Arsip Tag: pelajaran TPQ

Materi Pembelajaran TPQ TPA panduan Kemenag sebagai Pedoman

Materi Pembelajaran TPQ TPA mengacu kepada buku standar nasional Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKQ) Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Kementerian Agama RI Jakarta yang terbit tahun 2013 sebagai acuan dan pedoman.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, jika ada yang bertanya kenapa mengacu kepada buku yang terbit tahun 2013 alias 8 tahun atau sewindu sebelumnya?

Maka saya menjawab karena sampai saat ini saya belum menemukan panduan paling mutakhir sebagai pegangan bagi pengelola TPQ.

Artinya belum menemukan bukan berarti tidak ada, bisa jadi ada tetapi karena keterbatasan pengetahuan kami sehingga informasi panduan paling baru terlewat.

Setidaknya jika kami menemukan buku pedoman yang lebih baru akan kami update informasinya.

Baiklah, kembali lagi mengenai materi pembelajaran TPQ, dalam menyusunnya kami mengacu kepada daftar nama pelajaran dalam raport TPQ atau TPA dalam contoh buku.

Kemudian materi pembelajaran TPQ ini kami ambilkan pada matriks pembelajaran TPQ mulai dari level A, B dan C kemudian kami pilah berdasarkan penekanan dalam pembelajarannya.

Langsung saja berikut materi pembelajarannya.

Bacaan tadarus alquran

Materi Pokok TPQ adalah kegiatan belajar supaya bisa membaca al-Qur’an, diawali dengan pengenalan huruf hijaiyah atau dengan model pembelajaran iqro.

Mengenai materi ini tergantung pengelola menggunakan metode apa, apakah memakai iqro, yambua, tilawati qiroati.

Urutan dalam mengajar atau materi pembelajaran belajar membaca huruf hijaiyah menyesuaikan dengan panduan pembelajaran masing-masing metode.

Paling mudah metode iqro, tidak perlu banyak pelatihan, selama lancar dan fasih membaca al-Qur’an akan cepat bisa mengajarkannya.

ilmu tajwid (Materi Pembelajaran TPQ TPA)

materi selanjutnya adalah ilmu tajwid.

Dalam materi ilmu tajwid untuk TPQ ini mulai pembelajaran untuk TPQ level B. Kira kira level B ini anak usia 8-9 tahun alias kelas 2 SD.

Ya seperti itulah settingan dalam buku panduan.

Dalam materi ilmu tajwid begitu komprehensif dan lengkap, saking lengkapnya saya masih agak ragu, apakah semua guru TPQ bisa menyampaikannya?

Karena pada materi ini awal mula pembelajaran dengan makharijul huruf dan pada jenjang level C (setara kelas 3 SD) sudah seleai pembelajaran bacaan gharib semisal naql, imalah dan lain sebagainya.

Lebih detil mengenai apa saja ini materi sampean bisa membaca pada Materi Ilmu Tajwid untuk TPQ.

Materi Hafalan

materi pembelajaran TPQ hafalan

Yang selanjutnya adalah materi pembelajaran TPQ berupa Hafalan, dalam raport masing-masing ada nilai dengan pembagian yang terperinci untuk;

  • Hafalan bacaan sholat
  • Hapalan surat pendek
  • Hafalan ayat Pilihan
  • Hapalan doa sehari-hari

Kali ini berbagai materi ini kami jadikan satu, yatu berupa hafalan.

Untuk bacaan salat maka bacaan yang anda ajarkan mulai dari niat sampai dengan salam dan dzikir bacaan ba’da shalat wajib.

Sedangkan bacaan hafalan surat pendek, dalam buku panduan kemenag membagi jenjangnya menjadi 3 yaitu level A, B, dan C.

Standar dalam matriks pembelajaran untuk materi hafalan adalah sebagai berikut;

  • TPQ Level A sampai surat At Takatsur
  • TPA Level B sampai dengan surat adh-dhuha plus ayat pilihan
  • TPQ Level C sampai bacaan surah al a’la ditambah ayat-ayat pilihan.

Mengenai ayat pilihan, sudah ada ayat yang dipilihkan sebagaimana dalam buku panduan.

Apa saja ayat pilihannya?

Untuk level B ayat pilihannya adalah Al Baqarah : 255 (ayat qursyi), Al Baqarah : 284-285, Ali Imran : 133 – 136, Al Mu’minun 1-11 dan surat Luqman : 12-15

Sedangkan santri TPQ Level C, ayat pilihannya berupa Surat An Nahl : 65 – 69, Al Fath : 28 – 29, Ar Rohman : 1 – 16, Al Mu’minun 1-11, Al Jumu’ah : 9-11

lebih detil materi ini sampean bisa menyimak pada Materi Hafalan TPQ TPA

Tahsinul Kitabah

Merupakan materi pembelajaran santri dalam mengarahkan supaya isa menulis huruf arab hijaiyah sesuai kaidah yang baik dan benar.

Tentunya gurunya perlu mengetahui dasar dasar penulisan huruf hijaiyah, sukur sukur ahli dalam menulis indah alias khot.

Awal mula untuk anak TKQ yaitu dengan menebalkan dan mewarnai huruf tunggal dengan desain garis garis putus, dan juga angka tunggal.

Pada bagian selanjutnya meningkat dengan menulis dengan cara meniru contoh huruf tunggal, lanjut menyambung huruf dan pada akhir jenjang mencoba menulis ayat dalam al-Qur’an yang mudah ditiru.

Seperti apa materinya?

Anda bisa membaca pada Materi Tahsinul Kitabah untuk TPQ TPA

Dinul Islam (Materi Pembelajaran TPQ TPA)

materi dinul Islam

Pada materi pembelajaran ini sifatnya lebih luas, pada materi dinul islam memuat pembelajaran akidah akhlak, fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam.

Menimbang sempitnya waktu pendidikan pada Taman Pendidikan Al-Qur’an maka pada matriks pembelajaran ini untuk materi Aqidah akhlaq, SKI dan Fikih dijadikan satu menjadi pelajaran dinul Islam.

Dalam materi ini memuat tentang asmaul husna, pembelajaran nama-nama kitab suci, waktu shalat, nama 25 nabi, Ulil Azmi, rukun islam, rukun iman dan yang lainnya.

Lebih detil lagi sampean bisa menyimak pada PELAJARAN DINUL ISLAM UNTUK ANAK TPQ

Muatan Lokal (bisa bahasa inggris, arab, kaligrafi dll)

Dan yang terakhir yaitu materi pembelajaran TPQ muatan lokal. Ini merupakan kebijakan pengelola melihat potensi guru dan minat siswa.

Anda bisa memberikan materi tambahan berupa bahasa inggris, arab, kaligrafi, rebana dan lain sebagainya menyesuaikan kemampuan anda mengajari santri.

Urusan materi dan kurikulum tentu anda merumuskan sendiri karena sifatnya tambahan dan lokal.

Sekedar saran, apabila materi yang anda berikan itu memiliki kesamaan dengan pelajaran pada sekolah atau madrasah, maka seyogyanya anda mendesain supaya muatan lokal anda bisa menunjang peningkatan anak dalam pendidikan pada sekolah umum.

Maksudnya begini, jika anda memberikan muatan lokal bahasa arab, maka silakan anda samakan materi yang anda sampaikan dengan pelajaran bahasa arab pada MI atau SD islam.

Tujuannya supaya pendidikan TPQ mampu menunjang dan meningkatkan kemampuan anak dalam pembelajaran pada sekolah formal.

Nah itulah tulisan tentang materi pembelajaran TPQ TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) mengacu pada matriks pembelajaran TKQ TPQ berdasarkan buku panduan yang dibuat oleh Kementerian Agama.

Wilujeng siang, selamat mempraktekkan apa yang ada dalam panduan, semoga sukses. Salam kenal akhirul kalam wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Materi Ilmu Tajwid untuk TPQ

pontren.com – materi dan jadwal waktu penyampaian pelajaran ilmu tajwid untuk anak TPQ mengacu kepada matriks pembelajaran Lembaga Pendidikan Al Qur’an yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI Jakarta.

Dalam materi tajwid TPQ ini adalah pembelajaran hukum membaca alquran mulai dari pengenalan huruf sampai dengan waqaf dan waktu atau jadwal penyampaian yang disusun sedemikian rupa berurutan dan dirancang berlanjut dan kesinambungan.

Dan pada akhir tulisan, terdapat bagan pembelajaran beserta waktu penyampaian berdasarkan jenjang pendidikan dan materi pelajaran ilmu tajwid dalam satu tahun atau 2 semester.

Untuk lebih singkat dan jelas, silakan disimak pada tulisan dibawah ini.

Materi Ilmu Tajwid TPQ

Pemberian materi TPQ diberikan kepada anak-anak yang telah berada di tingkat Level B, sehingga bagi santri yang masih berada di TKQ baik Level A atau B maupun TPQ level A belum mendapatkan pembelajaran ilmu Tajwid.

Ada 2 level TPQ yang menurut matriks pembelajaran TPQ dari Kemenag diberikan pelajaran ilmu tajwid yaitu Taman Pendidikan Al Qur’an level B dan Level C.

Adapun pembagian materi yang disampaikan dan penjadwalan waktu penyampaian sebagaimana dibawah ini;

Pelajaran Ilmu Tajwid TPQ Level B

Berikut materi pembelajaran untuk TPQ level B pelajaran ilmu Tajwid.

  • Makharijul Huruf bulan pertama semester ganjil
  • Hukum nun mati dan tanwin bulan kedua dan ketiga semester ganjil
  • idgham mutamasilain bulan keempat semester ganjil
  • idgham mutaqaribain bulan kelima semester ganjil
  • idgham mutajanisain bulan keenam semester ganjil
  • al Qamariyah & al Syamsiyah bulan pertama semester genap
  • Qalqalah Bulan kedua semester genap
  • Tafkhim dan tarqiq bulan ketiga dan keempat semester genap
  • Fawatihus suwar bulan kelima semester genap
  • Shod yang dibaca sin bulan ke enam semester genap

Itulah materi dalam satu tahun (2 semester) pembelajaran materi tajwid pada TPQ untuk level B.

TPQ Level C

Setelah khatam materi pada level B, dilanjutkan pembelajaran ilmu tajwid pada TPQ level C yang materi yang diajarkan yakni;

Bacaan Mad dan macam macamnya selama semester ganjil (6 bulan) pembelajaran

  • bacaan gharib bulan pertama dan kedua semester genap
  • sifatul huruf bulan ketiga semester genap
  • ahkamul huruf bulan keempat semester genap
  • macam macam waqaf dan tandanya bulan kelima dan semester genap

Setelah santri menguasai kesemua pelajaran dari level B dan C dalam pelajaran Tajwid, insyaallah purna pelajaran ini bagi anak-anak TPQ. Tapi saya juga agak ragu jika semua berjalan lancar karena idealisme jadwal dengan kenyataan kadang tidak singkron.

Tabel Materi dan Waktu Pembelajaran Ilmu Tajwid untuk anak TPQ

Seperti disampaikan diatas, berikut adalah tabel matriks pembelajaran ilmu tajwid santri TPQ untuk level B dan C dalam satu tahun (semester ganjil dan genap).

ilmu-tajwid-untuk-TPQ
matriks pembelajaran ilmu Tajwid pada TPQ Level B dan C

Demikian jika tulisan diatas diwujudkan dalam bagan dan waktu pembelajaran.

Penutup tulisan dan catatan

Pada dasarnya matriks pembelajaran adalah acuan dalam kegiatan belajar mengajar bagi TPQ yang telah dibagi bagi dalam jenjang dan level, jika dapat mengikuti dengan baik materi serta waktu penyampaian materi tentunya akan sangat hebat dan mengagumkan.

Sayangnya realita kenyataan berbeda di lapangan, bisa jadi karena kekurangan guru mengajar atau kemampuan anak dalam menyerap ilmu yang lebih lamban dibanding dengan jadwal matriks yang dibuat.

Menyikapi hal ini tentunya pengelola TPQ dapat mengambil sikap bijak dengan melakukan penjadwalan ulang dan startegi yang berbeda guna mengakomodasi kondisi dan situasi lembaganya.

Walaupun begitu, akan tetap lebih baik jika kondisi yang ada tetap diarahkan kepada strategi dalam mencapai standar pembelajaran dalam matriks yang dibuat oleh Kementerian Agama RI sebagai Kementerian tempat TPA bernaung.

Ayat ayat Pilihan Untuk Dihafal Santri TPQ

Ayat ayat pilihan untuk dihafal dalam alquran santri TPQ
Pontren.com – assalamu’alaikum para guru ustadz ustadzah Taman Pendidikan alquran atau yang biasa dikenal dengan Guru TPA. Kali ini akan disampaikan tentang ayat ayat pilihan untuk dihafal para santri sebagai materi hapalan yang terdapat dalam lembar penilaian raport yang dicontohkan oleh Kementerian Agama.

Selain guru maupun santri, ayat ini juga dapat dijadikan sebagai ayat-ayat pilihan untuk dihafal oleh berbagai kalangan baik tua muda remaja maupun dewasa, tidak ada keharusan hanya santri TPA saja yang diperbolehkan untuk menghafal ayat pilihan dalam alquran.

Bukan hanya tentang ayat serta surat yang dijadikan sebagai pilihan untuk hafalan santri, juga disampaikan tentang waktu atau jadwal penyampaian materi yang mengacu kepada matriks pembelajaran TPQ yang terdapat dalam buku panduan Kemenag RI.

Manfaat yang lain dengan adanya acuan hafalan ini, bagi orang tua bisa mengajari anaknya menhafalkan ayat ayat dimaksud sebagai bentuk membantu guru TPQ dan menumbuhkembangkan hafalan anak sesuai dengan kurikulum tempat belajar di TPQ tempat menimba ilmu.

Meskipun terdapat hafalan ayat pilihan, akan tetapi materi surat dalam juz 30 juga tetap diberikan pada tiap jenjang baik level B maupun C. Akan tetapi kali ini kita tidak akan membahas materi hafalan juz 30, akan tetapi fokus kepada ayat ayat pilihan untuk dihafal.

Ayat ayat pilihan untuk dihafal

Sekedar mengingat kembali bahwasanya dalam desain TPQ oleh Kementerian Agama, lembaga ini terbagi dalam beberapa level dan jenjang, yaitu jenjang TKQ, TPQ, dan TQA.

Adapun level pada Taman Pendidikan Alquran terbagi menjadi 3 yaitu level A, B, dan C.

Dalam materi hafalan ayat pilihan tidak terdapat pada Jenjang TKQ, dan pada TPQ level A. Pada jenjang ini diberikan pelajaran hafalan surat pendek yang terdapat pada juz amma atau juz 30.

Baru pada jenjang Level TPQ B diberikanlah hafalan ayat ayat pilihan untuk dihafal. Berikut ayat-ayat dimaksud dan waktu penyampaian materi.

Berikut adalah nama surat dan ayat yang dipilih sebagai materi hafalan santri TPQ mengacu pada buku terbitan kemenag dan juga jenjang level serta waktu penyampaian.

Hafalan ayat ayat pilihan TPQ Level B

  • QS. Al Baqarah ayat 255 (ayat qursyi) bulan pertama dan kedua semester ganjil
  • QS. Al Baqarah ayat 284-285 bulan ketiga, keempat, dan kelima semester ganjil
  • QS. Ali Imran ayat 133 – 136 bulan keenam semester ganjil, bulan 1 &2 semester genap
  • QS. Al Mu’minun ayat 1-11 bulan ketiga dan keempat semester genap
  • QS. Luqman ayat 12-15 bulan kelima dan keenam semester genap

Hafalan Ayat Pilihan TPQ Level C

Selanjutnya berikut materi hafalan ayat ayat pilihan untuk dihafal santri TPQ pada jenjang pendidikan TPQ level C.

  • QS. An Nahl ayat 65 – 69 bulan pertama dan kedua semester ganjil.
  • QS. Al Fath ayat 28 – 29 bulan ketiga, keempat dan kelima semester ganjil.
  • QS. Ar Rohman ayat 1 – 16 bulan keenam semester ganjil, bulan pertama dan kedua semester genap.
  • QS. Al Mu’minun ayat 1-11 bulan ketiga dan keempat semester genap.
  • 5.5. QS. Al Jumu’ah ayat 9-11 bulan kelima dan keenam semester genap.

Itulah materi ayat ayat pilihan untuk dihafal sebagai bahan pertimbangan dalam pengisian raport santri Taman Pendidikan Alquran.

Matriks jadwal pengajaran hafalan level A dan B

Berikut adalah gambar matriks pengajaran atau jadwal waktu penyampaian materi hafalan baik level A maupun B dalam bentuk tabel

ayat-ayat-pilihan-untuk-dihafal
tabel ayat pilihan dan alokasi penyampaian

Catatan dalam materi hafalan ayat ayat pilihan

Jika merasa kesulitan dalam pengaplikasian ataupun pelaksanaan, dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi, serta sebagai bahan pertimbangan rancangan kegiatan belajar mengajar tahun yang akan datang setelah mengevaluasi kendala serta hambatan yang pernah dialami.

Demikian, selamat malam, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Materi Aqidah ahlak untuk TPQ

materi-akidah-akhlak-TPQ
Materi Aqidah akhlak TPQ

pontren.com – informasi tentang kisi kisi pokok materi pelajaran aqidah ahlak untuk TPA TPQ Taman Pendidikan Al Qur’an berdasarkan matriks pembelajaran yang dibuat oleh Kementerian Agama RI Jakarta.

Materi aqidah ahlak dalam matriks pembelajaran tersebut dimasukkan dalam mata pelajaran dinul Islam, dimana nantinya mata pelajaran aqidah ahlak dilebur dalam mapel dinul Islam ini.

Baca;

Hal ini karena padatnya materi yang ada serta penyederhanaan raport sehingga nantinya jika pelajaran ini dipisah menjadi mapel tersendiri maka tentunya akan ada modifikasi raport jika contoh buku raport yang dijadikan acuan adalah yang dicontohkan Kemenag dalam buku Panduan.

Materi Aqidah ahlak ini disusun berdasarkan level TKQ dan TPQ sesuai dengan jenjang masing masing, walaupun nantinya akan ada banyak pengulangan materi akan tetapi tetaplah relevan karena pertimbangan anak didik yang masih berumur kisaran anak TK-4 SD/MMI.

Selain inti pokok materi Aqidah Ahlak, juga disampaikan jadwal waktu penyampaian materi berdasarkan matriks pembelajaran dari Kemenag.

Berikut adalah Materi Aqidah Ahlak untuk anak TPQ dengan estimasi waktu penyampaian dan level bagi santri anak didik pada Taman Pendidikan Al Qur’an

Materi Aqidah Akhlak untuk TPQ

Penghitungan waktu dimulai dengan awal waktu tahun ajaran baru, misalnya pembelajaran dimulai pada bulan Juli maka bulan Juli dianggap sebagai bulan pertama.

TKQ Level A

Mengucapkan dua kalimat syahadat, Bulan pertama semester 1
Menyebutkan kitab suci umat islam, Bulan kedua semester 1
Menyebutkan Tuhan umat Islam, Bulan kedua semester 1
Mengenal 10 malaikat, Bulan ketiga semester 1
Mengenal nama nama nabi Ulul Azmi, Bulan keempat semester 1
Mengucap Kalimat Toyyibah, bulan ke lima semester 1

materi-akidah-akhlak

ilustrasi guru Akidah akhlak (Vidya Ayu Syafitri)

TKQ Level B

Mengucapkan dua kalimat syahadat, bulan pertama semester 1
Mengenal Allah Maha Esa Bulan, kedua semester 1
Menyebutkan rukun Islam Bulan, ketiga semester 1
Menyebut rukun Iman Bulan, Kelima semester 1
mengenal 10 malaikat dan tugasnya, Bulan keenam semester 1
mengenal nama nama 25 nabi, Bulan pertama semester 2
mengenal beberapa asmaul husna, Bulan Kelima semester 2

TPQ Level A

Mengucapkan dua kalimat syahadat, Bulan Pertama semester 1
Mengenal Allah Maha Esa, bulan kedua semester 1
Menyebutkan rukun Islam, Bulan ketiga semester 1
Menyebut rukun Iman, Bulan Ke lima semester 1
Mengenal 10 malaikat dan tugasnya, bulan ke enam semester 1
Mengenal nama 25 nabi, bulan pertama semester 2
Mengenal Beberapa asmaul Husna, bulan ke 2,4,6, semester 1, bulan ke 3,6 semseter 2

TPQ Level B

ilustrasi pengurus TPQ
ilustrasi pengurus TPQ (C) Faizal riza

Nama nama lain dinul islam, Bulan pertama semester 1
Pengertian iman dan rukun iman, Bulan ke 1,2 semester 1
Asmaul Husna, Bulan ke 3,4,5,6 semester 1 dan bulan ke 1, 2 semester 2
Kisah Kisah Nabi Ulul Azmi, bulan ke empat semester 1 dan bulan ke 3,4,5,6 semester 2

TPQ Level C

Asmaul Husna, bulan kesatu semester 1
Pemahaman Islam dan rukun Islam, Bulan ke 1,2 semester 1
Pemahaman Ihsan, Bulan ke 3,4,5,6 semester 1 dan bulan ke 1,2 semester 2

Penutup Tulisan Materi Aqidah Akhlak

Materi ini hanya bersifat acuan dan bukan hal yang wajib. bagi yang sudah memiliki kurikulum yang berjalan dengan baik tidak harus serta merta ganti sebagaimana matriks Kemenag.

Bagi lembaga yang belum tertata dalam kurikulum pembelajaran, disarankan bisa mulai menata jadwal, kurikulum, serta administrasi TPQ yang dikelola.

Demikianlah tentang materi TPQ untuk mata pelajaran aqidah ahlak yang terdapat dalam matriks pembelajaran TPQ disertai dengan jadwal waktu penyampaian materi.

Semoga diberikan kemudahan dalam kegiatan belajar mengajar pada TPQ serta keberkahan dalam mendalami ilmu pada pengelolaan TPQ.

Salam TPQ.

Doa Sesudah Adzan dan Iqomah untuk materi TPQ

doa setelah adzanAdab dan doa berkaitan dengan azan dan iqomah serta keterangan yang diperlukanuntuk pembelajaran TPQ.
pontren.com Teks doa sesudah azan serta iqamah dalam huruf arab dan latin beserta terjemahan.

Tidak hanya materi hafalan serta terjemahan saja, tetapi beberapa hal yang selayaknya diketahui anak anak santri Taman Kanak Kanak Alquran (TKQ) dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) yang harapan kedepan menjadi akhlak dan budaya para santri.

Sasaran Materi Doa Sesudah Azan dan Iqamah

Materi ini menyasar supaya anak anak hafal doa sekaligus terjemah doa sesudah azan dan iqamah.

kemudian santri TPQ TKQ paham sunnah sunnah pada saat mendengar adzan. Sembari santri diajari hafalan doa serta arti, diterangkan apa saja anjuran pada waktu mendengar azan.

Setelah santri mendapatkan keterangan seputar adzan dan iqomah, hal yang diperlukan yaitu para pengajar TPQ memberikan dorongan kepada santri untuk praktek secara teratur dan menjadi kebiasaan sepanjang hayat.

Bacaan Doa Sesudah Adzan dan Setelah Iqomah dalam Bahasa Arab

Berikut teks doa ba’da azan dan iqamah yang masyhur

Doa setelah adzan

اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ،

وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ،

آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ،

وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ،

إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ

Allahumma robba haadzihidda’watittaammah
Wassholaatil qooimah
Aatii muhammadanil washiilati wal fadhiilah
Wab’atshu maqooman mahmuudanilladzii wa ‘adtah
Innaka laa tukhliful mii’aad
arti
Ya Allah, Rabb Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini

dan shalat (wajib) yang didirikan.

Berilah Al-Wasilah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam) dan fadhilah kepada Muhammad.

Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji”.

Doa Setelah Iqomah

اَقَامَهَااللهُ وَاَدَامَهَا مَادَامَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ

Aqoomahallaahu wa adaamahaa maadaamatis samaawaatu wal ardlu
Arti :Semoga Allah selalu menegakkan dan mengekalkan adanya shalat selama langit dan bumi masih ada.”

Adab Seputar Adzan dan Iqomah

santri assalaamBerikut ada beberapa hal terkait dengan adzan iqomah yang bisa dilakukan seorang muslim.

Mengucapkan yang diucapkan oleh muadzin

mengucapkan seperti yang diucapkan muadzin (menjawab adzan), tapi tidak dengan suara keras seperti suara orang yang adzan, karena muadzin memanggil orang lain sedangkan dia hanya menjawab muadzin.
Catatan :
Termasuk mengucapkan hal yang sama juga pada adzan subuh yaitu assholaatu khoirum minan naum.
Ketika muadzin sampai pada pengucapan hay’alatani yaitu kalimat:

حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ،
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ

disenangi baginya untuk menjawab dengan hauqalah yaitu kalimat:

لاَ حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Namun boleh juga dia menjawabnya sebagaimana lafadz muadzin dengan hay’alatani حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ dengan hujjah hadits Abu Sa’id Al-Khudri z yang telah kita sebutkan di atas. Al-Imam Ibnul Mundzir t menyatakan, “Ini termasuk ikhtilaf atau perbedaan yang mubah.

Jika seseorang menghendaki maka ia mengucapkan sebagaimana ucapan muadzin, dan kalau mau ia mengucapkan sebagaimana dalam riwayat Mu’awiyah ibnu Abi Sufyan1 c. Yang mana saja ia ucapkan, maka ia benar.” (Al-Ausath, 4/30)

Hukum Menjawab Adzan

santri mukim pondok pesantrenTentang hukum menjawab adzan ini, ulama berbeda pendapat. Sebagian Hanafiyyah, ahlu zahir, Ibnu Wahb, dan yang lainnya berpendapat wajib menjawab adzan bagi yang mendengar adzan, dengan mengambil lahiriah hadits yang datang dengan lafadz perintah, sedangkan perintah menunjukkan wajib. Adapun jumhur ulama berpendapat hukumnya sunnah, tidak wajib, dengan dalil hadits Anas bin Malik z yang menyebutkan bahwasanya:

سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ؛ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ: عَلَى الْفِطْرَةِ. ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ: خَرَجْتَ مِنَ الناَّرِ

(Rasulullah n) pernah mendengar seseorang yang adzan mengatakan, “Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Rasulullah menjawab, “Dia di atas fithrah.” Kemudian muadzin itu berkata, “Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah. Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah.” Rasulullah berkata, “Engkau keluar dari neraka.” (HR. Muslim no. 845)

Dalam hadits di atas, Rasulullah n mengucapkan ucapan yang berbeda dengan muadzin, berarti mengikuti ucapan muadzin tidaklah wajib.

Hukum Berbicara Di Sela-Sela Menjawab Adzan

giatan TPQ yang menyenangkanTidak ada larangan berbicara di sela-sela menjawab adzan, namun lebih utama ia diam mendengarkan dan menjawabnya. Beda halnya bila ia sedang membaca Al-Qur’an, ia tidak boleh menjawab adzan di sela-sela bacaannya sehingga tercampur antara suatu zikir yang bukan bagian dari Al-Qur’an dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Yang semestinya, ia menghentikan bacaan Al-Qur’annya untuk menjawab adzan. (Fatwa Asy-Syaikh Abdullah ibnu Abdirrahman t, seorang alim dari negeri Najd, Ad-Durarus Saniyyah fil Ajwibah An-Najdiyyah 4/213, 214).
Dalil lainnya adalah ucapan Nabi n kepada Malik ibnul Huwairits dan para rekan :

فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ

arti : Apabila datang waktu shalat, hendaklah salah seorang dari kalian menyerukan adzan untuk kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 628, 7246 dan Muslim no. 1533)

Nabi tidak mengatakan, “Hendaklah orang lain yang mendengarnya mengikuti adzan tersebut.” Seandainya menjawab adzan itu wajib niscaya Nabi n tidak akan menunda keterangannya dari waktu yang dibutuhkan. Karena, ketika itu beliau tengah memberikan pengajaran kepada Malik dan teman-temannya. (Fathu Dzil Jalali wal Ikram 2/195, Asy-Syarhul Mumti’, 2/82,83)

Al-Imam al-Malik t dalam Kitab Al-Muwaththa’ (no. 236), meriwayatkan bahwa Tsa’labah ibnu Abi Malik Al-Qurazhi menyatakan mereka dulunya di zaman ‘Umar bin Khaththab mengerjakan shalat pada hari Jum’at hingga Umar keluar dari rumahnya masuk ke masjid. Bila Umar telah masuk masjid dan duduk di atas mimbar, muadzin pun mengumandangkan adzan. Kata Tsa’labah, “Kami duduk sambil berbincang-bincang.

Ketika muadzin telah selesai dari adzannya dan Umar berdiri untuk berkhutbah, kami pun diam mendengarkan. Tak ada seorang dari kami yang berbicara.”

Seandainya menjawab adzan itu wajib niscaya mereka akan mengikuti ucapan muadzin dan tidak berbicara yang lain.

Demikian juga diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d t, dari Musa ibnu Thalhah ibnu Ubaidullah, ia berkata, “Aku melihat Utsman ibnu Affan berbincang-bincang dengan orang-orang menanyakan dan meminta informasi dari mereka tentang harga dan berita-berita lainnya, padahal ketika itu muadzin sedang menyerukan adzan.” (Sanadnya shahih sesuai syarat Al-Bukhari dan Muslim, Ats-Tsamar 1/180)

Pendapat jumhur inilah yang kami pilih, wallahu ta’ala a‘lam. Akan tetapi yang perlu kita camkan walaupun hukumnya sunnah bukan berarti ketika diserukan adzan –tanpa ada kepentingan ataupun hajat– kemudian ditinggalkan begitu saja dan tidak diamalkan dari menjawabnya, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian manusia pada hari ini, wallahul musta’an. (Syarhu Ma’anil Atsar 1/188-189, Al-Muhalla 2/184, Bada’iush Shana’i 1/486, Subulus Salam 2/62, Nailul Authar 1/511)

Al-Imam An-Nawawi t berkata: “Sunnah menjawab adzan ini berlaku bagi orang yang di atas thaharah, bagi yang berhadats, orang junub, wanita haid, dan selain mereka, selama tidak ada penghalang untuk menjawabnya, seperti sedang menunaikan hajat di WC, sedang berhubungan intim dengan istrinya, atau sedang mengerjakan shalat.” (Al-Minhaj 4/309 dan Al-Majmu’ 3/125)

Mendengar adzan ketika sedang membaca alquran

pondok pesantren tahfidz salafiTidak dibolehkan menjadikan satu antara membaca Al-Qur’an dengan menjawab adzan. Alasannya adalah jika membaca Al-Qur’an, akan terlalaikan dari mendengar adzan. Sebaliknya bila mengikuti ucapannya muadzin, kita terlalaikan dari membaca Al-Qur’an. (Fathu Dzil Jalali wal Ikram, 2/196,197)

Menjawab Adzan Bagi Seseorang Yang Sedang Shalat

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah t dalam Al-Ikhtiyarat (hal. 39) berpendapat, untuk seorang yang sedang melaksanakan shalat, pada saat mendengar adzan untuk menjawab. Hal ini karena keumuman perintah yang ada di dalam hadits. Juga, menjawab adzan muadzin termasuk zikir yang tidak bertentangan dengan shalat.

Akan tetapi pendapat yang masyhur dalam madzhab Al-Imam Ahmad dan yang lain adalah ia tidak menjawab adzan yang didengarnya. Inilah pendapat yang shahih. Alasannya yaitu adzan merupakan zikir panjang yang dapat membuat orang yang shalat tersibukkan dari shalatnya. Sementara dalam shalat ada kesibukan tersendiri, sebagaimana sabda Rasulullah :

إِنَّ فيِ الصَّلاَةِ لَشُغُلاً

Sesungguhnya dalam shalat itu ada kesibukan. (HR. Al-Bukhari no. 1199 dan Muslim no. 1201)

Terdengar Beberapa Adzan Dari Beberapa Masjid

Bagaimana jika terdengar adzan dari beberapa masjid? adzan manakah yang kita jawab?

masjid besar kecamatan (ilustrasi)Hadits dalam masalah menjawab adzan menyebutkan secara mutlak, “Apabila kalian mendengar adzan maka ucapkanlah seperti yang sedang diucapkan muadzin.” Tidak ada pembatasan muadzin yang pertama atau muadzin yang kesekian, atau muadzin di masjid yang dekat dengan rumah kalian. Artinya semua adzan dijawab.

Hukum Berbicara Di Sela-Sela Menjawab Adzan

Tidak ada larangan berbicara di sela-sela menjawab adzan, namun lebih utama ia diam mendengarkan dan menjawabnya. Hal ini berbeda bila ia sedang membaca Al-Qur’an, ia tidak boleh menjawab adzan di sela-sela bacaannya sehingga tercampur antara suatu zikir yang bukan bagian dari Al-Qur’an dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Yang semestinya, ia menghentikan bacaan Al-Qur’annya untuk menjawab adzan. (Fatwa Asy-Syaikh Abdullah ibnu Abdirrahman ,

Kedua: Perkara berikutnya yang disunnahkan bagi orang yang mendengar adzan adalah bila selesai menjawab adzan adalah bershalawat untuk Nabi n dengan dalil hadits Abdullah ibnu Amr ibnul Ash c. Ia pernah mendengar Nabi n bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ، ثُمَّ صَلُّوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوْا اللهَ لِي الْوَسِيْلَةَ، فَإِنهَّاَ مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِي إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ وَأَرْجُوْا أَنْ أَكُوْنَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيْلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

Apabila kalian mendengar adzan maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan muadzin, kemudian bershalawatlah untukku, karena siapa yang bershalawat untukku niscaya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian ia meminta kepada Allah al-wasilah atasku, karena al-wasilah ini merupakan sebuah tempat/kedudukan di surga, di mana tidak pantas tempat tersebut dimiliki kecuali untuk seseorang dari hamba Allah dan aku berharap, akulah orangnya. Siapa yang memintakan al-wasilah untukku maka ia pasti beroleh syafaat.” (HR. Muslim no. 847)

Ada beberapa lafadz shalawat, di antaranya yang paling ringkas adalah:

اللُّهَمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

“Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad. Berilah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad. Sebagaimana Engkau bershalawat dan memberikan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Ketiga: Setelah bershalawat, orang yang mendengar adzan memohon al-wasilah untuk Nabi n dengan dalil hadits Abdullah ibnu Amr ibnul Ash c. Adapun doa memohon al-wasilah sebagaimana dalam hadits Jabir z, bahwa Nabi n bersabda:

مَنْ قَالَ حِيْنَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: اللُّهَمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ؛ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Siapa yang ketika mendengar adzan mengucapkan doa, “Ya Allah! Wahai Rabbnya seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan ditegakkan ini, berikanlah kepada Muhammad al-wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada tempat yang dipuji (maqam mahmud) yang telah Engkau janjikan kepadanya4”, niscaya ia pasti akan beroleh syafaatku pada hari kiamat. (HR. Al-Bukhari no. 614, 4719)

Itulah hal terkait dengan doa azan dan iqamah.

Adab dan doa Memakai Pakaian dan melepas untuk TPQ

doa memakai pakaianDoa Memakai Pakaian dan serta do’a melepas busana dan memakai baju baru untuk TPQ.
pontren.com Teks doa memakai pakaian dan doa melepas pakaian serta do’a memakai baju baru dalam huruf arab dan latin beserta terjemahannya.
Tidak hanya materi hafalan serta terjemahannya, tetapi adab berpakaian yang selayaknya diketahui anak anak santri Taman Kanak Kanak Alquran (TKQ) dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) yang harapa kedepan menjadi akhlak dan budaya para santri.

Sasaran Materi Doa dan Adab Berpakaian

doa melepas pakaianMateri ini menyasar supaya anak anak hafal matan doa dan terjemah doa menggunakan pakaian.
Selanjutnya para santri TPQ TKQ paham adab dalam berpakaian. Sembari santri diajari hafalan doa serta arti, diterangkan bagaimana adab dalam berpakaian dalam Islam.
Setelah santri mendapatkan keterangan dalam adab berbusana, hal yang diperlukan yaitu para pengajar TPQ memberikan dorongan kepada santri untuk praktek secara teratur dan menjadi kebiasaan sepanjang hayat.

Baca Materi TPQ yang lain :

Doa bercermin dan adabnya
Doa naik Kendaraan dan adabnya
Doa memperoleh rahmat dan adabnya

Waktu Penyampaian Materi

TKQ A : –
TKQ B : Bulan ke-4 semester satu dan di ulang pada bulan ke 5 semester genap.

TPQ A : diajarkan kembali pada bulan ke 6 semester 1.
TPQ B : –
TPQ C : disisipkan pada pembukaan atau penutupan pembelajaran sebagai penguatan hafalan.

Doa Berpakaian

Doa memakai pakaian
Ada beberapa doa yang berkaitan dengan memakai pakaian, yaitu doa memakai baju, melepaskannya dan doa untuk memakai sandangan yang baru.
Berikut doa doa nya :

Doa memakai pakaian

بِسْمِ اللهِ اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَاهُوَ لَهُ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا هُوَلَهُ

Bismillaahi Allahumma innii as aluka min khoirihi wa khoiri maa huwa lahuu wa a’uu dzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lahuu

Artinya:
“Dengan nama-Mu yaa Allah aku minta kepada Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan apa yang ada padanya, dan aku berlindung kepada Mu dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan yang ada padanya

Doa ketika melepas baju

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ

Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwa

Artinya:
Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain-Nya

Doa memakai baju baru

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِىْ كَسَانِىْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّىْ وَلاَقُوَّةٍ

Alhamdu lillaahil ladzii kasaanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri hawlim minni wa laa quwwatin

Adab dalam berpakaian

doa memakai baju baruSebagai orang islam, ada ketentuan dalam memakai pakaian. Ada yang sifatnya wajib, anjuran maupun berupa larangan. Dibawah ini beberapa hal adab terkait dengan berpakaian.

  1. Pakaian yang dikenakan menutupi aurat, baik untuk pria atau wanita.
  2. Hendaknya membaca doa sebelum berpakaian dan sesudah berpakaian.
  3. Pada saat memakai baju celana dan yang lain terkait pakaian seyogyanya mendahulukan bagian tubuh yang kanan daripada yang kiri
  4. Bagi Laki-laki tidak boleh mengenakan busana perempuan, dan wanita muslimah tidak boleh mengenakan busana pria.
  5. Laki laki untuk tidak memakai pakaian dari bahan kain sutera dan menggunakan emas.
  6. diwajibkan bagi wanita memakai pakaian yang menutupi mata kakinya, serta menggunakan kerudung yang menutupi leher dan dada.
  7. Dilarang menutup kain ke seluruh tubuh tanpa memberi tempat keluarnya tangan.

adab bercerminDemikian materi yang bisa disampaikan kepada santri TPQ dan dapat kita gunakan sendiri untuk dipraktekkan dalam keseharian dalam berbusana.

Adab dan doa bercermin untuk materi TPQ

Adab dan doa bercermin untuk materi TPQ.
pontren.com Tulisan doa bercermin dalam huruf arab dan latin beserta terjemahannya.
Bukan hanya materi hafalan serta terjemahannya, tetapi adab pada saat bercermin yang seyogyanya diketahui anak anak santri Taman Kanak Kanak Alquran dan Taman Pendidikan Alquran yang harapa kedepan menjadi akhlak dan budaya para santri.doa bercermin

Sasaran Materi Adab dan Doa Bercermin

Materi ini menyasar santri hafal matan doa dan terjemah doa bercermin.
Selanjutnya anak TPQ TKQ paham adab didepan cermin. Sambil santri diajari hafal doa dan artinya, diterangkan tentang adab ngilo di depan pengilon (bercermin di depan cermin).
Setelah santri mendapatkan keterangan dalam adab bercermin, hal yang diperlukan yaitu para pengajar TPQ memberikan semangat kepada santri untuk bisa praktek secara teratur dan menjadi kebutuhan selama hidup.

Baca :
doa dan adab memperoleh rahmat
doa dan adab sebelum tidur
doa dan adab bangun tidur

Waktu Penyampaian Materi

TKQ A : –
TKQ B : Bulan ke-3 semester satu dan di ulang pada bulan ke 6 semester genap.

TPQ A : diulang kembali pada bulan ke 3 semester 2 bersamaan dengan doa naik kendaraan.
TPQ B : –
TPQ C : disisipkan pada pembukaan atau penutupan pembelajaran sebagai penguatan hafalan.

 

Teks doa bercermin

Ada beberapa doa yang bisa di sampaikan, silakan dipilih sekiranya yang familiar di lingkungan TPQ saudara.

اَللَّهُـمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

Allahumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii
Terjemah : Ya Allah sebagaimana Engkau ciptakan aku dengan baik , maka perbaikilah akhlakku.

اَلْحَمْدُ ِللهِ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِىْ فَحَسِّـنْ خُلُقِىْ

Alhamdulillaahi kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii
Terjemah : Segala puji bagi Allah, baguskanlah budi pekertiku sebagaimana Engkau telah membaguskan rupa wajahku”

Adab Bercermin

adab bercerminDengan pembiasaan yang baik misalnya pada saat bercermin rutin dengan adab yang baik, tentunya bisa memeparkan kebaikan dalam kebiasaan baik yang lain. Berikut beberapa adab yang baik sekitar kaca cermin bagi anak anak TPQ maupun muslimin muslimat sekalian

Niat yang baik dalam bercermin

Berniat bercermin untuk kebaikan, misalnya muruwwah, kebersihan, menyenangkan suami atau istri orang tua dan menjaga kehormatan. Bukan diniatkan untuk sombong karena kecantikan ketampanan ataupun digunakan untuk hal yang tidak baik, misalnya menggoda yang dilarang.

Membaca doa pada waktu bercermin

Seperti doa doa diatas yang telah dituliskan maka bisa dipakai atau digunakan pada saat sedang berada di depan kaca pengilon atau cermin.

Bercermin sewajarnya

santri nurul ummah (ilustrasi)Mematutkan diri di depan cermin seperlunya. Dengan tidak berlama lama di depan cermin akan meminimalisir mengagumi diri sendiri yang bisa menyeret kepada pemubadziran waktu dan merasa paling keren dan meremehkan yang lain karena dirasa penampilan lebih baik dan menarik.

Diakhiri dengan ucapan hamdalah

Selesai bercermin maka mensyukuri dengan nikmat yang diberikan Allah. Bentuk syukur secara kongkrit dan verbal bisa dilakukan dengan mengucapkan kata Alhamdulillah dari lubuk hati. Bukan hanya sekedar lipsing pemanis bibir.

Demikian tentang materi doa bercermin untuk para santri TPQ TKQ disertakan adab bagi anak anak ataupun orang dewasa pada saat berada di depan kaca.

Materi Doa dan Adab Naik Kendaraan Darat Laut Udara untuk TPQ

Pontren.com Tulisan doa berkendara darat dan laut dalam huruf arab dan latin beserta terjemahannya.
Bukan hanya tentang hafalan, tetapi dimasukkan juga adab pada saat berkendara santri Taman Kanak Kanak Alquran dan Taman Pendidikan Alquran yang harapan kedepan menjadi perilaku kebiasaan para anak anak santri.doa naik kendaraan

Sasaran Materi doa Naik Kendaraan beserta Adabnya

Materi ini menyasar supaya santri bisa menghafal naik kendaraan baik model transportasi darat maupun laut.
Selanjutnya anak TPQ TKQ bagaimana adab dalam berkendara. Sambil santri diajari hafal doa dan artinya, disisipkan pemahaman tentang adab naik kendaraan didarat maupun dilaut.
Setelah santri diberikan pemahaman adab, tindakan lanjutan yaitu para guru ustadz TPQ mendorong santri bisa praktek secara rutin dan menjadi kebiasaan selama hidup.

Baca :
doa dan adab Sebelum Tidur
doa dan adab bangun tidur
doa dan adab memperoleh rahmat

Waktu Penyampaian Materi

TKQ A : –
TKQ B : Bulan ke-3 semester satu dan di ulang pada bulan ke 6 semester genap.

TPQ A : diulang kembali pada bulan ke 3 semester 2 bersamaan dengan doa bercermin.
TPQ B : –
TPQ C : disisipkan pada pembukaan atau penutupan pembelajaran sebagai penguatan hafalan.

Teks doa naik kendaraan darat laut Arab latin dan arti

سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

Subhaanalladzii sakkhara lanaa hadza wama kunna lahu muqriniin wa-inna ilaa rabbina lamunqalibuun.

Arti : Maha suci Allah Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat)

Doa Naik Kapal

بِسْمِ اللهِ مَجْرَهَا وَمُرْسَهَآاِنَّ رَبِّىْ لَغَفُوْرٌرَّحِيْمٌ

Bismillaahi majrahaa wa mursaahaa inna robbii laghofuurur rohiim
Arti : “Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Adab naik kendaraan darat laut Udara

doa naik mobilSambil membimbing santri dalam menghafalkan doa dan menerangkan arti dari doa dimaksud, sebagai tambahan keilmuan dan selingan supaya tidak bosan dalam pembelajaran, maka sebaiknya disampaikan adab dalam berkendara.

Berikut beberapa adab ketika naik kendaraan darat semisal sepeda, motor, mobil, bus, kereta api, maupun travel. Termasuk kendaraan laut semisal kapal fery, kapal boat, roro maupun sampan untuk menyeberang.

Mengingat Allah dan berdoa pada saat berkendara

Diriwayatkan bagaimana perilaku Ali bin Abi Thalib RA, beliau mengucapkan bismillah pada saat menginjakkan kaki pada kendaraan, dan pada saat telah berada di punggung kendaraan beliau mengucapkan “alhamdulillah” selanjutnya berdoa “subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahuu muqriniin” kemudian mengucapkan tahmid 3 kali lalu mengucapkan takbir sebanyak 3x, lalu berdoa  :

سُبْحَانَكَ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فاَغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَايَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Taat Peraturan Lalu lintas ketika Berkendaraan

Yaitu dengan cara memperhatikan rambu rambu lalulintas yang ada dan tidak melanggar aturan dalam berkendara di jalan umum ataupun jalan raya.

Berkendara dengan baik dan sopan

Maksudnya adalah pada saat membawa kendaraan tidak dengan cara ugal-ugalan yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain serta bisa membuat orang tidak simpatik marah dan sebal.

Merawat Kendaraan dan tidak Membebani Melebihi Kapasitasnya.

doa naik motorPada zaman dahulu yang menjadi kendaraan adalah hewan binatang semisal onta, kuda, maupun keledai. Dengan begitu tidaklah hewan tersebut diberikan beban yang melebihi kekuatan yang dimiliki.

Pada masa sekarang bisa jadi kendaraan mesin pun perlu untuk diperhatikan beban kapasitas kemampuannya, dikhawatirkan jika melampaui kapasitas kemampuan kendaraan akan mempercepat keausan spare part dan membahayakan pihak pengendara dan pengguna jalan yang lain.

Mengurangi kecepatan kendaraan ketika memasuki jalan yang kecil atau sempit dan mempercepat di area yang lebar dan mulus

Berjalan kencang pada jalan yang sempit akan mempertinggi resiko bahaya bagi pengguna dan orang sekitar. Sedangkan berjalan sangat pelan di jalan lebar dan bagus bisa membahayakan yang lain, misalnya di jalan tol.

Memberi Hak kepada Jalanan

Ternyata Jalanan juga memiliki hak. Berdasarkan riwayat, ada 5 hak yaitu :

  1. Menundukkan pandangan
  2. Menghilangkan gangguan
  3. Menjawab Salam
  4. Memerintahkan yang baik/ma’ruf
  5. Mencegah yang munkar.

Demikian contoh materi TPQ untuk doa dan adab berkendara.

Adab dan doa memperoleh Rahmat untuk Materi TPQ

pontren.com – Adab dan doa memperoleh Rahmat untuk Materi TPQ

Materi pelajaran adab dan doa memperoleh rahmat untuk anak-anak TPQ disertai informasi saran waktu penyampaian pada level kelas TPA maupun TKQ TKA.

Tujuan pembelajaran

Supaya santri hafal doa untuk memperoleh rohmat dari Allah SWT serta adab perilaku guna memudahkan mendapatkan rahmad tersebut.

Tentunya selain hafal doa beserta arti dan adab mohon rohmat, anak anak TKQ TPQ diharapkan bisa mempraktekkan doa beserta perilaku supaya dirahmati.

Baca :

Waktu Penyampaian Materi Pelajaran Doa meminta rahmat

Dalam matriks pembelajaran TKQ dan TPQ, telah dirancang berurutan penyampaian terkait adab serta berbagai doa untuk anak anak santri Taman Pendidikan Alquran. Adapun rancangan ini bersifat sebagai acuan dan bisa dipakai sebagai pegangan dalam mengajar.
TKQ A : –
TKQ B : Bulan pertama semester II, diharapkan anak hafal doa serta paham adabnya.

ustadzah TPQ yang berkompeten
ilustrasi ustadzah TPQ yang berkompeten (C) Faizal Riza

TPQ A : pengulangan sebagai penguatan pada awal pelajaran (random dengan doa yang lain).
TPQ B : –
TPQ C : Penguatan Hafalan dengan diulang pada saat penutupan pembelajaran.

Teks Doa meminta Rahmat

Berikut beberapa contoh doa tentang memohon rahmat kepada Allah dalam penulisan Arab latin dilampirkan terjemahnya.

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Robbi auzi’nii an asykuro ni’matkallatii an ‘amta ‘alaiyya wa ‘alaa waalidaiyya wa an a’mala soolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika wii ‘ibaadikash shoolihiin.

Arti : Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hab lanaa min ladunka rohmah, innaka antal wahhaab.

arti : Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau memesongkan hati kami sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan kurniakanlah kepada kami limpah rahmat dari sisiMu; sesungguhnya Engkau jualah Tuhan Yang melimpah-limpah pemberianNya.

(A-li ‘Imran : 8)

ﺍﻟﻟﻬﻢ ﺍﻨﻲ ﺍﺴﺄﻟﻚ ﻤﻦ ﻔﻀﻟﻚ ﻮﺮﺤﻤﺘﻚ ﻔﺄﻨﻪ ﻻﻴﻤﻟﻚ ﻫﻤﺎ ﺍﻻ ﺍﻨﺖ

Allaahumma Innii As Aluka Min Fadhlika Warohmatika Fainnahu Laa Yamliku Humaa Illaa Anta.

Arti : Ya Allaah aku memohon kepada-Mu dari anugerah dan rahmat-Mu, karena hanya Engkaulah yang memiliki keduanya itu.

Adab dan perilaku mohon mendapatkan rahmat.

menyusun Kalender Pendidikan TPQ
ilustrasi ustadzah Pengajar TPQ (C) Faizal Riza

Berikut diambil dari berbagai sumber untuk dimudahkan dalam mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

  • Tidak berputus asa dari rahmat Allah;
  • Beriman, berhijrah dan berjuang di jalan Allah (Q.S. Al-BaqaRah: 218);
  • Menjadi orang selalu berbuat baik pada orang lain(muhsin) (Q.S. Al-A’raf : 56);
  • Bertakwa, menunaikan zakat, beriman kepada ayat-ayat Allah, taat kepada Rasulullah SAW, amar ma’ruf nahyi munkar’ mengharamkan;
  • sesuatu yang haram (Q.S. Al-A’raf : 156);
  • Bersabar atas ujian Allah (Q.S. Al-Baqarah : 155);
  • Minta ampun dan bertobat atas dosa-dosa yang telah dilakukan (QS.Az-Zumar:53);
  • Menjaga salat lima waktu di awal waktu, di masjid dengan berjamaah bagi laki-laki;
  • Menjalin hubungan baik kepada Allah dan sesama manusia (Q.S. Ali Imran : 110);
  • Menghindari dari perbuatan maksiat dan dosa;
  • Konsisten ikhlas dalam perbuatan dan amal;
  • Istiqamah dalam amal saleh dan kesabaran;
  • Berdoa secara khusyu dan istiqamah;

Demikian materi untuk anak-anak santri TPQ terkait doa memohon rahmat kepada Allah disertai dengan adabnya.