Arsip Tag: lomba pondok pesantren

Kriteria Penilaian Lomba MHQ Musabaqah Hifdzil Qur’an

Pontren.com – informasi tentang ketentuan kriteria penilaian cabang lombah Hifdzul Qur’an atau Musabaqah Hifdzil Qur’an yang biasa disingkat dengan MHQ diambilkan dari LPTQ yang merupakan singkatan dari LEMBAGA PENGEMBANGAN TILAWATIL QUR’AN PROPINSI KALIMANTAN TIMUR yang mana biasanya berlaku semisal bagi seluruh jenjang perlombaan baik di tingkat Kecamatan Kabupaten Kota Provinsi Bahkan Nasional.

Dengan begitu blangko penilaian lomba MHQ musabaqah Hifdzil Qur’an ini dapat di aplikasikan untuk lomba Tingkat SD SMP SMA maupun MI MTs Maupun MA. Jenjang kelas pada anak didik setiap tingkatan pun dapat mempergunakan sistem penilaian dan panduan cara skor nilai MHQ.

Baca;
Penilaian Lomba MTQ
Penilaian Lomba Adzan
Penilaian Lomba Fashion Show Muslim Muslimah

Selain tentang jenjang pendidikan, penilaian ini juga bisa dilaksanakan dalam cabang lomba MHQ hafalan 1 Juz, 2 Juz, 5 Juz, 10 Juz dan 30 Juz,

Secara umum, dalam kriteria penilaian Lomba MHQ ini terdiri dari 3 macam bidang penilaian yang tediri dari;

(1) Bidang Tajwid,
(2) Bidang Tahfidz dan,
(3) Bidang Fashohah.

Dari ketiga bidang dimaksud kemudian terperinci kembali menjadi satuan penilaian yang detil penjabaran dari masing masing bidang.

Untuk lebih detil dari penjelasannya dapat disimak sebagai berikut beserta sistem penilaian dan jumlah angka yang diberikan.

Bidang Tajiwid

1 MAKHARIJ AL HURUF …………X ½ = ………
2 SHIFAT AL HURUF …………X ½ = ………
3 AHKAM AL HURUF …………X ½ = ………
4 AHKAM AL MADD WA AL QASHAR …………X ½ = ………
5 TAMAM AL-QIRA’AT *)

Selanjutnya cara penilaiannya dengan NILAI MAKSIMAL 25 NILAI AKHIR 25 – ………………. = ……………..
Keterangan : Maksimal dikurangi 4 poin untuk setiap pertanyaan.

BIDANG TAHFIDZ

MURA’T AL AYAT
A. TAWAQQUF B. TARK AL AYAT…………X 2 = ……… …………X 2 = ………
2 SABQ AL LISAN
A.TARK AL HURUF WA AL KALIMAT …………X 1/3= ………
B. ZIYADAT AL HURUF WA AL KALIMAT …………X 1/3= ………
C. TABDIL AL HURUF WA AL KALIMAT …………X 1/3= ………
D.TABDIL AL HARAKAT …………X 1/3= ………
3 TARDID AL KALIMAT WA AL AYAT …………X 1/3 = ………
4 TAMAM AL-QIRA’AT *)
Sistem penilaian dengan cara NILAI MAKSIMAL : 50 NILAI AKHIR 50 – ………………. = ……………..
Keterangan : Maksimal dikurangi 9 poin untuk setiap pertanyaan

BIDANG FASHOHAH Cabang : HIFZH AL – QUR’AN

1 AHKAM AL WAQF WA AL IBTIDA …………X ½ = ………
2 SUARA DAN IRAMA*)
3 TAMAM AL HARAKAH …………X ½ = ………
4 TAMAM AL-QIRA’AT **)

NILAI MAKSIMAL : 25 NILAI AKHIR 25 – ………………. = ……………..

Keterangan : Pengurangan Penilaian Suara dan Irama dari seluruh pertanyaan maksimal dikurangi 3 poin **) Maksimal dikurangi 4 poin untuk setiap pertanyaan.

Download blangko Format Penilaian Lomba MHQ

Bagi yang hendak menginginkan untuk mengunduh atau download cara penilaian lomba MHQ baik dalam ms word format doc berupa lembaran dapat mengunduh pada tautan berikut secara gratis tanpa adanya pungutan biaya.

Download form blangko penilaian lomba MHQ Musabaqah Hifdzil Qur’an.

Demikian informasi terkait dengan kriteria apa saja yang dinilai dalam perlombaan cabang lomba musabaqah hifdzul qur’an, baik untuk tingkat Sekolah Dasar, SLTP, SLTA maupun Madrasah Ibtidaiyah Madrasah Tsanawiyah Maupun Madrasah Aliyah.

Juga bisa dimanfaatkan pada TPQ Taman Pendidikan Al Qur’an, Madrasah Diniyah Takmiliyah Maupun pondok Pesantren Salafiyah Modern Salafy dan lain sebagainya.

Kriteria Penilaian Lomba Majalah Dinding

Format Penilaian Lomba Majalah Dinding dan Contoh Blangko Nilai.
pontren.com – informasi mengenai kriteria penilaian cabang lomba literasi Majalah Dinding disertai dengan apa saja yang menjadi dasar penilaian dan batasan skor dalam memberikan angka standar untuk menentukan hasil pemenang lomba kejuaraan mading.

Tentunya lomba mading (majalah dinding) ini dilakukan dengan kerja kelompok atau berbentuk kejuaraan / perlombaan tim, karena akan sangat repot atau memakan waktu yang sangat lama jika lomba mading menjadi perlombaan yang bersifat pribadi atau individu.

Baca;
Format Nilai Lomba Pidato Bahasa Inggris
Blangko Penilaian Lomba Karaoke
Kriteria Penilaian Lomba Baca Puisi

Dengan adanya perlombaan majalah dinding antar sekolah, madrasah, pondok pesantren ataupun mahasiswa kampus dapat memicu kreativitas siswa santri anak didik atau kalangan akademis bahkan umum serta meningkatkan membaca di kalangan pengelola mading.

Adanya mading ini dapat memicu para peserta untuk membuat majalah dinding yang cantik menarik dengan kreasi dan desain mumpuni karena usaha pengadaan dana dan pencurahan pikiran dengan maksud supaya mading yang dikelola dapat memenangkan piala kejuaraan yang diadakan.

Dengan mengikuti perlombaan ini akan menambah pengalaman pengurus mading di OSIS dalam peningkatan konten ataupun model karena mengamati bentuk majalah dinding dari peserta yang lain, imbasnya yaitu peningkatan kualitas majalah yang diterbitkan secara berkala.

Kriteria Lomba Mading Majalah Dinding

juara lomba madrasah diniyah takmiliyah (ilustrasi)

Dalam contoh ini ada 4 kriteria penilaian majalah dinding yang diperlombakan dengan masing-masing kriteria diberikan skala penilaian antara 1 sampai dengan 20, sehingga bagi kelompok yang dianggap sempurna dalam perlombaan akan mendapatkan nilai maksimal yaitu 80.

Adapun keempat kriteria penilaian lomba madin adalah sebagai berikut

Isi
Bahasa
Kreativitas
Kerapian

Keterangan tentang kriteria diatas adalah sebagai berikut;

Isi

Yaitu Kesesuaian dengan tema, kemanfaatan, tingkat aktualitas yang telah ditentukan oleh panitia, misalnya tema tentang belajar yang baik tapi ada peserta yang malah menulis kerusuhan di Papua, maka akan menjatuhkan skor penilaian di isi.

Bahasa

Ini perlu disampaikan dalam petunjuk teknis lomba, dimana apakah akan menggunakan bahasa yang baku atau penggunaan bahasa tanpa terikat dengan EYD, akan tetapi teta memperhatikan norma kesopanan penggunaan dan pemilihan kata.

Singkatnya ukuran yang dipakai yaitu asas kepantasan umum dalam berbicara jika dalam penggunaan bahasa tidak dibatasi dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EyD).

Kreativitas

Dapat berupa model majalah yang unik ataupun bentuk majalah yang belum atau jarang dipakai sehingga memiliki nilai lebih dibandingkan dengan model bentuk majalah dinding yang telah banyak dipergunakan, misalnya ada majalah dinding yang tembus pandang atau mading yang dapat terbang, misalnya.

Kerapian

Secara umum orang dapat menangkap apa yang dimaksud dengan kerapian, hal ini bisa dinilai dari finishing majalah dinding yang dibuat yaitu presisi yang baik ditinjau dari segi estetika maupun segi kebersihan dalam pembuatan majalah dinding.

Download contoh format penilaian lomba majalah dinding

Dibawah ini ada 2 buah tautan yang mengarahkan anda menuju link google drive tempat dimana file penilaian lomba majalah dinding tersimpan dan siap di unduh secara gratis tanpa ada biaya.

Yang pertama yaitu model lembaran penilaian 1 majalah dinding 1 lembar, sehingga jika terdapat 100 peserta lomba diperlukan minimal 100 eks lemplar form untuk kegiatan penilaian.

Sedangkan yang satunya berupa model penilaian kolektif dimana beberapa kelompok lomba akan dinilai dalam 1 lembar form atau blangko penilaian lomba majalah dinding.

Berikut tautan yang dapat anda ikuti untuk mendapatkan file ini dalam bentuk ms word format doc microsoft word office.

Blangko nilai majalah dinding 1 lembar
Blangko penilaian mading kolektif.

Sekedar tambahan, kertas yang dipakai dalam mengupload file ini model us folio dengan ukuran lebar 21,5 cm dan panjang 33,02 cm.

Demikianlah informasi mengenai contoh format penilaian lomba literasi majalah dinding yang dapat diaplikasikan panitia kegiatan pentas seni pada sekolah atau madrasah maupun di perlombaan antar TPQ ataupun Pondok Pesantren dan juga kalangan mahasiswa di Kampus universitas dan kalangan umum menyemarakkan acara 17 Agustus.

Sugeng sonten, wassalamualaikum.

Kriteria Penilaian Lomba Fashion Show Islami Busana Muslim Muslimah

lomba-fashion-show-islami

Penilaian Lomba Busana Muslim Fashion Show muslimah
Pontren.com – informasi tentang tujuan pelaksanaan fashion show lomba busana muslim muslimah yang diadakan baik oleh lembaga pendidikan alquran TKQ TPQ, Madrasah Diniyah Takmiliyah, Sekolah Umum Swasta Islam pondok pesantren ataupun Lembaga sosial yang lain.

Ditengah arus minor kehidupan liberal, ternyata ada juga Kesadaran generasi pelajar, khususnya putri terhadap perilaku disiplin dan tertib dalam berbusana di lingkungan (sekolah / pesantren / masyarakat).

Baca;
Kriteria Penilaian Lomba Bahasa Inggris
Lomba Ceramah Bahasa Arab dan Blangko Nilai
Aspek yang dinilai pada perlombaan Puisi

Hal ini perlu untuk terus diberi dukungan secara kongkrit dan bentuk motivasi serta jalan mengembangkan kreativitas. Salah satunya dengan memberikan wahana peneguhan dan apresiasi yang dalam hal ini adanya perlombaan fashion islami.

Tujuan lomba busana muslim muslimah

Secara umum, dikutip dari PP Tarbiyatut Tholabah yang mengadakan kegiatan fashion show dengan tema “beauty, islamic, stylish” bahwasanya tujuan dari lomba ini diantaranya adalah;

  • Menumbuhkan cinta kepada Rasulullah dengan cara menerapkan pakaian muslimah syar’i;
  • Memberikan wahana bagi generasi muda yang memiliki bakat menjadi model ;
  • Menegaskan bahwa lembaga yang mengadakan memberikan dukungan kongkrit terhadap pakaian islami yang syar’i dan tidak ketinggalan zaman.

Peraturan Lomba Fashion Show Islami

Berikut adalah contoh aturan lomba sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan, aturan ini bersifat fleksibel bisa ditarik ulur didasarkan kepada kebutuhan dan situasi penyelenggara perlombaan.

Dibawah ini contoh aturan perlombaan;

  • Peserta lomba diharuskan mengenakan busana muslimah yang syar’i (tidak menerawang dan membentuk badan), dibebaskan bahan dan model untuk gamis, batik dan sejenisnya.
  • Peserta mempersiapkan dan membawa perlengkapan fashion show sendiri.
  • Peserta diberikan waktu menghias 60 menit.
  • Peserta tidak boleh memakai make up sebelum perlombaan dimulai.
  • Peserta tidak boleh meminjam barang/perlengkapan peserta lain.
  • Peserta wajib menggunakan nomor urut di panggung yang telah diberikan oleh panitia.
  • Peserta diberikan durasi waktu 5 s/d 7 menit untuk tampil diatas panggung setelah proses merias selesai.
  • Panitia hanya menyediakan 1 meja dan 3 kursi untuk 1 tim.
  • Latar belakang suara (Back Sound Catl walk) akan disiapkan oleh panitia.
  • Itulah contoh aturan dalam perlombaan fashion show islami yang bisa dijadikan panduan atau acuan dalam membuat pengumuman perlombaan.

Penilaian Lomba Fashion secara profesional

kriteria-penilaian-lomba-busana-muslim-muslimah-islami-dan-format-penilaian
penilaian lomba busana muslim

Berikut adalah kriteria dalam penilaian lomba suatu pertunjukan fashion busana secara profesional dimana aspek keseluruhan akan mendapatkan nilai, tentunya akan berbeda dengan lomba yang diadakan oleh TPA sekolah atau pesantren.

Penilaian ini disampaikan sebagai tambahan pengetahuan saja bagi siapapun nantinya yang berminat untuk terjun secara profesional di dunia modeling khususnya busana muslimah yang syar’i.

Berikut kriteria penilaiannya;

Penilaian pada penampilan fisik model;
Penilaian terhadap fashion yang dikenakan/dipakai;
Penilaian pada make up riasan wajah;
Penilaian perpaduan atau keserasian antara baju atasan dengan kostum busana bawahan;
Penilaian pergerakan badan diatas catwalk;
Aura wajah di atas panggung lomba;
Penilaian pada bagaimana sang model berjalan;
Penilaian pada ekspresi diri;
Penilaian pada keseluruhan kostum yang dikenakan;
Penilaian terhadap Adakah semangat dalam lomba/exciting;

Banyak juga ya? Namanya juga profesional hehe. Wajah tampang kecantikan pun turut mendapatkan apresiasi guna penunjang nilai.

Jika di rangkum guna kemudahan penilaian, maka kriteria diatas bisa dikelompokkan menjadi;

Penilaian fisik model ; yaitu dari segi postur, kecantikan badaniyah;
Penilaian mimik wajah; aura wajah di panggung, make up riasan wajah, ekspresi diri;
Pakaian kostum yang dikenakan ; keserasian kostum atas dengan bawahan, kesesuaian dengan tema lomba, padu padan warna, terobosan dan inovasi model pakaian;
Gaya ; gaya di panggung, cara berjalan pada catwalk, semangat dan exciting dalam lomba.

Kriteria Penilaian Lomba fashion Show Islami anak anak remaja

Bagi perlombaan pakaian islami yang dilakukan oleh para remaja masjid atau pengurus organisasi pondok pesantren bahkan antar TPQ, maka berikut acuan ringkas dalam penilaiannya kami ringkas menjadi 3 yaitu;

  • Mimik
  • Gaya
  • Busana

Adapun penjelasan dari ketiganya sebagaimana dibawah ini;

Ekspresi wajah (MIMIK)

Termasuk di dalamnya penilaian make up yang sesuai dengan karakter wajah dan busana yang dikenakan oleh model atau peserta lomba

Kelincahan, kepatutan, dan cara berjalan di catwalk (GAYA)

Gaya di Panggung pada saat berjalan di catwalk yang menyesuaikan dengan umur peserta lomba dalam kepantasan bergaya serta menyesuaikan dengan pakaian yang dikenakan serta tema lomba.

Keindahan busana kostum dan kesesuaian dengan tema lomba (busana)

Busana yang dipakai sesuai dengan segmentasi anak
Yaitu menilai dari segi Keserasian busana dalam padu padan dengan aksesories yang dipergunakan.

Jika pada perlombaan memakai tema maka menjadi salah satu acuan dalam penilaian lomba, contoh tema diantaranya;

Liburan dengan busana syar’i
Lebaran idul fitri;
Olahraga dan pakaian islami;
Busana pesta muslimah;
Dan yang lainnya.

Download format penilaian lomba busana muslim muslimah islami

Berikut adalah penampakan atau preview dari blangko format kriteria penilaian lomba fashion show islami yaitu perlombaan fesyen yang memakai baju orang islam yang sesuai syar’i bukan hanya sekedar trend tapi melupakan tutup aurot / aurat sang pemakai.

Mengacu kepada ketiga kriteria penilaian diatas yang telah dijelaskan tentang pembagian item yang dinilai dalam perlombaan/musabaqah.

Catatan ; ini hanyalah sebagai acuan dalam penilaian karena sampai saat ini kami tidak menemukan aturan baku standar dalam penilaian perlombaan bidang busana muslim ini.

Dibawah ini adalah preview form penilaiannya, silakan di klik dan di save dalam format yang anda perlukan.

Sekedar informasi, ukuran margin yang dipergunakan yaitu ; atas bawah kiri kanan masing-masing 2 cm dengan kertas ukuran F4.

Demikian semoga bisa dimanfaatkan.
Salam.

Lomba Ceramah Bahasa Inggris dan Contoh Blangko Format Kriteria Penilaian

lomba-pidato-bahasa-Inggris
Lomba Pidato Bahasa Inggris

Pontren.com – aturan ketentuan peserta dan hal berkaitan mengenai lomba pidato berbahasa Inggris disertai download contoh blangko form format kriteria penilaian dalam bentuk doc microsoft office word disarikan dari panduan Festival Anak Sholeh Indonesia Provinsi Jawa Tengah.

Panduan FASI tentang lomba ceramah Bahasa Inggris ini disusun oleh Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur’an Provinsi Jawa Tengah yang mencakup aturan peserta, aturan lomba, tema pidato, kriteria dan bobot penilaian

Baca;
Lomba Pidato Bahasa Indonesia Kriteria Penilaian
Lomba Ceramah Bahasa Arab dan Form Nilai
Tata Tertib dan Aturan Peserta Lomba secara Umum

Walaupun diperuntukkan sebagai panduan dalam perlombaan FASI tingkat Provinsi, aturan lomba dan sistem penilaian bisa di adaptasi oleh panitia penyelenggara kegiatan lomba baik pada Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah Atau Sekolah Dasar, SMP SMA maupun pondok pesantren bahkan perguruan tinggi maupun universitas.

Berikut informasi mengenai peraturan dan ketentuan lomba pidato bagi peserta maupun pada saat perlombaan berlangsung dalam garis besar.

Peserta Lomba

Penentuan Peserta tentunya menyesuaikan dengan sasaran yang akan disasar mengikuti atau mendaftar musabaqah.

Dalam penentuan peserta sebaiknya mudah dipahami, spesifik dan jelas tanpa ada tafsiran bias guna menghindarkan protes yang berpotensi merusak suasana ukhuwah.

Berikut contoh aturan dari Badko TPQ dalam panduan FASI Jawa Tengah mengenai peserta.

Peserta adalah santri Ta’limul Qur’an Lil Aulad dengan ketentuan usia usia maksimal 15 tahun pada tanggal 1 Juli

Tema Lomba

Mestinya menyesuaikan dengan moment serta kemampuan umum peserta lomba dengan tidak melupakan guna peningkatan keilmuan para anak didik yang turut serta dalam kompetisi.

Contoh tema lomba dari FASI Provinsi Jawa tengah tahun 2019 adalah;

“Qur’anic Generation for the glory of Indonesia”

PerAturan Lomba

Berikut merupakan aturan bagi peserta dan jalannya perlombaan dari segi waktu maupun penyampaian materi pada saat sedang tampil

Waktu ceramah maksimal 10 –15 menit;
Pidato tanpa menggunakan teks;
Pidato menggunakan Bahasa Inggris dengan memperhatikan gramatikal;
Isi ceramah dilengkapi dengan petikan ayat Al-Qur’an dan Hadits.

Materi Kriteria Penilaian:

format-penilaian-lomba-pidato-bahasa-inggris
kriteria penilaian lomba pidato Bahasa Inggris

Ada 3 bidang pokok dalam menilai peserta lomba yang nantinya digunakan sebagai acuan penentuan juara. Pada ketiga bidang tersebut terdapat ketentuan unsur apa saja sebagai pertimbangan dalam pemberian nilai.

Ketiga bidang dimaksud adalah;

Isi dan Bahasa;
Dalil Quran Hadis;
Metode Penyampaian dan Retorika.

Adapun unsur yang dinilai dari ketiga bidang dimaksud perinciannya adalah sebagaimana berikut;

Bidang Isi dan Bahasa

a) Bobot uraian & cakupan
b) Sistematika Uraian
c) Ungkapan Bahasa dan Gramatikal
d) Gaya Bahasa

Bidang Dalil Al-Qur’an dan Hadits.

a) Kebenaran Bacaan
b) Kebenaran Terjemah
c) Kesesuaian dalil dengan topik dan uraian

Bidang Metode Penyampaian dan Retorika

a) Vokal, Intonasi, dan Aksentuasi
b) Ekspresi
c) Adab

Sistematika Penilaian

Uraian penilaian pidato Bahasa Inggris ini sebagaimana diatas terdiri dari 3 bidang dengan acuan batas minimal akumulasi nilai yaitu 50 poin dan nilai maksimal adalah 100 poin.

Lebih jelasnya sebagaimana bagan dibawah ini

NoPenilaianNilai MinNilai Max
1Bidang Isi dan Bahasa2040
2Bidang Dalil Al Qur’an dan Al Hadist1025
3Metode Penyampaian dan Retorika2035
Jumlah50100

Download Blangko Penilaian Lomba Pidato Bahasa Inggris

download-file-pontren

Berikut adalah link contoh form blangko nilai pidato bahasa Inggris bisa di unduh secara gratis tanpa biaya.

Berbentuk format doc microsoft office word dengan setting margin kiri kanan atas bawah 2 cm.

Download file penilaian lomba pidato bahasa Inggris

Demikian informasi mengenai lomba ceramah berbahasa Inggris dengan dijabarkan mengenai aturan ketentuan peserta dan lomba disertai link unduhan untuk mendownload file blangko penilaian lomba.

Salam kenal.

Lomba ceramah pidato Bahasa Arab dan contoh Format Penilaian

format-penilaian-lomba-pidato-bahasa-arab
Lomba Pidato Bahasa Arab

Pontren.com – contoh tentang aturan dan ketentuan dalam pelaksanaan lomba Pidato Bahasa Arab disertai dengan panduan bidang penilaian dan download contoh form nilai dalam format doc microsoft office word.

Materi ini disadur dari sistem penilaian lomba ceramah bahasa Arab FASI Provinsi Jawa Tengah yang disusun dalam panduan Festival Anak Sholeh Indonesia oleh Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur’an Prov Jateng.

Baca;
Lomba Pidato Bahasa Indonesia dan Blangko Penilaian
Link2
Tata Tertib Peserta dalam Lomba

Secara teknis, merupakan panduan dan petunjuk teknis (juknis) lomba ceramah Bahasa Arab Tingkat Ta’limul Qur’an Lil Aulad. Meskipun begitu, dalam aturan dan sistem penilaian bisa dipergunakan oleh Madrasah, Sekolah Islam maupun Pondok Pesantren dalam kegiatan class meeting atau musabaqah antar lembaga.

Berikut adalah aturan umum pada perlombaan dimaksud

Peserta

Pada peserta tentunya mengacu kepada kegiatan dan peruntukan lomba, ada baiknya disebutkan secara presisi apa saja syarat dan ketentuan peserta guna menghindari permasalahan di belakang kemudian karena aturan yang bias.

Misal contoh aturan yang baik seperti pada FASI 2019 Jawa Tengah yang membuat batasan peserta yaitu siswa siswi atau santri TQA. Dimana disebutkan bahwa batas umur maksimal yaitu usia maksimal 15 tahun pada tanggal 1 Juli.

Atau bagi lembaga sekolah bisa mensyaratkan bahwa siswa masih aktif sebagai anak didik pada lembaga.

Tema

Menyesuaikan dengan moment maupun yang sedang di galakkan sehingga relevan dan menambah pengetahuan para peserta lomba.

Contoh tema dalam FASI yaitu;

” شبان القرأن لتقدم أندونيسيا “

Pemuda Generasi Qurani untuk memajukan Indonesia

Aturan Lomba dan Durasi Waktu

Waktu ceramah maksimal 10 –15 menit.
Ceramah tanpa menggunakan teks.
Ceramah menggunakan Bahasa Arab fushha.
Isi ceramah dilengkapi dengan petikan ayat Al-Qur’an dan Hadits.

Kriteria Penilaian Lomba

Lomba ceramah Bahasa Arab ini dinilai dari 3 bidang yang masing masing bidang memiliki komponen yang dinilai.

Adapun ketiga bidang dimaksud yaitu;

Isi dan Bahasa
Dalil Al-Qur’an dan Hadits
Retorika/ Metode Penyampaian

lomba-pidato-bahasa-Arab
format penilaian lomba pidato Bahasa Arab

Penjelasan dari komponen bidang penilaian adalah sebagai berikut;

Bidang Isi dan Bahasa

terdiri atas:

a) Bobot uraian & cakupan
b) Sistematika Uraian
c) Ungkapan Bahasa
d) Gaya Bahasa

Bidang Dalil Al-Qur’an dan Hadits

a) Kebenaran Bacaan
b) Kebenaran Terjemah
c) Kesesuaian dalil dengan topik dan uraian

Bidang Retorika/ Metode Penyampaian

a) Vokal, Intonasi, dan Aksentuasi
b) Ekspresi
c) Adab

Standar Penilaian.

Adapun batas minimal dan maksimal skor nilai bagi peserta lomba jika di akumulasikan adalah minimal 50 poin dan maksimal 100 poin.

Lebih jelasnya bisa disimak pada bagan dibawah ini.

NoBidang PenilaianNilai MinNilai Maks
1Isi & Bahasa2040
2Dalil Qur’an Hadist1025
3Retorika dan Metode Penyampaian2035
Jumlah50100

Download Blangko Penilaian Lomba Pidato Bahasa Arab.

download-file-pontren

Dibawah ini kami share form penilaian lomba ceramah Bahasa Arab dengan acuan bidang penilaian dan diatas serta standarnya. Menggunakan format doc microsoft office word dengan margin kanan kiri atas bawah 2 cm.

Download file penilaian lomba pidato Bahasa Arab.

Demikian ulasan sekilas tentang perlombaan ceramah atau pidato yang bisa di adaptasi untuk kegiatan di sekolahan Islam maupun Madrasah Ibtidaiyah Tsanawiyah Aliyah maupun Pondok pesantren baik modern maupun salaf.

Salam kenal.

Daftar Nama Juara MHQ XIII Jawa Tengah 2018 di Manyaran Semarang

pontren.com – Berikut adalah nama nama hafidz-hafidzah dan mufassir-mufassirah terbaik dan harapan serta juara umum pemenang dalam musabaqah hifdzil qur’an (mhq) pesantren XIII tingkat provinsi jawa tengah tahun 2018 yang dilaksanakan di ASRAMA HAJI TRANSIT MANYARAN SEMARANG

Berdasarkan Keputusan Dewan Hakim Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Pesantren Xiii Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 Tentang Hafidz-Hafidzah Dan Mufassir mufassirah Terbaik Dan Harapan Serta Juara Umum Musabaqah Hifdzil Qur’an (Mhq) Pesantren Xiii Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018;

Bahwa mereka yang tercantum dalam Daftar dibawah ini adalah Hafidz-Hafidzah dan Mufassir-Mufassirah Terbaik I, II dan III serta Harapan I, II dan III Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Pesantren XIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018;

KEDUA : Bahwa daerah yang tercantum dalam Daftar Lampiran II Surat Keputusan ini adalah Juara Umum Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Pesantren XIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018;
juara mhq jawa tengah xiiiKeputusan tentang nama peserta pemenag kejuaraan ini ditetapkan di Semarang Pada tanggal : 31 Oktober 2018.
Bertindak sebagai Koordinator adalah Drs. H. Ahyani, M.S.I dan yang menjadi Sekretaris yaitu H. Khamdani, S.Ag, M.S.I

I. CABANG HIFDZIL QUR’AN PUTRA PUTRI

Berikut adalah daftar Pemenang Lomba Tahfidz Untuk Putra maupun putri

A. GOLONGAN 20 JUZ PUTRA

Penghafal Terbaik I : MUHAMMAD NABIL MARDHATILLAH Pondok Pesantren PI Al Irsyad Kabupaten Semarang
Penghafal Terbaik II : HILMI PRIYATAMA Pondok Pesantren Matiq As-Surkati Kota Salatiga
Penghafal Terbaik III : YASFI SUYALFIHRO AL GHOZI Dari Pondok Pesantren PPTQ Ibnu Abbas Kabupaten Klaten
Penghafal Harapan I : HARIS DHIYA’UR ROSYAD Pondok Pesantren PPTQ Ulul Albab Kabupaten Sukoharjo
Penghafal Harapan II: AHMAD NAIL HAMDANI Pondok Pesantren Zhilalul Qur’an Kabupaten Jepara
Penghafal Harapan III : MUHAMMAD MUFLIH HANIF Pondok Pesantren Ibnu Abbas Assalafy Kabupaten Sragen

ilustrasi santri TPQ mengaji
ilustrasi santri TPQ mengaji

GOLONGAN 20 JUZ PUTRI

1. Penghafal Terbaik I –
2. Penghafal Terbaik II : ZULFA KHASANAH Pondok Pesantren PHQ Darussakinah Kabupaten Tegal
3. Penghafal Terbaik III : ATIKA HANAN FARIZAH Pondok Pesantren PPTQ Ulul Albab Kabupaten Sukoharjo
4. Penghafal Harapan I: AZIMATUN NI’MAH Pondok Pesantren Zhilalul Qur’an Kabupaten Jepara
5. Penghafal Harapan II : LAILATUN NUZULINA Pondok Pesantren Nural Firdaus Kabupaten Rembang
6. Penghafal Harapan III : ALIFATUL MAULA Dari Pondok Pesantren Asy Syarifah Mranggen Kabupaten Demak

GOLONGAN 30 JUZ PUTRA

Penghafal Terbaik I : MUHAMMAD Pondok Pesantren PPTQ Ibnu Abbas Kabupaten Klaten
Penghafal Terbaik II: ANWAR KHAMDAN Pondok Pesantren PPTQ Ulul Albab Kabupaten Sukoharjo
Penghafal Terbaik III : TEUKU REZA PAHLEVI Pondok Pesantren Al Irsyad Kabupaten Semarang
Penghafal Harapan I : FIKRI MUSTOFAPondok Pesantren PPTQ Ulul Albab Kabupaten Banyumas
Penghafal Harapan II Nomor: M. FAHMI SYAFI’I Dari Pondok Pesantren PP Dar Al-Qur’an Al Islamy Kabupaten Tegal
Penghafal Harapan III: ACHMAD SANTOSO Pondok Pesantren PPTQ Al Furqon Kabupaten Rembangsoultan cirebon

GOLONGAN 30 JUZ PUTRI

Penghafal Terbaik I : FEBYA NAILATUL IZZA Pondok Pesantren Zhilalul Qur’an Kabupaten Jepara
Penghafal Terbaik II : SITI INAYATUL BAROROH Pondok Pesantren PPTQ Al Furqon Kabupaten Rembang
Penghafal Terbaik III: FA’NI FADILLAH Dari Pondok Pesantren PPMTQ Andalusia Sokanandi Kabupaten Banjarnegara
Penghafal Harapan I : LAELATUL FALAKHA Dari Pondok Pesantren PPHQ Darussakinah Kabupaten Tegal
Penghafal Harapan II : YUNITA VELISIA SYAFA AULIA Pondok Pesantren Rijalul Qur’an Kota Semarang
Penghafal Harapan III: NURUL MAKIYYAH LAILATAL JAMILAH Pondok Pesantren Nurul Qur’an Putri Kabupaten Pati

CABANG TAFSIR AL QUR’AN DAN HAFALAN 30 JUZ

Berikut adalah para namapemenang kejuaraan bidang tafsir dan hafalan

MUFASSIR TERBAIK

1. Terbaik I: AHMAD FARUQ HILMI Pondok Pesantren PI Al Irsyad Kabupaten Semarang
2. Terbaik II Nomor : NAUFAL ABYAN Pondok Pesantren Imam Bukhari Kabupaten Karanganyar
3. Terbaik III: ZUFAR ULIL ALBAB Pondok Pesantren Yasin Kabupaten Kudus
4. Harapan I : A. THOUURROHMAN SAID Pondok Pesantren PPTQ Al Furqon Kabupaten Rembang
5. Harapan II: M. IRFANGUDIN IZZUL UMAM Pondok Pesantren PP Mamba’ul ‘Ulum Kabupaten Purbalingga
6. Harapan III: AHMAD ZULKARNAIN HAMBALI Pondok Pesantren Ibnu Abbas Assalafy Kabupaten Sragen

ilustrasi santri TPQ belajar
ilustrasi santri TPQ belajar

MUFASSIRAH TERBAIK

1. Terbaik I : –
2. Terbaik II: SITI QONIATUN NI’MAH Pondok Pesantren Monash Institute Semarang Kota Semarang
3. Terbaik III: RACHMA VINA TSURAYYA Pondok Pesantren Al Kabupaten Banjarnegara
4. Harapan I: DURROTUL MUQOFFA Pondok Pesantren : PPTQ Al Furqon Kabupaten Rembang
5. Harapan II: NANDA HUSNA ASHFIA AN NUR PP Al Hasaniyyah Kabupaten Brebes
6. Harapan III: FAZA AKMIL SALSABILA NUROTUL WIDAD Pondok Pesantren Al Akrom Kabupaten Pati

Juara Umum MHQ Tahun 2018

pemenang MHQ Jateng XIII
daftar juara MHQ 2018 Jawa Tengah

JUARA UMUM PADA MUSABAQAH HIFDZIL QUR’AN (MHQ) PESANTREN XIII TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2018 Jumlah angka prestasi : 11 Kafilah dari : KABUPATEN SEMARANG  (cie cie cie selamat untuk mbak Eviyati Hasanah sik menangan)

DAFTAR PERINGKAT 5 BESAR

dibawah ini adalah peringkat 5 besar kafilah kabupaten atau kota yang dihitung berdasarkan jumlah score kemenangan lomba.

PERINGKAT KAFILAH JUMLAH SCORE

1 KABUPATEN SEMARANG 11
2 KABUPATEN KLATEN 6
3 KABUPATEN JEPARA 5
4 KABUPATEN SUKOHARJO 4
5 KABUPATEN TEGAL 3
5 KABUPATEN KARANGANYAR 3
5 KABUPATEN REMBANG 3
5 KOTA SALATIGA 3
5 KOTA SEMARANG 3

Demikian semoga semakin menambah semangat dan peningkatan prestasi secara individu maupun kelembagaan. Selamat untuk para jawara alias pemenang lomba.

MUSABAQAH QIRA’ATIL KUTUB (MQK)

 pada bagian bawah bisa di download contoh blanko penilaian MQK dan juga tulisan ini dalam format word. dengan acuan MQK 2014

BAGIAN PERTAMA

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

  1. Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, yang berfungsi sebagai pusat pendalaman ilmu-ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin), dalam upaya mendidik dan mempersiapkan kader-kader ulama, da’i, muballigh, ustadz yang sangat dibutuhkan masyarakat;
  2. Satu hal yang menjadi ciri khas pondok pesantren adalah penyelenggaraan program kajian ilmu-ilmu agama Islam yang bersumber pada kitab-kitab berbahasa Arab yang disusun pada zaman pertengahan yang lebih dikenal dengan nama kitab kuning (kutub at-turats). Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan kitab kuning (kutub at-turats) sebagai literatur utama mulai berkurang, sehingga banyak alumni pesantren yang kurang mampu mendalami ilmu-ilmu agama Islam dari sumber-sumber utamanya. Dalam upaya meningkatkan kembali perhatian dan kecintaan para santri untuk terus mempelajari kitab-kitab kuning (kutub at-turats) sebagai sumber utama kajian ilmu-ilmu agama Islam, maka perlu diselenggarakan perlombaan membaca, menterjemahkan dan memahami kitab-kitab kuning (Kutub At-turats) bagi para santri pondok pesantren, melalui kegiatan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi antar pondok pesantren;
  3. MQKN I tahun 2004 telah diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falah Bandung Jawa Barat dan MQKN II Tahun 2006 diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur dengan baik. Sedangkan MQKN III Tahun 2008 diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falah Banjarbaru, Banjarmasin Kalimantan Selatan. penyelenggaraan MQKN IV Tahun 2011 diselenggarakan di Pondok Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan, Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB),Untuk yang akan datang, penyelenggaraan MQKN V Tahun 2014 diselenggarakan di Pondok Pesantren As’ad Provinsi Jambi dan MQKN 2017 dilaksanakan di Jawa Tengah dan untuk tingkat Provinsi akan kita selenggarakan di PP ………………….. …..

B. Tujuan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK)

  1. Untuk mendorong dan meningkatkan kecintaan para santri kepada kitab-kitab rujukan berbahasa Arab (kutub at-turats), serta meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam dari sumber kitab-kitab berbahasa Arab;
  2. Untuk menjalin silaturahim antar pondok pesantren seluruh propinsi di Indonesia, dalam rangka terwujudnya persatuan dan kesatuan nasional;
  3. Untuk meningkatkan peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mencetak kader ulama dan tokoh masyarakat di masa depan.

C. Tujuan Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan MQK Tahun …..

Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan MQK Tahun ….. ini adalah:

  1. Untuk menjadi acuan dan petunjuk pelaksanaan MQK, khususnya bagi Panitia Pelaksana MQK Tahun ….. di Pondok Pesantren ………………….. Guyangan, Trangkil Kabupaten Pati, dalam menyiapkan segala sesuatunya bagi kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan MQK.
  2. Untuk menjadi pedoman bagi para calon peserta MQK serta para pengasuh pondok pesantren dalam upaya mempersiapkan calon-calon peserta MQK.
  3. Untuk menjadi pedoman bagi para pejabat yang terkait atau instansi yang akan berpartisipasi dalam pelaksanaan MQK –2014.
  4. Untuk menjadi pedoman bagi para Dewan Hakim dalam melakukan pelaksanaan penilaian dalam MQK agar diperoleh hasil yang optimal sesuai dengan aturan dan kaidah yang telah ditentukan.
  5. Untuk menjadi pedoman bagi masyarakat luas pada umumnya dan khususnya masyarakat pondok pesantren agar lebih dapat mengetahui secara mendalam tentang penyelenggaraan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) ini

BAGIAN KEDUA

PEDOMAN

A. Pengertian

  1. Juklak Musabaqah Qira’atil Kutub adalah tata cara penyelenggaraan musabaqah/perlombaan dalam setiap pelaksanaan MQK;
  2. Yang dimaksud MQK dalam Juklak ini adalah proses pelaksanaan musabaqah membaca kitab pada marhalah Ula, Wustha dan Ulya.

baca : Emis aplikasi desktop pondok pesantren

baca :Profesi lulusan pesantren baca : blangko cuti Kementerian Agama

baca : NSPP Pesantren ( Nomor Statistik Pondok Pesantren )

  1. Tingkatan Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQK)

Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQK) Tahun 2014 ini terdiri dari  3 (empat) tingkat (marhalah), yaitu:

Pertama      : Marhalah Ula,

Kedua          : Marhalah Wustha,

Ketiga          : Marhalah Ulya,
  1. Kitab yang Dimusabaqahkan
  1. Marhalah Ula
  2. Fiqh                                 : Sulamut Taufiq
  3. Nahwu                 : Al-Ajrumiyah
  4. Akhlaq                 : Ta’limul Muta’allim
  5. Tarikh : Khulasah Nurul Yaqin
  1. Marhalah Wustha
  2. Tafsir                 : Tafsirul Jalalain
  3. Fiqh                                 : Fathul Qarib
  4. Hadits                 : Subulus Salam
  5. Nahwu                 : Imriti
  6. Akhlak                 : Kifayatul Atqiya’
  7. Ushul Fiqh                 : Al-Waraqat
  8. Tarikh                 : Ar Rahiqul Makhtum
  9. Balaghah                 : Jauharul Maknun
  1. Marhalah ‘Ulya
  2. Tafsir                  : Ibnu Katsir
  3. Hadits                 : Syarh Al-Nawawi ‘ala Shahih Muslim
  4. Fiqh                      : Fathul Mu’in
  5. Nahwu                 : Ibn ‘Aqil
  6. Akhlaq                 : Ihya’ Ulumud Din
  7. Ushul Fiqh          : Ghayatul Wushul
  8. Tarikh                  : Ibn Hisyam
  9. Balaghah : Uqudul Juman

 Hafalan nadham tingkat ula,wustha,ulya dan debat bahasa Arab menunggu informasi dari kemenag RI.

  1. Peserta

Peserta Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Tahun …..  diatur dengan ketentuan sebagai berikut:

Peserta untuk Marhalah Ula

Adalah santri putera dan puteri pada jenjang pendidikan diniyah Ula, yang dibuktikan dengan:

  1. Photo copy Raport atau Kasyfuddarajah Pendidikan Diniyah Ula yang dilegalisir oleh Pimpinan Pondok Pesantren;
  2. Kartu Santri atau Surat Keterangan dari Pimpinan Pesantren bahwa yang bersangkutan masih terdaftar sebagai santri pondok pesantren pada tingkat Ula;
  3. Usia santri maksimal 14 tahun, dibuktikan dengan adanya Akte Kelahiran atau Ijazah santri yang bersangkutan dengan menunjukkan aslinya.

Peserta untuk Marhalah Wustha

adalah santri putera dan puteri pada jenjang pendidikan diniyah wustha, yang dibuktikan dengan:

  1. Photo copy Raport atau Kasyfuddarajah Pendidikan Diniyah wustha yang dilegalisir oleh Pimpinan Pondok Pesantren.
  2. Kartu Santri atau Surat Keterangan dari Pimpinan Pesantren bahwa yang bersangkutan masih terdaftar sebagai santri pondok pesantren pada tingkat wustha.
  3. Usia santri maksimal 17 tahun, dibuktikan dengan adanya Akte Kelahiran atau Ijazah santri yang bersangkutan dengan menunjukkan aslinya.

Peserta untuk Marhalah ‘Ulya adalah santri putera dan puteri pada jenjang pendidikan diniyah ‘Ulya, dibuktikan dengan:

  1. Photo Copy Kasyfuddarajah atau Raport Pendidikan Diniyah ‘Ulya yang bersangkutan, dilegalisir oleh pimpinan pondok pesantren.
  2. Kartu Santri atau Surat Keterangan dari Pimpinan Pesantren bahwa yang bersangkutan masih terdaftar sebagai santri pondok pesantren pada tingkat ’ulya/aliyah
  3. Usia santri maksimal 20 tahun, dibuktikan dengan Akte Kelahiran atau Ijazah santri yang bersangkutan dengan menunjukkan aslinya.

 F. Sistem Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK)

  1. Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi ini dilakukan dengan satu tahap seleksi;
  2. Hasil Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Provinsi ditetapkan dengan urutan peserta terbaik I, II, dan III pada setiap cabang dan golongan masing-masing;
  3. Hasil Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Provinsi dengan urutan peserta terbaik I pada setiap cabang dan golongan masing-masing akan di berangkat ke tingkat Nasional di Provinsi Jambi, jika juara I memenuhi nilai akumulasi niminal 75.

G. Perangkat Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQK)

  1. Tempat

Tempat Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) antara lain terdiri dari:

  1. Mimbar Qira’at: yaitu tempat penampilan dan penyajian peserta;
  2. Tempat Majelis Hakim;
  3. Tempat Panitera;
  4. Tempat Peserta;
  5. Tempat Pengunjung.
  1. Perlengkapan

Perlengkapan yang diperlukan dalam penyelenggaraan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) ini meliputi:

  1. Perlengkapan administrasi, terdiri dari:
  • Perlengkapan administrasi untuk peserta;
  • Perlengkapan administrasi untuk Majelis Hakim;
  • Perlengkapan administrasi untuk Panitera/Petugas lainnya.

2. Perlengkapan elektronik, Terdiri dari :

  • Perlengkapan mimbar;
  • Perlengkapan Majelis Hakim;
  • Perlengkapan untuk Petugas;
  • Perlengkapan ruang arena;

3. Perlengkapan meubelair, terdiri dari:

  • Perlengkapan untuk peserta;
  • Perlengkapan untuk Majelis Hakim;
  • Perlengkapan untuk Petugas;
  • Perlengkapan untuk Pengun
  1. Waktu Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK)
    1. MQK Tingkat Provinsi Tahun 2014 di PP ………………….., …. ini dilaksanakan mulai Senin-kamis, tanggal 12-15 Mei 2014 setelah acara Pembukaan, sebagaimana jadual terlampir;
    2. Jadual definitif musabaqah ditetapkan oleh Panitia Penyelenggara yang kemudian dibagikan kepada para pimpinan kafilah setelah technical meeting di arena Musabaqah.

H. Pelaksanaan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK)

Proses Pelaksanaan MQK sebagai berikut :

  1. Tahap persiapan, meliputi:
  2. Pendaftaran peserta
  • Tahap pertama:

Setiap daerah mengirimkan daftar nama dan umur peserta sesuai rekap peserta sebagaimana terlampir melalui hardware (surat/fax) dan software (e-mail) kepada Panitia Pelaksana MQK Tingkat Provinsi Tahun 2014 dengan alamat: …………………….

  • Tahap kedua:

Setiap daerah menginput data peserta masing-masing pada program aplikasi yang dapat diakses melalui website: ……

  • Tahap ketiga:

Setiap peserta menyerahkan dokumen persyaratan yang telah ditentukan dan mendaftarkan diri langsung ke petugas menjelang pemeriksaan keabsahan didampingi Official.

  1. Pengesahan Peserta
  • Peserta wajib mengikuti proses pemeriksaan keabsahan yang dilakukan oleh Panitia Bidang Keabsahan di lokasi yang ditentukan;
  • Pengesahan peserta ditetapkan oleh Panitia Bidang Keabsahan.

2. Penentuan dan Pengambilan Nomor Tanda Peserta

  • Penentuan nomor dan tanda pengenal peserta dilaksanakan dengan cara mengambil nomor yang telah disediakan oleh panitia setelah proses pengabsahan;
  • Pengambilan nomor dan tanda pengenal peserta dilakukan oleh official di tempat pendaftaran.

3. Pertemuan Teknis (Technical Meeting)

Pertemuan teknis (Technical Meeting) diselenggarakan sebelum pelaksanaan; diikuti oleh official dengan materi:

  • Penjelasan teknis pelaksanaan musabaqah; dan
  • Penjelasan jadual tampil masing-masing peserta pada setiap majelis.
  1. Pelaksanaan MQK

a. Waktu dan Tempat

MQK Tingkat Provinsi Tahun 2014 diselenggarakan ………………..Mei 2014 di Komplek Pondok Pesantren ………………….., …..

b. Tata Cara Musabaqah

  • Musabaqah dilakukan dalam satu babak, yaitu: langsung penentuan juara;
  • Seluruh peserta MQK Tingkat Provinsi harus ikut seleksi berdasarkan nomor urut peserta yang diperoleh melalui undian yang dilakukan sebelum pelaksanaan musabaqah;
  • Nomor urut peserta dibuat menurut bidang musabaqah untuk masing-masing tingkatan. Setiap peserta disediakan waktu membaca kitab dalam mimbar musabaqah selama maksimal 10 menit;
    • Ketentuan waktu musabaqah ditandai dengan lampu berwarna, yaitu: lampu kuning tanda persiapan; lampu hijau tanda mulai membaca dan tanya jawab; lampu kuning kedua tanda peringatan akan habisnya waktu; dan lampu merah tanda habisnya waktu;
    • Penentuan Pemenang (pembaca terbaik) sebagai hasil akhir MQK ditentukan oleh nilai tertinggi yang diberikan oleh Dewan Hakim.
  1. Pemilihan Maqra’ dan Soal MQK

Maqra’ yang akan dibaca oleh peserta musabaqah, diatur sebagai berikut:

  • Maqra’ disiapkan oleh Dewan Hakim yang ditentukan maksimal 24 jam sebelum pelaksanaan MQK Tingkat Provinsi;
  • Maqra’ dipilih dari kitab-kitab yang dimusabaqahkan, sesuai dengan tingkatan dan tahapan musabaqah;
  • Pemilihan maqra’ oleh peserta dilakukan melalui undian sebelum peserta naik mimbar musabaqah;
  • Maqra’ yang telah dipilih oleh masing-masing peserta tidak dapat ditukar kepada peserta lain.

d. Pemenang Musabaqah

Pemenang MQK, terdiri dari:

Pemenang I, II, dan III Peserta Putera, serta peserta Puteri, untuk setiap bidang musabaqah pada setiap tingkatan akan mendapat kan Insentif sebesar ketentaun yang ada

 

  1. Contoh Jadwal Pelaksanaan MQK (Tentatif)

 

HARI/TANGGAL WAKTU KEGIATAN PENANGGUNG JAWAB
Senin,

………….

08.00 – 12.00

12.00 – 13.00

13.00 – 17.00

17.00 – 19.00

19.00 – 21.30

Keabsahan Peserta

Ishoma

Upacara Pembukaan

Ishoma

Technical Meeting

Panitia

Panitia

Selasa,

……

08.00 – 11.30

11.30 – 13.30

13.30 – 17.00

18.00 – 20.00

20.00 – 22.30

Pelaksanaan MQK

Ishoma

Pelaksanaan MQK

Isthoma

Hiburan

Dewan Hakim

Dan Panitera

Rabu

…….

08.00 – 11.30

11.30 – 13.30

13.30 – 17.00

18.00 – 20.00

20.00 – 22.30

Pelaksanaan MQK

Ishoma

Pelaksanaan MQK

Ishoma

Hiburan

Dewan Hakim

Dan Panitera

Panitia

Kamis

…………..

08.00 – 11.30

11.30 – 13.30

Upacara Penutupan

dan Pembagian Hadiah

Sayonara

Panitia

 Catatan: Jadual sewaktu-waktu dapat berubah.

f. Penampilan Peserta

  • Penampilan peserta menggunakan nomor yang diperoleh dari panitia dan diatur dengan jadual;
  • Peserta yang akan tampil dan mengikuti penentuan giliran pada hari yang ditentukan harus hadir 30 menit sebelum acara dimulai;
  • Peserta yang berhalangan tampil harus memberitahukan 30 menit sebelum musabaqah dimulai;
  • Peserta yang dipanggil 3 (tiga) kali berturut-turut tidak hadir, maka hak tampilnya dinyatakan gugur;

I. Sanksi

Peserta yang melakukan Pelanggaran pad saat penampilan akan diberikan sanksi oleh Majelis Hakim.

