Arsip Tag: tanggungjawab guru TPQ

Duka Guru TPQ, diomeli dipertanyakan kompetensi wali santri, dicueki takmir Masjid

 

pontren.com – Assalamu’alaikum para peminat Taman Pendidikan Al Qur’an, disini kisah tentang hal yang tidak mengenakkan yang adakalanya menimpa ustadz ustadzah pengajar TPA yang menjadi guru ngaji.

Yang menjadi titik point disini yaitu duka yang berasal dari lingkungan eksternal TPQ yaitu (1) dari wali atau orang tua santri, (2) Takmir masjid tempat domisili TPQ.

Bagaimanakah Takmir Masjid dan wali murid bisa menyebabkan duka lara ya? Masa takmir masjid bisa membuat guru TPQ mendapatkan nestapa?

Bisa jadi tidak langsung mendengar ucapan atau perbuatan dari takmir maupun wali, akan tetapi pengalaman saya saat ngobrol dengan wali murid dan melihat situasi, maka menurut saya merupakan ujian kesabaran bagi para ustadz ustadzah TPQ.

akan tetapi tidak semua seperti itu, ini hanyalah kisah yang saya amati saja bisa jadi di tempat anda situasinya berbeda, kalau ada persamaan bisa jadi hanyalah kebetulan belaka (pinjam istilah sinetron film di televisi).

Dimarahi wali Santri

Kalau ini pengalaman pribadi, semasa zaman SMA di daerah Sendangmulyo Solo.

Namanya anak kecil ya begitulah, disaat privat iqra ternyata ada yang bermain dan sampai berduel dan salah satunya keok.

Karena keok sehingga di injak-injaklah sang anak yang kalah dalam berkelahi, sayangnya perkelahian terjadi diluar lokasi mengajar, sehingga tidak terdeteksi oleh pengajar.

Lah disaat itu tetiba seorang ibu ibu mendatangi kami (tepatnya saya) sambil mendamprat bahwa anaknya di pukuli teman.

Hanya tertunduk pasrah saja kala itu mendapatkan vitamin verbal dari wali santri.

Dihati hanya nggrundel kenapa juga harus kejadian itu terlaksana. Dah repot ngurus anak ramai di mushola, ternyata diluar malah bikin acara smack down sendiri.

Dimasa itu TPQ dibawah bimbingan pak Shoheh (alm, semoga diampuni segala salah dan dosa) yang menurut keterangan adalah seorang sipir penjaga.

Beliau menanggung operasional TPQ sehingga anak anak tidak perlu membayar SPP bulanan.

Dan kami anak anak sekolah aliyah biasanya kalau liburan pulang dikasih sangu oleh pak shoheh sekedar tali asih sebagai pengajar pada tpa beliau.

Kemampuan yang dipertanyakan

Nah ini yang menyebalkan, kalau saya sendiri pernah mendengar secara langsung seorang yang tinggal dekat masjid.

Ada dua hal yang di pertanyakan oleh ibu terkait kompetensi guru tpq yang mengajar pada masjid didekatnya.

Pertanyaannya tersebut juga menurut saya sebagai pertanyaan murni, tapi lebih tepat berupa sinisme dan meragukan yang terselubung.

Pertama, Pertanyaannya yang adalah, seberapa kemampuan yang menjadi guru TPQ? Panjang pendeknya saja masih banyak salah khan?

Kedua, emangnya tau bagaimana cara mengajar anak umuran sekian? Sekolahnya saja akutansi, bukan guru.

Ketiga, sudah bertahun tahun mengajar, anak anak koq tak nampak perkembangannya? Dari dulu kemampuannya hanya itu itu saja, hafalan tidak tambah, kelancaran ngaji juga tak tampak.

Itulah nyinyir dari wali atau tetangga masjid mengomentari ustadZ ustadzah TPQ di kampung saya pada saat mudik ke desa (padahal sekarang juga tinggalnya di desa).

Dicuekin Takmir Masjid

Sebenarnya ini hanyalah miss komunikasi saja antara takmir masjid dengan pengurus TPQ.

Dimana adakalanya pengelola TPQ bingung atau susah bagaimana memulai komunikasi.

Pada saat acara kumpul guru yang diadakan oleh basznas atau badko tpq, seorang nara sumber bertanya kepada para guru TPQ, apakah Takmir masjid memperhatikan kesejahteraan guru?

Jawabannya apa coba? Bisa dikatakan persis yang terlintas di kepala anda. Mereka kompak menjawab “tidaaaaaak”.

yang ngurusi PIP

Bahkan menimpali, boro boro mikir kesejahteraan guru, beliin peralatan belajar mengajar untuk tpq saja kagak ada alokasi dari takmir masjid. Sungguh ironis pada saat tpq tak terjamah dana dari infaq masjid.

Itulah sebagian duka lara para pengajar TPA yang mungkin ada yang mengalami dan bisa jadi juga ada yang tak pernah merasakan.

Semoga menjadi amal sholeh para pengajar taman pendidikan alquran dan mempermudah segala urusan dunia dan akhirat. Dan juga menambah iman dan taqwa. Amiin.

 

Wassalamu’alaikum warahmatullah wa barakatuh.

Unsur Dominan dalam pendirian dan pengelolaan TKA/TKQ dan TPA/TPQ dan tugas tugas ustadz ustadzah

Dalam penyelenggaraan dan berjalannya suatu lembaga keagaamn Islam dalam hal ini Taman Kanak-kanak Al Qur’an  ( TKQ) dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), ada 3 (tiga) unsur dominan. Yaitu Pengelola, Pelaksana dan Lembaga Pembina. Dengan penjelasan sebagai berikut.

Pengertian Pengelola

pedoman kurikulum TPQ
buku kurikulum TPQ
standar nasional TPQ
buku standar nasional TPQ

secara pengertian, pengelola dalah pengurus suatu organisasi tertentu seperti ; Yayasan, Masjid, Musholla, Majlis Ta’lim atau organisasi kemasyarakatan lainnya. Pengelola berarti juga  pengurus suatu organisasi yang bertanggungjawab terselenggaranya kegiatan belajar mengajar pada TKQ atau TPQ pada tingkat unit dibawah kewenangannya, khususnya berkaitan dengan tenaga pelaksana (guru/ustadz/ustadzah), biaya pengelola (dana), sarana prasarana serta fasilitas lainnya dan juga perlindungan kepada TKA/TKQ & TPA/TPQ yang bersangkutan.

Maksud Keberadaan Organisasi Pengelola TPQ

  • Untuk keseragaman nama TKA/TKQ dan TPA/TPQ dengan organisasi pengelola
  • Untuk memberikan perlindungan dan pengayoman kepada keberadaan lembaga di tingkat unit di bawah kewenangannya
  • Untuk lebih mencerminkan tanggungjawab pengelola terhadap :
  1. Tersedianya tenaga pelaksana (Guru/ustadz/ustadzah) yang memiliki persyaratan sebagai berikut :
  2. Persyaratan khusus : Guru mempunyai wawasan keilmuan dalam bidang al Qur’an dan mampu mengaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM)
  3. Persyaratan Umum 1) mempunyai sertifikat mengajar. 2) Bersedua mengikuti penataran bidang lain yang dilaksanakan oleh lembaga pembina seperti BBM (Bermain, Bercerita, Menyanyi), administrasi dan supervisi serta pembinaan pembinaan lainnya.. 3) akan lebih profesional jika masuk ke PGRA Program Strata 1 (S1). 4) Loyalitas terhadap lembaga atau profesi.

Tersedianya dana yang merupakan sarana penunjang sangat vital bagi penyelenggaraan kegiatan lembaga yang didalamnya termasuk kesejahteraan para pelaksana (guru/ustadz/ustadzah), adapun dana dimaksud dimungkinkan bersumber dari iuran santri, infaq santri, zakat, maupun pemasukan lain yang sifatnya halal tidak mengikat.

Tersedianya sarana prasaran serta fasilitas lainnya yang merupakan satu hal yang sangat penting dalam rangka pencapaian sarana KBM.

baca : Aplikasi Pengajaran Al-Qur’an pada TKA/TPQ dan TPA/TPQ dalam rangka mencapai target

baca : Peraturan dan Tata Tertib TPQ TPA TKQ

women-608949_1280
santri putri

Pengertian Pelaksana pada Lembaga TPQ

yang dimaksud dengan pelaksana pada TPQ adalah semua personel (ustadz/ustadzah) yang terlibat langsung akan terselenggaranya pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pada TKQ TPQ yang menjadi tanggung jawabnya.

Pelaksana Terdiri dari Kepala sekolah, Wakil Kepala sekolah, Wali Kelas, Guru, Kepala T.U. Bendahara serta staff sesuai dengan kewenangan dan kebutuhan. Adapun tugas dan wewenang tenaga pelaksana adalah sebagai berikut :

Kepala Sekolah TPQ

  1. Memimpin langsung lembaga dibawah kewenangannya dan memegan kebijaksanaan keluar dan kedalam.
  2. Sebagai administrator, organisator, dinamisator, motivator, dan supervisor serta bertanggungjawab terhadap pencapaian target kurikulum (GBPP)
  3. Sebagai munaqisy unit
  4. Membuat laporan secara periodik kepada supervisor lembaga yang kemudian dilanjutkan kepada Direktur Daerah/Wilayah serta kepala lembaga Pengelola/Penyelenggara.

Wakil Kepala Sekolah TPQ

  1. Membantu tugas kepala sekolah dalam menggantikan kedudukan dan tanggungjawab apabila Kepala Sekolah Berhalangan.
  2. Mengkoordinasikan bidang-bidang tertentu sesuai dengan petunjuk kebijaksanaan Kepala Sekolah

Wali Kelas TPQ

  1. Memimpin para guru dibawah koordinasinya dalam rangka pencapaian target KBM yang efektif dan efisien
  2. Mencatat administrasi KBM di bawah koordinasinya dan kemudian memberikan laporan kepada kepala sekolah.

Guru/Ustadz/Ustadzah

  1. Melaksanakan KBM serta memberikan bimbingan dan pembinaan kepada santri untuk mendapatkan hasil yang maksimal
  2. Bersama wali kelas membuat program kerja bulanan, mingguan dan harian
  3. Mengklasifikasi kelompok belajar santri
  4. Mencatat prestasi santri pada lembar prestasi

Kepala Tata Usaha (Ka. T.U)

  1. Memimpin dan mengendalikan fungsi kesekretariatan secara keseluruhan
  2. Melaksanakan kegiatan kesekretariatan

Bendahara

  1. Mengupayakan pemasukan keuangan agar lancar dan teratur
  2. Menerima, menyimpan, dan mengeluarkan uang atas persetujuan kepala sekolah
  3. Membuat laporan pertanggungjawaban kepada Kepala Sekolah
  4. Menciptakan kondisi manajemen keuangan yang terbuka

Staff

berstatus sebagai pembantu umum