Sate Kambing Pak Mul Mojogedang, Nyoba Bakar Masak Tengkleng

Sate Kambing Pak Mul Mojogedang, Nyoba Bakar Masak Tengkleng

Njijal wisata kuliner icip-icip warung makan sate kambing pak Mul di dusun Jubleg, Tepus Sewurejo Mojogedang Karanganyar setelah rampung melihat acara jalan sehat start dari Makutoromo Karangpandan.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, hari Jum’at ini (tanggal 11 Agustus 2023) ada acara jalan sehat di Karangpandan dalam rangka rangkaian acara 17 Agustus.

Ada banyak peserta yang turut menyemarakkan kegiatan ini, utamanya para pelajar yang mengikutinya. Lumayan orasah mlebu pelajaran. Ada youtuber kondang dari Gerdu yaitu mbah Dengah dengah yang melakukan live streaming.

Tapi sayangnya ndilalah jarene pas wawancara malah lupa menghidupkan tombol suara, ora di on kan, ealah apes.

Selesai acara jalan sehat kemudian ada pembagain door prize dari panitia, mbuh siapa saja yang dapat rejeki nomplok juga kurang paham, sing penting saya ucapkan bagi anda yang beruntung.

Karena kemarin sudah angen-angen pengen nyate, akhirnya bertiga kompromi, mau dibawa kemana perut ini untuk diisi. Awalnya ada opsi ke tempatnya pak dadut.

Tapi mengingat mungkin saja disana ramai dan antri karena jam sibuk serta peserta jalan sehat yang nyate, akhirnya ada pilihan, yaitu di Gentungan mojogedang. Walah agak lumayan jauh juga, keburu lapar.

Dan akhirnya setelah menimbang mengingat kemudian nyengklak motor menuju Mojogedang.

Sate Kambing Pak Mul Mojogedang, Daftar menu dan harga, Review Pengunjung

menikmati sate kambing

Kalau anda hendak ke tempat ini, memang kudu melengne, beneran niat apabila anda dari solo ke Karangpandan. Karena lokasinya tidak berada di jalur pinggir jalan raya.

Saya cek di google maps, perjalanan dari terminal Karangpandan ke warung sate ini 9 menit memakai motor, dan 11 menit jika pakai mobil. Kalau jalan kaki lebih lama lagi, bisa gempor.

Setelah sampai, langsung saja memesan menu, 1 bakar, dan 2 masak, serta tambahan lagi satu tingkleng untuk partai tambahan bertiga.

Untuk minumnya memesan teh anget, tiga gelas. Sepersekian menit 4 piring isi daging kambing (muda tentunya) sudah datang.

Lha endi segane? Pikir saya dalam hati. Ternyata warung sate pak Mul ini dalam hal nasi konsepnya mengambil sendiri dari magic jar yang sudah ada. Jadi anda bisa mengukur kemampuan perut anda menerima banyaknya nasi dan daging kambing.

Dalam penyajian sate bakar, tempat ini konsepnya sudah diletakkan dalam piring tanpa tusuknya, jadi sudah dilepas dari sunduk sate. Anda tinggal memakan dagingnya dengan sendok langsung.

Akan tetapi adapula beberapa orang yang merasa kurang sreg model seperti ini, karena “katanya” nikmatnya makan sate ya saat menggigit dari sunduknya. Kalau ini sih selera saja ya, bagi saya sih sama aja.

Untuk sate bakar, saya rasa porsinya sedang-sedang saja, tidak banyak tidak pula sedikit. Kalau kurang anda tinggal memesan lagi.

Untuk tongseng dan tengklengnya menurut saya lumayan banyak. Cukupan bagi orang yang nafsu makannya standar-standar saja, tidak jago makan tetapi juga bukan yang sedang diet.

Urusan tempat makan, anda bisa pilih lesehan atau duduk pada bangku atau dingklik panjang. Kalau menurut saya mejanya ngepres jika makan berhadap-hadapan, agak kurang leluasa meletakkan piring tempat balung tingkleng.

Bisa jadi karena memang tanahnya terbatas, akhirnya penataannya relatif seperti itu.

Bagaimana rasanya?
Kalau menurut saya sih sepadan dengan harganya. Pada review di google maps ada yang menyampaikan enak dan murah, ada yang menyebutnya average atau lazimnya rasa daging kambing. Maksudnya ya standar lah, tidak buruk, namun juga belum mencapai taraf istimewa.

Berikut adalah beberapa petikan komentar pembeli di google maps;

masakan daging kambing bakar masak tingkleng
  • Sate Kambing dan tongseng kambingnya enak banget, dan harganya terjangkau (dhanty)
  • Rasanya mantab Jiwa ragam uempuk jossssss….. mak nyuussssssss….. (ari Wibowo)
  • Mantab… enak dan harga bersahabat….. (Bejo Mas)
  • Lumayanlaah (Danang Setyawan)

Kalau menyimak komen, mereka menyebutnya murah, berapa sih harga atau tarifnya sate tongseng maupun menu lainnya?

Ini dia tarifnya sebagaimana dalam banner MMT yang ada di warung makan sate ini;

Daftar MenuHarga dalam Rupiah
SateRp. 23.000
GuleRp. 20.000
TongsengRp. 23.000
TingklengRp. 23.000
MinumRp. 3.000
NasiRp. 3.000

Adapula berupa paket yaitu;

Nama PaketHarga (Rp)
Tengkleng + nasi + minumRp. 28.000
Sate + nasi + minumRp. 28.000
Gule + nasi + minumRp. 25.000
Tongseng + nasi + minumRp. 28.000

Selisih seribu rupiah kalau anda beli paketan daripada anda membelinya secara eceran.

Setelah rampung makan, kemudian laporan kepada bakulnya, teh hangat 3, nasi putih 3 piring, sate bakar 1, masak (tongseng) 2, tingkleng 1. Habisnya Rp. 107.000,- (seratus tujuh ribu rupiah).

Nah itulah sekedar cerita dikala pengen mangan sate di area Karangpandan, namun karena kondisi dan situasi akhirnya mlipir ke Mojogedang nyate di tempatnya pak Mul.

Kalau anda gimana? Pernahkah ningkleng atau nyate di tempat ini? Wassalamu’alaikum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top