Pemetaan Problem Penurunan Minat Belajar santri di TPQ

Bingung-dengan-jenjang-Madrasah-Diniyah-Takmiliyah

Pontren.com – memetakan problematika pengelolaan Taman Pendidikan Alquran dalam hal minat belajar anak didik disertai dengan alasan yang mempengaruhi tingkat keinginan mengaji dan analisa serta saran dan cara mengatasi situasi yang di hadapi secara empiris berdasarkan penelitian mahasiswi UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM .

Dirangkum dari Skripsi oleh EVI FITRIYANI NIM D71210138 Judul ANALISIS PROBLEMATIKA TINGKAT MINAT BELAJAR AL QURAN DI TPQ MIFTAHUL ABIDIN DESA BOTENG KECAMATAN MENGANTI – KABUPATEN GRESIK.

Dari karya ilmiah penelitian diatas juga banyak dialami oleh lembaga Taman Pendidikan di berbagai wilayah baik kota maupun desa pinggiran atau dekat dengan keramaian.

Berikut analisa tentang minat santri belajar mengaji khususnya pada lembaga pendidikan alquran (TKQ, TPQ, maupun TQA).

Bedasarkan rumusan masalah penelitian dan hasil penyajian data serta analisis data dari saudari evi fitriyani, yang terkumpul tentang analisis problematika tingkat minat belajar Al Quran di TPQ Miftahul Abidin Desa Boteng Kecamatan Menganti -Kabupaten Gresik ini, beliau mengambil kesimpulan sebagai berikut:

minat belajar santri mengalami penurunan pada saat mulai menginjak remaja

Minat belajar Al Quran para santri TPQ Miftahul Abidin mengalami penurunan pada saat usia anak menganjak remaja. Ditingkat iqro‟ yang mayoritas santri – santri nya berusia 4 – 5 tahun, minat belajar Al Quran nya masih sangat tinggi sedangkan di tingkatan juz amma minat belajar Al Qurannya relatif stabil kemudian ditingkat Al Quran minat belajar para santri mengalami penurunan.

Kadang kala minat belajar Al Quran para santri meningkat saat ada reward dari ustadz ustadzahnya dan juga metode yang digunakan menyenangkan.

Pengaruh eksternal semisal orang tua kurang peduli serta terpengaruh dengan perkembangan zaman

guru-TK-SD-mengajar-TPQ
koordinasi telfon memetakan masalah penurunan minat belajar santri di TPQ

Pengaruh problem – problem yang terjadi terhadap tingkat minat belajar Al Quran yakni menurunnya minat belajar para santri.

Problem-problem tersebut diantaranya ;

para santri yang sudah terpengaruh perkembangan zaman,
masyarakat yang masih menyepelekan keberadaan TPQ,

Orang tua yang kurang memahami akan pentingnya belajar Al Quran,

jumlah ustadz dan ustadzah yang masih sedikit sehingga kegiatan belajar mengajar kurang kondusif mengakibatkanm penurunan minat belajar santri

sarana prasarana yang masih kurang juga mempengaruhi tingkat minat belajar Al Quran para santri.

Solusi atau upaya untuk mengatasi problem-problem yang terjadi terhadap tingkat minat belajar Al-Quran

Adapun penulis dari skripsi ini memberikan Solusi atau upaya untuk mengatasi problem-problem yang terjadi terhadap tingkat minat belajar Al-Quran di TPQ Miftahul Abidin diantaranya ;

memberikan metode –metode mengajar yang menyenangkan dan tidak membosankan agar minat belajar Al Quran para santri meningkat,

melibatkan masyarakat dalam kegiatan keagamaan agar para pengurus TPQ bisa melakukan pendekatan pada masyarakat akan pentingnya belajar Al Quran,

solidaritas-blogger
semangat mencari solusi dan aktif dalam mengaplikasikan jalan keluar pada lembaga

orang tua yang kurang faham akan pentingnya belajar Al Quran diberi arahan agar para orang tua mau membangkitkan minat anak dalam belajar Al Quran,

jumlah ustadz ustadzah yang kurang diatasi dengan bekerja sama dengan guru-guru lulusan PAI atau orang – orang yang dianggap memahami ilmu tentang Al Quran,

dan sarana prasarana yang dianggap masih kurang diatasi dengan menggunakan uang pribadi masing-masing pengajar untuk kepentingan pembelajarannya,

Saran – saran penulis karya ilmiah terhadap kondisi yang di hadapi TPQ semisal seperti ini

  1. Kepada kepala TPQ Miftahul Abidin. Bedasarkan hasil penelitian yang penulis simpulkan bahwa problematika tingkat minat belajar Al Quran di TPQ Miftahul Abidin Desa Boteng Kecamatan Menganti – Kabupaten Gresik ini masih banyak yang belum terpecahkan. Oleh karenanya kepala TPQ hendaknya lebih meningkatkan kualitas TPQ dengan mengadakan berbagai kegiatan keislaman yang mampu memancing minat belajar Al Quran para santri di TPQ Miftahul Abidin
  2. Kepada ustadz dan ustadzah TPQ Miftahul Abidin. Untuk mengatasi peramasalahan tingkat minat belajar Al Quran para santri hendaknya para ustadz ustadzah harus bisa memberikan pengajaran – pengajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan, kemudian melakukan pendekatan yang lebih intens pada masyarakat beserta orang tua santri tentang pentingnya belajar Al Quran untuk anak – anaknya.
  3. Kepada Santri TPQ Miftahul Abidin hendaknya harus lebih giat dalam belajar Al Quran, kerena belajar Al Quran sangat lah penting untuk kehidupan dunia akhirat. Belajar Al Quran tidak hanya bisa membacanya saja, namun ketepatan bacaan dan pemahaman isi Al Quran juga merupakan bagian terpenting dalam belajar Al Quran.
  4. Bagi penulis hendaknya terus belajar dan melakukan penelitian mengenai analisis problematika tingkat minat belajar Al Quran, supaya kedepannya bisa sedikit membantu dalam menyelesaikan prolem – problem yang terjadi.
loading...

Silakan berkomentar