 J. Kegiatan

  1. Pendaftaran peserta dan pemeriksaan/penentuan keabsahan peserta hari yang ditentukan;
  2. Acara Pembukaan dan Penutupan di lokasi kegiatan;
  3. Lokasi Pembukaan MQK Tingkat Provinsi di Lapangan Lokasi lomba;
  4. Bazaar dilaksanakan di Pondok Pesantren …………………………..;
  5. Pameran Tampilan Produk (Kreatifitas/karya akademik) Pondok Pesantren di di Jawa Tengah di laksanakan di area pembukaan ;
  6. Panggung Apresiasi Seni digelar di Lapangan Utama Pondok Pesantren ……………………;
  7. Pawai Ta’aruf dilaksanakan mulai dari Pondok Pesantren ……………………..;
  8. Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren se Jawa Tengah ;

K. Akomodasi (Penempatan)

  1. Penempatan Peserta Santri Putra di Pondok Pesantren ………………….., ….;
  2. Penempatan Peserta Santri Putri di Pondok Pesantren ………………….., ….;
  3. Penempatan Pendamping dan Official di Pondok Pesantren ………………….., ….;
  4. Penempatan Dewan Hakim Pondok Pesantren ………………….., …. atau Hotel terdekat;
  5. Penempatan Panitia di Pondok Pesantren ………………….., ….;
  6. Sekretariat Panitia Ruang Perpustakaan Pondok Pesantren ………………….., ….;
  7. Ruang Pelayanan Informasi (Pers) di Pondok Pesantren ………………….., …..

 L. Lain-Lain

Hasil rekaman dari penampilan dan penyajian peserta menjadi milik Panitia Penyelenggara.

 

BAGIAN KETIGA

DEWAN HAKIM DAN SISTEM PENILAIAN

  1. Dewan Hakim dan Panitera

Untuk menilai peserta MQK dan menentukan pemenangnya, dibentuk Dewan Hakim dan Panitera, dengan ketentuan:

  1. Anggota Dewan Hakim memiliki kemampuan berbahasa Arab dan menguasai kitab-kitab yang dimusabaqahkan;
  2. Setiap Majelis Musabaqah dinilai oleh tiga orang Hakim dibantu oleh 3 (tiga) orang Panitera;
  3. Keanggotaan Dewan Hakim ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah;
  4. Sebelum pelaksanaan tugas, kepada semua anggota Dewan Hakim akan dilakukan ikrar sumpah Dewan Hakim.
  5. Susunan Personalia Dewan Hakim dan Panitera disusun kemudian.

B. Pola Kerja Dewan Hakim dan Panitera

Pola Kerja Dewan Hakim dan Panitera diatur sebagai berikut:

Dalam melaksanakan tugasnya Dewan Hakim dan Panitera dibagi menjadi 28 (dua puluh delapan) Majelis terdiri dari:

  1. 2 (Dua) Majelis Tafsir                 : Wustha, Ulya;
  2. 2 (Tiga) Majelis Hadits                 : Wustha, Ulya;
  3. 3 (Tiga) Majelis Fiqih                  : Ula, Wustha, Ulya;
  4. 3 (Tiga) Mejelis Akhlaq                 : Ula, Wustha, Ulya;
  5. 3 (Tiga) Mejelis Nahwu                 : Ula, Wustha, Ulya;
  6. 3 (Tiga) Mejelis Tarikh                 : Ula, Wustha, Ulya;
  7. 2 (Dua) Majelis Ushul Fiqh         : Wustha, Ulya;
  8. 2 (Dua) Majelis Balaghah             : Wustha, Ulya;

Pada setiap majelis akan dinilai oleh 3 (tiga) orang Hakim dan dibantu oleh 2 (dua) orang panitera;

  1. Debat Bahasa Arab
  1. Penilaian
  1. Kriteria Penilaian

Penilaian MQK Tingkat Provinsi ini dilakukan terhadap 3 (tiga) aspek, yaitu aspek kelancaran membaca (fashahah al-qira’ah), kebenaran membaca (shihah al-qira’ah), dan aspek pemahaman makna (fahm al-ma’ani) terhadap maqra’ yang ditentukan. Setiap aspek penilaian terdiri dari tiga komponen, dengan nilai sebagai berikut:

  1. Bidang Kelancaran Membaca (Fashahah al-Qira’ah):
NO KOMPONEN YANG DINILAI NILAI MIN NILAI MAKS
1

2

3

Makhraj, Mad, Syiddah

Tanghim (intonasi)

Sur’ah (kecepatan) Thabi’iyah

20

15

15

40

30

30

 J u m l a h 50 100
  1. Bidang Kebenaran Membaca (Shihhah al-Qira’ah):
NO KOMPONEN YANG DINILAI NILAI MIN NILAI MAKS
1

2

3

Binyah Sharfiyah

Alamatul-I’rab (harakah)

Mawaqi’ul-Kalimah minal-I’rab

20

15

15

40

30

30

 J u m l a h 50 100
  1. Bidang Pemahaman Makna (Fahm al-Ma’ani):
NO KOMPONEN YANG DINILAI NILAI MIN NILAI MAKS
1

2

3

Ma’na al-Mufradat

Ma’na al-Jumal

Al-Ma’na al-Dalali

15

20

15

30

40

30

 J u m l a h 50 100
  1. Cara Penilaian:
  2. Seorang Hakim memberikan penilaian terhadap tiga aspek penilaian sekaligus;
  3. Penilaian dilakukan terhadap pembacaan maqra’/hafalan nazham (untuk kitab Alfiyah dan Imriti) dan kemampuan menjawab pertanyaan Hakim;
  4. Nilai untuk setiap komponen adalah nilai maksimal dikurangi banyaknya kesalahan. Nilai tidak lebih dari nilai maksimal dan tidak kurang dari nilai minimal sebagaimana tercantum dalam tabel 1 huruf a, b dan c di atas. Nilai akhir adalah hasil penjumlahan nilai tiga komponen dari tiga orang Hakim;
  5. Penilaian ditulis langsung pada blanko penilaian yang telah tersedia dan segera di tempel pada ruang pengumuman hasil lomba yang dapat dilihat langsung hasilnya;
  6. Hasil penilaian para anggota Dewan Hakim dibuat rekapitulasinya oleh paniteradan.

 

BAGIAN KEEMPAT

PEMBIAYAAN

MUSABAQAH QIRA’ATIL KUTUB (MQK)

A. Sumber Dana

Dana untuk pembiayaan pelaksanaan MQK Tingkat …………………….bersumber dari DIPA …………………………….

Ketentuan Biaya bagi Peserta MQK

  1. Biaya akomodasi dan konsumsi Peserta MQK ditanggung oleh Panitia ….; sedangkan untuk Official ditanggung oleh masing masing daerah;
  2. Biaya transportasi peserta, official, pembimbing, dan penggembira/pengunjung ke lokasi MQK, dibiayai oleh masing-masing daerah/Kab./kota.

 berikut link download

untuk tor dan juknis silakan klik disini nanti akan muncul adf.ly, tunggu beberapa detik selanjtnya silakan di klik skip. bisa deh di download

tor MQK  contoh TOR MQK

untuk blanko penilaian lomba mqk silakan download disini

untuk MQK nasional 2017 di Jawa Tengah bisa dilihat di MQK 2017 di Jawa Tengah (MQK ke 6)