Arsip Tag: Pelajaran SKI MI

Hijrah Sahabat Nabi Ke Habasyah Pertama dan Kedua

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan Hijrah? Hijrah adalah pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Nabi Muhammad Saw. kemudian menganjurkan kaum Muslim baik perempuan maupun laki-laki untuk hijrah ke negeri Habasyah karena keadaan Mekkah yang tidak baik untuk kaum muslimin.

Negeri Habasyah adalah negeri yang sekarang bernama Abbessinia atau Etiopia.

Dengan hijrah, diharapkan mereka akan mendapatkan kehidupan aman dan damai, mampu kembali melanjutkan dakwah Islam.

Saat itu negeri Habasyah di pimpin oleh seorang raja yang adil dan tidak pernah berbuat sewenang-wenang. Pemilihan Negeri Habasyah sebagai tempat hijrah adalah karena negeri itu juga mudah dijangkau dengan perahu.

Hijrah ke Habasyah tahap pertama

Kaum muslimin yang hijrah berangkat dari kota Mekah dengan diam-diam dan sembunyi-sembunyi tanpa diketahui oleh kaum kafir Quraisy.

tahap pertama rombongan terdiri dari 10 orang pria dan 5 orang wanita, rombongan ini dipimpin oleh Utsman bin Affan.

Adapun diantara yang hijrah ke Habasyah tahap pertama adalah

  • Usman bin Affan
  • Ruqayyah (istri Utsman dan putri Nabi Muhammad saw.) ,
  • Abu Hudzaifah
  • Sahlah binti Suhail bin Amr (istri Abu Hudzaifah),
  • Zubair bin Awwam,
  • Mush’ab bin Umair,
  • Abu Salamah
  • Ummu Salamah binti Abu Umaiyyah (istri Abu Salamah)
  • Utsman bin Madz’un,
  •  Abdurahman bin auf

Sampai di Habasyah mereka diperlakukan dengan baik oleh raja Najasyi.

Kemudian ditempatkan di Negash yang terletak di sebelah utara Provinsi Tigray. Wilayah yang kemudian menjadi pusat penyebaran Islam di Habasyah.

3 bulan di negara Habasyah, terdengar bahwa kafir Quraisy telah ditakhlukkan oleh nabi Muhammad, kemudian mereka kembali ke Mekah, ternyata berita tersebut adalah kabar bohong.

Rombongan inilah yang kemudian termasuk juga dalam hijrah ke Habasyah tahap 2.

Hijrah ke Habasyah tahap 2

Kaum Kafir Quraisy semakin sewenang wenang dalam merintangi dakwah Nabi Muhammad saw.

Kemudian mereka membuat undang-undang pemboikotan terhadap keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib serta semua pengikut Nabi Muhammad Saw.

Isi Undang-undang pemboikotan itu antara lain:

  • Nabi Muhammad Saw. dan kaum keluarganya serta kaum pengikutnya tidak diperkenankan menikah dengan kaum Quraisy lainnya.
  • Kaum Quraisy tidak diperkenankan berjual beli barang dengan Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya serta pengikutnya.
  • Kaum Quraisy dilarang menjalin persahabatan dengan Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya serta pengikutnya.
  • Kaum Quraisy tidak diperkenankan untuk mengasihi dan menyayangi Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya serta pengikutnya.

Undang-undang ini berlaku selama keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthallib belum menyerahkan Nabi Muhammad Saw. kepada kaum Quraisy.

Kemudian Nabi Muhammad memerintahkan kaum muslimin untuk kembali hijrah ke Habasyah untuk yang ke dua kalinya.

yang hijrah ke Habasyah tahap ke dua berjumlah 101 terdiri atas 83 orang laki-laki dan 18 orang perempuan.

Yang menjadi kepala rombongan hijrah ke Habasyah II adalah Ja’far bin Abi Thalib

mendengar kaum muslimin hijrah ke Habasyah, orang kafir Quraisy mengutus Amr bin Ash dan Amrah bin Walid menemui raja Habasyah, meminta kepada Raja Najasyi untuk mengusir kaum muslimin.

Sebelum Raja Najasyi memberikan jawaban kepada utusan orang Kafir Quraisy Mekah, beliau meminta pertimbangan kepada wakil dari kaum muslimin yaitu Ja’far bin Abu Thalib.

Raja Najasyi menolak permintaan dari utusan kaum Kafir Quraisy Mekah.

Kaum muslimin tetap diperbolehkan tinggal di Negeri Habasyah.

Ada sebagian yang selamanya tetap tinggal di Habasyah untuk mengembangkan Agama Islam

Rangkuman

Sebab-sebab Nabi Muhammad Saw. menganjurkan para sahabat hijrah ke Habasyah karena ancaman dan siksaan kaum Kafir Quraisy, memperluas daerah penyebaran agama Islam dan di Negeri Habasyah terkenal rajanya yang bijaksana.

Hijrah para sahabat ke Habasyah tahap pertama diikuti lima belas orang, terdiri atas sepuluh orang laki-laki dan lima orang perempuan.

Hijrah para sahabat ke Habasyah tahap kedua diikuti seratus satu orang terdiri atas 83 orang laki-laki dan 18 orang perempuan.

Raja Habasyah adalah raja yang sangat bijaksana. Kaum muslimin yang hijrah ke Habasyah dilindungi dari ancaman kaum Kafir Quraisy.

Kaum Muslimin yang hijrah ke Habasyah selalu sabar dan tabah menghadapi ancaman dan siksaan kaum kaum Kafir Quraisy.

Pelajaran SKI Sejarah Kebudayaan Islam Kelas 4 MI Madrasah Ibtidaiyah

Sunan Drajat Teladan Sikap peran penyebaran Islam di Indonesia

Kisah Keteladanan Sunan Drajat dan Sikap Positif, serta Peran dalam Penyebaran Agama Islam di Indonesia disertakan biografi singkat, nama lain, orang tua dan keahlian dalam bidang seni serta kepedulian terhadap kalangan bawah.

Sunan Drajat juga disebut dengan Raden Qasim dan dikenal juga dengan nama Maulan Hasyim, Raden Syarifuddin, Pangeran Kadrajat, dan Sunan Mayang madu. lahir tahun 1470 M.

Beliau putra bungsu Sunan Ampel dan Nyi Ageng Manila, ibunya berdarah Jawa.

Sunan Drajat sangat pandai menggubah berbagai jenis tembang macapat pangkur berisi pesan-pesan Islam.

Bagaimana Sunan Drajat mengenyam pendidikan agama ?

Sunan Drajat ia belajar langsung kepada Ayahnya yaitu Sunan Ampel

Kemudian Sunan Ampel mengirimnya ke Cirebon belajar kepada Sunan Gunung Jati.

di Cirebon beliau bertemu dengan sang istri, Dewi Sufiyah, putri Sunan Gunung Jati.

Setelah menikah, Raden Qasim alias Sunan Drajat tinggal di Kadrajat sehingga disebut Pangeran Kadrajat atau Pangeran Drajat.

Setelah beberapa tahun berdakwah di Kadrajat Sunan Drajat kembali ke Ampel Denta, namun ayahandanya memintanya menyebarkan Islam di pesisir barat Gresik.

Dalam melakukan dakwah, Sunan Drajat dikenal sosok yang baik dalam berkomunikasi lewat kesenian.

Di usia tua, Sunan Drajat tinggal di Dalem Wulur, sebuah tempat tinggi arah selatan dari desa Drajat. wafat pada tahun 1522 M, dimakamkan di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Peninggalan beliau yang terpelihara sampai ini, diantaranya adalah singko mengkok yaitu seperangkat alat musik gamelan dan beberapa benda lainnya.

Peran Sunan Drajat dalam Perkembangan Islam di Indonesia

teladan sunan Drajat

Bagaimana peran Sunan Drajat dalam mengembangkan Islam di Indonesia ?

Menurut buku pelajaran SKI kelas 6, disebutkan bahwa peran sunan Drajat dalam perkembangan Islam di Indonesia memiliki peranan yang penting.

Apa saja peran sunan Drajat dalam perkembangan Islam di Indonesia? Silakan disimak;

Pertama, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Dalam berdakwah, beliau adalah sosok yang berjiwa sosial, peduli dengan kehidupan fakir miskin, mengutamakan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain mengajarkan ilmu agama, beliau juga mengajarkan tata cara membangun rumah, membuat alat-alat yang digunakan untuk memikul orang seperti tandu dan joli.

Kedua, Menanamkan pendidikan akhlak Dalam menyampaikan dakwah, masyarakat mengenal pepali pitu (tujuh dasar ajaran) yang mencakup tujuh falsafah hidup sebagai pijakan hidup.

dilihat dari berbagai nasehat serta petuah yang dikenal masyarakat sebagai pepali pitu memberikan gambaran bahwa sunan Drajat adalah orang yang peduli terhadap masyarakat kalangan bawah.

Apa falsafah hidup Sunan Drajat yang dikenal luas di masyarakat ? yaitu pepali pitu.

Apa itu pepali pitu?

Adapun pepali pitu sebagai berikut:

  • Memangun resep tyasing sasama ( kita selalu membuat hati orang lain senang)
  • Jroning Suka kudu eling lan waspodo (dalam suasana hati gembira hendaknya tetap ingat Tuhan dan selalu dalam keadaan yang waspada).
  • Laksitaning subrata tan nyipta marang pringga bayaning lampah ( dalam upaya untuk mencapai cita-cita luhur jangan menghiraukan halangan dan rintangan)
  • Meper hardaning pancadriya (Senantiasa berjuang dalam rangka menekan gejolak nafsu-nafsu indrawi)
  • Heneng-Hening-Henung (Dalam diam akan tercapai keheningan, dan di dalam hening, akan mencapai jalan kebebasan mulia)
  • Mulyaguna Panca Waktu (Pencapaian kemulian lahir dan batin dicapai dengan melaksanakan ibadah shalat lima waktu)
  • Menehono teken marang wong kang wuto. Menehono mangan marang wong kang luwe. Menehono busana marang wong kang wuda. Menehono pangiyup marang wong kang kaudanan. (Berikan tongkat kepada orang buta. Berikan makan kepada orang yang lapar. Berikan pakaian kepada orang yang tak memiliki pakaian. Berikan tempat berteduh kepada orang yang kehujanan.)

Sikap positif dalam pribadi Sunan Drajat

Apa teladan yang dapat diambil dari sikap pribadi Sunan Drajat

Berikut adalah sikap positif yang ada dalam pribadi dari Sunan Drajat

  • Merakyat dan peduli fakir miskin
  • Seniman yang mendidik
  • Berdakwah dengan arif dan bijaksana

pelajaran SKI kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah