Menikmati Ayam Geprek Pinggir Kali Madegondo Grogol Sukoharjo

Share

Ayam Geprek pinggir kali Jl MT Haryono Dusun I madegondo Grogol Sukoharjo setelah melaksanakan ibadah salat jum’at di Masjid Jami Al-Hidayah yang letaknya sebelah barat rumah makan atau warung ini.

pontren.com – assalaamu’alaikum, wilujeng jum’at poro rawuh pembaca internet di segala penjuru dunia khususnya warga Kabupaten Sukoharjo.

Alhamdulillah menjelang agak siang bisa bersilaturrahmi ke Kabupaten yang memiliki semboyan Sukhoarjo Makmur ini. Jalan utamanya mulus jos gandhos meski untuk yang bagian dalam ya begitulah tidak sehalus jalan utama.

Siang ini mengantar teman untuk membereskan urusannya (semoga hari ini selesai, amiin), sampai di Grogol tempat yang dituju waktu jam sebelas lebih seperempat atau kisaran itu.

Akhirnya si dia menuju rumah orang yang dia cari untuk membahas sesuatu hal, entah apa gerangan juga bukan wilayah saya untuk kepo.

Akhirnya sekedar menghangatkan tubuh saya mampir ke warung minuman seberang masjid agak kebarat sedikit, pesen teh anget. Murah ya masih kisaran Rp. 2.000,-.

Awalnya saya mengira akan kena harga prank, alhamdulillah orang-orang Sukoharjo pada baik tidak menggunakan kesempatan untuk memukul harga.

Jum’atan di Masjid Jami’ Al Hidayah Grogol

Jam setengah dua belas waktunya adzan, kemudian saya menuju masjid yang begitu dekat, agak bingung awalnya wudhu dimana, ternyata malah pada bagian dekat jalan, tiwas aye mau muter mengintari masjid mencari tempat wudhunya.

Saya terkesan dengan materi khutbah yang menerangkan bahwa orang-orang nanti dikumpulkan di surga dengan yang dia sukai.

Kemudian menerangkan berbagai cerita zaman nabi mulai dari Annas bin Malik yang begitu gembira mendengar informasi saat disurga dikumpulkan dengan orang yang disayangi.

Sehingga dalam menempati surga itu bukan berdasarkan tingkatan amalan atau ibadahnya, tetapi berkumpul dengan orang yang dicintai.

masjid jami' al-Hidayah Madegondo Grogol Sukoharjo
masjid Jami’ Al-Hidayah Madegondo Grogol Sukoharjo

Kenapa ada sahabat yang begitu gembira dengan info atau bocoran surga berkumpul dengan orang yang dicinta?

Karena mereka begitu cinta kepada rasulullah Muhammad SAW.

Pastinya nabi berada pada surga firdaus atau yang paling tinggi.

Dan para sahabat menyadari siapalah mereka hanya manusia biasa, seandainya masuk surga pun tentu tempatnya tidaklah bisa bersama sama dengan rasul.

Mendengar berita bahwa bisa berkumpul dengan orang yang mereka cintai membuat kegembiraan tersendiri karena ada kans untuk berjumpa dengan rasulullah nantinya.

Juga kisah ja’far ath thoyyar yang setelah mendapat sayap mendatangi rasulullah dan mengucapkan salam.

Tidak segera menuju tempat-tempat indah meskipun bisa segera kesana kemari, tetapi hal yang dilakukan adalah menemui rasulullah saw.

Membuktikan bahwa bertemu rasulullah adalah kenikmatan melebihi makanan minuman dan tempat tempat surga, begitulah yang disampaikan oleh khatib jum’at.

Menikmati Ayam Geprek pinggir kali madegondo Grogol Sukoharjo waktu siang hari

Rampung jumatan kisaran jam setengah satu, perut lapar, jadi ingat temen tadi belum sarapan, tapi juga ga enak mau manggil karena sedang ada urusan yang melibatkan dana lumayan besar, atau tepatnya sangat besar untuk ukuran saya.

Akhirnya saya makan pada warung atau rumah makan ayam geprek pinggir kali grogol ini.

Ada banyak menu, malah bingung sendiri, akhirnya saya pilih saja paling murah dan yang standard.

Maksudnya yang tidak aneh aneh karena engga mau spekulasi rasanya apakah cocok dengan lidah dan perut saya.

Kemudian saya memilih ayam geprek original, harganya Rp. 12.000,- dan minumannya adalah es teh, atau teh anget ya? Haduh kok lupa, sepertinya cenderung es teh.

ayam geprek original
ayam geprek original

Nasinya lumayan cukuplah, tidak kebanyakan dan juga tidak terlalu sedikit.

Saya ditanya, mau pedes atau engga pedes.

Jawab saya sih agak pedes hahahaa…..

Kemudian segera diracik gepreknya, sambalnya geprek ya begitulah, menurut saya mirip-mirip model sambal matah yang dipotong-potong saja (sebagaimana katanya Lia Purishanti dari Bali).

Meski begitu masih nampak bekas diuleg, bukan sekedar seperti model sambal matah Bali.

Karena lapar saya asal segera maem saja, setelah melewati setengah nasi, baru saya mencoba merasakan bagaimana rasanya.

Ternyata saya pribadi cocok juga dengan masakannya, ayamnya tiada aroma lain selain bumbu dan masakan, kemudian sambalnya juga sedap dan berasa cocok dilidah saya. Meski saya bilang tidak terlalu pedes, ternyata pedasnya lumayan bikin saya tersenyum.

Kesimpulan rasa

Jarang sih saya menilai rasa makanan.

Tetapi saya pribadi menganggap menu geprek original pada rumah makan atau warung ayam geprek pinggir kali Kecamatan Grogol ini cocok pada lidah saya.

Dengan harga ayam geprek original dan es teh 15 ribu rupiah cukuplah untuk mengenyangkan perut saya.

Tentunya bisa sebagai pengganjal dan juga menambah energi untuk beraktivitas seharian.

dalam warung ayam geprek pinggir kali
meja dan kursi pada warung ayam geprek pinggir kali madegondo Sukoharjo (Kec. Grogol)

Dan akhirnya saya puter puter melihat sukoharjo untuk melihat lihat kota ini.

Kemudian mampir pada warung (lagi) untuk minum coffeemix dan membuat artikel ini.

Salam kenal warga sukoharjo, alhamdulillah bisa mengunjungi kota atau kabupaten dengan semboyan Sukoharjo makmur ini, wilujeng siang dan wassalaamu’alaikum.


Share

Mumtaz Hanif

salam blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *