Arsip Tag: santri tertawa

Kalau aku lebih cantik ……

Pada suatu masa sekitar tahun 2005, masa yang agak suram bagi seorang santri, suatu saat santri ituberkenalan dengan seseorang sebut saja namanya Mas Ari. seorang profesional yang bekerja di ground terkait terminal pesawat terbang atau kita biasa menyebut bandara. selanjutnya tiba saat pegawai bandara tersebut mengisahkan pembicaraan dia dengan istri nya ketika masih awal – awal menikah, sekitar seminggu dua minggu setelah menikah. percakapan dia dengan istrinya dimulai ketika sang istri membuka-buka album kenangan yang
tersimpan dirumah dan ternyata ada foto foto para mantan suaminya. dan banyak juga ternyata mantan pacar suaminya 😀

Istri         : wah mas.. pacarmu banyak juga mas. cantik-cantik lagi.

Mas Ari : iyo, yangku ayu ayu, yo gur kowe wae sik ora ayu (iya, pacarku cantik-cantik, cuma kamu aja yang tidak cantik.

Istri       : oalah mas, nek aku luwih ayu yo aku ora gelem ambek sampean, aku yo golek sik luwih bagus mas. 😀 (oalah mas, kalo saya lebih cantik dari sekarang, saya juga tidak mau jadi istrimu, saya cari yang lebih ganteng lah mas. 😀

Jawaban yang setimpal hahahahaaa

Baca : rabi? syarate gampang, tapi juga angel

baca : Santri Melamar Anak Kyai berdasarkan nama surat

baca : Konangan Ustadz

baca : pertanyaan santri kepada Dosen, terus mereka menikah dengan siapa?

pertanyaan santri kepada Dosen, terus mereka menikah dengan siapa?

wsPada suatu hari selasa di tahun 2016 pertengahan bulan September dimulailah perkuliahan di salah satu Universitas Swasta di Surakarta. dalam mata kuliah yang membahas tentang ushul fiqh, dosen wanita yang sabar baik dan cerdas mengungkapkan keprihatinan beliau akan minimnya kader ulama pria pada masa sekarang. Asumsi beliau karena sedikitnya laki laki dibanding wanita yang sekolah di madrasah/sekolah berbasis agama. dalam dialog terjadi seperti ini.

Dosen : saya merasakan keprihatinan akan kurangnya calon alim ulama laki laki di saat ini.

santri : koq bisa terjadi seperti itu bu?

Dosen : “Selain jadi dosen di sini saya juga mengajar di Kampus negeri sana, selain itu saya juga mengajar di Madrasah Aliyah. untuk di ketahui, dalam kelas kalo rata-rata terisi 25 anak, maka yang 5 adalah laki laki dan yang 20 adalah wanita. secara umum yang saya alami seperti itu.”

santri : “lha kalo lima itu jadi ulama khan udah banyak bu.”

baca : NSPP Pesantren ( Nomor Statistik Pondok Pesantren )

baca : Artis pernah di pondok pesantren

baca : Emis aplikasi desktop pondok pesantren

Dosen : “Lah justru itu sudah cuma lima anak,  cah lanang lanang itu yang bikin onar, mbolosan, tongkrong di kantin, tidur dalam kelas, gangguin siswi dan kegiatan aneh yang lain yang tidak menunjang keilmuan mereka.” Begitulah ibu dosen sedih dan mengelus dada (tolong diartikan secara kiasan, jangan di artikan secara harfiah).

barcelona-114255_640.jpg
duduk duduk

Santri. “ooo begitu ya bu, semoga aja mereka baik pria dan wanita nya bisa jadi alim ulama yang soleh dan baik serta bisa membangun ummat. Oh iya bu. boleh saya tanya terkait hal yang ibu sampaikan barusan?”

Dosen :“Silakan.”

Santri : Kalau yang laki – laki 5 anak dan yang perempuan 20 anak, lha nanti kalo mereka menikah jadi pasangan cuma ada 5 pasang bu. lha anak anak perempuan yang 15 mau dinikah siapa bu?

Dosen : ???????!!!^%&$^%$&%*

Santri :  😀