Arsip Tag: pendidikan di pesantren

Pembagian Pesantren berdasarkan Penyelenggaraan Pendidikan

Informasi tentang pembagian jenis pondok pesantren mengacu kepada penyelenggaraan layanan pendidikan.

Berdasarkan penjelasan yang ada dalam PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2020 TENTANG PENDIRIAN DAN PENYELENGGARAAN PESANTREN.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah, masih banyak masyarakat awam yang belum mengetahui duduk perkara posisi layanan pendidikan pada pondok pesantren.

pembagian pondok pesantren dalam penyelenggaraan pendidikan
alumni pesantren menerima SK CPNS

Sehingga sampean tidak perlu heran jika ada orang yang bertanya tentang bagaimana ijazah lulusan pesantren?

Nanti kerja apa? ijazahnya laku apa tidak untuk mendaftar polisi TNI Polri? dapat melanjutkan kuliah? Seperti pada fakultas kedokteran atau tidak dan lain sebagainya.

Masyarakat masih banyak yang belum paham mengenai layanan pendidikan di Pesantren

Untuk menjawab berbagai pertanyaan diatas, maka masyarakat perlu memahami bahwa lembaga pondok pesantren memiliki keunikan tertentu. Keunikan ini berbeda dengan lembaga pendidikan lain utamanya sekolah umum.

Jadi intinya begini, pesantren ini adalah sebuah induk dari lembaga pendidikan yang dikelola oleh ponpes.

Dalam pesantren terdapat lembaga atau layanan pendidikan. Dari situ bisa disimpulkan apakah ijazahnya bisa dipakai untuk mendaftar ke fakultas kedokteran, TNI polri atau tidak.

baca : KLASIFIKASI PONDOK PESANTREN BERDASARKAN PENELITIAN BALITBANG KEMENTERIAN AGAMA

Jadi kesimpulannya bagaimana? Bisa apa enggak sih? Tergantung dari lembaga pendidikan apa yang dikelolanya

Jika dia memakai layanan Pendidikan PKPPS (Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren) maka ijazahnya tidak dapat untuk mendaftar jadi Polri.

Lain halnya apabila pesantren menyelenggarakan Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) atau Pendidikan Diniyah Formal (PDF).

Ijazah SPM dan Pesantren PDF dapat untuk mendaftarkan sebagai anggota Polisi atau Polri.

Jadi tidak bisa di gebyah uyah (pukul rata) ijazah pesantren bisa atau tidak untuk tujuan tertentu. Seperti lanjut fakultas kedokteran, daftar polisi, dan tujuan yang lain.

3 kelompok besar layanan pendidikan di Pondok Pesantren

Sekedar mengerucutkan informasi mengenai layanan pendidikan yang diselenggarakan oleh pesantren. Anda dapat melihat ke PMA no 30 tahun 2020 pada Bagian Kesatu.

data EMIS Santri Pondok Pesantren
data EMIS Santri Pondok Pesantren

Dalam Pasal 2 PMA dimaksud, pondok Pesantren terdiri dari:

pertama, Pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk pengkajian Kitab Kuning;

kedua, Pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk Dirasah Islamiah dengan Pola Pendidikan Muallimin; atau

ketiga, Pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk lain yang terintegrasi dengan pendidikan umum.

Sekilas penjelasan Pembagian Pesantren berdasarkan Penyelenggaraan Pendidikan

Apa sih maksudnya pesantren dalam bentuk pengkajian kitab kuning?

Yaitu pesantren yang mempelajari dan mengkaji kitab keislaman berbahasa Arab. Atau kitab keislaman berbahasa lainnya yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di Pesantren.

Kalau bentuk Dirasah Islamiah dengan Pola Pendidikan Muallimin maksudnya apa ya?

Yaitu kumpulan kajian tentang ilmu agama Islam yang terstruktur, sistematis, dan terorganisasi.

Sedangkan pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk lain.

baca : mengenal lebih dekat tentang pondok pesantren

Misalnya pondok pesantren yang memiliki sekolahan seperti SD SMP SMA atau MI MTS MA yang berada di dalam pondok pesantren.

Nah itulah pembagian pondok pesantren berdasarkan model pendidikan yang diselenggarakannya yang termaktub dalam PMA terbaru tentang pondok pesantren.

Kemudian dari ketiga mainstreem pesantren tersebut kemudian bercabang-cabang menyesuaikan dengan pembagian dan pengkategoriannya.

Wilujeng dalu, wassalaamu’alaikum wa rahmatullah.

Pendidikan formal dan nonformal pada Pondok Pesantren

Informasi tentang pendidikan formal dan nonformal pada pondok pesantren mengacu kepada undang undang nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren Bagian Keempat Pesantren dalam Fungsi Pendidikan paragraph 1 mulai pasal 17 sampai dengan pasal 24.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa Barakatuh, untuk saat ini ternyata pondok pesantren telah memiliki pendidikan formal sendiri sebagaimana diatur dalam UU Pesantren.

Untuk lebih detail mengenai apa saja pendidikan formal dan nonformal di pesantren, mari kita simak bersama sama.

Pendidikan formal pada pondok pesantren

pendidikan diniyah formal pesantren

Yang dimaksud dengan pendidikan formal pada pondok pesantren ini meliputi jenjang pendidikan mulai dasar sampai dengan pendidikan tinggi.

Dalam pasal 17 jenjang pendidikan formal pada pesantren meliputi;

  1. Pendidikan dasar
  2. Pendidikan menengah; dan
  3. Pendidikan tinggi.

Adapun macam pendidikan formal di pesantren yang saat ini tersedia adalah;

  • Muadalah ula dan wustha atau pendidikan Diniyah Formal Ula wustha untuk jenjang pendidikan dasar;
  • Pendidikan Muadalah ulya atau Pendidikan Diniyah Formal ulya untuk pendidikan menengah; dan
  • Ma’had A1y untuk jenjang pendidikan tinggi.

Disebutkan bahwa Jenjang Pendidikan Muadalah dapat diselenggarakan dalam waktu 6 (enam) tahun atau lebih dengan menggabungkan penyelenggaraan satuan Pendidikan Muadalah wustha dan satuan Pendidikan Muadalah ulya secara berkesinambungan atau berkelanjutan (dari pendidikan tingkat dasar ke menengah).

Kurikulum pendidikan formal pesantren

asas penyelenggaraan pesantren

Seperti disampaikan sebelumnya bahwa pendidikan formal pada ponpes untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah memiliki pendidikan muadalah dan Pendidikan Diniyah Formal serta Ma’had Aly.

Berikut keterangan kurikulum dari pendidikan formal pondok pesantren

Kurikulum muadalah pada pondok pesantren

Dalam hal kurikulum disebutkan bahwa pendidikan muadalah pada pondok pesantren terdiri dari 2 yaitu;

  1. Kurikulum pesantren; dan
  2. Kurikulum pendidikan umum.

Adapun kurikulum pesantren ini dikembangkan oleh pondok pesantren dengan basis kitab kuning atau dirasah Islamiyah dengan pola pendidikan muallimin.

Sedangkan dalam hal Kurikulum pendidikan umum sebagaimana dimaksud diatas (terdapat dalam pasal 18 UU Pesantren) diatur dalam Peraturan Menteri.

Kurikulum Pendidikan Diniyah Formal

Sama saja seperti kurikulum muadalah, pada kurikulum pendidikan Diniyah Formal terbagi menjadi dua yaitu kurikulum pesantren dan pendidikan umum.

Dalam hal kurikulum pesantren, Penyusunan rumusan kerangka dasar dan struktur kurikulum Pesantren yang berbasis Kitab Kuning dilakukan oleh Majelis Masyayikh.

Yang dimaksud dengan dewan masyayikh disini adalah adalah lembaga yang dibentuk oleh Pesantren yang bertugas melaksanakan sistem penjaminan mutu internal Pendidikan Pesantren.

Kurikulum ma’had aly

ruhul-ma'had

Mengacu kepada UU no 18 tahun 2019 disebutkan bahwa Kurikulum Ma’had Aly wajib memasukkan materi muatan Pancasila, kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia.

Dalam hal keilmuan disebutkan bahwa perguruan tinggi pesantren dalam hal ini adalah ma’had aly mengembangkan rumpun ilmu agama Islam berbasis Kitab Kuning dengan pendalaman bidang ilmu keislaman tertentu.

Pada pasal 22 ayat 6 tertulis Ma’had Aly memiliki otonomi untuk mengelola lembaganya sebagaimana tertuang dalam statuta Ma’had Aly.

Pendidikan nonformal pada pondok pesantren

Dalam pasal 17 disebut secara singkat saja apa itu yang dimaksud dengan pendidikan nonformal pada pondok pesantren. Begini bunyinya,

“Pendidikan nonformal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbentuk pengkajian Kitab Kuning”.

Pendidikan nonformal pesantren dapat diselenggarakan secara berjenjang atau tidak berjenjang, serta dapat menerbitkan ijazah atau syahadah.

akreditasi PPS Wajardikdas Ula Wustha PMU Ulya
PPS Darul Mubtadi-ien

pendidikan nonformal pesantren diakui sama dengan pendidikan formal pada jenjang tertentu setelah dinyatakan lulus ujian (dengan mengikuti ujian rekognisi).

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rekognisi pondok pesantren.

Sebenarnya masih ada 1 lagi lembaga pendidikan nonformal yang berada dibawah naungan pesantren yang belum disebut dalam undang undang yaitu pendidikan kesetaraan pada pondok pesantren. apa itu? silakan disimak pada pendidikan kesetaraan pondok pesantren.

Pendidikan ini memiliki 3 jenjang yaitu;

  • Pendidikan kesetaraan pada pondok pesantren tingkat ula;
  • Pendidikan kesetaraan pada pondok pesantren tingkat wustha; dan
  • Pendidikan kesetaraan pada pondok pesantren tingkat ulya.

Jenjang ula dan wustha merupakan pendidikan dasar sedangkan ulya merupakan jenjang pendidikan menengah.

Untuk ujian sekolah/madrasah atau ujian Nasional, jenjang pendidikan ini memiliki jadwal yang sama dengan paket A, B, dan C milik Kemendiknas, adapun untuk ijazahnya memiliki kekuatan yang sama dengan paket yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

Pendidikan pesantren pengelola satuan pendidikan Umum

Lha bagaimana posisi lembaga pendidikan pondok pesantren yang memiliki MI MTs Madrasah aliyah atau SD SMP SMA?

Ketentuan pesantren seperti ini termuat dalam Bab 3 pasal 5 yang berbunyi Pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk lainnya yang terintegrasi dengan pendidikan umum.

Demikian info tentang pendidikan nonformal dan formal pada pondok pesantren.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Pendidikan Islam Nonformal

Pengertian pendidikan islam non formal disertai dengan contoh lembaga pendidikan Islam nonformal yang dikembangkan di Indonesia mengacu kepada PMA no 13 tahun 2014 tentang pendidikan keagamaan Islam.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, dalam peraturan Menteri Agama nomor 13 tahun 2014 ini didalamnya terdapat pembagian pendidikan keagamaan Islam berkaitan dengan formal tidaknya lembaga yang menyelenggarakan.

Pembagian kategori lembaga mengacu pada formal atau tidaknya sebagaimana dibawah ini.

  • Pendidikan formal;
  • Pendidikan nonformal; dan
  • Pendidikan informal.

Dengan adanya kejelasan ini maka para mahasiswa dapat memilah dan berkonsentrasi terhadap penelitian karya tulis dengan berpegangan kepada pengertian dan keterangan yang disampaikan.

Kali ini yang akan diulas yaitu mengupas pendidikan islam nonformal, seperti apa bentuknya, apa contoh lembaga pendidikan islam nonformal yang berkembang di Indonesia.

Pengertian pendidikan Islam nonformal

Definisi pendidikan Islam menurut Ramayulis di dalam buku Sri Minarti (2013:26) adalah suatu sistem yang memungkinkan peserta didik dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologi Islam. Melalui pendekatan ini, ia akan dapat dengan mudah membentuk kehidupan dirinya sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam yang diyakininya.

Sedangkan menurut Muhammad SA. Ibrahimi dalam buku Suyanto (2010:25). pendidikan Islam adalah suatu sistem pendidikan yang memungkinkan seseorang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologi Islam, sehingga dengan mudah ia dapat membentuk hidupnya sesuai dengan ajaran Islam.

Dalam pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan

jenjang-pendidikan-islam-nonformal
jenjang pendidikan nonformal

Dalam Bab I Ketentuan umum disebutkan bahwa Pendidikan Keagamaan Islam adalah pendidikan yang mempersiapkan didik untuk menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama Islam dan atau menjadi ahli ilmu agama Islam dan mengamalkan ajaran islam.

Dari sini dapat diringkas atau poin utama dari pengertian pendidikan Islam adalah;

  1. Persiapan siswa untuk menjalankan dan menuntut pengetahuan ajaran Islam;
  2. Menjadi ahli ilmu agama Islam;
  3. Mengamalkan ajaran Islam.

Selanjutnya, pendidikan Islam ini disebut sebagai Pendidikan diniyah.

Masih pada bab yang sama pasal 1 ayat 6, yang dimaksud dengan pendidikan diniyah adalah pendidikan Keagamaan Islam yang diselenggarakan pada semua jalur dan jenjang pendidikan.

Lha apa dong pengertian dari pendidikan Islam nonformal? Untuk pengertiannya dapat anda lihat pada BAB 1 ayat pada PMA no 13 tahun 2014 yang berbunyi sebagai berikut;

Pendidikan Diniyah nonformal (Pendidikan Keagamaan Islam nonformal) adalah pendidikan Keagamaan Islam dalam bentuk program yang diselenggarakan dalam bentuk Madrasah Diniyah Takmiliyah, Pendidikan Al-Qur’an, Majelis Taklim atau bentuk lain yang sejenis baik di dalam maupun diluar pesantren pada jalur pendidikan nonformal.

http://makalahpendidikanislamlengkap.blogspot.com/2016/09/pendidikan-islam-formalinformal-dan.html

jika ada yang mencari devinisi atau pengertian lembaga pendidikan Islam nonformal maka secara epistimologi (menurut saya pribadi) adalah lembaga yang menyelenggarakan pendidikan Keagamaan Islam dalam bentuk program yang diselenggarakan dalam bentuk Madrasah Diniyah Takmiliyah, Pendidikan Al-Qur’an, Majelis Taklim atau bentuk lain yang sejenis baik di dalam maupun diluar pesantren pada jalur pendidikan nonformal.

Contoh lembaga pendidikan Islam nonformal yang dikembangkan di Indonesia

Ada beberapa bentuk atau model pendidikan Islam nonformal yang dikembangkan di Indonesia dengan cara merujuk kepada undang undang maupun peraturan Menteri Agama utamanya nomor 13 tahun 2014.

Berikut adalah lembaga contoh pendidikan Islam di Indonesia dan lembaga pendidikan Islam nonformal yang dikembangkan di Indonesia.

Lembaga Pendidikan Al Qur’an

santri TPQ Belajar
santri TPQ Belajar

Pendidikan alquran adalah lembaga pendidikan alquran yang bertujuan untuk memberikan pengajaran bacaan, tulisan, hafalan, dan pemahaman al-Qur’an.

Yaitu suatu lembaga yang fokus kepada pendidikan alquran baik pembelajaran baca tulis maupun yang lebih tinggi dari usia dini sampai dengan dewasa dan orang tua.

Ada 4 kategori lembaga pendidikan keagamaan Islam yang masuk dalam LPQ. Adapun keempat lembaga ini adalah;

  1. Taman Kanak Kanak Alquran
  2. Taman Pendidikan Al Qur’an
  3. Ta’limul Qur’an Lil Aulad; dan
  4. Majelis Taklim.

Dalam hal ini yang dimaksud majelis taklim yaitu lembaga atau kelompok masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan keagamaan Islam yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman ajaran Islam pada kalangan masyarakat dalam kehidupan sehari hari.

Diniyah Takmiliyah

Dasar-Hukum-KKG-MGMP-Madin

Disebut dengan Madrasah diniyah Takmiliyah yang merupakan lembaga pendidikan keagamaan Islam pada jalur pendidikan nonformal yang diselenggarakan secara terstruktur dan berjenjang sebagai pelengkap pelaksanaan pendidikan agama Islam pada pendidikan dasar, menengah dan tinggi.

Adapun jenjang pendidikan madrasah diniyah adalah sebagai berikut;

  1. Madrasah DiniyahTakmiliyah Awaliyah;
  2. Madrasah DiniyahTakmiliyah Wustha;
  3. Madrasah DiniyahTakmiliyah Ulya; dan
  4. Madrasah DiniyahTakmiliyah Al Jami’ah.

Pondok Pesantren Nonformal

asrama pondok pesantren al mubaarok manggisan wonosobo
asrama pondok pesantren al mubaarok manggisan wonosobo

Yang dimaksud dengan pondok pesantren nonformal adalah lembaga pendidikan pondok pesantren yang hanya menyelenggarakan pendidikan kitab kuning. diselenggarakan secara berjenjang atau tidak berjenjang.

Dalam hal ijazah, pesantren nonformal dapat menerbitkan ijazah atau syahadah maupun sebutan lain sebagai tanda kelulusan santri.

Lulusan Pendidikan Pesantren jalur pendidikan nonformal diakui sama dengan pendidikan formal pada jenjang tertentu setelah dinyatakan lulus ujian dan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi, baik yang sejenis maupun tidak sejenis, dan/atau kesempatan kerja. (undang undang nomor 18 tahun 2019 pasal 23).

Demikian ulasan tentang pendidikan Islam nonformal mengacu kepada Undang undang dan Peraturan menteri agama serta kutipan pengertian dari para ahli.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Daftar Perguruan Tinggi NU se Indonesia Universitas STAI

Informasi tentang Nama Perguruan Tinggi Jenjang Pendidikan S1 (baik Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, dan lainnya. beserta lokasi provinsi dengan afiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Nahdlatul Ulama se Indonesia.

pontren.com – dalam penyampaian Universitas pendidikan S1 NU ini dicoba dengan menyusun berdasarkan Provinsi untuk wilayah Jawa dan pulau untuk yang lainnya. Dengan begitu diharapkan dapat memudahkan dalam pencarian berdasarkan wilayah geografis bagi yang berminat untuk melanjutkan pendidikan s1 di kampus NU ini.

Dalam daftar Universitas NU dan Perguruan Tinggi Jenjang yang termuat dalam postingan ini sejumlah 140, jika ada yang belum dimasukkan dapat ditambahkan pada kolom komentar. Berikut adalah sebarannya yang banyak terpusat di pulau Jawa utamanya Jateng Jatim.

Berikut daftar yang dapat dihimpun dari berbagai sumber

Provinsi DKI Jakarta

Universitas NU Jakarta
UNUSIA Jakarta

Provinsi Jawa Barat

Universitas NU Cirebon
UNINUS Bandung
STKIP NU Indramayu
STAI NU Purwakarta
STAINU Tasikmalaya
Universitas Islam Nusantara Bandung
STID Sirnarasa Panjalu
INISA (Salahudin Al-Ayyubi) Bekasi
STIENU Subang
STIDKI NU Indramayu
STKIP Padhaku Indramayu
STAIS Dharma Indramayu
STIT Al-Amin Indramayu
STKIP Al-Amin Indramayu
STISNU Nusantara Tangerang
STIEBS NU Garut

Provinsi Jawa Tengah

mahasiswa-mahasiswi-NU
Mahasiswa Mahasiswi NU

Universitas NU Purwokerto
Universitas NU Cilacap
Universitas Maarif NU Kebumen
Universitas NU Surakarta
Universitas NU Jepara
Unwahas Semarang
Akbid Muslimat Kudus
STKIP NU Tegal
Unsiq Wonosobo
ITS NU Pekalongan
Politeknik Posmanu Pekalongan
Politeknik Maarif Banyumas
IAINU Kebumen
STAI NU Purworejo
STAI Almuhammad Cepu
STAINU Blora
Uiversitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara*
IAINU Kebumen
IAI An-Nawawi Purworejo
UNUGHA Cilacap
STIKAP Pekalongan
UNDARIS Ungaran
STAI NU Temanggung
Unsuri Ponorogo
STAIP Pati
STAI Alhusain Magelang

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Universitas NU Jogjakarta
IIQ An Nur Yogya
STASPA Yogya
Universitas Alma Ata Yogya
STEBI Yogya

Provinsi Jawa Timur

mahasiswi-unwahas
alumni UNWAHAS

Universitas NU Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro
Universitas NU Surabaya
Universitas NU Blitar
Universitas NU Sidoarjo
Unira Malang
Unisma Malang
UIJ Jember
Unsuri Surabaya
ITS NU Pasuruan
STAI SALAHUDDIN Pasuruan
STIKES NU Tuban
STAI NU Pacitan
STAI NU Malang
STAINU Madiun
Umaha Sidoarjo
STAINU Al-Azhar Gresik
UNISDA Lamongan
Universitas Islam Kadiri (UNISKA)
STAIQOD Jember
UNHASY Tebuireng Jombang
UNIB Situbondo
IAI Tribakti Kediri
Universitas Yudharta Pasuruan
UNISLA Lamongan
UNIPDU Jombang ( akreditasi B )
UNWAHA Jombang
Universitas Islam Madura Pamekasan
STAIFAS Jember
UIJ Jember
IAIDA Banyuwangi
STIT Sunan Giri Trenggalek
STAI Miftahul Ula Nglawak Kertosono Nganjuk
STAI Badrus Sholeh Purwoasri Kediri
STIADA Krempyang Nganjuk
IAI P Diponegoro Nganjuk
STAI Hasanuddin Pare
STAIFA Sumbersari Pare
Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC)
STAI Hasan Jufri Bawean
STIT NU Al Hikmah Mojokerto
STIS Miftahul Ulum Lumajang
STAI AL YASINI PASURUAN
IAI TARBIYATUT THOLABAH Lamongan
IAI Ngawi
INSTIKA Sumenep
IST ANNUQAYAH Sumenep
Universitas Qomaruddin Gresik
IAI Al-Qodiri Jember
STEI Walisongo Sampang
Politeknik Unisma Malang
STIENU Trate Gresik
STEI Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik
STIE Bakti Bangsa Pamekasan
IAI Syarifuddin Lumajang
IAI Ibrahimy Banyuwangi
IAI Sunan Giri Bojonegoro
STIT al Urwatul Wutsqo Jombang
UNISKA (Universitas Islam Kadiri) Kediri
STAI Ma’arif Magetan
IAI Qomaruddin Gresik
STKIP Modern Ngawi
IAI Al-Qolam Malang
Unv. Nurul Jadid Paiton
STAI Darul Hikmah Bangkalan
STAI Pancawahana Bangil
STIQ Wali Songo Situbondo
STAI At Taqwa Bondowoso 118. STIENU TRATE GRESIK
STIT. Makhdum Ibrahim Tuban (STITMA TUBAN)
STAI Al Fithrah Surabaya
STIT Raden Santri gresik
Stit al fattah siman lamongan
Universitas billfath lamongan
STAI Ihyaul Ulum Gresik
UMAHA ( Universitas Maarif Hasyim Latief ) Sidoarjo

Pulau Sumatera

wa-fiika-baarakallah

Universitas NU Sumut
Universitas NU Lampung
Universitas NU Sumbar
IAI Maarif NU Metro Lampung
STISNU Aceh
STIESNU Bengkulu
UNU Sumatera Utara

Pulau Kalimantan

Universitas NU Samarinda Kaltim
Universitas NU Kalsel
Universitas NU Kalbar
Pulau Sulawesi
Universitas NU Gorontalo
Universitas NU Sulawesi Tenggara
Universitas Islam Makassar
STIT Daru Ulum Kotabaru

Pulau yang lain

Universitas NU NTB
Universitas NU Malut
STAI Denpasar Bali

Demikian informasi bagi lulusan SMA atau Madrasah Aliyah yang hendak melanjutkan pendidikan S1 universitas, pendidikan tinggi islam, Sekolah Tinggi, Institut Agama Islam yang kental dengan nuansa Nahdlatul Ulama.

Sumber Facebook sha leem

Syarat Pengajuan Izin Operasional Pendidikan Diniyah Formal

20181111_211603_0001pontren.com – Pendirian Pendidikan Diniyah Formal adalah penetapan pendirian satuan Pendidikan Diniyah Formal yang diselenggarakan oleh pondok pesantren yang berbadan hukum setelah memenuhi persyaratan administratif, teknis, dan kelayakan.

Izin Pendirian Pendidikan Diniyah Formal adalah izin operasional penyelenggaraan Pendidikan Diniyah Formal yang diberikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam atas nama Menteri Agama dalam bentuk keputusan tentang Penetapan Izin Pendirian Pendidikan Diniyah Formal setelah memenuhi persyaratan administrasi, teknis, dan kelayakan sebagaimana diatur dalam KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 5839 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN

PENDIRIAN PENDIDIKAN DINIYAH FORMAL

Yang dimaksud dengan Lembaga Pendidikan Diniyah Formal pada artikel ini yaitu lembaga pendidikan keagamaan Islam yang diselenggarakan oleh dan berada di dalam pesantren secara terstruktur dan berjenjang pada jalur pendidikan formal.

Cara Pengajuan Izin Operasional Pendidikan Diniyah FormalCara pengajuan izin operasional dengan cara pengajuan proposal. Proposal disini adalah dokumen permohonan izin pendirian Pendidikan Diniyah Formal yang diajukan oleh pesantren yang berbadan hukum yang terdiri dari

  • formulir permohonan
  • dokumen persyaratan administratif, teknis, dan kelayakan.

Syarat Pesantren calon penyelenggara PDF adalah lembaga yang memiliki unsur-unsur pesantren dan berbadan hukum serta telah memperoleh izin operasional pesantren yang mengajukan permohonan izin pendirian Pendidikan Diniyah Formal.

Fungsi dari Verifikasi lapangan guna memastikan kesesuaian antara data usulan dengan kondisi di lapangan yang hasilnya dituangkan dalam Berita Acara Verifikasi Lapangan.

Persyaratan Pengajuan Izin Operasional Pendidikan Kesetaraan Formal (PDF)

Syarat Pengajuan Izin Operasional Pendidikan Diniyah FormalSebagaimana pendirian lembaga pendidikan formal yang lain, terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku. Berikut adalah syarat pengajuan ijin operasional (ijop) PDF.

Syarat Administratif Pesantren Penyelenggara

  • Memiliki izin operasional pesantren dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota;
  • Pesantren merupakan organisasi nirlaba yang berbadan hukum;
  • Memiliki Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), s truktur organisasi/pengurus; dan
  • Memiliki santri yang mukim dan belajar pada pesantren yang bersangkutan minimal sejumlah 300 (tiga ratus) orang pada setiap tahun selama 10 (sepuluh) tahun pelajaran terakhir. Jumlah santri mukim sebanyak 300 (tiga ratus) orang ini merupakan jumlah minimal yang benar-benar mukim pada 1 (satu) pesantren, bukan merupakan akumulasi dari beberapa pesantren cabang atau yang terletak pada kabupaten/kota yang berbeda.

Persyaratan Administratif Satuan Pendidikan Diniyah Formal

Syarat Administrasi Pendidikan Diniyah Formal

  1. Syarat administratif pendirian untuk satuan Pendidikan Diniyah Formal adalah sebagai berikut:
  2. Mendapat rekomendasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi;
  3. Memiliki struktur organisasi satuan Pendidikan Diniyah Formal;
  4. Memiliki jumlah dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan yang memadai;
  5. Memiliki calon peserta didik paling sedikit 30 (tiga) puluh orang;
  6. Memiliki kurikulum Pendidikan Diniyah Formal;
  7. Melampirkan pernyataan kesanggupan melaksanakan kurikulum yang ditetapkan ❑leh Kementerian Agama;
  8. Memiliki manaj emen dan proses pendidikan yang akan diselenggarakan;
  9. Memiliki sistem evaluasi pendidikan;
  10. Memiliki sumber pembiayaan untuk kelangsungan pendidikan paling sedikit untuk 1 (satu) pelajaran berikutnya;
  11. Memiliki sarana dan prasarana kegiatan pembelajaran yang berada di lingkungan pesantren; dan
  12. Melampirkan Rencana Induk Pengembangan

Keterangan tentang Syarat Pendirian Pendidikan Diniyah Formal

Dari keterangan diatas, berikut adalah penjelasan penjabaran berkaitan dengan syarat dan ketentuan penyelenggaraan.

Dokumen Santri Mukim minimal 300

Dokumen santri mukim minimal 300 (tiga ratus) santri selama 10 (sepuluh) tahun terakhir dibuktikan dengan perkembangan jumlah santri mukim laki-laki dan perempuan dari tahun ke tahun berikutnya yang ditandatangani oleh pimpinan pesantren.

Dokumen Struktur Organisasi PDF

formal memuat bagan struktur organisasi pengelola satuan Pendidikan Diniyah Formal beserta nama-nama yang menduduki struktur tersebut dan disertai gambaran kerja (job description) masing-masing

Jumlah/Prosentase dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan

Ada ketentuan tentang jumlah dan ijazah bagi pengajar serta tenaga pendidikan dan Kepala pada Pendidikan diniyah Formal, berikut ketentuan yang ada dalam juknis.

Kepala Pendidikan Diniyah Formal PDF

Syarat Kepala Pendidikan Diniyah FormalCalon Kepala Pendidikan Diniyah Formal pada setiap jenjang wajib memenuhi kualifikasi pendidikan minimal jenjang Strata Satu (S1) dari Perguruan Tinggi Terakreditasi

Guru PDF Ula

Minimal 1 orang guru ke1as/ rombel ditambah 1 orang guru mata Pelajaran Pendidikan Umum.
Kualifikasi Pendidikan s1 minimal 80%

Guru PDF Wustha dan Ulya

1 orang guru untuk setiap mata pelajaran dan kualifikasi pendidikan minimal s1 adalah 100%

Catatan. Pada daerah khusus, Wustha dan Ulya dapat mempunyai paling sedikit 1 (satu) orang guru untuk setiap rumpun mata pelajaran yang memenuhi kualifikasi minimal jenjang strata satu (S1) dari perguruan tinggi terakreditasi.

Tenaga Administrasi/Tata Usaha

Masing-masing jenjang diharuskan memiliki satu orang tenaga administrasi dengan ketentuan Ula Wustha minimal pendidikan SLTA/sederajat dan Wustha minimal D3

Syarat Calon Peserta didik

Syarat Calon Peserta Didik Pendidikan Diniyah FormalJumlah calon peserta didik adalah

  • Ula : 28
  • Wustha : 32
  • Ulya : 32

Dokumen pendukung calon peserta meliputi nama, tempat dan tanggal lahir, nama orang tua, alamat orang tua, asal dan alamat pesantren, asal lulusan pendidikan formal dan alamatnya.

Kurilulum

Didukung dengan dokumen 1 set kurikulum serta Pernyataan kesanggupan melaksanakan kurikulum yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Dokumen kurikulum meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, kerangka dasar kurikulum, dan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.

Surat pernyataan kesanggupan ditandatangani oleh kepala satuan Pendidikan Diniyah Formal berstempel di atas materai Rp.6.000,- yang diketahui oleh pimpinan pesantren

Manajemen dan Proses Pendidikan

Manajemen dan Proses Pendidikan Pendidikan Diniyah FormalDokumen manajemen pendidikan diniyah formal harus mencerminkanprinsip keadilan, kemandirian, kemitraan dan partisipasi, nirlaba, efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas.

Adapun dokumen yang harus dilampirkan meliputi:

(a) rencana kerja jangka menengah untuk masa 4 (empat) tahun;

(b) Rencana kerja tahunan yang merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah yang terdiri atas:

a. kalender pendidikan yang meliputi jadual pembelajaran, ulangan, ujian, kegiatan ekstra kurikuler, dan hari libur;
b. jadual pelajaran per semester;
c. penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya;
d. jadual penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan diniyah formal;
e. pemilihan dan penetapan kitab dan buku teks pelajaran yang digunakan untuk setiap mata pelajaran;
f. jadual penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran;
g. pengadaan, penggunaan, dan persediaan minimal barang habis pakai;
h. program peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan yang meliputi paling sedikit jenis, durasi, peserta, dan penyelenggara program;
i. jadual rapat dewan pendidik, rapat konsultasi satuan pendidikan diniyah formal dengan ❑rang tua/wali peserta didik, dan rapat satuan pendidikan diniyah formal dengan komite satuan pendidikan diniyah formal;
j. rencana anggaran pendapatan dan belanja satuan pendidikan diniyah formal untuk masa kerja 1 (satu) tahun; dan
k. jadual penyusunan laporan keuangan dan laporan kinerja satuan pendidikan diniyah formal untuk 1 (satu) tahun terakhir.Dokumen Proses Pendidikan Diniyah Formal

Dokumen proses pendidikan meliputi

  • daftar mata pelajaran dan pengampu;
  • pembagian tugas tenaga pendidik;
  • kurikulum tingkat satuan dan silabus;
  • kalender pendidikan yang berisi seluruh program dan kegiatan satuan pendidikan diniyah formal selama 1 (satu) tahun pelajaran yang dirinci secara semesteran, bulanan, dan mingguan;
  • peraturan akademik;
  • tata tertib pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik;
  • peraturan penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana; dan kode etik hubungan antara sesama warga satuan pendidikan diniyah formal dan hubungan antara warga satuan pendidikan diniyah formal dan masyarakat

Sistem Evaluasi Pendidikan

Sistem evaluasi pendidikan meliputi penilaian yang dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah pendidik dilakukan secara berkesinambungan yang bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik.

Penilaian oleh satuan pendidikan diniyah formal dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran. Penilaian oleh Pemerintah dilakukan dalam bentuk ujian akhir pendidikan diniyah formal berstandar nasional

Sumber Pembiayaan

sumber pembiayaan Pendidikan Diniyah Formal1 set berkas. dibuktikan dengan asumsi pendapatan dari siswa, fotocopy bukti-bukti sumber pendapatan yang telah berlangsung, surat perjanjian kerjasama, dan usaha lain yang halal dan tidak mengikat. Sumber pembiayaan yang diperoleh dipastikan dapat mencukupi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan diniyah formal paling sedikit untuk tahun berjalan dan 1 tahun berikutnya. Sumber pembiayaan.

Persyaratan Sarana Prasarana

Luas Tanah

Lahan/ tanah harus bersertifikat hak milik/wakaf/hibah atas nama pesantren penyelenggara pendidikan yang bersangkutan. Dengan ketentuan luas sebagai berikut :

  • Ula : 790 m2
  • Wustha : 1440 m2
  • Ulya : 2170 m2

Gedung

Syarat Gedung pada setiap PDF (ula Wustha Ulya harus memiliki minimal 3 ruang Kelas. Masing masing kelas harus dilengkapi 1 set sarana ruang kelas.

Yang dimaksud dengan sarana ruang kelas minimal: meja peserta didik; kursi peserta didik, meja guru, kursi guru, lemari, papan tulis, dan tempat sampah.

Selain gedung, PDF minimal dilengkapi masing masing 1 ruang untuk :

  • Ruang Kepala PDF
  • Ruang Guru
  • Ruang Tata Usaha
  • Tempat Ibadah
  • Toilet santri dan Guru

Luas sarana bermain bagi santri minimal seluas

  • Ula : 300 m2
  • Wustha : 500 m2
  • Ulya : 500m2

Koleksi kitab perpustakaan/ bahan ajar

Kitab/bahan ajar Pegangan Guru, adalah 1 paket/guru

Sedangkan Jumlahminimal kitab pengayaan dan referensi adalah :

  • Ula : 50 judul kitab pengayaan dan 5 judul kitab referensi
  • Wustha : 100 judul kitab pengayaan dan 10 judul kitab referensi
  • Ulya : 100 judul kitab pengayaan dan 10 judul kitab referensi

Media Pembelajaran

  • Ula : 1 set alat peraga dan bahannya
  • Wustha & Ulya : 1 set minimalis alat laboratorium/ multimedia

Satu set alat peraga dan bahannya minimal terdiri dari: kit ilmu falaq, bola dunia (globe), kit IPA untuk eksperimen dasar, dan poster/ carta IPA.

Satu set minimalis alat laboratorium/multimedia minimal terdiri dari : 1 unit komputer, 1 unit LCD projector, dan bahan-bahan DVD/CD pembelajaran.

Jumlah minimal peralatan penunjang administrasi

  • Ula : 1 unit komputer/la ptop/ alat pengolah data
  • Wustha & Ulya: 2 unit komputer/la ptop/ alat pengolah data

Untuk daerah khusus, ketentuan persyaratan teknis di atas dapat disesuaikan dengan kondisi daerah tersebut setelah mendapat izin pengecualian dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam

Rencana Induk Pengembangan

rencana induk Perencanaan Pendidikan Diniyah FormalRencana Induk Pengembangan (RIP) merupakan deskripsi keadaan dan rencana pengembangan tentang unsur yang menjadi persyaratan pendirian Pendidikan Diniyah Formal untuk jangka waktu sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.

RIP ini disusun berdasarkan hasil studi kelayakan tentang informasi, pendapat, dan tanggapan pimpinan lembaga pemerintah terkait dan masyarakat di wilayah lokasi pendirian Pendidikan Diniyah Formal yang bersangkutan terhadap seluruh aspek yang dipersyaratkan.

Sistematika terdiri atas pendahuluan, bidang akademik, bidang organisasi, lampiran dan ringkasan singkat materi Rencana Induk Pengembangan (RIP).

Pendahuluan berisi tentang:

landasan filosofis, yuridis, dan sosiologis serta latar belakang dan tujuan pendirian Pendidikan Diniyah Formal yang bersangkutan;
Tingkat dan nama Pendidikan Diniyah Formal yang didirikan.
Bidang akademik berisi tentang:
Desain akademik dan kurikulum;
Tenaga pendidik dan kependidikan;
Analisis potensi calon mahasiswa;
Analisis pendayagunaan pemakai jasa lulusan (out put) Pendidikan Diniyah Formal;
Bidang organisasi berisi tentang:
Susunan organisasi penyelenggara Pendidikan Diniyah Formal yang bersangkutan;
Sumber pembiayaan, pernyataan dan bukti kesanggupan untuk membiayai Pendidikan Diniyah Formal;
Sarana dan prasarana;
Lampiran memuat bukti-bukti fisik hasil studi kelayakan serta bukti lain yang mendukung materi RIP.
Ringkasan singkat berisi uraian sederhana yang menggambarkan keseluruhan sistematika RIP

Persyaratan Kelayakan

persyaratan kelayakan pendidikan diniyah formalPersyaratan kelayakan izin pendirian Pendidikan Diniyah Formal adalah sebagai berikut:

Tata ruang

Dari aspek tata ruang, lokasi pendirian Pendidikan Diniyah Formal harus memenuhi standar:

  • keamanan, kebersihan, kesehatan, dan keindahan;
  • kemudahan akses;
  • kualitas struktur bangunan.

Geografis

Dari aspek geografis, lokasi pendirian Pendidikan Diniyah Formal harus:

aman bencana (banjir, longsor, dan jenis bencana lainnya);
• ramah lingkungan

Ekologis

Dari aspek ekologis, lokasi pendirian Pendidikan Diniyah Formal tidak boleh berada di :
• daerah resapan air;
• hutan lindung; dan
• lokasi yang mengganggu ekologi lingkun_gan lainnya

Prospek pendaftar

Dari aspek prospek pendaftar, prospek
jumlah pendaftar per kelas dilihat ketersediaan satuan pendidikan jenjang bawahnya minimal sebagai berikut :
Ula : > 30
Wustha & Ulya : > 32

Sosial dan budaya

Dari aspek sosial budaya, keberadaan Pendidikan Diniyah Formal yang akan didirikan tidak mendapat resistensi dari masyarakat sekitarnya.

Demografi anak usia sekolah dengan ketersediaan lembaga pendidikan formal

Jumlah anak usia sekolah di lokasi pendirian Pendidikan Diniyah formal dalam radius 6 Km masih mencukupi untuk ditampung dalam sebuah satuan pendidikan.

Demikian syarat dan ketentuan pendaftaran lembaga Pendidikan Diniyah Formal untuk mendapatkan izin operasional dari Kementerian Agama.

Tulisan ini merupakan rangkuman dan pengembangan dari SK Dirjen Pendis NO 5839 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENDIRIAN PENDIDIKAN DINIYAH FORMAL.

Alasan Menyekolahkan Anak ke Pondok Pesantren

Pada saat ini di tengah era informasi dan teknologi deras serta konten konten video positif dan negatif membanjiri handphone netbook laptop serta komputer melalui internet. dengan kesadaran masyarakat yang meningkat dalam kesadaran agama serta kekhawatiran orang tua terhadap pengaruh negatif tidak baik dari lingkungan serta internet maka pondok pesantren menjadi alternatif bagi sebagian orang dan bahkan tujuan utama bagi sebagian kalangan.

santriwati cantik kumpulDalam pertimbangan melanjutkan pendidikan anak ke pondok pesantren, ada beberapa alasan atau kombinasi dari pertimbangan dibawah ini.

  1. Tradisi. yaitu tradisi keluarga untuk melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren
  2. Sibuk rutinitas pekerjaan. Dengan kesibukan pada usia produktif menjadikan orang tua mempunyai waktu yang sangat sedikit untuk melakukan pengawasan terhadap anak sehingga dipandang lebih baik jika anak melanjutkan ke pondok pesantren.
  3. Kekhawatiran pengaruh buruk dari luar. Dengan berita dan informasi tentang kenakalan pelajar menjadikan orang tua khawatir dan takut anak terpengaruh dengan kelakuan minor dari para pelajar yang badung kurang ajar.
  4. Sang anak nakal. Dengan harapan anak menjadi lebih baik akhlaknya ketika belajar di pesantren (ada baiknya model seperti ini di pondokkan di tempat spesialis pendidikan anak berkebutuhan khusus bidang akhlak)
  5. Kesadaran agama yang lebih baik. Ada orang tua yang memiliki dasar atau basic keagamaan yang sangat awam sehingga dengan menyekolahkan anak ke pesantren diharapkan keilmuan keagamaan bisa di dapatkan lewat sang anak.
  6. Hafal al Qur’an. Pada pondok pesantren khusus Tahfidz Al Qur’an menjadikan harapan anak bisa menjadi hafidz yang soleh solihah serta handal
  7. Pemahaman agama yang baik bagi anak diharapkan nanti menjadi panutan dalam masyarakat. Ataupun penerus perjuangan dalam menegakkan agama di lingkungan masing masing.
  8. Melihat anak lulusan pesantren yang soleh dan tawadhu. Hal ini bisa terjadi ketika ada anak tetangga atau rekan yang mempunyai perilaku baik berbudi luhur sehingga ingin anaknya seperti itu (walau ada juga lulusan pesantren yang hasilnya di luar harapan)
  9. Pengaruh dari orang lain. Adanya saran dari teman atau keluarga atau saudara untuk menyekolahkan anak ke pesantren.

baca juga

Romadhon di Pondok Pesantren Assalaam

Beasiswa bagi santri pondok pesantren di Perguruan tinggi Favorit

Persiapan menyekolahkan anak ke Pondok Pesantren

hari santri
ilustrasi santri berangkat sekolah

Dengan banyaknya pilihan pondok pesantren saat ini, Mulai dari biaya yang irit sampai dengan bagi kalangan yang berduit fasilitas lengkap sudah ada. Tinggal menyesuaikan dengan kondisi keuangan. Selain itu juga dari pondok pesantren NU, Muhammadiyah, non Mazhab, Salafy, dan berbagai type pesantren sudah banyak untuk dijadikan pilihan dalam melanjutkan study.

dari jenjang pendidikan di mulai dari Ula, Wustha, SD, SMP, SMA juga ma’had Aly pesantren sudah menyediakan. Masa depan lulusan pesantren pada bidang pekerjaan juga sama seperti lulusan sekolah pada umumnya, dengan ijazah yang berkekuatan sama sehingga secara teknis mendapatkan pekerjaan sama dan tergantung individu masing-masing. contoh pekerjaan lulusan pesantren bisa dibaca di link bawah ini. Profesi lulusan pesantren.