Arsip Tag: beda tkq dan TPQ

Posisi Strategis Pendidikan Al Qur’an sebagai Bagian Pendidikan Islam

Informasi tentang bagaimana posisi Pendidikan Al Qur’an (TPQ, TKQ, Rumah Tahfidz dll) sebagai bagian pendidikan Islam mengacu tulisan Bab I Pendahuluan dalam Latar Belakang pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, dengan keberadaan SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 07 Januari 2020 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Kamaruddin Amin dapat dilihat bagaimana kebijakan pengembangan Pendidikan Islam oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

3 Aspek Pengembangan Pendidikan Islam

Dalam pengembangan pendidikan Islam oleh Ditjen Pendis Kementerian Agama mencakup 3 (tiga) aspek yaitu;

  1. Aspek perluasan akses;
  2. Peningkatan mutu dan daya saing; dan
  3. Tata kelola pendidikan.

Dalam hal perluasan akses dapat dilihat dari peningkatan jumlah partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan.

Untuk peningkatan mutu dan daya saing merupakan usaha sungguh sungguh dalam peningkatan kualitas pendidikan Islam sehingga mampu memiliki daya saing dengan lembaga pendidikan yang lain

Sedangkan tata kelola pendidikan Islam adalah hal yang berkaitan dengan penataan kelembagaan, manajemen pengelolaan dan regulasi pendidikan.

Baca : SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an

Kengan keberadaan 3 aspek kebijakan pengembangan pendidikan Islam oleh Direktorat Pendidikan Islam, pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian dari pendidikan Islam memiliki posisi yang strategis.

Posisi yang strategis dari pendidikan Al-Qur’an dalam Pendidikan Islam ini tidak terlepas dengan adanya kenyataan bahwa;

  • Di dalam Al-Qur’an terdapat kurang lebih 750 (tujuh ratus lima puluh) ayat rujukan yang berkait dengan ilmu, sehingga semua lembaga pendidikan keagamaan Islam pasti mengajarkan Al-Qur’an;
  • Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an sangat penting karena Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran islam dan pedomab hidup bagi setiap Muslim. Al-Qur’an bukan hanya memuat petunjuk hubungan manusia dengan Tuan (hablum minallah) tetapi juga mengatur hubungan dengan sesama manusia (hablum min-nas) serta manusia dengan alam sekitarnya. Untuk memahami ajaran Islam secara sempurna (Kaffah) diperlukan pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an dan pengamalannya dalam kehidupan sehari hari secara sungguh-sungguh dan konsisten;
  • Pendidikan Al-Qur’an menjadi pondasi seluruh kurikulum di dunia Islam, karena Al-Qur’an merupakan yiar agama yang mampu menguatkan akidah dan mengokohkan keimanan.

Dengan demikian, pendidikan Al-Qur’an merupakan ruh utama dari pendidikan Islam karena Al Qur’an merupakan petunjuk hidup.

Baca : Pengertian rumah tahfidz, usia santri dan pendidikan inti

Oleh karena itu pendidikan Al-Qur’an tidak sekedar pada pembelajaran membaca dan menghafal akan tetapi harus dikembangkan lagi pada level pembelajaran memahami sehingga mampu dalam pengamalannya dengan baik sesuai pesan Ilahiyah.

Maksud Lembaga Pendidikan Al Qur’an

Setelah diulas tentang pentingnya pendidikan Al Qur’an sebagai bagian dalam pendidikan Islam, selanjutnya adalah mengetengahkan lembaga sebagai wadah atau sarana tempat pembelajaran yang ada dalam ketentuan umum pada SK Dirjen Pendis nomor 91 tahun 2020 ini.

urgensi-pendidikan-Al-Qur'an

Yang disebut dengan Lembaga Pendidikan Islam, kemudian disebut dengan LPQ adalah lembaga Pendidikan Keagamaan Islam yag menyelenggarakan Pendidikan Al-Qur’an.

Ada 6 jenis lembaga (sebelumnya 4 jenis) yaitu;

  1. Pendidikan Anak Usia Dini Al Qur’an;
  2. Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKQ);
  3. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ);
  4. Taklimul Qur’an Lil Aulad (TQA);
  5. Rumah Tahfidz Al-Qur’an; dan
  6. Pesantren Tahfidz Al-Qur’an.

Itulah keenam lembaga yang termasuk dalam LPQ, dimana pada nomenklatur penomoran dan entry data emis sebelumnya hanya ada 4 lembaga saja yaitu;

  1. Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKQ);
  2. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ);
  3. Taklimul Qur’an Lil Aulad (TQA); dan
  4. Majelis Taklim.

Dengan keberadaan Surat Keputusan Dirjen yang menjadi Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an kami ucapkan selamat datang kepada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an, Rumah Tahfidz Al Qur’an, dan Pesantren Tahfidz dan juga diucapkan selamat jalan kepada lembaga majelis taklim dari LPQ.

Demikian tulisan tentang urgensi dan pentingnya posisi pendidikan al-Qur’an sebagai bagian dalam pendidikan Islam, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Sumber : Bab I Pendahuluan pada Pengantar Kepdirjen Pendis no 91 tahun 2020

Perbedaan TKQ, TPQ dan MDT

Sebagai pengganti pengelola lembaga pendidikan keagamaan non formal, umumnya sudah banyak yang mengetahui istilah taman kanak-kanak Al Qur’an atau biasa disingkat dengan TKA atau TKQ. sedangkan istilah Taman pendidikan Al Qur’an yang sering disebut TPQ ataupun TPA, dan mungkin agak kurang familiar dengan MDT. MDT adalah Madrasah Diniyah Takmiliyah yang menjadi 3 tingkatan yaitu awwaliyah / MDTA, Wustha / MDTW, dan Ulya / MDTU. Persamaan dari lembaga ini adalah sama sama sebagai lembaga pendidikan non formal keagamaan Islam.

Apa saja perbedaan TPQ TKQ dengan Madrasah Diniyah Takmiliyah?

Ada beberapa hal yang menjadikan titik perbedaan pada lembaga ini. adapun beberapa perbedaan untuk klasifikasi suatu lembaga bisa di sebut Tingkat TK atau Taman Pendidikan Al Qur’an ataupun Madrasah Diniyah Takmiliyah. berikut perbedaan yang di dasarkan kepada buku panduan dari Kemenag.

Berbedaan TKQ TPQ Madin berdasarkan umur santri

Perbedaan dari segi umur yaitu :

  1. Bagi TKQ di peruntukkan bagi anak anak atau santri umur antara 5-7 tahun.
  2. Bagi TPQ bagi murid murid yang memiliki umur rentang 7-12 tahun.
  3. Sedangkan untuk MDT Atau madin, di tingkat awwaliyah untuk siswa dengan umur 8-12 tahun, dan wustha 12-15 tahun, untuk Ulya bagi mereka yang berumur 15-18 tahun.

Perbedaan kurikulum.

Merujuk kepada standar nasional bagi taman pendidikan Al Qur’an dan standarissasi madrasah Diniyah Takmiliyah maka ditemukan perbedaan dalam peruntukan kurikulum bagi TKQ, TPQ, dan MDT.

Kurikulum pada TKA hanya digariskan sasaran yang dicapai santri ketika lulus dari lembaga. Adapun standar yang digunakan kemenag bagi TK Al Qur’an adalah Standar kompetensi lulusan santri taman pendidikan Al Qur’an merupakan standart kualifikasi lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan ketrampilan santri. Dalam standarisasi nasional untuk TK Al Qur’an, ada tujuh (7)  cakupan sebagai standar kompetensi kelulusan santri TKQ yaitu :

  1. kemampuan dasar membaca Al Qur’an dengan baik dan benar,
  2. Hafal 13 surat pendek dengan baik dan benar
  3. Hafal 20 doa harian dengan baik dan benar
  4. Hafal bacaan sholat
  5. Bisa berwudhu dengan benar dan baik.
  6. Bisa melakukan sholat fardhu secara gerakan dan bacaan.
  7. Mengenal dasar keislaman dan bisa melaksanakan secara sederhana di kehidupan sehari hari.
  8. Kemampuan dasar meniru tulisan dan huruf Arab/Hijaiyah.

Perbedaan Standar Kompetensi Lulusan

Pada dataran dalam hal standar kompetensi, ada juga perbedaan pada standar untuk masing masing lembaga berdasarkan buku panduan. walaupun pada kenyataan sepertinya masih banyak yang kesulitan untuk menerapkan standar yang di sampaikan. akan tetapi ada baiknya untuk di ketahui dengan harapan nanti mengarah menuju standar kompetensi yang digariskan.

Standar Kompetensi TPQ

Untuk tingkatan taman pendidikan al Qur’an (TPQ), kurikulum yang berlaku mengacu kepada standar kompetensi lulusan TPQ terdiri dari 9 standar, yaitu :

  1. Memiliki kemampuan membaca al qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah dasar pada ilmu tajwid
  2. menguasai teori ilmu tajwid
  3. hafal dengan baik 22 surat pendek
  4. hafal 27 doa harian dengan fasih dan benar
  5. mampu sholat fardhu dan sunnah secara gerakan dan bacaan secara benar
  6. bisa praktek azan, wudhu, sholat secara benar dan baik
  7. hafal 5 surat pilihan
  8. memiliki kemampuan menulis huruf arab dengan benar dan baik
  9. menguasai dasar agama islam dan bisa mengejawantahkan secara sederhana dalam kehidupan sehari hari.

Standar Kompetensi untuk Madrasah Diniyah Takmiliyah

buku standar nasional TPQ

sedangkan kurikulum madrasah diniyah takmiliyah mempunyai kurikulum dan minimum 18 jam pelajaran dalam seminggu. adapun pelajaran yang ada di madrasah diniyah takmiliyah (MDT) yaitu :

  1. Al Qur’an
  2. Hadis
  3. Aqidah
  4. Ahlak
  5. Fiqh
  6. Bahasa Arab
  7. ditambah dengan muatan lokal bisa arab pegon, imla’ dan pelajaran lain sesuai khas daerah masing masing

sedangkan kompetensi untuk madrasah diniyah takmiliyah lebih dijabarkan kepada pemaparan umum bukan dalam satuan penguasaan pelajaran tertentu. seperti Karakter seorang muslim, beriman dan bertaqwa, sikap sebagai warga negara indonesia yang baik, berkepribadian, baik, percaya diri serta sehat jasmani dan rohani dan juga Memiliki pengalaman, pengetahuan, ketrampilan beribadah dan sifat-sifat terpuji yang berguna bagi pengembangan diri dan masyarat.

Persamaan antara TKQ TPQ dan Madrasah Diniyah

sama sama menjadi ladang mencari bekal di akherat dan mendidik anak-anak sebagai generasi yang berbudi mulia dan tidak mengabaikan hablun minallah. serta menjadi manusia yang bertanggung jawab dalam berbangsa dan bernegara.