Berobat ke Poli RSUD Karanganyar Antri berkali-kali

antri periksa kesehatan
Share

Proses berobat ke poliklinik RSUD Karanganyar (bukan yang icu lho ya) baik pada poly jantung, syaraf, THT, umum gigi, mata umum dan lain-lainnya (saya engga hafal) mulai awal sampai dengan pengambilan obat yang identik dengan ketertiban orang Indonesia yaitu budaya antri.

pontren.com – assalamu’alaikum, tentunya keinginan manusia untuk selalu sehat dan dihindarkan dari sakit penyakit ataupun apalah itu. Semoga kita semuanya senantiasa sehat selalu, meski masih ada aroma suasana corona ternyata orang berobat di rumah sakit tetap saja ada, bahkan banyak karena perlu antri dalam memeriksakan diri.

Berdasarkan pengalaman mengantarkan seseorang memeriksa kondisi keadaan setelah mondok di RSUD, perlu menyiapkan diri untuk tertib berbudaya yaitu antri berurutan.

Jadi kalau hendak berobat ke poly rsud maka selain rujukan dari puskemas/dokter atau dari rumah sakit itu sendiri, sampean perlu melewati antrian berupa;

  • Antri mengambil nomor antrian
  • Pengambilan nomor antri (yang ini relatif tidak lama)
  • Mengantri mendaftarkan
  • Antri pemeriksaan
  • Antrian pengambilan obat

Nah ada lima kali antrian yang perlu pasien lewati (atau yang mengantarkan) untuk memeriksakan diri ke poliklinik yang dituju.

Bagaimana lama cepatnya dalam mengantri? Mulai jam berapa antrian rsud buka bisa mengambil nomor antri?

Ada yang pernah mengalami seperti ini (bisa saja beda orang berbeda pengalaman);

Antri mengambil nomor antrian

Pertama kali adalah antri mengambil nomor antrian. Untuk posisi ini sebenarnya tidak perlu antri, begitu datang anda akan mendapatkan nomor urutan untuk pengambilan nomor antrian.

Jam berapa pengambilan nomor ini bisa dilakukan atau dibuka?

Jadi anda memulai perjalanan mengantri, untuk menjadi yang nomor satu atau nomer kecil pada pukul 5 pagi. Mulai jam 5 pagi pengambilan nomor untuk mengantri bisa dilayani.

Biasanya oleh satpam atau keamanan yang duduk berada didepan pintu masuk ruang pendaftaran.

Saya pribadi pernah datang pada pukul 05.15 WIB (jam lima seperempat pagi). Pada saat itu sudah mendapat nomor urut 36. Sedangkan pada kisaran pukul 07.00 WIB saya melihat orang mendapatkan nomor urut 130.

Nomor ini berfungsi sebagai urutan masuk untuk mengambil nomor antri pendaftaran.

Pengambilan nomor antri Pendaftaran (yang ini relatif tidak lama)

Proses kedua yaitu pengambilan nomor antri pendaftaran. Prosesnya juga cepat tidak lama.

Masuknya Berdasarkan nomor absen atau urutan antri yang ada didepan tadi (dijaga oleh satpam atau bagian kemanan).

Biasanya dipanggil lima – lima terlebih dahulu, semisal nomor urut 1-5, kemudian beres nomor selanjutnya 6-10 dan seterusnya, kadang juga sepuluh sepuluh yang masuk mengambil urutan antrian.

antri panjang

Saat anda mengambil nomor antrian anda akan ditanya oleh petugas (biasanya mbak-mbak) hendak memeriksakan diri ke mana/poly apa? Siapkan untuk menjawab apakah syaraf, jantung, umum dan lain sebagainya.

Kemudian anda akan mendapatkan nomor urutan mengacu kepada poly yang hendak anda tuju.

Ada yang memiliki kode A, B, C kemudian lanjut nomor urutannya.

Simpan kertas urutan antrian ini untuk anda tunjukkan kepada petugas yang menangani pendaftaran.

Mengantri mendaftarkan

Setelah mendapatkan nomor antrian, silakan anda duduk pada kursi yang tersedia.

Petugas akan menyebutkan kode huruf dan nomor antrian sesuai urutannya.

Pada lokasi ini lumayan juga waktunya karena petugas melakukan pengecekan data administrasi dan mencetak kertas untuk ditempel pada dokumen pasien.

Semakin sedikit yang mengantri normalnya semakin cepat juga pelayanannya.

Pada beberapa situasi, sampai pada taraf ini bisa saja orang lain yang mengurus antriannya (tidak harus pasien).

Namun untuk pemeriksaan penyakit jantung, pada saat antri pendaftaran ini pasien harus siap karena ada alat finger print yang harus ditempelkan pada jari pasien.

Jadi untuk pemeriksaan jantung tidak bisa lanjut proses pendaftarannya apabila pasien tidak ikut antri pendaftaran ini (untuk antri pertama dan kedua bisa saja orang lain).

Setelah sampai pada nomor urutannya, silakan mendatangi loket, siapkan dokumen yang diminta (entah BPJS, kartu sehat, rujukan dokter atau puskesmas atau apalah tentu anda lebih paham).

Jika beres, beberapa dokumen akan dikembalikan kepada anda untuk proses pemeriksaan dan anda mendapatkan kertas atau print out dokumen untuk melanjutkan priksan ke poliklinik tujuan anda.

Antri pemeriksaan

Rampung proses administrasi, anda menuju ke tempat pemeriksaan sesuai poly yang anda tuju.

Silakan kumpulkan berkas yang tadi anda dapatkan dari loket pendaftaran, tunggulah sebentar untuk proses selanjutnya.

Biasanya pasien akan dipanggil untuk pemeriksaan awal oleh perawat atau petugas yang ada disitu, misalnya tensi dan juga keluhan yang didapatkan, riwayat pemeriksaan kesehatan (misalnya pernah operasi, dll) kemudian pasien kembali lagi duduk pada kursi antrian.

Pemanggilan pasien melalui pengeras suara yang cukup bagi orang dengan pendengaran normal untuk mendengarkan panggilan ini.

Setelah sampai pada urutannya, pasien akan dipanggil untuk pemeriksaan oleh dokter.

Tentunya pertanyaan (semisal apa yang dirasakan, mual mules, pusing, lemas, nyeri, kunang-kunang dan lain sebagainya) dan cek kondisi fisik pasien, misalnya apakah ada bengkak pada bagian tertentu, reflek tubuh dan lain sebagainya tergantung kebutuhan.

Antrian pengambilan obat

Selesai pemeriksaan, petugas yang ada dalam ruangan akan memberikan catatan untuk tindak lanjut, biasanya berupa dokumen untuk pengambilan obat.

Kertas ini anda berikan ke bagian obat untuk kemudian anda membawanya pulang atau melalui jasa pengiriman.

Kenapa jasa pengiriman?

Karena pada bagian ini, antriannya lumayan lama.

Karena proses dalam menganu obatnya tidaklah semudah membalikkan tangan, perlu waktu dan juga banyak orang lain yang menunggu seperti anda.

Sehingga adakalanya memerlukan waktu sampai berjam-jam jika anda menunggui mulai mengumpulkan berkas sampai dengan pengambilan obatnya.

Namun jika anda hendak melalui jasa pengiriman maka anda mengumpulkan berkas, kemudian antri dipanggil untuk urusan jasa pengiriman. Kemudian sore hari atau magrib ataupun malam obat akan dikirim ke alamat yang anda berikan. Tentunya pengiriman ini sifatnya berbayar atau tidak gratis.

Demikian proses cerita pengalaman anymous mengenai budaya antri dalam mendapatkan layanan kesehatan pada rsud Karanganyar, yang tentu beda pengalaman bisa pula berbeda situasinya. Semoga sehat semua dan wassalamu’alaikum.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *