Arsip Tag: qurban idul adha

Khutbah Idul Adha Masa Pandemi Covid-19

Download contoh Khutbah Hari Raya Idul Adha pada Masa Pandemi Covid-19 yang ditulis oleh DOktor Zainal Arifin, MSI, salah satu Dosen Pengajar di Uniersitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Fakultas Tarbiyah yang diberi judul “Menggerakkan Semangat Berkurban dan Berbagi pada Masa Pandemi Covid-19.

pontren.com – Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, dan guna memudahkan dalam pengeditan teks khutbah Hari Raya Idul Adha 1441 H/ 2020 M ini disediakan dalam format doc ms word sekalian model PDF yang tinggal cetak print out bagi yang sudah cocok tanpa perlu adanya revisi atau perubahan.

Tanpa Basa Basi, berikut bunyi teks dari khutbah Idul Adha dimaksud.

Teks Khutbah Idul Adha 1441 H masa pandemi covid-19

“MENGGERAKAN SEMANGAT BERKURBAN DAN BERBAGI PADA MASA PANDEMI COVID-19”
(KHUTBAH HARI RAYA IDUL ADHA 1441 H)

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ. لاإله إلا الله واللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ ولله الحَمْدُ. اللهُ اَكْبَرُ كبيرًا والحمدُ لله كثيرًا وسبحان اللهِ بكرةً وَ أصيلاً لآإله إلا الله وحده‘ صَدَقَ وعده‘ وَنَصَرَ عبده‘ وأعزَّ جنده‘ وهَزَمَ الأحزابَ وَحْدَه‘ لا إله الا الله ولا نعبد الا ايَّاهُ مخلصين له الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكافِرُوْنَ. لاإله إلا الله واللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ ولله الحَمْدُ.

اَلْحَمْدَ لِلَّهِ الَّذِيْ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ: فَيَامَعَاشِرَالْمُسْلِمِيْنَ, أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ.

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

وَقَالَ تَعَالَى: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ, فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ, إِنَّ شَانِئَكَ
هُوَ الأبْتَرُ. اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ، ولله الحَمْدُ

Hadirin Kaum Muslimin-Muslimat Rahimakumullah

Alhamdulillah, puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan limpahan rahmat, hidayah, kesehatan, serta keselamatan sehingga dapat menjalankan sholat Idul Adha 1441 H secara berjamaah di masa pandemi covid-19. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah pada junjungan Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga, sahabat, tabi’in, tabi’ tabi’in hingga kita sebagai umatnya. Semoga kita termasuk umat Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan syafaatnya di Hari Kiamat, aamiin.

اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ، ولله الحَمْدُ

Hadirin Kaum Muslimin-Muslimat Rahimakumullah

Sejak tadi malam terdengar gemuruh takbir, tahlil, dan tahmid yang terus dikumandangkan oleh kaum muslimin wal muslimat di pelosok Nusantara sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat dan karunia Allah Swt yang diberikan kepada kita semua, sehingga hanya Allah-lah Maha Besar dan yang berhak untuk dipuji.

اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ، ولله الحَمْدُ

MAKNA BERKURBAN

Hadirin Kaum Muslimin-Muslimat Rahimakumullah

Istilah “Kurban” dalam bahasa Arab disebut Qurban berasal dari kata Qaruba-Yaqrabu-Qurban wa Qurbanan yang berarti mendekati/menghampiri. Maka, berkorban dapat dimaknai sebagai usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui penyembelihan binatang kurban untuk disedekahkan bagi orang-orang yang tidak mampu. Definisi ini mengisyaratkan bahwa kedekatan kepada Allah dapat ditempuh melalui ibadah sosial, yaitu saling berbagi daging korban. Perintah Allah Swt untuk menyembelih hewan kurban terdapat dalam QS. al-Kautsar [108]: 1-2

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ ١ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢

Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak, (1) Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). (2)

TAFSIR QS. AL-IKHLAS

Prof Dr. Quraish Shihab M.A menafsirkan “a’thainaaka” berasal dari kata “a’tha” yang berarti ”pemberian yang sedikit”. Jadi, makna ayat pertama ini adalah anugerah Allah yang diberikan kepada nabi Muhammad atau diberikan kepada kita di dunia, walaupun kelihatannya banyak atau melimpah-ruah, tapi masih dianggap sedikit dibandingkan nikmat yang akan diterima kelak di Akhirat. Sedangkan kata ”al-Kautsar” diartikan ”nikmat yang banyak atau (nama) sungai di Surga”.

Ayat kedua menjelaskan bahwa setelah Allah memberikan nikmat yang banyak, kemudian kita diperintahkan untuk melakukan shalat dan berkurban. Menurut Prof Dr. Quraish Shihab M.A, ”shalat” di sini bukan hanya perintah menjalankan shalat Idul Adha tapi juga shalat dan ibadah-ibadah yang lain, sebagai bentuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Kata ”Wanhar” diartikan ”menyembelih binatang sebagai syiar agama”, sehingga Idul Adha juga disebut dengan istilah ’Id an-Nahr (menyembelih binatang).

Maka, Prof Quraish Shihab mengartikan ”Wanhar” berarti perintah menyembelih binatang baik dalam rangka Idul Adha maupun Aqiqah untuk anak yang baru lahir.

QS. Al-Ikhlas [108]: 1-2 ini dapat disimpulkan bahwa setelah Allah memberikan nikmat kepada kita (nikmat iman, kesehatan, keselamatan, harta, dan lain sebagainya), maka kewajiban kita adalah sholat sebagai bentuk ibadah vertikal kepada Allah Swt dan berkurban sebagai ibadah sosial kepada sesama manusia.

اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ، ولله الحَمْدُ

MENGGERAKAN SEMANGAT BERKURBAN DAN BERBAGI PADA MASA PANDEMI COVID-19”

Hadirin Kaum Muslimin-Muslimat Rahimakumullah

Sejak bulan Maret hingga sekarang, negara kita masih diuji dengan adanya pandemi Covid-19. Pandemi ini pun telah menyebar ke beberapa negara dengan kasus seluruh dunia sejumlah 5,7 juta terkorfimasi positif Covid, 9,05 juta sembuh, dan 640 ribu meninggal dunia. Kasus di Indonesia sendiri sudah ada 97.286 positif, 55.354 sembuh, dan 4.714 meninggal dunia. (Data 24 Juli 2020).

Maka, pada kesempatan ini, marilah kita merenungkan kembali hikmah ibadah Idul Adha untuk menggerakkan semangat berkurban dan berbagi antar sesama pada masa pandemi covid-19:

  1. Berkurban sebagai usaha mendekatkan diri kepada Allah

Ibadah kurban mengajarkan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah perlu usaha perngorbanan harta benda yang kita miliki untuk orang lain. Maka, selain binatang kurban, kita juga dapat mengorbankan atau mensedekahkan uang, pakaian, sembako, masker atau alat-alat kesehatan untuk membantu orang-orang yang kena dampak covid-19 serta terlibat dalam mencegah dan penanggulangan Covid-19.

Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2]: 215

يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

  1. Idul Adha sebagai momentum persatuan

Kelebihan bangsa Indonesia adalah memiliki semangat gotong royong antar warga (masyarakat). Maka, marilah kita jadikan perayaan Idul Adha sebagai momentum persatuan dan gotong royong untuk saling berbagi antar sesama. Pembagian daging kurban bisa diperioritaskan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan dan terkena dampak Covid-19. Bahkan, jika di suatu daerah berlebih daging kurban, bisa disedekahkan ke daerah lain yang minim daging kurban. Karena hakikat tujuan berkurban sebagai bentuk pengabdian kepada Allah melalui berbuat baik kepada orang-orang yang membutuhkan.

  1. Kurban sebagai ibadah sosial

Berkurban adalah bentuk dari ibadah sosial. Maka, semangat berkurban sebenarnya mengajarkan kita agar tidak mengesampingkan pentingnya ibadah sosial yang bermanfaat bagi orang lain. Masa pandemi Covid-19 adalah waktu yang tepat untuk menggerakkan kembali semangat berkurban dan berbagi bagi sesama.

Pandemi yang belum diketahui secara pasti kapan berakhirnya membuat banyak orang-orang yang perlu disantuni, khususnya orang-orang miskin, fakir, korban PHK, anak-anak putus sekolah, dan lain sebagainya.

Nabi Muhammad Saw mencontohkan secara sederhana semangat berbagi dalam salah satu hadisnya, …dari Abu Dzar, dia berkata; “Kekasih saya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berpesan kepada saya: “Apabila kamu memasak kuah sayur, maka perbanyaklah airnya, lalu lihatlah jumlah keluarga tetanggamu dan berikanlah sebagiannya kepada mereka dengan baik” [HR. Muslim, No. 4759]

Bahkan, dalam hadis Qudsi Allah berfirman:

Wahai anak Adam! AKU sakit mengapa engkau tidak menjenguk-KU, ia berkata: wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku menjenguk-MU sedangkan ENGKAU adalah Tuhan semesta alam. Allah berfirman: Engkau tahu bahwa seorang hamba-KU sakit di dunia, akan tetapi engkau tidak menjenguknya, seandainya engkau menjenguknya, sungguh engkau akan dapati AKU di sisinya. “

“Wahai anak Adam, AKU meminta makan kepadamu, mengapa engkau tidak memberi-KU? Orang itu berkata: Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku memberi-MU makan sedangkan ENGKAU adalah Tuhan semesta alam? Allah berfirman: engkau mengetahui ada dari hamba-KU yang kelaparan dan engkau tidak memberinya makan, sekiranya engkau memberinya makan, niscaya engkau dapati AKU di sisinya.

“Wahai anak Adam, AKU meminta minum padamu sedangkan engkau enggan memberi-KU minum. Ia berkata: Wahai Tuhanku, bagaimana aku memberi-MU minum sedangkan ENGKAU adalah Tuhan Semesta Alam? Allah menjawab: seseorang meminta minum padamu dan engkau tidak memberinya, sekiranya engkau memberinya minum niscaya engkau dapati AKU di sisinya [H.R. Muslim]

بَارَكَ اللهُ لِي وَ لَكُمْ فِي الْقُرآنِ الْكَرِيْمِ وَ نَفَعَنِيْ وَ اِيَّاكُـمْ مِنَ الآيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْمِ
وَ تَقَبَّلْ مِنِّي وَ مِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّـهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الْعَلِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Hadirin Kaum Muslimin-Muslimat Rahimakumullah

Pada khutbah kedua ini, marilah kita bersama-sama berdo’a kehadirat Allah Swt, semoga senantiasa kita diberikan hidayah, kekuatan iman, keselamatan, dan kesehatan dalam menjalankan ibadah dan kegiatan sehari-hari di masa pandemi Covid-19.

“Astagfirullaah al-‘Adziim 3x”

“Allahumma Sholli wa Sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ajma’in.”

“Ya Allah, ya Tuhan kami, pada hari ini kami berkumpul merayakan hari yang Engkau agungkan, hari yang sangat bersejarah dalam kehidupan umat manusia, khususnya manusia yang mengakui keberadaan dan kemahabesaran-Mu. Oleh karena itu ya Allah, kami bermohon kepadamu, kiranya senantiasa berkenan melimpahkan rahmat dan kasih sayang kepada kami sehingga kami mampu menjalankan semua yang engkau perintahkan dan meninggalkan semua larangan-Mu.”

“Ya Allah, ya gaffâr ya Rahman, ya Rahim, ampunilah dosa dan kesalahan kami, ampunilah segala dosa dan kesalahan ayah dan ibu kami, ampunilah dosa keluarga kami, nenek moyang kami, guru-guru kami, dan ampunilah dosa-dosa kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun sudah meninggal.”

“Ya Allah, Ya Tuhan kami, Engkau telah menurunkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai pelajaran bagi kami, Ampunilah kami, jika kami telah menjadikan anak-anak kami, jabatan kami, status kami, kekayaan kami, hingga melenakan kami, melupakan kami untuk beribadah kepada Engkau, dan ampunilah kami jika kami terlalu mencintai dunia sehingga melenakan untuk beribadah.”

“Ya Allah, Kami berlindung kepada-Mu dari segala macam wabah penyakit dan virus yang mematikan. Dengan kuasa-Mu ya Allah, hentikan pandemi Covid-19 ini di negara kami, sehingga kami dapat beribadah dengan aman dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami.”

“Ya Allah, jadikanlah akhir hidup kami dengan kehidupan sebaik dan semulia-mulianya di sisi-Mu. Jadikanlah akhir amal kami dengan sebaik-baiknya amal. Jadikanlah sebaik-baik hariku, adalah hari pertemuan dengan-Mu”

Aamiin…. Aamiin… Ya Mujibassailin, perkenankanlah semua permohonan kami, ya Allah.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَوَّابُ الرَّحِيْمُ
رَبَّناَ آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ
وَالْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَلَمِيْنَ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

—Selamat Hari raya Idul Adha 1441 H—

Download Khotbah Idul Adha Format DOC PDF

sebagaimana diatas ditulis, berikut adalah file yang daoat diunduh gratis free download dalam versi bentuk format doc ataupun docx yang dapat dilakuman edit perubahan menyesuaikan dengan kebutuhan.

sebelum pengunduhan dilakukan, akan ditampilkan seperti apa file sekiranya akan diunduh ini daam versi preloved alias penampakan pra pengunduhan.

berikut preview file khutbah Idul Adha dimaksud.

demikian penampakan file yang diambilkan dari versi format doc ms word yang dapat diedit, apabila hendak memiliki file diatas sampean dapat langsung mengunduh atau download melalui tampilan diatas.

ada kendala dalam pengunduhan secara langsung dari gambar? dilampirkan tauutan atau link guna kemudahan dalam penyedotan teks khutbah hari raya idul adha ini.

berikut tautannya.

khutbah Idul Adha format Doc
Khutbah Idul Adha PDF

demikian informasi pagi ini yaitu unggahan contoh teks khutbah Idul Adha lengkap dengan khutbah Kedua dan juga teks arab dan latin bisa dicetak sesuai keinginan. wassalamu’aaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Penyakit yang Harus diwaspadai saat Idul Qurban dan Cara Pengecekan

pontren.com – mengutip dari buku saku/infografis yang diterbitkan oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Badan Penyuluhan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang membahas tentang seputar Hewan Kurban.

Hal yang dibahas pada infografis ini yaitu;

Prinsip Kesejahteraan Hewan
7 Langkah Higiene Tangan
Penyakit yang harus diwaspadai selama pelakanaan Kurban
Anatomi Pisau Penyembelihan
Rumus Menghitung Karkas Kambing atau sapi
Teknik Perobohan Hewan Kurban
Panduan Praktis Penyembelihan Hewan Qurban.
Itulah yang terdapat dalam buku infografis.

Untuk saat ini akan disampaikan tentang penyakit yang perlu diwaspadai oleh panitia qurban guna kebaikan bersama.

Berikut penyakit hewan sapi atau kambing yang perlu diwaspadai.

7 penyakit yang perlu diwaspadai selama pelaksanaan kurban.

Pertama, penyakit Anthrax

Merupakan penyakit zoonosis, ciri utamanya adalah keluar darah dari seluruh lubang tubuh. Spora bakteri memiliki ketahanan tinggi dan sulit diberantas.

Kedua, penyakit Scabies

Nama lain dari kudisan. Gejala Klinis terdapat keropang kemerahan pada lipatan kulit.

Ketiga, Cacing Hati

Parasit masuk kedalam tubuh manusia melalui daging yang tidak dimasak dengan benar.

Keempat, Bovine Ephemeral Fever

Ditandai dengan demam mendadak dan kaku pada persendian

Kelima, Brucellosis

Penyakit keluron menular yang menyerang sistem reproduksi.

Keenam, Keropeng Mulut (ORF)

Terbentuk popular, vesikula, keropeng pada kulit. Bersifat zoonosisi (menular dari hewan ke manusia).

Cara Mudah mengecek Hewan Kurban yang terjangkit Penyakit

panitia hari besar Islam
jangan lupa untuk mengecek yaa

Mengutip dari portal berita kumparan, berikut adalah cara mudah dalam melakukan pemeriksaan penyakit yang diduga menjangkiti hewab kurban.

Cek penyakit anthrax = Dengan cara menyayat atau mengiris limpa dari hewan kurban dimaksud. Jika keluar cairan seperti darah berwarna pekat seperti kecap, hewan ini terindikasi terkena antrax.

Tindakan yang harus dilakukan adalah memusnahkan semua bagian dari hewan kurban dimaksud.

Cek Penyakit TBC hewan kurban = periksa bagian paru-paru. Langkahnya adalah mengambil sepotong organ paru paru dan selanjutnya masukkan ke dalam ember berisi air.

Apabila paru paru yang dimasukkan kedalam air berisi ember dimaksud mengapung, merupakan pertanda hewan sehat dan daging layak konsumsi.

Jika sebaliknya atau paru paru tenggelam di ember artinya terserang penyakit TBC.

Penangananya adalah paru paru tidak dapat dikonsumsi akan tetapi organ bagian yang lain dapat dimakan.

Penyakit Hati = Bagi hewan berpenyakit hati yang telah disembelih, cara pengecekannya dengan meraba organ hati hewan tersebut. Jika pada saat diraba terasa kasar seperti terdapat pasir dan dibuka ada cacing yang berukuran halus maka hati tersebut harus dibuang.

Sedangkan organ lain dari hewan yang kena penyakit hati ini tetap dapat dikonsumsi.

Demikian informasi mengenai macam – macam penyakit yang perlu diwaspadai menjangkiti hewan qurban dan juga cara yang mudah dalam melakukan cek atau pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh Panitia Qurban Hari Raya Idul Adha.

Semoga kita semua dijauhkan dari penyakit dan marabahaya. Amiin

5 Prinsip Kesejahteraan Hewan (Panduan untuk Panitia Qurban)

pontren.com Assalamu’alaikum. Kesejahteraan hewan adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia

Kesejaheraan Hewan sebagai Implementasi Fiqh Qurban

Bersumber dari Pedoman Ber – Qurban yang aman dan benar – The National Qurban Centre, dalam buku Saku/Infografis yang diterbitkan oleh BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN HEWAN CINAGARA BOGOR BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA, disebutkan bahwa ;

Prinsip Kesehatan hewan merupakan implementasi dari fiqh qurban terkait dengan penyediaan daging sembelihan yang aman, sehat, utuh, dan Halal.

Perkembangan teknologi membuktikan bahwa hewan sembelihan yang diperlakukan dengan sejahtera akan menghasilkan daging yang baik (berwarna cerah dan tidak keras) sehingga akan meningkatkan mutu daging yang pada akhirnya meningkatkan nilai tambah dari daging sembelihan diatas.

Dalam file PPT Drh. Dwi Cipto Budinuryanto, M.S. Laboratorium Produksi Ternak Potong Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dalam materi berjudul HEWAN QURBAN, ANIMAL WELFARE DAN DAGING ASUH menerangkan sebagaimana berikut;

Kesehatan hewan juga dikenal dengan sebutan animal welfire merupakan suatu tindakan kesadaran terhadap perasaan hewan dan bagaimana memperlakukannya tanpa perlu menyakiti dan membuatnya menderita.

Elemen Animal Welfire Kesejahteraan Hewan

3-elemen-animal-welfire
three element of animal welfire

Ada 3 elemen dalam animal welfire yaitu;

(1) Kesehatan dan Kondisi Fisik
(2) Status Afeksi
(3) Hidup Natural

Dengan memperhatikan hal diatas maka selayaknya bagi para pengelola atau panitia idul qurban untuk memperhatikan Prinsip Kesehatan Hewan.

Prinsip Kesejahteraan Hewan

Ada 5 prinsip kesejahteraan Hewan yaitu;

  1. Bebas dari rasa haus & lapar.
  2. Bebas dari rasa sakit, cideram dan penyakit.
  3. Bebas dari tidak Nyaman.
  4. Bebas mengekspresikan perilaku normal.
  5. Bebas dari stress, rasa takut dan tertekan.

Pasal 66 UU Nomor 41 Tahun 2014

Berikut cuplikan dari pasal 66 UU nomor 41 tahun 2014 ayat 1 dan 2 mengenai Kehewanan guna mempertimbangkan perlakuan hewan pada hari raya Idul Adha Bulan Haji.

(1) Untuk kepentingan kesejahteraan hewan dilakukan tindakan yang berkaitan dengan penangkapan dan penanganan; penempatan dan pengandangan; pemeliharaan dan perawatan; pengangkutan; pemotongan dan pembunuhan; serta perlakuan dan pengayoman yang wajar terhadap hewan.

(2) Ketentuan mengenai kesejahteraan hewan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara manusiawi yang meliputi:

a. penangkapan dan penanganan satwa dari habitatnya harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan di bidang konservasi;

b. penempatan dan pengandangan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga memungkinkan hewan dapat mengekspresikan perilaku alaminya;

c. pemeliharaan, pengamanan, perawatan, dan pengayoman hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari rasa lapar dan haus, rasa sakit, penganiayaan dan penyalahgunaan, serta rasa takut dan tertekan;

itulah informasi tentang prinsip kesejahteraan hewan dan semoga semakin menambah wawasan umat Islam dalam penanganan penyembelihan Hewan secara umum dan kambing sapi qurban pada khususnya.

Wassalamu’alaikum.

Tips Mencegah Daging Kambing Bau Prengus

menyembelih kambing yang benar
gambar kurban kambing

pontren.com – Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Ada enaknya mengenal sahabat yang berkecimpung di dunia perhewanan dengan disiplin ilmu veteriner, salah satu manfaat yaitu mendapatkan informasi mengenai kiat dan tips seputar hewan kurban.

Salah satu kiat yang diberikan adalah mengatasi bau prengus pada hewan kurban kambing ataupun domba dimulai awal penanganan sampai dengan pembagian.

Tips yang di share ini mungkin sudah wara wiri lewat di aplikasi perpesanan pada android atau iphone semisal whatsapp, facebook messenger instagram line viber maupun wechat.

Dalam tulisan ini tertera nama drh. Supriyanto, MVPH (PDHI Yogyakarta).

Berikut kiat beserta cara penanganan daging kambing domba baik sebagai hewan kurban di bulan dzulhijjah hari raya idul adha, dan juga di aplikasikan dalam merumat kambing dalam acara aqiqah syukuran kondangan dan sebagainya.

Asal Bau Prengus Kambing Domba

Yang paling umum Daging dengan aroma berbau prengus adalah daging kambing terutama yang berjenis kelamin jantan. Penyebabnya ialah domba jantan memiliki kelenjar bau yang terletak pada area sekitar tanduk.

Kelenjar ini memiliki fungsi sebagai KTP alias identitasa pengenal yang digunakan kambing jantan menandai wilayah.

Penandaan wilayah ini dapat kita lihat disaat sang kambing menggosok-gosokkan kepala di dinding tembok atau pohon atau apapun itu.

Kelakuan hewan ini berfungsi untuk mengeluarkan aroma berfungsi sebagai penanda wilayah, jadi bukan hanya karena disebabkan gatal gatal pada kepalanya.

Inilah yang menjadi biang keladi sumber bau prengus yang membuat daging beraroma tidak enak.

Walau sumber kelenjar berada pada area kepala tepatnya sekitar tanduk, akan tetapi bau prengus ini juga umum diketemukan di wilayah kulit maupun kaki binatang berkaki empat ini.

Hal ini terjadi karena karena secara alamiah kambing biasa menggosokkan kepalanya pada tubuh atau kakinya

Koq Bisa daging kambing berbau prengus?

Daging kambing bisa berbau prengus atau tidaknya daging bergantung dari adanya cemaran pada saat hewan disembelih dan penanganan setelahnya. (kalau dalam bahasa sekarang terpapar radiasi prengus dari tanduk kambing 😀 ).

Kemungkinan paling umum adalah jagal yang menyembelih serta menguliti beserta orang yang membantu memegang kambing disaat penyembelihan, (entah bagian manapun itu memegangnya.

Yaitu setelah menyembelih kambing, para pihak terkait pemegang kambing dimaksud melakukan proses pengulitan dan pemotongan daging tanpa mencuci bersih tangan.

Jika kelakuannya begitu maka kemungkinan daging kambing akan terpapar bau prengus dari kelenjar yang berada di sekitar tanduk tadi..

Mengapa daging sapi berbau prengus juga ya?

Secara teknis anatomi, pada dasarnya daging sapi tidak berbau prengus karena tidak seperti pada kambing, sapi tidak mempunyai kelenjar bau.

Penyebab adanya Daging sapi bau prengus hal yang paling umum adalah dicampurnya daging sapi dan kambing pada saat sebelum dimasak atau waktu memasak.

Bisa juga disebabkan adanya paparan pencemaran dari jagal dan pisau (setelah menyembelih dan menangani kambing kemudian menangani penyembelihan sapi tanpa mencuci bersih tangannya terlebih dahulu)

Tips dan cara agar daging Kambing tidak bau prengus

tips joss

Berikut langkah langkah agar daging kambing maupun sapi terhindar dari bau prengus karena penanganan yang salah akibat belum dipahami situasi diatas.

Pertama – jagal yang menangani penyembelihan harus menjaga kebersihan tangan dan pisaunya, (tangan dan pisau sembelih harus segera dicuci bersih dalam air mengalir dan dengan sabun, segera setelah menyembelih atau membantu memegang hewan saat disembelih).

Catatan penting!!! Mencuci tangan dan pisau dalam satu ember berisi air, justru malah bisa menyebabkan cemaran

Kedua – Gunakan pisau khusus dan berbeda untuk setiap proses (menyembelih, menguliti dan mengiris2 daging)

tiga – tidak mencampur daging sapi dan kambing sewaktu mengemas dan memasak.

Itulah tips tentang mengatasi bau tidak enak yang orang jawa menyebutnya dengan prengus, entah apa bahasa indonesianya saya belum menemukan padanan yang tepat.

Mungkin juga prengus sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia secara resmi atau ada kata yang tepat sebagai terjemahan kata ini dalam bahasa Indonesia.

Bagi ustadz ustadzah yang kuliah di sastra indonesia atau guru bahasa Indonesia, mohon bantuannya ya. Prok prok prok.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Cara Menyimpan daging kurban agar awet di Kulkas

Cara Menyimpan daging kurban agar awet di Kulkas
Pontren.com – informasi tentang tata cara penyimpanan daging kurban sapi lembu domba kambing dengan benar supaya awet hasil wawancara dengan dokter hewan lulusan universitas di Indonesia yang lumayan dikenal.

Selain sebagai dokter hewan dari lulusan kampus negeri dengan predikat summa cum laude, beliau juga bekerja di Kementerian yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang dipelajarinya.

Dalam tips penyimpanan daging qurban ini disebutkan bagaimana cara pra penyimpanan, durasi lama ketahanan daging kurban disimpan pada kulkas baik pada pendingin maupun di freezer.

Dilampirkan juga gambar ilustrasi ringkas dalam kiat menyimpan yang mudah untuk dipahami.

Berikut adalah pokok tulisan yang akan kita bahas disini.

Itulah beberapa sub judul dalam tulisan ini mengenai cara penyimpanan daging kurban agar awet bersumber dari sahabat yang berprofesi sebagai dokter hewan dan bekerja pada Kementan.

Sebenarnya mau saya sebutkan nama beliau, tapi sayang ada satu narasi yang membuat mengurungkan niat untuk menampilkan nama karena dirasa agak gimana gitu terkait dia sendiri dalam mengawetkan daging qurban pada refrigator lemari es.

Langkah Menyimpan Daging Kurban Agar Awet

Jika tidak ada lemari es, sebaiknya daging untuk segera dimasak dan di konsumsi, apabila terdapat alat pendingan misalnya lemari es atau freezer refrigator, silakan disimak dibawah ini.

Dalam menyimpan daging kurban baik sapi lembu kambing wedus embek maupun domba, hal yang perlu diperhatikan adalah kebersihan daging sebelum dimasukkan kedalam kulkas / freezer / refrigator.

Pertama, jika daging sudah bersih, maka daging tidak perlu dicuci, dapat langsung dimasukkan kedalam mesin pendingin.

Kedua, jika daging dalam keadaan kotor atau tidak bersih, silakan dicuci dibersihkan permukaan daging yang kotor, tiriskan atau keringkan dengan tissu makan ataupun tissue dapur.

Selanjutnya potong-potong daging seukuran anda biasa memasak atau mengolahnya, selanjutnya masukkan potongan daging pada plastik yang bening/putih ataupun pada wadah makan (lumayan tuh tupperware nya kepakai hehee) dalam kondisi tertutup.

Itulah trick dan tips cara penyimpanan daging kurban supaya awet dan baik berdasarkan buklet dari instagram direktorat Kesmavet Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Ketahanan Daging Kurban pada freezer kulkas refrigator

menyimpan-daging-kurban-di-lemari-es
perbedaan ketahanan daging kurban dalam freezer dan refrigator

Setelah disimpan dalam kulkas, anda tentunya bertanya tanya, berapa lama sih tahan daging dalam kulkas dan layak di konsumsi?

Berikut keterangan yang dapat menjawab pertanyaan anda.

Ternyata ketahanan daging dalam kulkas ini ketahanannya dibagi 2 macam yaitu disimpan dalam lemari pembeku (freezer) dan dalam lemari pendingin (refrigator).

Dalam freezer lemari pembeku daging sapi atau kambing dapat bertahan antara 2-3 bulan semenjak dimasukkan dalam freezer.

Dalam pendingin refrigator, daging lembu atau domba hanya bertahan kisaran 2 hari semenjak daging dimasukkan dalam lemari es pada kompartemen refrigator pendingin.

Cara Memasak Daging Kurban setelah disimpan dalam kulkas pembeku

Jika anda hendak memasak daging dalam pendingin ini di keesokan harinya, langkah yang diperlukan yaitu memindahkan daging yang udah dalam bentuk potongan tadi dalam wadah atau plastik, kemudian pindahkan pada kulkas lemari es pendingin atau refrigator.

Ingat, masa normal daging dalam refrigator adalah 2 hari.

Setelah anda hilangkan kebekuan daging dari freezer kedalam refrigator, selanjutnya daging dapat anda konsumsi sesuai selera anda, entah sate, gulai, tengkleng ataupun masakan kesukaan anda.

tips-penanganan-daging-kurban

Resiko Mengkonsumsi daging kurban lewat masa saran maksimal penyimpanan dalam freezer

Bagaimanakah jika dalam menyimpan daging ini lewat 3 bulan di pembeku atau freezer, apa dampak akibat jika nekad mengkonsumsi daging yang lebih dari 3 bulan disimpan beku dalam freezer?

Berikut resiko tetap mengkonsumsi daging yang disimpan lebih dari 3 bulan dalam freezer.

Jika freezer tidak dalam kondisi prima, maka daging dapat dimasuki dan terkontaminasi oleh bakteri pembusuk.

Kalau protein dagingnya menjadi rusak dan berdampak kehilangan nilai gizi.

Jika sampai ada bakteri patogen yang merasuk pada daging dapat mengakibatkan mual muntah bahkan kematian (clostridium, psteurella, salmonella).

Akan tetapi keterangan tambahan beliau bahwa orang Indonesia relatif lebih tahan karena mikroflora normal di lambung lebih bervarias.

Satu lagi jangan anda lewatkan tulisan dibawah ini supaya anda tenteram menyimpan daging lebih lama pada lemari es.

Hal yang melegakan dalam penyimpanan daging kurban di refrigator dalam waktu yang lama

Tadi disampaikan bahwa saya segan menulis nama beliau di postingan ini, berikut alasannya.
Setelah ngobrol diatas, beliau menambahkan bahwa;

“anjuran itu mengingat massa daging beku, kalau biasanya sampai lebaran haji berikutnya ya aku sering haha”

Lhadalah, jebulnya cuma guyon. Jadi tidak dapat ditiru untuk diikuti jejaknya.

Itulah yang melegakan. Intinya sih selama kondisi freezer kulkas anda baik prima sebenarnya tidak masalah lebih dari 2 bulan di dalam pembeku.

Tapi ingat, kondisi freezer dalam kondisi top tidak mengalami suhu naik turun yang ekstrim sehingga dapat merusak daging karena adanya bakteri yang dapat merasukinya.

Maturnuwun bu dokter.

Panduan Pemotongan Kambing sapi kerbau hewan Qurban Idul Adha yang benar sesuai syariat Islam dan sunnah yang halal dan higienis

Pada pondok pesantren kemungkinan terbiasa dengan adanya penyembelihan hewan qurban, baik berupa kambing maupun lembu. selain itu biasanya para santri lulusan pesantren dipercaya sebagai jagal dan penyembelih hewan kurban pada saat hari raya Idul Adha yang biasa disebut dengan Idul Kurban.

disumbang tulisan oleh alumni pondok pesantren daerah sukoharjo. Beliau berasal dari daerah Sliyeg Indramayu, diberi nama oleh orang tua Ikhsan Fathoni Rahmat. Saat ini menjadi PNS di Deptan Sulawesi dan menduduki jabatan sebagai kepala seksi alias Kasi. Sebelum menjadi PNS, beliau menimba Ilmu di salah satu universitas yang agak terkenal di Indonesia. Tepatnya di Provinsi Yogyakarta, Tepatnya di Fakultas Kedokteran Hewan UGM Yogyakarta.

Setelah melalui proses editing seperlunya dalam rangka melewati situs smallseotools dan menghindari dari konten yang sama dengan situs lain. selain itu diambil secara ringkas dan inti dari tulisan beliau. perubahan kata seperlunya di buat dan hanya sedikit yang dilakukan perubahan guna meloloskan dari duplikasi konten. berikut adalah tulisannya.

baca :

PERSYARATAH HEWAN QURBAN IDUL ADHA

 Hewan Qurban

Hewan yang digunakan untuk di qurbankan adalah hewan ternak berasal dari daerah bebas penyakit hewan menular, diutamakan kelamin jantan yang sehat, gemuk dan tidak cacat secara fisik misalnya pincang, buta, telinga rusak, tanduk patah dan ekor terpotong serta sudah cukup umur untuk diqurbankan (musinnah).

 Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Jangan kamu menyembelih untuk qurban melainkan yang musinnah  kecuali jika sukar didapat, maka boleh berumur satu tahun (yang masuk kedua tahun) dari kambing/domba.” (HR. Muslim).

Hadits lain dari Jabir, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah, akan tetapi jika kalian merasa berat hendaklah menyembelih Al-Jadza’ah.” (HR. Muslim dan Abu Daud).

Yang dimaksud dengan Musinnah yaitu hewan yang telah berganti gigi serinya, untuk kambing dan domba yang telah cukup berumur satu tahun lebih sedangkan untuk binatang unta yang telah mencapai lima tahun lebih dalam umur,. Adapun yang dimaksud Jadza’ah yaitu kambing muda yang baru berumur delapan atau sembilan bulan. Jika musinnah tidak didapatkan, maka boleh berqurban dengan Jadza’ah yang dimiliki.

Penentuan Umur Hewan Qurban Idul Adha

Mementukan umur hewan berdasarkan komposisi/ susunan gigi

 Sapi

Berikut ini adalah prakiraan umur sapi berdasarkan pemeriksaan gigi

1.       Di bawah dua tahun (Belum ditemukan gigi seri permanen)

2.       Dua tahun tiga bulan (2 gigi seri permanen)

3.       Tiga tahun (4 gigi permanen)

4.       Tiga tahun enam bulan (6 gigi seri permanen)

5.       Empat tahun (8 gigi seri permanen)

6.       Sapi tua, lebih dari empat tahun gigi aus

 gigi prakiraan umur sapi.JPG

  Kambing dan Domba

Berikut ini adalah prakiraan umur kambing/domba berdasarkan pemeriksaan gigi

1.       Domba di bawah satu tahun

2.       Satu tahun (2 gigi seri permanen)

3.       Dua tahun (4 gigi seri permanen)

4.       Tiga tahun (6 gigi seri permanen)

5.       Empat tahun (8 delapan gigi seri permanen)

6.       Domba tua, lebih dari empat tahun

 

 prakiraan umur domba dengan gigi.JPG

Persyaratan tambahan

  1. Hewan telah diperiksa terlebih dahulu oleh tim pemeriksa hewan qurban yang dilengkapi dengan keterangan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)dari instansi/ Dinas terkait
  2. Untuk hewan jantan, jumlah testis yang lengkap adalah 2 buah yang bentuk dan letaknya simetris

Perlakuan Hewan Qurban Sebelum Dipotong

 Hewan ditampung dan diistirahatkan ditempat yang bersih serta terlindung dari hujan dan terik sinar matahari

  1. Hewan diberi air minum dan pakan yang cukup apabila ditampung dan diistirahatkan lebih dari 12 jam sebelum dipotong
  2. Apabila hewan ditampung kurang dari 12 jam sebelum dipotong cukup diberi air minum saja

SARANA PENAMPUNGAN DAN PEMOTONGAN HEWAN QURBAN

Sarana Tempat Penampungan Hewan

  1. Ada kandang untuk menampung sementara. Pagar atau pembatas kuat agar hewan tidak lari dan tidak ada bagian yang berpotensi menyebabkan hewan luka atau cidera
  2. Kandang penampungan sementara harus kering, tidak licin, mudah dibersihkan selain itu kandang penampungan harus mampu melindungi hewan dari panas matahari dan hujan.
  3. Tersedia air minum yang layak serta makanan untuk hewan yang memadai. Dan juga tidak mencampur hewan dengan perbedaan ras. Misalnya kambing dengan sapi dalam satu kandang.
  4. Bila hewan diikat, maka tali pengikat jangan sangat pendek. Panjang tali harus mengakomodasi ternak dalam mencapai tempat minum, pakan dan mudah dalam berdiri maupun berbaring.
  5. Ternak diperlakukan secara baik dan wajar dengan memperhatikan azas kesejahteraan hewan, agar hewan tidak stres, tersiksa, terluka dan kesakitan, terutama pada saat penggiringan, pengangkutan ke kendaraan, selama di kendaraan dan pada saat dan penurunan dari kendaraan.

Sarana tempat pemotongan

  1. Lokasi menyembelih hewan diharuskan dalam kondisi kering serta tidak menjadi satu dengan sarana umum, ada batasan yang jelas untuk menjauhkan dari mereka yang tidak berkepentingan, terutama anak anak untuk mendekat.
  2. Ada lubang untuk penampungan darah Kambing / Domba dengan ukuran berukuran 0,5 m x 0,5 m x 0,5 m untuk setiap 10 ekor kambing. Sapi / Kerbau: berukuran 0,5 m x 0,5 m x 1 m untuk setiap 10 ekor sapi.
  3. Ada penyangga kepala yang terbuat dari besi, balok kayu atau bahan lain dengan ukuran 7 cm x 15 cm x 75 cm.
  4. Ada fasilitas pengekang hewan (restrainer) untuk merebahkan hewan sesaat sebelum disembelih
  5. Ada suplai air bersih yang cukup guna cuci tangan, peralatan menyembelih serta lokasi penyembelihan
  6. Terdapat sarana prasarana serta peralatan guna menggantung hewan dalam menguliti dan pemisahan karkasAda tempat khusus untuk pembuangan limbah hasil pencucian jeroan dan limbah hasil penanganan karkas.
  7. Ada lokasi khusus untuk penanganan daging yang harus terpisah dari tempat penanganan jeroan.

Peralatan

  1. Pisau atau golok anti karat (stainless steel) dengan panjang minimal 1,5 kali lebar leher hewan. Untuk kambing / domba ukuran golok atau pisau paling tidak sepanjang 20 cm dan untuk lembu ukuran alat pemotong Sedikitnya sepanjang 30 cm.
  2. Pisau atau golok harus sangat tajam dan selalu diperhatiakan ketajamannya, baik sebelum menyembelih/memotong dengan mengasah di tempat asahan standar atau pada saat proses memotong dengan menggunakan asahan steel. Cara menguji ketajaman alat dengan cara menyayat kertas tanpa tenaga.
  3. Alas plastik, wadah, talenan, pisau dan seluruh peralatan yang kontak dengan daging dan jeroan harus bersih dan senantiasa dijaga kebersihannya.

Juru Sembelih Hewan

  1. Laki-laki muslim dewasa (Baligh) dan berakal sehat
  2. Sehat fisik maupun jiwa, terutama tidak mengidap Tuberculosis (TBC), atau sakit Thypus maupun menderita Hepatitis;
  3. Memiliki pengetahuan keterampilan teknis yang mumpuni pada bidang cara penyembelihan halal yang baik dan benar;
  4. Tidak gagu dan bisu.

TATACARA PEMOTONGAN DAN PENANGANAN HEWAN QURBAN YANG HALAL DAN MEMENUHI KAIDAH KESEJAHTERAAN HEWAN

Didalam tatacara penyembelihan hewan harus memperhatikan 2 aspek yaitu kesejahteraan hewan (penyembelihan secara ihsan) dan penyembelihan sesuai syari’at islam, aspek kesejahteraan hewan menjadi bagian yang penting dalam proses penyembelihan dimana hewan diperlakukan dengan baik dan menggunakan pisau/golok sembelih yang tajam dan terbuat dari bahan anti karat sehingga tidak menimbulkan stress, kesakitan, takut ataupun tertekan dan menyebabkan hewan menjadi liar yangakan mempengaruhi kualitas daging yang dihasilkan.

Sebelum dilaksanakan pemotongan maka seekor hewan harus dalam keadaan tenang dan tertangani dengan baik (terhandling), cara memotong hewan qurban pun dilakukan dengan berbagai cara, bilamana hewan qurban tersebut adalah seekor unta maka proses pemotongan dilakukan dengan cara hewan tersebut berdiri, dan apabila selain unta maka proses pemotongan dengan cara dibaringkan. Perobohan hewan yang akan disembelih harus dilakukan dengan cara baik dan tidak kasar, diinjak, ditarik ekor maupun kepalanya, didalam teknik perobohan harus dilakukan oleh orang yang terlatih dan mempunyai pengetahuan mengenai kesejahteraan hewan, beberapa cara mengenai teknik merobohkan hewan qurban seperti pada gambar sebagai berikut:

  1. Metode Burley Rope

teknik merobohkan hewan metode burley rope

(untuk mengatur posisi rebah hewan maka operator mengarahkan arah kepala hewan tersebut)

  1. Metode Squeeze Methods

merobohkan hewan qurban dengan metode squeeze methods.JPG

(untuk mengatur posisi rebah hewan maka operator mengatur tali simpul kepala dan mengarahkan arah kepala hewan tersebut)

Tata Cara Pemotongan Hewan Qurban Berdasarkan Syariat Islam

  1. Ternak dibaringkan pada sebelah kiri, dengan posisi kepala di berada disisi selatan menghadap qiblat. Memegang pisau dengan tangan kanan serta kepala hewan ditahan ketika disembelih.
  2. Pelaksanaan penyembelihan dengan niat menyembelih dan menyebut asma Allah “Bismillahi Allaahu Akbar” atau “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim” pada tiap tiap hewan yang disembelih;
  3. Penyembelihan dilakukan dengan sekali gerakan penyayatan tanpa mengangkat pisau dari leher dan dilakukan secara cepat
  4. Penyembelihan dilakukan dengan mengalirkan darah melewati pemotongan 3 (tiga) saluran sekaligus, yaitu saluran pembuluh darah (vena jugularis dan arteri carotis kanan dan kiri/wadajain), saluran pernafasan (trachea/hulqum), dan saluran makanan (oesophagus/ mar’i)
  5. Penyembelihan dilakukan dengan posisi pada bagian bawah (ventral leher) 8-10 cm di belakang lengkung rahang bawah

6. Proses selanjutnya memastikan bahwa ternak benar-benar mati sempurna dengan tanda-tanda: 1). Reflek kornea mata telah hilang dan, 2). Aliran darah sudah tidak deras (tidak memancur).

7. Hal-hal yang dilarang sebelum ternak benar-benar mati sempurna adalah: 1).Menyiram tubuh ternak terutama di luka sembelihan, 2).Menyeret, memindahkan dan menggantung hewan, 3).Menguliti dan memisahkan kaki serta kepala.

8. Setelah dinyatakan mati sempurna, baru boleh dilakukan proses selanjutnya. Untuk domba / Kambing, supaya pengeluaran darah berlangsung sempurna maka kaki belakang di gantung., kontaminasi silang dapat dicegah dan memudahkan penanganan selanjutnya yang biasa disebut dengan pengulitan.

9. Pangkal saluran pencernaan (esopagus) dan ujung saluran pencernaan (anus) diikat dengan tali agar isi lambung dan usus tidak mencemari daging.

10. Pemisahankepala dengan tubuh pada persendian tulang leher pertama dan tengkorak, pemisahan kaki depan sampai persendian carpus dan pemisahan kaki belakang sampai persendian tarsus

11. Pengulitan dilakukan secara berhati-hati dan bertahap, diawali dengan membuat sayatan pada bagian tengah sepanjang kulit dada dan perut, selanjutnya dengan sayatan pada bagian medial kaki.

12. Diperlukan kehati hatian dalam mengeluarkan isi rongga dada dan rongga perut. Hal ini dilakukan agar agar dinding lambung dan usus tidak tersayat atau terobek.

13. dipisahkan Jeroan merah (hati, jantung, paru-paru, limpa, ginjal, lidah) dan jeroan hijau (lambung, usus, esofagus dan lemak).

14. Daging segera dipindahkan ke tempat khusus untuk penanganan lebih lanjut. Jeroan untuk dibersihkan dengan cara dicuci dengan air bersih. Selanjutnya hasil limbah dari mencuci jeroan untuk tidak di buang di kali atau selokan.

15. Daging sudah harus terdistribusikan maksimal 8 (delapan) jam setelah penyembelihan.

Pemeriksaan Kesehatan Kepala, Jeroan dan Karkas Hewan Qurban atau Post Mortem

Pemeriksaan Post-Mortem adalah pemeriksaan kesehatan kepala, jeroan, dan karkas setelah hewan disembelihdilakukan oleh dokter hewan atau paramedik di bawah pengawasan dokter hewan berwenang terhadap kepala, jeroan merah, jeroan hijau, karkas, , isi rongga perut (lambung, usus, hati,limpa) dan isi rongga dada (jantung, paru-paru).

Keputusan dari hasil pemeriksaan post mortem adalah:

  1. Jika tidak ada kelainan, maka daging / jeroan boleh dikonsumsi.
  2. Jika terdapat hal yang berbeda atau kelainan pada daging / jeroan yang terlokalisir, maka bagian daging tersebut harus dibuang. Istilah kerennya adalah di-triming, Kemudian selanjutnya bagian yang lain boleh dikonsumsi setelah diolah dengan matang.
  3. Daging maupun Jeroan dari hewan yang ditolak untuk disembelih, maka sangat disarankan untuk tidak dikonsumsi.

Penanganan Daging Qurban yang Higienis

  1. Orang yang bertugas untuk menangani daging harus selalu menjaga kebersihan tangan serta pakaian, tidak bersin maupun batuk langsung di depan daging.
  2. Petugas yang menangani daging harus senantiasa mencuci tangannya dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah menangani daging.
  3. Penyimpanan daging harus selalu terpisah dari jeroan (jangan disatukan dan bercampur) serta tidak diletakkan langsung pada lantai atau meja tetapi di atas alas plastik / di dalam wadah yang baik.
  4. Daging maupun jeroan tidak boleh dibiarkan berada pada suhu ruang / kamar (25-30°C) lebih dari 4 jam, oleh karena kondisi tersebut maka daging untuk disegerakan dibagi.
  5. Daging dan jeroan semakin baik jika segera dimasak, jika tidak segera dimasak, daging dapat disimpan kembali pada suhu dingin atau beku.
  6. Daging qurban agar dimasak dengan baik dan benar serta dihindarkan memakan daging yang dimasak setengah matang.
  7. Pengemasan dan pendistribusian daging beserta jeroan harus dalam plastik yang terpisah dan bersih, dengan kantung plastik berwarna putih.