hadits-tentang-kejujuran

Hadits tentang Kejujuran

Hadits tentang kejujuran

Informasi tentang hadits kejujuran tulisan arab latin arti bahasa Indonesia dan terjemahnya lengkap dengan haakat syakal ditambahkan pengertian apa itu jujur dan kaitan dalam perdagangan jual beli.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, malam ini akan disampaikan beberapa hadits berkaitan mengenai jujur atau kejujuran yang ditulis dalam tulisan bahasa arab lengkap dengan harakat syakal disertakan arti terjemah bahasa Indonesia.

Pengertian Jujur Secara Bahasa dan Istilah

Secara bahasa, pengertian jujur adalah mengakui, berkata, atau pun memberi suatu informasi yang sesuai dengan apa yang benar-benar terjadi/kenyataan

Pengertian jujur secara istilah pengertian jujur secara istilah adalah sikap seseorang ketika berhadapan dengan sesuatu atau pun fenomena tertentu dan menceritakan kejadian tersebut tanpa ada perubahan/modifikasi sedikit pun atau benar-benar sesuai dengan realita yang terjadi.

Sedangkan Menurut Mohamad Mustari (2011: 13-15), Pengertian jujur secara istilah yaitu suatu perilaku manusia yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap dirinya maupun pihak lain.

Contoh hadits tentang kejujuran

Berikut beberapa hadits dan artinya berkaitan dengan sifat jujur atau kejujuran

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’”

Menurut At-Tirmidzi derajat dari hadits ini adalahhasan shahih

Dalam hadits lain disebutkan

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ

Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga

, وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا

Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur
sumber : almanhaj.or.id/

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

“Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.

Hadits tentang kejujuran dalam perdagangan dan jual beli

Selain disampaikan mengenai sifat jujur secara umum, dibawah ini memuat tentang watak atau sikap berbuat jujur dalam bermuamalah pada kegiatan jual beli atau dalam perdagangan secara umum, baik di pasar, online, COD, atau bisnis yang lain yang masih ada sangkut paut dengan perdagangan.

إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا إِلاَّ مَنِ اتَّقَى اللَّهَ وَبَرَّ وَصَدَقَ

artinya : “Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti sebagai orang-orang fajir (jahat) kecuali pedagang yang bertakwa pada Allah, berbuat baik dan berlaku jujur

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا – أَوْ قَالَ حَتَّى يَتَفَرَّقَا – فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا ، وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

Kedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya, bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya akan hilanglah keberkahan bagi mereka pada transaksi itu.

Sumber : rumaysho.com

Penutup

Itulah beberapa hadits tentang kejujuran termasuk didalamnya ada riwayat yang khusus yaitu hadits tentang kejujuran dalam berniaga jual beli bisnis perdagangan.

Selain itu dapat dijadikan sebagai self remainder pengingat diri sendiri senantiasa bertahan dalam jujur baik perkataan perbuatan maupun perilaku.

Bagi para khatib yang mendapatkan jadwal kultum entah mengisi pengajian rutin ibu-ibu maupun kuliah tujuh menit di bulan ramadhan, hadits hadits diatas bisa menjadi rujukan dan dalil dalil penguat sebagai bahan khutbah yang dapat dicari syarakh atau penjelasannya pada kitab kitab yang bertebaran di dunia maya.

Meskipun browsing dengan internet baik melalui hape atau komputer, ada baiknya juga memperhatikan kesahihan dan sumber yang diambil supaya materi dapat dipertanggungjawaban dalam muatan isi serta kandungannya.
Demikian, sugeng dalu.

wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: