Ciri Cirine Tembung Panyendhu

ciri cirine tembung panyendhu
Share

Ciri cirine tembung panyendhu ana 3 (ada tiga) lengkap dengan arti dan terjemahnya kedalam Bahasa Indonesia dilengkapi contoh ungkapan untuk memudahkan pemahaman Basa Jawa.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Dalam materi pelajaran Bahasa Jawa untuk kelas 5 SD (sekolah Dasar) dan MI (madrasah Ibtidaiyah) semester II atau genap membahas tentang tembung panyendhu.

Apa sih tembung panyendhu?

Yaitu suatu kata yang mengungkapkan rasa tidak senang dalam hati mengenai bagian tubuh atau perilaku. Dalam bahasa Jawa artinya yaitu tetembungan sing wus gumathok nelakake rasa ora seneng kang ana nang ati babagan perangane awak, solah bawa.

Dalam tantri basa Jawa saya tidak menemukan ciri-cirinya atau titikane.

Namun dalam buku mata pelajaran lainnya menyebutkan bahwa tembung panyendhu nduwe telung ciri.

Kata ungkapan mencela ini memiliki tiga buah ciri khas.

Apa saja?

Berikut cirinya dalam Bahasa Jawa beserta arti dan terjemahnya dalam Bahasa Indonesia.

Ciri Cirine Tembung Panyendhu ana telu

Terangna ciri-cirine tembung panyendhu! Kepriye cirine?

Apabila ada soal sebagaimana diatas yang meminta anda untuk menyebutkan apa saja yang menjadi ciri panyendhu dan bagaimanakah cirinya?

Berikut adalah jawabannya dalam basa Jawa lengkap dengan arti beserta terjemahnya dalam Bahasa Indonesia.

Ciri cirine tembung panyendhu yaiku;

Angka siji cirine yaiku; bab kang dicacad yaiku perangane awak utawa solah bawa. Artinya dalam Bahasa Indonesia, ciri yang pertama yaitu hal yang mendapat celaan adalah bagian fisik tubuh atau perilaku.

Kang nomer loro cirine yaiku; mengku panyacad. Lan sing kecacad biasane bab kang ala. Artinya ciri yang kedua yaitu mengandung penghinaan atau mencela. Dan yang kena hinaan biasanya adalah sesuatu yang buruk.

Ciri kang kaping telu yaiku; ora ngemu surasa pepindhan utawa ora nduwe teges memper. Artinya ciri yang ketiga atau cirinya yang terakhir yaitu tidak mengandung arti pemisalan atau semisal. Artinya bukanlah menyamakan atau memisalkan terhadap sesuatu.

Contoh ungkapan dalam Bahasa Jawa panyendhu perangane awak misalnya “matane kera”.

Dalam kata ini berciri menghina bagian tubuh yaitu mata, mengandung ungkapan atau pemilihan kata mengejek, merendahkan, dan yang terakhir adalah cirinya tidak memisalkan, atau memiripkan.

Contoh tembung panyendhu solah bawa, lakune dhingklang yang artinya jalannya cacat. Kata dhingklang merupakan tembung panyendhu.

Ungkapan kata ini menunjukkan mencela atau menghina perilaku (solah bawa) dalam berjalan (ciri yang kedua).

Adapun ciri ketiga yaitu ora ngemu surasa pepindhan artinya tidak mengandung kata memisalkan, menyamakan atau memiripkan. Langsung berupa kata dhingklang yang artinya yaitu pincang.

Demikianlah informasi mengenai ciri cirine tembung panyendhu ana telu lengkap dengan artinya dan penjelasan dalam Bahasa Indonesia. Terima kasih sudah mampir, salam kenal dan wassalamu’alaikum.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.