Ngopi di Warung Payung Pinggir Jalan Kemuning

Share

Pengalaman minum kopi dan makan mie instan pop mie pada warung payung pinggir jalan Kemuning sebelum Ndoro Donker, daftar harga dan menu, menikmati pemandangan area Kebun Teh Kecamatan Ngargoyoso.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, pagi tadi (31 Oktober 2021) habis ngajari naik kendaraan anak dan istri di depan masjid Baiturrahman Gadungan, kemudian lanjut iseng jalan jalan ke arah timur nyari anget-anget.

Sebenarnya tujuan sudah dari hari sebelumnya saya tentukan, yaitu nyobain warung tenda berupa payung alias lapak makanan minuman bakso yang ada di pinggir jalan kebun teh Kemuning, sebelum restoran ndoro donker jika arahnya dari bawah (Kalianda/sepranten).

Saya juga belum tahu kenapa sungai ini dinamakan dengan kalianda (kali=sungai, anda/ondo=tangga).

Bisa jadi mbah-mbah pada paham riwayatnya namun saya saja yang tidak tahu sejarahnya, adapula dungpethel, apalagi ya namanya sungai di sekitar situ, kaleran, dan lain sebagainya.

Kembali lagi ke ngopi di warung beratapkan payung pada pinggir jalan Kebun Teh Kemuning, kami berempat (saya, bini dan 2 orang anak) mampir kisaran pagi hari jam 8.

Namanya keramaian, ada saja tukang parkirnya.

Kemudian memesan beberapa makanan dan minuman yaitu

  • 2 Pop Mie,
  • semangkuk bakso pentol,
  • segelas es teh,
  • dua gelas pop ice,
  • secangkir coffee mix,
  • 2 bungkus snack makanan anak-anak.

Selesai makan saya bayar dengan selembar uang seratus ribu, kembalinya Rp. 51.000,- (lima puluh satu ribu rupiah).

Ngopi di Warung Payung Pinggir Jalan Kemuning sambil selfie dan menikmati pemandangan kebun teh

Pastinya resto ndoro donker merupakan tempat lokasi selfie yang bagus, ada mobil vw yang klasik dan juga area perkebunan teh yang hamparannya luas.

Namun menengok isi dompet kok isine koyo irisan brambang, marai mbrebes mili, akhirnya pilih saja paket hemat jajan di pinggir jalan naik kalianda menuju ke ndongkeran (jadi saya kira nama ndoro donker berasal dari nama wilayah yang dulu disebut dengan ndongkeran).

Urusan selfie malah tidak kalah menarik, apalagi anda berfoto dengan latar belakang gunung cilik dan gunung gede, sampean berada ditengah kebun teh atau berada didepan tulisan Kemuning.

Bisa menjadi DP WA maupun status pada facebook piknik tipis tipis ke Ngargoyoso.

warung payung pinggir jalan kemuning

Selain lokasi selfie yang termasuk menarik dan menakjubkan, jika anda wong kutho, tentu sampean bisa merasakan udara yang segar dan aroma teh pada perkebunan ini.

Bisa sejenak melepas penat pikiran dan melonggarkan spaneng yang ada di kepala. Rodo lali sithik angsuran rutin. (sukur – sukur sampean engga punya sanggeman pinjaman, tambah suegerrr).

Kalau sabtu dan minggu, selain pemandangan hijau menghampar di belakang lapak payung ini, anda juga bisa melihat banyak bus pariwisata yang menuju keatas (pagi hari) serta jeep adventure kemuning yang lalu lalang menyediakan pengalaman seru bagi para pengunjungnya.

Penjual kebanyakan dari Dusun Sepranten Desa Kemuning

Saya mencoba menghitung jumlah lapaknya, namun tidak terlalu konsentrasi menghitung, kayaknya ada sekitar 7 warung yang berjejer pada pinggir jalan ini.

Hampir semuanya berasal dari Dusun Sepranten, sebelah utara dusun Gadungan, kecuali satu orang saja yaitu yu Srini yang dulu buka warung Mie ayam di Rumahnya.

Menurut keterangan Bapak Penjual makanan minuman ini, biasanya buka mulai jam delapan pagi dan tutup jam lima sore. Syaratnya tidak ada hujan. Kalau hujan ya bisa telat buka atau lebih cepat menutup lapaknya.

warung payung pinggir jalan kemuning

Ada perbedaan pengunjungnya juga kalau hari libur dan biasa, tentu saat sabtu dan minggu lebih banyak pembeli yang datang.

Pada saat membayar makanan minuman, sekilas saya melihat rincian biaya yang saya bayar adalah sebagai berikut ini (kalau gak salah ya);

  • 2 Pop Mie, Rp. 20 ribu (@ 10 ribu)
  • semangkuk bakso pentol, 8 ribu
  • segelas es teh, 2 atau 3 ribu an.
  • dua gelas pop ice, 10.000 (mungkin ya, @ Rp 5.000,0 kalau gak salah)
  • secangkir coffee mix, 5 ribu
  • 2 bungkus snack makanan anak-anak. 4 ribu @2.000,-

Ya maap kalau mungkin kurang tepat perincian harganya, estimasinya sekitar itu sih, moga-moga saja saya benar menyampaikan keterangan.

Ya setidaknya menjadi alternatif nongkrong dekat ndoro Donker karena kalau beneran masuk ke resto (Ndoro Donker) ini kok saya rada khawatir isi dompet saya kurang jumlahnya untuk mbayar.

Begitulah pengalaman nongkrong di tempat yang asyik di Kemuning (versi saya) paket hemat jalan-jalan ke perkebunan Teh Ngargoyoso.

Demikian tulisan pengalaman kali ini, salam kenal, wilujeng dalu, wassalaamu’alaikum.


Share

Mumtaz Hanif

salam blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *