanan, setiap 35 hari atau selapanan.

Ada yang tempatnya menetap di suatu lokasi, di masjid atau mushala, atau berkeliling dari rumah ke rumah sesuai jadwal atau arisan siapa yang mendapat jatah ketempatan.

Materi Majelis taklim

Yang menjadi materi dalam pengajaran dan pendidikan pada majelis taklim bersumber dari al Qur’an an al Hadits

Selain bersumber dari alquran dan hadits, materi bahan pengajian dapat pula berasal dari kitab kitab karya ulama yang sudah masyhur.

Apa saja yang menjadi tema dalam materi majelis taklim?

Dalam hal ini pokok dalam pendidikan majelis taklim meliputi aqidah, syariah dan akhlaq.

Dalam hal menyampaikan materi kepada jamaah, ustadz ustadzah menggunakan kitab maupun buku pegangan sebagai rujukan dalam pengajaran.

Modul, diktat maupun pedoman dapat dijadikan pegangan oleh ustadz ustadzah pada waktu penyampaian materi sebagai pedoman selain buku maupun kitab.

Metode penyampaian materi pada majelis taklim
Dalam hal metode, penyampaian materi kepada jamaah menyesuaikan dengan kondisi para audiens.

Adapun mengacu kepada PMA no 29 tahun 2019 pasal 17 ayat 2 disebutkan bahwa metode pengajaran majelis taklim paling sedikit terdiri atas;

Ceramah;
Tanya jawab;
Praktek; dan
Diskusi.

Penutup

Itulah kelima hal atau komponen dalam penyelenggaraan majelis taklim.

Adapun jika diringkas maka sebagaimana pasal 11 Bagian kelima PMA nomor 29 tahun 2019

Penyelenggaraan Majelis Taklim terdiri atas;
1) Pengurus;
2) Ustadz/dan atau ustadzah;
3) Jemaah;
4) Tempat; dan
5) Materi

PMA no 19 tahun 2019 pasal 11

Yang selanjutnya penjabaran dari kelima komponen penyangga majelis taklim tertulis mulai dari pasal 12 – 17 pada Peraturan Menteri Agama nomor 29 tahun 2019.

Semoga menambah wawasan dalam pengelolaan lembaga majelis taklim, tambahan keterangan dalam tugas mata kuliah atau menulis untuk para siswa siswi jenjang pendidikan Lanjutan Atas.

Sugeng enjang, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

monggo silakan komen atau tanya

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: