Tausiyah Pengantin Menjadi Keluarga Sakinah

tausiyah pengantin menjadi keluarga sakinah
tausiyah pengantin menjadi keluarga sakinah
Share

Tausiyah Pengantin Menjadi Keluarga Sakinah saat jagong acara kondangan atau walimatul ursy tetangga di Rumah Makan Mbak ning, Pak Wardi dan bu Ngatmi yang menikahkan anak lelaki seorang sarjana Psikologi mendapatkan mantu seorang sarjana Pendidikan.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, tadi sekitar jam sebelas saya berangkat menuju tempat walimahan, di pinjami mobil avanza milik paman.

Pake acara drama juga karena saat hujan bingung menghidupkan wipernya.

Saat saya puntir malah wiper belakang yang hidup.

Kalau saya naikin tongkatnya cuman sekali saja menyeka kaca yang ada air hujannya.

Untung saat pulang mencermati menu wiper avanza jadi sadar cara menghidupkannya dengan mengarahkan tongkat kecil sebelah kiri ke bagian bawah.

Skip langsung kepada materi tausiyah pengatin menjadi keluarga sakinah. Di sampaikan oleh Ustadz Hadid Saiful Islam dari Gondang Rejo.

Dalam tausiyahnya menyampaikan 4 hal sebagai sarana menuju keluarga bahagia sakinah mawaddah wa rahmah.

Apa saja tips dan kiat supaya menjadi keluarga sakinah dalam tausiyah acara walimahan ngunduh mantu ini?

Monggo anda simak

Bersyukur segera atas nikmat Allah SWT

Yang pertama caranya adalah dengan mensyukuri nikmat Allah SWT.

Beliau menyampaikan, bahwa pengantin dan warga kebanyakan hidup dan tinggal di lereng gunung lawu.

Tanahnya subur, namun sayang harga tanaman kurang bagus, pupuk juga naik menjadi mahal, membuat petani susah.

Namun hal ini, kondisi seperti itu juga tetap harus di syukuri.

Beliau mempersilakan hadirin untuk melihat sejenak kepada sanak saudara yang berada di wilayah sekitar gunung semeru yang tiba tiba njeblug alias meletus.

Saat itu saudara-saudara kita yang disana (sepertinya) hanya memohon dan memikirkan keselamatan saja, tidak memperdulikan harga padi, pupuk yang naik dan lain sebagainya.

Bersikap sabar

Nasehat selanjutnya berkenaan dengan sabar.

Dalam mengarungi hidup rumah tangga mesti ada masalah problem maupun aral melintang.

Apabila ada hal seperti ini maka sikap sabar menjadi cara untuk mengatasi berbagai kejadian yang tidak di sukai.

Tentu juga sabar dalam banyak hal semisal mengerti dan memahami sikap pasangan masing-masing.

Berdoa

santri-siap-berdoa-minta-petunjuk-kebenaran

Nasehat selanjutnya yaitu berdoa dan memohon kepada Allah SWT atas kebahagian dan keberkahan.

Dalam doa ini beliau menyebutkan sang istri mendoakan suami, begitu pula sebaliknya, orang tua mendoakan anaknya dan sebaliknya.

Dengan berdoa dan saling mendoakan semoga saja keberkahan dan mendapatkan aliran rahmat dan hidayah-Nya dalam mengarungi kehidupan dunia dan akhirat.

Kemudian pak mubaligh mengajak kepada seluruh hadirin untuk mendoakan kedua mempelai secara bersama-sama dengan beliau membimbing bacaannya, yaitu doa pengantin yang biasa anda baca pada internet atau buku.

Berbakti kepada orang tua

Tausiyah beliau yang terakhir yaitu untuk mencapai keluarga sakinah mawaddah wa rahmah maka untuk berbakti kepada orang tua.

Meskipun saat ini banyak orang yang sudah sepuh, tua dan lain sebagainya, namun statusnya juga masih anak.

Maksudnya anaknya orang tuanya, maka selayaknya untuk berbakti dengan mendoakannya apabila sudah tiada.

Selain itu jasa orang tua terhadap anak tidak terhingga, semenjak lahir, sampai dengan gede bahkan ngrabekkne (kebanyakan) juga orang tua jua.

Beliau juga menyebutkan bahawasanya Allah ridha kepada anak yang berbakti kepada orang tua, dan murka kepada anak yang durhaka kepada orang tuanya.

Nah seperti itulah tausiyah yang bisa saya tangkap dalam acara ngunduh mantu pak Wardi dengan Ibu Ngatmi yang merayakan acara di Rumah Makan Mbak Ning Ngargoyoso pada tanggal 18 Desember 2021.

Kesimpulan Tausiyah Pengantin Menjadi Keluarga Sakinah

Mengacu kepada tausiyah ini, ada 4 hal untuk mencapai keluarga sakinah mawaddah wa rahmah yaitu;

  1. Segera bersyukur atas segala nikmat Allah;
  2. Berdoa dan saling mendoakan;
  3. Berlaku sabar atas hal yang tidak mengenakkan; dan
  4. Berbakti kepada kedua orang tua.

Demikian semoga menjadi kenangan dan baik manten lawas dan anyar mampu untuk melaksanakan isi tausiyah ini serta menjad keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah bahagia dunia dan akhirat. Wilujeng sonten, wassalaamu’alaikum


Share

Oleh Mumtaz Hanif

salam blogger

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.