Jum’atan di Masjid Belakang Terminal Karangpandan

Jum’atan di Masjid Belakang Terminal Karangpandan

Pagi tadi (17 Pebruari 2023) saya masih agak ngantuk, karena semalam tidurnya agak ngantuk. Sampai saat istirahat kerja leangan sebentar, apa sudah tidur beneran atau sekedar lelap kemudian setengah dua belas terjaga.

Pontren.com – assalaamu’alaikum, akhirnya bangun dan siap-siap sholat jum’at, milang-miling hendak kemana, akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Terminal Karangpandan yang masjidnya ada di sebelah belakangnya.

Nama Masjidnya adalah Al Huda letaknya di Dukuh Klatak, anda bisa melihat nama masjid ini pada jam digital yang menempel pada dinding masjid.

Memang tidak kelihatan kalau anda berada di terminal, namun ada jalan kecil di sebelah barat utara yang menuju arah masjid ini.

Saat itu masih agak lengang, namun sudah ada beberapa jamaah yang hadir.

Tampak juga anak-anak memakai seragam pramuka duduk pada bagian belakang yang dekat dengan makanan sedekah jum’at berkah.

makanan jum'at berkah di masjid
anak anak dan makanan Jum’at Berkah

Apakah anak-anak ini duduk disitu suatu kesengajaan agar bisa ngambil nanti atau kebetulan saja posisinya itu enak untuk ngumpul sesama teman mereka.

Zaman dulu bisa parkir kendaraan di depan masjid. Namun sekarang tidak bisa, karena halamannya ada tikar untuk salat juga. Hmmm, berarti ada peningkatan daripada zaman dulu.

Dan kalau anda membawa kendaraan sebaiknya anda parkir di terminal saja, karena jalan sempit dan susah juga nanti anda jika memasuki area ini menggunakan kendaraan roda empat.

Lha wong motor saja parkirnya ada yang agak jauh karena datang belakangan.

Ada Bedug dan masih dipergunakan

bedug di masjid Al Huda Klatak Karangpandan
bedug Masjid Al Huda Klatak Karangpandan

Pada saat memasuki ruang utama masjid, saya kaget karena tiba-tiba ada suara bedug. Saya baru menyadari kalau masjid ini ada bedugnya.

Dan bahkan masih berfungsi penggunaannya pada waktu sholat jum’at. Namun untuk magrib dan isya saya kurang paham apakah juga dipukul atau tidak.

Masjid di kampung saya jaman dulu ada bedugnya, malah menurut saya ukurannya begitu besar. Namun saat ini tinggal kenangan saja.

Jadi ingat saat puasa banyak yang memainkan bedug. Sebutannya “tiduran” kalo engga salah, ada 2 irama yang saya ingat yaitu antara memukul kulit bedug dan kayunya.

Azan 2 kali

Sudah lama saya tidak sholat di masjid yang azannya 2 kali.

Dulu kala saat masih kecil masjid simbah saya adzannya juga 2 kali, namun sepertinya saat ini ada perubahan.

Azan pertama lebih panjang irama dari muadzin. Yang mengumandangkan adzan nampak sudah lama menjadi muadzin, beliau sudah sepuh, saya kira usianya diatas 65 tahun.

Namun suaranya begitu nyaman dan seperti berjalan lorong waktu pada masa dulu kala.

Setelah adzan pertama banyak yang berdiri untuk selanjutnya melaksanakan sholat 2 rekaat.

Kisaran jam 11.45 menit adzan pertama ini berkumandang.

Kemudian adzan kedua yaitu pada waktu khatib naik ke mimbar.

Adzannya lebih singkat durasinya, bisa kita sebut lebih irit wktu 1/3 dari adzan yang pertama.

Sebelum adzan, muadzin mengucapkan yaa ma’aasyiral muslimin wa zumratal mu’minin yang lengkapnya sebagai berikut;

يَا مَعَاشِرَالْمُسْلِمِينَ، وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِينَ رَحِمَكُمُ اللهِ، رُوِيَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ، وَاْلإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَو (أَنْصِتُوا وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا رَحِمَكُمُ اللهِ ٢×) أَنْصِتُوا وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Yaa Ma’a syirol muslimiin, wa zumrotal mu’miniina rohimakumullah, ruwiya ‘an abii Hurairota rodliyallahu ’anhu annahu qoola, qoola rosulullaahi shollallohu ‘alaihi wa sallam idzaa qulta lishohibika yaumal jum’ati anshit, wal imaamu yakhtubu faqod laghout -Anshitu wasma’u wa athi’u rohimakumulloh 2x- Anshitu wasma’u wa athi’u la’alakum turhamun)

Wah kalimat bilal ala NU banget nih.

Kemudian khatib menyampaikan khutbah.

Khutbah Jum’at sekitar 15 menit

Pada waktu khatib naik mimbar menunjukkan pukul 12.15 menit.

Beliau menyampaikan tentang perbuatan sombong.

Secara garis besar, maksud dari sombong adalah sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Selanjutnya mengutip hadits nabi berkenaan bahwa orang sombong tidak masuk surga.

hadis sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

Laa yadkhulu-l jannata man kaana fii qolbihi mitsqoola dzarrotin min kibrin

Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji debu. (HR. Muslim)

Juga khatib mengingatkan tentang puasa sunnah bulan rajab, dan bahwa hari ini memasuki akhir bulan rajab.

Setelah itu khatib menutup khotbah dengan do’a.

Jamaah sampai ke Jalan

sholat jum'at di jalan samping masjid
tikar digelar dijalan untuk jamaah yang tidak kebagian tempat dalam dan halaman masjid

Menurut sekilas saya melihat, masjid ini memiliki bangunan utama ukurannya antara 7-8 meter persegi dengan beberapa meter tambahan depan, kemudian halaman masjid.

Karena ruangan masjid, serta halaman tidak mampu menampung jamaah, pada bagian jalan ada gelaran tikar untuk muslimin yang tidak mendapatkan tempat baik di masjid maupun halamannya.

Selesai sholat, imam membaca dzikir secara jahr dengan menggunakan mix pengeras suara. Ada jamaah yang mengikuti, adapula yang bubar meninggalkan masjid.

Rampung dzikir dan doa, kemudian salam salaman dengan mengumandangkan sholawatan

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ. يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

Allahumma sholli ‘alaa muhammad yaa robbi sholli ‘alaihi wa sallim.

Ya menurut saya selesai ibadah sholat jum’at di Masjid al Huda Klatak Karangpandan (masjidnya dekat dengan rumahnya pak Mahmud Chushoiri) ini lebih cepat daripada masjid di Makutoromo.

Karena pada saat saya pulang di makutoromo sedang solat jum’at. mau jumatan ke makutoromo issue nya kotak infaq. Demikian pengalaman salat jum’atan di Terminal Karangpandan pada masjid Al Huda Klatak. See u next time, wassalaamu’alaikum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top