Arsip Tag: pelajaran kelas 11 SMA

Surat An Nisa Ayat 59 Artinya Perkata, Isi Kandungan, Hukum Tajwid

Isi kandungan surat An Nisa Ayat 59 artinya perkata hukum tajwid, menjelaskan tentang pentingnya taat kepada aturan mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas 11 beserta tulisan arab dan terjemah ke dalam bahasa Indonesia.

Pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, adik-adik kelas 2 SMA (kelas 11), pada post kali ini, selain hal kami sebutkan diatas, akan memberikan tambahan informasi tentang kesimpulan, contoh dalam kehidupan sehari hari, perilaku yang mencerminkan sikap surat an nisa ayat 59.

surat an nisa ayat 59
Q.S. An Nisaa’ ayat 59

Harapannya memudahkan para siswa siswi murid yang berada pada bangku SMA menjawab berbagai contoh soal pertanyaan berkenaan dengan pentingnya sikap taat kepada aturan yang dalil naqli alquran tercantum surat an nisaa ayat 59.

Langsung saja mari kita bahas satu persatu yang menyangkut surat dan ayat sebagaimana berikut dibawah ini.

Teks arab tulisan surat an nisa ayat 59

Tulisan arab ini hasil copy paste dari situs Kementerian Agama. Pemilihannya karena pembelajaran PAI juga mengacu kepada Kemenag. Berikut tulisan arab dalam huruf hijaiyah lengkap dengan harakat dan syakalnya.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

Sumber : https://quran.kemenag.go.id/sura/4/59

Artinya dalam Bahasa Indonesia

Adapun terjemahan secara lengkap dalam bahasa Indonesia mengacu kepada alquran Kemenag (online) adalah sebagai berikut;

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

surat an nisa ayat 59 beserta artinya perkata

sebutkan arti perkata surat an nisaa ayat 59 sebagaimana dalam mata pelajaran PAI kelas 11.

baca : pentingnya taat kepada aturan

Apabila ada pertanyaaan seperti itu, sampean bisa melihat buku PDF terbitan Kemendikbud, yang isinya kami rangkum sebagaimana berikut ini diantara yaitu;

artinyatulisan latinBahasa Arab
Wahai orang-orang yang berimanYaa ayyuha-l ladziina aamanuuيٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا
Taatlah kamuAthii’uاَطِيْعُوا
(kepada) AllahAllahaاللّٰهَ
danWaوَ
Taatlah kamuAthii’uاَطِيْعُوا
RasulAr rasuulaالرَّسُوْلَ
danWaوَ
Ulil amri (pemegang kekuasaan)Uulil amriاُولِى الْاَمْرِ
Diantara kamuMinkumمِنْكُمْۚ
Dan jikaFainفَاِنْ
Kamu berselisihTanaaza’tumتَنَازَعْتُمْ
Dalam/tentangFiiفِيْ
SesuatuSyaiinشَيْءٍ
Maka kembalikanlah iaFarodduuhuفَرُدُّوْهُ
KepadaIlaاِلَى
AllahAllahiاللّٰهِ
Dan rosulWa-r rosuuliوَالرَّسُوْلِ
JikaInاِنْ
Kamu adalahKuntumكُنْتُمْ
(kamu) berimanTu’minuunaتُؤْمِنُوْنَ
Kepada AllahBillahiبِاللّٰهِ
Dan hari akhirWal yaumil aakhiriوَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ
Demikian ituDzaalikaذٰلِكَ
Lebih baik/utamaKhoirunخَيْرٌ
DanWaوَّ
Sebaik-baikAhsanuاَحْسَنُ
Kesudahan/akibatTa’wiilaaتَأْوِيْلًا

Tajwid Surat an-Nisa ayat 59

Hukum Tajwid an nisa ayat 59

sebutkan hukum bacaan ilmu tajwid pada ayat dan surat sebagaimana dimaksud!

beberapa contoh dalam ilmu bacaan Tajwid untuk surat an nisa ayat 59 (sebagian) adalah sebagai berikut;

