Arsip Tag: ustadz TPQ

Rasio Jumlah Guru dan Murid TPQ mengacu Juklak Kemenag

Rasio jumlah guru dan murid TPQ Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) berbandingan ustadz ustadzah dengan jumlah santri mengacu kepada P Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 Kemenag RI.

pontren.com – TPQ yang merupakan singkatan dari Taman Pendidikan Al-Qur’an merupakan salah satu lembaga pendidikan Keagamaan Islam nonformal yang masuk dalam rumpun LPQ.

rasio jumlah guru dan siswa TPQ
ilustrasi guru TPQ sedang Koordinasi

Berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an yang TPQ termasuk ada didalamnya mengacu kepada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 yang sah berlaku sejak tanggal 7 Januari pada tahun yang sama.

Dalam Perdirjen ini mengatur berbagai urusan menjadi juknis TPQ dalam mendaftarkan lembaga, syarat kelengkapan administrasi, usia masuk santri, beserta kelengkapan administrasi.

Masuk dalam petunjuk pelaksanaan ini adalah rasio jumlah guru berbanding dengan siswa atau santri Taman Pendidikan Al-Qur’an.

Berapa rasio jumlah ustadz ustadzah TPA dengan jumlah siswa siswi santrinya?

Mengetahui rasio guru TPQ dengan jumlah siswa

Untuk mengetahui maka perlu membuka ketentuan dalam Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dari Kementerian Agama sebagai Pedoman.

Ketentuan rasio jumlah santri dengan ustadz ustadzah pengajar ini tercantum dalam SK Dirjen Pendis no 91 th 2020 Bab III Pendaftaran dan Penutupan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an huruf A persyaratan pada nomor 3 Jumlah Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Dalam keterangannya, ada 4 lembaga yang mempunyai rasio perbandingan jumlah murid dan guru yaitu PAUD Al-Qur’an, TPQ, TQA, dan RTQ.

Untuk lembaga TKQ (Taman Kanak-kanak Al-Qur’an) dan Pesantren Tahfidz tidak ada keterangan perbandingan atau rasio standar dari Kementerian Agama.

Pada kolom ini menyebutkan 1 Guru : 20 Santri untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ/TPA).

menjadi guru tpq yang hebat
seorang ibu bertindak sebagai guru TPQ untuk anaknya

Dengan begitu, maka mengacu dalam juklak ini, perbandingan guru dengan murid/santri TPQ adalah 1:20.

Apakah itu merupakan (SNI) Standar Nasional Indonesia untuk TPQ atau bukan? Tidak ada keterangan maupun penjelasan yang bisa sebagai pegangan pengelola TPQ.

Adapun keterangan dan catatan pada kolom ini adalah berkenaan dengan kompetensi ustadz ustadzah sebagai pendidik TPQ.

Kompetensi Guru TPQ yaitu memiliki kompetensi sebagai pendidik dengan bukti salinan ijazah, sertifikat kompetensi, atau bukti lain yang bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya.

Kesimpulan

Berikut adalah khulasah atau rangkuman dan kesimpulan mengenai rasio guru dan murid pada Taman Pendidikan Al-Qur’an.

  • Mengacu kepada juklak Pendidikan Al-Qur’an, ada ketentuan rasio jumlah guru dengan Murid TPQ
  • Rasio ustadz pengajar TPQ dengan santri adalah 1:20
  • Guru TPQ harus memiliki kompetensi sebagai pendidik
  • Bukti kompetensi berupa salinan (Fotocopy) ijazah, sertifikat kompetensi, atau bukti lain yang absah.

Demikian informasi siang ini, semoga menambah khazanah keilmuan bagi para pengelola lembaga pendidikan Islam, wassalamu’alaikum wa rahmatullah.

Guru TPQ biasanya berprofesi sebagai ini

pontren.com – kalau kita amati, pengajar TPQ lebih banyak dari kalangan kaum Hawa dibandingkan dengan kaum Adam. Dan lebih spesifik lagi ada beberapa profesi atau lebih tepatnya pekerjaan aktivitas para ustadz ustadzah ini yang kebanyakan guru TPQ berposisi.

