Cangkriman batangane Salak Nanas Sulak Kates Jagung (Basa Jawa)

Share

Contoh cangkriman Basa Jawa lan Batangane Salak Nanas Sulak Nanas Jagung lengkap dengan arti dan penjelasannya dalam Bahasa Indonesia.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, wilujeng enjang para penyimak internet ingkang mugi tansah kaparingan wilujeng rahayu pinanggih, kali ini kita akan membahas teka teki Bahasa Jawa beserta Jawabannya.

Langsung saja berikut sekilas mengenai cangkriman batangane tegese Basa Jawa.

Tegese Cangkriman Batangane

Cangkriman tegese yaiku unen-unen utawa tetembung kang kudu dibatang utawa dibedhek, artinya kata-kata atau kalimat yang harus ditebak.

Batangane tegese yaiku wangsulan jawabane cangkriman, artinya adalah jawaban atau tebakannya dari teka teki Bahasa Jawa.

Itulah arti cangkiman dan batangane dalam pembelajaran untuk para siswa yang sekolah pada SD SMP maupun SMA dan Madrasah MI MTs MA baik negeri maupun swasta.

Sekarang menginjak tulisan selanjutnya yaitu contoh cangkriman lan batangane

Cangkriman batangane salak

Berikut ini adalah teka teki bahasa Jawa yang jawabannya adalah salak.

Sega sakepel dirubung tinggi batangane yaiku salak, artinya nasi satu kepalan tangan dikerubuti bangsat, maka jawabannya adalah salak kalebu cangkriman pepindhan.

Penjelasan, buah salak besarnya kisaran sekepalan tangan saja. tinggi atau hewan yang menyebabkan clekit-clekit dan gatal (bangsat – bahasa Indonesianya) menggambarkan kulit salak yang menyelimutinya.

Karakter kulit salak yang lincip bisa menyebabkan iritasi menggambarkan kondisi bahwa buah salak bagaikan segenggam nasi yang dikerubuti hewan yang membuat gatal.

Contoh kedua cangkriman batangane salak yaiku;

Yen ibuke siji anake loro, yen ibune loro anake siji, yen ibune telu ora nduwe anak yaiki (batangane) salak.

Artinya, apabila ibunya satu maka anaknya ada dua, jika ibunya dua maka anaknya satu, kalau ibunya tiga maka tidak memiliki anak, jawabannya adalah salak.

Penjelasan, hampir semua salak isinya tiga buah, jika ada satu buah yang dominan besarnya maka 2 buah lainnya kecil-kecil, ini menggambarkan 1 ibu dengan 2 orang anak.

Namun jika ada 2 yang isinya besar, maka ada satu buah isinya yang kecil. Ini penggambaran 2 orang ibu dengan satu anak.

Namun apabila ketiganya memiliki ukuran yang seimbang atau serupa, maka tidak ada lagi buah kecil yang ada dalam salak tersebut, sehinga timbullah tetembung atau ukara yen ibune telu ora nduwe anak. Artinya jika ibunya ada tiga maka tidak memiliki anak.

Cangkriman batangane nanas

pitik walik saba kebon tegese

Contoh cangkriman dan jawabannya (batangane) selanjutnya adalah mengenai buah nanas.

Gawea cangkriman lan batangane utawa jawabane yaiku nanas.

Maka cangkrimane yaiku “Pitik walik saba kebon,” batangane yaiku nanas kalebu cangkriman pepindhan.

Penjelasan, jika anda memperhatikan kulit nanas maka bentuknya adalah mengarah keatas, hal ini menjadi perumpamaan sebagai hewan ayam atau pitik.

Kemudian dia saba kebon, maksudnya yaitu bepergian ke kebun.

Ini menunjukkan bahwa ada ayam dengan berbulu terbalik yang habitatnya berada di kebun, maka jawabannya (batangane) yaiku nanas.

Cangkriman Batangane Sulak

Teka teki bahasa Jawa selanjutnya adalah mengenai kemoceng alias sulak yang terbuat dari bulu ayam.

Jika tadi pitik waliknya saba kebon maka yang ini berbeda tempat dia nongkrong. Tongkrongannya di meja.

Begini ukara cangkrimane,”Pitik Walik Saba Meja” batangane yaiku sulak alias kemoceng.

Kenapa begitu?

Karena ayam berbulu kebalik yang sering berada dimeja maksudnya adalah kemoceng, yaitu pada saat di gunakan untuk sulak sulak atau membersihkan permukaan meja.

Cangkriman batangane Kates

Tulisen Cangkriman kang nganggo batangane kates! Tulislah teka teki yang jawabannya adalah pepaya.

Berikut cangkrimane;

Ora mudhun mudhun nek ora nggawa mrica sekantong jawabane kates, artinya tidak turun sebelum membawa merica satu kantong. kalebu cangkriman pepindhan, termasuk dalam golongan teka teki pepindhan.

Orang memetik buah pepaya tentu jika sudah matang atau setidaknya buahnya besar.

Buah pepaya yang besar di dalamnya memiliki isi butiran warna hitam yang kecil dan banyak.

Buah atau isi pepaya inilah sebagai penggambaran merica.

Sehingga apabila pepaya ini belum besar dia belum memiliki isinya.

Makanya apabila dia belum memiliki isi yang banyak (dalam cangkriman di sebut dengan mrica) maka dia belum turun alias dipetik.

Cangkriman Basa Jawa sing Batangane Jagung

Ukara cangkriman sing pas Duwe rambut ora duwe endhas (sirah) batangane yaiku jagung, artinya utawa tegese memiliki rambut namun tidak memiliki kepala, jawabannya adalah jagung. kalebu cangkriman pepindhan.

Penjelasan, anda tahu sendiri, buah jagung bentuknya seperti apa, pada ujungnya mempunyai rambut warnanya merah atau blonde seperti rambutnya orang luar negeri.

Namun rambut ini tidak ada kepalanya, makanya jawaban pertanyaan memiliki rambut namun tidak punya kepala jawabannya yaitu buah jagung.

Orang jawa atau anak-anak yang iseng biasanya menyebut rambut ini dengan jemb*t jagung. 😀 jangan ditiru nggih, saruuuu.

Demikian informasi conto tuladha cangkriman basa jawa lan batangane, semoga menambah kemudahan dalam menjawab soal ulangan PR LKS maupun mid semester dan ujian semesteran.

Akhirnya wilujeng enjang, selamat pagi dan wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.


Share

Mumtaz Hanif

salam blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *