Kentut saja Bisa melegakan orang, apalagi manusia

Cerita sindiran dari saudara tua perempuan kepada adiknya yang ingin di kunjungi karena beberapa saat tidak bersua dengan ketiga adiknya yang tinggal di jakarta dan menengok sodara yang sedang sakit dirawat di PKU Muhammadiyah Solo.

Syahdan ceritanya pada hari sabtu tanggal 27 September 2019, 3 orang kakak beradik yang tinggal di jakarta terdiri dari 1 kepala sekolah, 1 guru perempuan PNS dan 1 guru SD swasta di Jakarta menengok kakaknya yang menjadi Kepala Tata Usaha di salah satu MTs Boyolali.

Selesai mengunjungi sang kakak yang merupakan KTU, mendoakan, ngobrol dan komunikasi sebagai saudara kandung, nomor 6 (kepsek) dan nomor 7 (guru pns) dilanjutkan dengan sillaturrahmi ke Kakak nomor 2 yang tinggal di kaki gunung lawu wilayah Kabupaten Karanganyar, tepatnya Kecamatan Ngargoyoso, dan menginap semalam di rumah kakak kedua (Kakak pertama tinggal di Jakarta juga).

Sedangkan saudara nomor 8 (guru) melanjutkan perjalanan ke pondok pesantren al irsyad tempat anaknya sekolah dan istrinya menginap sehari disitu, karena sudah janjian sebelumnya untuk berangkat ke jakarta jam 10 pagi.

Pak kasek dan bu guru yang menginap di kaki gunung lawu cabut dari rumah kakak kedua menuju kakak ketiga juga dalam rangka bersillaturrahmi, di daerah Kaliyoso, klayutan pilang tepatnya.

Hal ini (sillaturrahmi ke klayutan) teragenda karena juga kakak kandung, dan zaman mts di tinawas kedua orang ini tinggal dan di ragati oleh sang kakak (kira kira tahun 90 an).

Sebenarnya situasnya agak rumit, dimana pak kasek dan bu guru hanyalah nebeng di mobil daihatsu sigra milik adiknya yaitu si nomor 8 (guru sd), sehingga mau kemana tidak bisa seenaknya karena hanya nunut.

Akan tetapi karena percakapan dalam telfon dan pengalaman bu guru PNS yang pernah mudik ke Jawa tapi tidak sempat mampir ke klayutan membuat kegiatan ini diagendakan.

Yang pertama karena pengalaman bu guru dimana dia sempat mampir dan menginap ke saudara yang tinggal di Kaki gunung lawu tapi tidak sempat mengunjungi saudara di kaliyoso berakibat di omelin dan kena damprat sang kakak nomor 3.

Dan omelan serta dampratan ini berasa selama beberapa tahun meskipun sang adik sudah minta maaf berkali kali. Ya begitulah namanya saudara.

Hidangan sudah disiapkan

Dan bukan hanya masalah omelan dan dampratan dari sang kakak yang bikin enggak enak, akan tetapi juga perubahan sikap yang berbeda dirasakan oleh sang adik akibat tidak dapat mengunjungi kakaknya.

Dan yang satunya adalah karena percakapan dalam telfon sang kakak kepada adiknya yang nomor 6 (kepala sekolah), dimana sang adik memberitahukan bahwa mereka hanya nebeng mobil daihatsu sigra si bungsu dan anak ragil ini sudah memiliki janji dengan istri untuk ketemuan jam 10.

Akan tetapi sang kakak keukeuh meminta untuk datang karena sudah di siapkan masak masak dan apalah apalah untuk menyambut datangnya adik adik dari Jakarta.

Karena hal ini menyangkut rasa plong di hati sang kakak dengan kedatangan saudara saudarinya kemudian keluarlah kata yang membuat banyak pihak tertawa yaitu ;

Lha wong entut wae iso gawe lego, moso uwong yo ora isoh

Kalimat sakti untuk membuat lega

Itulah kalimat yang di angan angan oleh sang adik terkait dengan pengadaan acara untuk berkunjung ke tempat saudarinya dengan berbagai cara supaya dapat melegakan suasana hati sang kakak.

Akhirnya dari kaki gunung lawu berangkat jam 7 pagi di antar ponakan menggunakan isuzu panther menuju ke lokasi sang kakak nomor 3 di Klayutan Pilang Boyolali.

Disana dapat bertemu dengan sang kakak dan ponakan serta para cucu, sillaturrahmi, bercerita berkisah dan juga saling mendoakan dimudahkan segala urusan, diberikan kesehatan dan keberkahan.

Rampung makan makan, pamitan menuju ke tengaran Kab. Semarang menuju ke pondok pesantren al irsyad untuk bersua si bungsu menuju Jakarta, ibu kota negara Indonesia (yang sebentar lagi status ini akan berubah).

Lah malah sampai di pandanaran Boyolali, mobil isuzu panther mengalami gagal charging aki sehingga mogok macet tidak dapat di stater, sehingga jadi tambah persoalan dalam perjalanan.

Siang saat dhuhur si bungsu akhirnya dengan daihatsu sigra dari salatiga datang nyamperin untuk diangkut ke tengaran kab semarang, disitu bertemu dengan ponakan anak dari kakak pertama yang mengajar disana.

Nasib isuzu panther akhirnya di bawa ke bengkel dengan dipinjami aki dari pihak bengkel supaya dapat di stater dan jalan dari jln. Pandanaran sampai ke bengkel. Ya kira kira sehari dua hari insyaallah dapat dipakai lagi karena aki sudah di charge atau di isi dan dinamo stater nya atau apalah namanya dilakukan perbaikan.

Itulah sekelumit kisah tentang kentut saja dapat melegakan seseorang, dan kesimpulan dari cerita memang penanganan orang yang baperan perlu diperlakukan dengan hati hati karena hal sepele saja dapat memiliki akibat jangka panjang yang sifatnya bertahun tahun.

Terlepas dari baper atau tidak ya begitulah namanya saudara yang jauh tinggal dan beberapa saat tidak bertemu.

Salam entut sik iso nglegakne 😀

loading...

Silakan berkomentar