Tentunya maksud dari guru TPQ disini yaitu mereka yang reguler secara teratur mengajar pada Lembaga Pendidikan Al Qur’an sesuai jadwal yang telah dibuat. Bukan hanya insidentil mengajar sekali tempo pada saat moment kegiatan tertentu

Baca ;

Berikut adalah profesi pekerjaan dan aktivitas kebanyakan pengajar TPQ berasal

Pelajar dan Mahasiswa

mahasiswa-mengajar-TPQ
mahasiswa-mengajar-TPQ

Utamanya di kota dekat kampus atau universitas, akan dominan para mahasiswa mahasiswi yang menjadi pengajar pada TPQ. Sedangkan bagi siswa siswi umumnya berada pada jenjang pendidikan SLTA atau yan setara.

Untuk Siswa SMP yang mengajar biasanya bersifat asistensi alias siswa senior yang merangkap asisten mengajar untuk menyimak adik-adiknya yang masih awal awal pembelajaran misalnya Iqra 1 atau 2 maupun yang santri berumur Taman Kanak-kanak.

Sedang menunggu Pekerjaan

mencari-pekerjaan
mencari-pekerjaan

Kalangan ini umumnya adalah lulusan SMA atau Kuliah yang pada saat dahulu sebagai siswa atau mahasiswi telah berkecimpung dalam Kegiatan Belajar Mengajar pada Lembaga Pendidikan Al Qur’an (LPQ) semisal TKQ TPQ maupun TQA.

Sayangnya model pengajar yang unemployee ini biasanya akan berhenti mengajar karena telah mendapatkan pekerjaan.

Bisa jadi karena tempat kerja yang jauh sehingga pindah domisili maupun waktu kerja sampai sore hari sehingga membuat tidak bisa mengajar TPQ karena faktor waktu dan capek bekerja.

Ibu Rumah Tangga

ibu-rumah-tangga-mengajar-TPQ
ibu-rumah-tangga-mengajar-TPQ

Dengan profesi Ibu Rumah Tangga menjadikan Ibu-ibu lebih fleksibel mengatur waktu dan menyelesaikan pekerjaan dirumahnya untuk meluangkan waktu pengajaran di TPQ. Umumnya mereka berlokasi sangat berdekatan dengan Lembaga yang diajar.

Guru TK SD

guru-TK-SD-mengajar-TPQ
guru-TK-SD-mengajar-TPQ

Guru TK dan SD (utamanya yang Guru SD Swasta) juga banyak ditemukan meluangkan waktu dalam mengajar Taman Pendidikan Al Qur’an.

Bisa jadi adanya kesamaan usia anak TPA dengan siswa SD TK menjadikan kenyamanan dalam mengajar dan terduga kuat guru model ini memiliki kesenangan yang baik terhadap anak usia 6-12 tahun.

Marbot / Penjaga Masjid

marbot-mengajar-TPQ
marbot-mengajar-TPQ

Bagi Penjaga masjid yang tinggal di kompleks masjid atau berdekatan dengan masjid sudah menjadi jamak lumrah jika aktif sebagai ustadz pada TPQ.

Seperti pada masjid 11 maret di Glagah Yogyakarta dimana dahulu ada tukang becak yang menjadi marbot sekaligus mengajar 3 kali seminggu pada sore hari dari jam 4 sampai jam 5. Entah sekarang beliau masih disitu atau sudah pindah lokasi.

Profesi ini ternyata Jarang mengajar pada TPA

Kalau diatas diutarakan profesi yang umumnya dimiliki oleh ustadz ustadzah guru TPQ, dibawah ini diulas tentang beberapa profesi yang tak dinyana jarang mengajar pada lembaga TPQ disertai analisa kenapa jarang yang mengajar secara rutin di TPQ.

Kyai

tokoh agama yang ternyata menurut saya jarang mengajar secara rutin di TPQ. Hal ini terjadi karena umumnya para Kyai mengajar para santri dengan Kitab secara bandongan atau sorogan maupun ceramah keluar daerah.

Dengan kesibukan mengajar santri dan ceramah bisa dimaklumi kejarangan kyai yang mengajar di TPQ. Umumnya para beliau mendelegasikan kepada santri senior untuk terjun mengelola TPQ disekitar atau yang dekat.

Mubaligh

Coba jika anda perhatikan mubaligh penceramah disekitar anda, apakah mereka rutin mengajar? Sepertinya sangat sedikit yang aktif rutin mengajar. Kesibukan sebagai mubaligh dan undangan pengajian yang bersifat random dalam hari tanggal meyulitkan bisa mengajar TPQ secara rutin.

Walau tidak mengajar, kebanyakan mubaligh berposisi sebagai pembina atau pengurus TPQ yang memantau perkembangan lembaga Taman Pendidikan Al Qur’an di wilayah tempat Tinggalnya.

Penyuluh Agama Islam Fungsional

Salah satu pegawai negeri yang mengurus tentang keagamaan Islam adalah Penyuluh Agama Islam. Saya memiliki lebih dari 10 orang teman yang menjadi Pegawai sebagai Penyuluh Agama Islam. Tapi saya tidak yakin ada yang mengajar secara rutin pada suatu TPQ.

Pada kasus ini dimana PNS Kemenag bekerja mulai jam 07.30 sampai dengan 16.00 WIB menjadikan PAI Fungsional mengalami keterbatasan waktu untuk mengajar secara rutin. Belum lagi alokasi waktu perjalanan dari kantor sampai rumah.

Semisal dengan Kyai Mubaligh diatas, kebanyakan PAI Fungsional bersifat sebagai pembina pada lembaga TPQ (jika mau) atau menjadi pengurus Badko baik tingkat Kecamatan maupun Kabupaten.

Takmir Masjid

Ada banyak TPQ yang berada atau beroperasi di Halaman atau Teras Maupun ruang utama masjid. Akan tetapi hal ini tidak otomatis menjadikan takmir masjid sebagai pengajar rutin pada TPQ. Situasinya yaitu umumnya takmir masjid adalah orang yang bekerja dan termasuk orang terpandang pada lingkungan.

Dengan kesibukan takmir masjid pada profesi masing masing membuat kalangan ini jarang yang ikut andil dalam mengajar langsung pada TPQ. Sifatnya adalah sebagai pendorong ataupun pembina serta adakalanya pihak yang aktif mencarikan guru untuk anak TPQ.

Demikianlah perihal profesi yang dimiliki oleh para pengajar TPQ. Jika anda juga termasuk mengajar TPQ, apakah salah satu profesi diatas adalah milik anda? Atau situasi TPQ anda seperti ini atau berbeda sama sekali?

Silakan corat coret untuk menambah wawasan kita bersama.

Salam mari belajar ke TPQ.

Menjadi guru TPQ yang baik

Jika anda membaca artikel ini maka merupakan salah satu tanda bahwa anda memiliki semangat untuk mengembangkan kualitas diri serta perhatian terhadap perkembangan Taman Pendidikan Alquran atau biasa disabut masyarakat dengan TPA.
Dengan perkembangan yang pesat, menjamurnya les serta kursus pelajaran umum, ditambah kebijaksanaan sekolah 5 hari menjadikan TPQ semakin tersisih, ada yang mati suri bahkan mati beneran alias bubar.

menjadi guru TPQ yang baik
menjadi guru TPQ yang baik (C) Faizal Riza

Diluar kejadian diatas tentunya harus optimis akan ada perubahan berarti bagi lembaga pendidikan alquran di Indonesia ini. Baik dari segi kualitas, guru yang sejahtera serta perhatian dari pemerintah yang memadai dan terprogram dengan baik.

Bagaimana Cara Menjadi guru TPQ yang Baik?

Seperti itulah kira kira pertanyaan beberapa ustadz ustadzah TPQ yang ingin berkembang. Ada beberapa faktor penunjang yang perlu ditingkatkan guna seorang guru TPQ menjadi semakin lebih baik dan berkualitas. Faktor yang perlu ditingkatkan diantaranya adalah :

  1. Kemampuan dan Kompetensi Guru TPQ bidang penguasaan materi;
  2. Kemampuan guru dalam manajemen dan pengelolaan administrasi Kelas TPQ;
  3. Kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan rekan guru, pengurus TPQ dan Masyarakat
  4. Kemampuan Guru berkomunikasi dengan santri atau murid
  5. Semangat, mau bergerak dan Ikhlas

Dari lima poin diatas marilah kita bahas satu persatu sebagai upaya dan cara menuju Guru TPQ yang Lebih berkualitas mumpuni dan dapat diandalkan.

cara menjadi guru TPQ yang baik
cara menjadi guru TPQ yang baik (c) Faizal Riza

Kompetensi penguasaan Materi

Sebagai pengajar membaca Alquran, maka seoranag guru TPQ seyogyanya memiliki kemampuan membaca alquran dengan baik. Kemampuan yang baik ini bisa diukur dengan parameter sebagai berikut :

  • Lancar dalam membaca Al Qur’an
  • Makharijul Huruf / pengucapan huruf hijaiyah yang benar
  • Bisa membaca alqur’an sesuai dengan ilmu Tajwid
  • Mengetahui dasar dan teori hukum Ilmu Tajwid, minimal hukum nun sukun, huruf tanwin, dan mad
  • Mengetahui dan bisa membaca qur’an dengan benar dalam panjang pendek mad

Jika sudah menguasai hal diatas maka satu langkah kualitas pengajar yang baik telah dimiliki. Jika belum terpenuhi maka tidak ada salahnya meningkatkan kemampuan dengan cara belajar sendiri dengan cara pengajian atau mengaji disimak teman maupun belajar dari youtube atau semacamnya.

Tentunya dari sumber yang terpercaya. Hal selanjutnya yang perlu dimiliki seorang guru TPA yaitu Kemampuan Hafalan. Adapun kemampuan hafalan yang harus dikuasai seorang pengajar TPQ diantaranya adalah :

  • Surat-surat Pendek minimal sampai surat Adh Dhuha
  • Ayat-ayat pilihan, semisal ayat kursi, ayat tentang puasa, beberapa ayat al Kahfi, dan lain sebagainya
  • Hafal dengan fasih bacaan terkait ibadah, semisal, wudhu, sholat
  • Hafal doa doa harian
  • Hafal lagu lagu bagi anak TPQ

Itulah beberapa hal yang perlu dikuasai secara hafalan bagi guru yang ingin berkembang menuju lebih baik. Dan akan bernilai lebih jika seorang guru TPQ hafal juz 30 alias juz ‘amma.

guru TPA yang baik
guru TPA yang baik (C) Faizal Riza

Selanjutnya setelah penguasaan membaca alquran dan hafalan dikuasai dengan baik, melangkah selanjutnya yaitu menguasai materi pelajaran. Umumnya materi pelajaran untuk santri TPQ adalah terkait baca tulis alqur’an, hafalan yang berkaitan dengan alquran maupun doa serta ibadah, dan pelajaran tentang keagamaan.

Pelajaran yang umum diberikan yaitu terkait dengan dinul islam, yang didalamnya terdapat materi :

  • Aqidah
  • Akhlaq
  • Fiqh
  • Sejarah Kebudayaan Islam (tarikh)
  • Ilmu Tajwid
  • Khat atau menulis huruf hijaiyah

Terkait Pelajaran aqidah maka guru seyogyanya menguasai materi terkait ilmu tauhid, dimulai dengan syahadat, maksud dan penjabaran sederhana, termasuk juga materi tentang rukun islam rukun Iman dan lainnya. Pastinya seorang guru TPQ hafal urutan rukun tersebut.

ilustrasi guru TPQ (C) Faizal Riza
ilustrasi guru TPQ (C) Faizal Riza

Tidak lupa tentang asmaul husna, nama-nama nabi serta ulul azmi. Dan ada pula berupa 10 malaikat beserta tugasnya dan sifat sifat yang dimiliki Allah SWT. Disisipkan pula hafalan dalam hal nama bulan hijriyah.

Akhlak tentang bagaimana bersikap, secara hablum minallah dan minannas, tentunya nanti ada lumayan banyak yang termaktub dalam pelajaran adab dan doa sehari hari.

Fiqh. Untuk materi fiqh, ada lebih banyak materi yang perlu dikuasai oleh guru. Dimulai dari gerakan dan bacaan wudhu, sholat, kemudian penguasaan materi puasa, zakat maupun haji serta manasiknya. Dilanjutkan pengetahuan yang lebih baik dalam hal macam-macam sholat sunnah, puasa sunnah,

Materi Tajwid, bagi yang sudah mengajar Alquran atau tingkat paling tinggi dalam alquran tentunya diharapkan sudah menguasai ilmu tajwid dengan baik serta cara aplikasi dalam membaca.

Dalam penguasaan ilmu tajwid bisa di dapatkan dengan mempelajari banyak buku terkait tajwid yang banyak dijual bebas.

ilustrasi alumni TPQ (c) Faizal Riza
ilustrasi alumni TPQ (c) Faizal Riza

Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam atau Tarikh.
Materi yang perlu dikuasai yaitu tentang nabi ulil azmi, sejarah nabi Muhammad dan juga khulafaurrasyidin.

Dalam buku pedoman TPQ terbitan Kementerian Agama, materi diatas dirangkum dalam pelajaran pengenalan dinul Islam.

Pelajaran Khat atau menulis huruf hijaiyah. Ini kadang menjadi hal yang tidak terlalu dikuasai oleh sedikit guru TPQ. Akan tetapi jika berkehendak menjadi guru TPA yang baik maka ada baiknya belajar sedikit demi sedikit terkait cara penulisan huruf hijaiyah.

Seperti halnya yang lain. Kemampuan untuk menulis khot yang baik atau sesuai kaedah tidak datang dengan sendirinya, akan tetapi perlu dipelajari dan dipraktekkan.

Pelajaran TPQ
Pelajaran TPQ Tahsinul Kitabah (C) Faizal Riza Modified

Dengan mau belajar dan praktek menulis huruf arab maka lambat laun ataupun cepat akan bisa menguasainya, minimal mendinganlah layak dipandang dan ditiru oleh murid.

Itulah materi pokok yang mestinya dikuasai oleh seorang guru TPQ yang baik. Dengan menguasai materi diatas maka seorang pengajar TPQ bisa disebut berkompeten secara keilmuan.

Kemampuan manajemen dan administrasi Kelas

Yang diperlukan untuk menguasai administrasi dan manajemen kelas yaitu keberadaan administrasi itu sendiri. Misalnya absen siswa, daftar nilai, buku catatan khusus bagi murid untuk mencatat kejadian unik atau luar biasa pada santri, misalnya santri menangis, berkelahi, juara lomba, atau hafal paling cepat suatu materi.

Setelah absensi serta legger dan perabot lain administrasi telah ada selanjutnya adalah ketersediaan raport hasil semesteran. Mutlak diadakan jika suatu TPQ ingin maju berkembang. Sebelum raport nantinya dibagikan, mestinya diadakan kegiatan ujian semesteran. Dengan begitu seorang guru mestinya sudah memiliki soal ujian untuk semesteran.

pengasuh TPQ cantik
ilustrasi pengasuh TPQ

Bagaimana cara membuat soal ujian? Bisa dibuat sendiri oleh lembaga TPQ dengan bagi tugas, bisa minta master soal dari Badko, Kemenag ataupun yang laun (jika punya).

Juga bisa download materi ujian dari internet. Silakan download untuk di pelajari untuk di cek atau dimodifikasi maupun diujikan langsung pada waktunya. Terserah kepala sekolah atau berdasarkan kesepakatan maupun mandiri oleh guru.

Pengadaan Macam macam administrasi ini bisa diadakan berkoordinasi dengan kepala TPQ atau yayasan

Dan satu hal lagi yang paling penting terkait administrasi pengelolaan kelas adalah, administrasi tersebut dikerjakan. Tidak ada artinya buku administrasi yang lengkap jika tidak dikerjakan. Ingin lebih lebih berkembangkah? Semangat 

Kemampuan komunikasi dengan rekan, kepala TPQ, Pengurus/Yayasan serta Masyarakat

ilustrasi pengurus TPQ
ilustrasi pengurus TPQ (C) Faizal riza

Komponen TPQ yang beraneka macam membuat seorang guru perlu untuk menjalin komunikasi dengan rekan dan kepala TPQ guna berjalannya KBM yang baik dan tercapai tujuan serta target.

berkaitan dengan pengurus atau yayasan, diperlukan sebagai sesepuh, pembimbing serta para penyokong dana dalam kegiatan TPQ. Misalnya tokoh agama, takmir masjid, yayasan dan lainnya.

Contoh komunikasi buruk guru dengan pengurus atau yayasan adalah, guru tidak pernah berkoordinasi dengan takmir masjid atau yayasan dalam laporan keuangan, program kegiatan dan yang lain. Sebaiknya setahun dua kali guru merancang kegiatan, kemudian disusun dalam laporan yang simpel dan praktis, para pengurus diundang kemudian dari TPQ melakukan pemaparan kegiatan.

Yang selanjutnya adalah komunikasi dengan masyarakat. Mereka adalah pemilik anak yang bersekolah pada TPQ, umumnya tuntutan tinggi serta sedikit kontribusi.

ilustrasi wali santri TPQ
ilustrasi wali santri TPQ

Guna mengantisipasi hal seperti ini ada baiknya komunikasi dijalin dengan cara pengajian rutin bulanan yang mana jika sudah ada para guru bisa menyampaikan kondisi TPQ secara umum. Hal ini dilakukan guna terjalin komunikasi yang baik antara pengelola TPQ dengan masyarakat.

Kemampuan berkomunikasi dengan santri

Salah satu hal termasuk urgens adalah kemampuan guru membangun suasana kelas. Dimana santri bisa manut, tenang tidak ramai ketika diajar oleh guru. Kemampuan ini dimiliki jika seoranag pengajar bisa mengambil perhatian santri.

Hal yang diperlukan yaitu kemampuan guru dalam berkomunikasi. Komunikasi yang baik dipelajari melalui pengalaman, pembelajaran psikologi anak umuran yang diajar, perlakuan kepada anak yang tepat dalam kasih sayang dan ketegasan.

Salah satu kemampuan yang menarik bagi anak yaitu keahlian dalam mendongeng bercerita. Umumnya fokus anak akan bagus jika mendapatkan suatu kisah yang disampaikan dengan menarik.ilustrasi siswa TPA

Semangat, Istiqamah, Sabar dan Ikhlas

Hal ini terkait dengan kondisi kejiwaan dan batin dari pengajar. Jika menginginkan peningkatan menjadi guru yang baik pada TPQ maka menurut hemat kami urutannya adalah :

  1. Ikhlas
  2. Sabar
  3. Istiqamah
  4. Semangat
  5. Mau bergerak

Ikhlas mengajar dengan kondisi TPQ yang di hadapi serta siap jika dicibir terhina atau di intimidasi oleh takmir masjid maupun wali santri.

Sabar menghadapi berbagai macam kesulitan baik internal maupun eksternal misalnya ketidakpedulian pengurus yayasan atau takmir masjid, kas TPQ kosong, nombokin keuangan, tidak cocok dengan guru lain dan lain sebagainya.

Istiqamah dalam mengajar, dimana menurut seorang kyai dari wilayah Jenawi Karanganyar memberikan tips supaya lembaga memiliki banyak santri maka pada saat jadwal masuk atau jam pelajaran untuk tetap datang. Maksudnya adalah dikala hujan deras ataupun tidak ada santri satupun yang hadir, sang guru tetap datang. Dengan model istiqamah begitu umumnya santri akan bertambah dengan sendirinya. Kalau anda iseng bertanya, kalau datang tapi tidak ada muridnya terus ngapain? Dijawab oleh pak kyai tersebut” ya mengaji sendiri”.

Tentunya ada banyak hal istiqamah lain yang perlu melekat pada diri ustadz TPQ

Semangat dan mau bergerak, merupakan ikhtiar dimana seorang guru mau berpikir, selanjutnya membuat konsep bagaimana TPQ menjadi lebih baik. Kemudian lebih dari konsep tersebut adalah aplikasi atau pelaksanaan dari konsep yang dibuat. Disinilah letak mau bergerak dan berusaha diperlukan dan menjadi kunci dalam perubahan menuju yang lebih baik.

Demikian opini terkait cara menjadi guru TPQ yang lebih baik. Jika anda setuju silakan komentar pada kolom dibawah.

Jika ingin menambahkan maka akan sangat berterima kasih sekali serta menjadi tambahan wawasan bagi guru yang lain, silakan diketik juga dalam komentar dibawah.

Jika menyanggah dan tidak setuju, silakan ditulis pada kolom dibawah juga, dan mohon sanggahan serta opini anda maupun mana sekiranya yang salah dari tulisan diatas.

Mohon dengan sangat respon anda di kolom komentar.

Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan Taman Kanak Kanak Al Qur’an TKA TKQ

Standar pendidik atau biasa disebut ustadz atau ustadzah pada TK Al Qur’an harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi pendidik guna melaksanakan perencanaan, proses pembelajaran dan pen menilai hasil pembelajaran serta melakukan bimbingan juga pengasuhan, begitu juga tenaga kependidikan pada TK Al Qur’an harus memiliki qualifikasi akademik dan kompetensi pendidik guna melaksanakan dministrasi pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan  pelayanan teknis. Kualifikasi Akademik dan Kompetensi ustadz/ustadzah TKQ adalah sebagai berikut :

Kualifikasi secara akademik Ustadzah TKQ

Memiliki ijazah minimal sekolah menengah atas/madrasah aliyah dan atau pondok pesantren dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan kompetensi khusus tentang ke TKA an

Diutamakan memiliki ijazah s1 PGRA dari perguruan tinggi terakreditasi

ustadzah TPQ ?

Kualifikasi Kompetensi Ustadz TKQ

Kompetensi bagi tenaga pendidik dan kependidikan meliputi (1) Kompetensi Kepribadian; (2) Kompetensi Profesional; (3) Kompetensi Pedagogik; (4) Kompetensi Sosial, antara lain :

  1. Dapat membaca secara baik dan benar sesuai dengan qiraah/tajwid
  2. Telah mengikuti pelatihan metode baca al Qur’an dan mendapat sertifikat pengajar yang di selenggarakan oleh lembaga pembina.
  3. Menguasai materi pembelajaran
  4. Usia telah mencapai minimal 17 tahun
  5. Berkepribadian baik
  6. Mempunyai kecintaan pada anak didik
  7. Memiliki kecintaan terhadap profesinya dan unitnya dimana dia bertugas.

Standar nasional tentang pengajar TPQ adalah standar ideal yang selayaknya terpenuhi oleh lembaga pendidikan TK Al Qur’an. Lazimnya kenyataan yang ada saat ini masih banyak TK al Qur’an yang mungkin masih belum mencapai kualifikasi pendidik diatas karena masih SMA dan belum mendapat sertifikat pelatihan, atau kondisi dimana lulusan strata 1 akan tetapi tidak sesuai dengan kompetensi pendidikan, misalnya s1 guru sejarah atau yang lainnya. Akan tetapi karena kondisi dimana yang berminat dan ikhlas terjun dalam membina TK Al Qur’an yang ada hanya mereka akhirnya semoga pendidikan TK Al Qur’an semakin berkembang dengan baik. Selamat mengajar semoga barakah dunia akhirat.

baca : Standar Nasional Mutu TKA/TKQ (Taman Kanak-Kanak Al Qur’an)

baca : Unsur Dominan dalam pendirian dan pengelolaan TKA/TKQ dan TPA/TPQ dan tugas tugas ustadz ustadzah