Teks ArabTajwid Hukum BacaanAlasan/Sebab
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَMad jaiz munfasilMad asli bertemu huruf alif diluar kata
اٰمَنُوْٓاMad badalHuruf alif tanda baca fathah berdiri
اَطِيْعُوا اللّٰهَBacaan tafhiimLafadzz jalaalah sebelumnya tanda dhammah
وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَAl syamsiyahAlif lam bertemu dengan huruf ra
وَاُولِى الْاَمْرِAl qamariyahHuruf al (alif lam) bertemu salah satu huruf qamariyah (alif/hamzah)
مِنْكُمْۚIkhfaNun sukun bertemu huruf kaf
فَاِنْ تَنَازَعْتُمْIkhfaNun sukun (نْ) bertemu huruf ta’ (ت)
فَرُدُّوْهُMad thabi’iDhammah diikuti wau sukun
كُنْتُمْikhfaNun sukun bertemu huruf ta’
Dan lain sebagainyaMasih banyak lagiSilakan ditambahkan sendiri

Isi Kandungan dan Sikap Perilaku yang mencerminkan surat an-nisa ayat 59

adapun isi Kandungan Q.S. an-Nisā/4: 59 adalah perintah untuk menaati Allah Swt., rasul, dan pemimpin.

Dan apabia terjadi perselisihan maka diperintahkan untuk kembali kepada al-Qur’ān dan hadis.

Perintah taat berlaku selama dalam hal yang baik (ma’ruf) yaitu bukan dalam hal berbuat maksiat (kemaksiyatan), dan durhaka kepada Allah.

Sebutkan sikap perilaku yang sesuai dan mencerminkan surat annisa ayat 59!

maka anda dapat menjawab pertanyaan dengan beberapa jawaban adalah sebagai berikut ini.

  • Selalu taat terhadap perintah Allah dan Rasulullah, meninggalkan larangannya;
  • Merasa menyesal (menyesali perbuatan salah tersebut) dan takut apabila melanggar aturan Allah dan Rasulullah;
  • Bersikap taat terhadap aturan dan ketentuan dalam kesepakatan kehidupan sehari hari di lingkungan (negara, Provinsi, Lingkungan, Rumah, Sekolah dll) selama bukan dalam hal maksiat;
  • Taat kepada pemimpin (pimpinan) selama sesuai dengan ketentuan syara’ (agama);
  • Menolak dengan cara yang ma’ruf (halus/sopan) apabila pemimpin mengajak kepada perbuatan maksiat.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-Hari Surat an-Nisa Ayat 59

berikut adalah contoh kehidupan sehari hari dalam surat an nisa ayat 59, anda bisa mengembangkan sendiri contohnya.

mentaati perintah Allah seperti menjalankan perintah salat wajib, puasa ramadhan, zakat, berhaji bila mampu.

Sikap taat dengan keputusan dalam perintah para pemimpin baik tingkat nasional, Provinsi, Kabupaten, Desa, Sekolah, Madrasah, Lingkungan RT RW, Keluarga selama dalam hal yang baik.

Contohnya seperti taat terhadap aturan rambu-rambu lalu lintas.

Taat menjalankan kegiatan rutin tingkat RT RW seperti membersihkan lingkungan, menghadiri pertemuan rutin, dll.

bersikap Taat terhadap peraturan dan ketentuan lingkungan sekolahan semisal berpakaian rapi, rambut tidak gondrong untuk pria, memakai pakaian sopan dan pantas bagi seluruh murid siswa dan siswi.

Taat untuk tidak memakai zat zat terlarang sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Asbabun Nuzul Surat An Nisa Ayat 59

Asbabun Nuzul atau sebab turunnya ayat ini menurut Ibn Abbas, berkenaan dengan Abdullah bin Huzaifah bin Qays as-Samhi ketika Rasulullah saw. mengangkatnya menjadi pemimpin dalam perang yang tidak diikuti oleh Rasulullah saw /sariyyah.

As-Sady memiliki pendapat bahwa surat annisa ayat 59 turun berkenaan dengan Amr bin Yasir dan Khalid bin Walid ketika keduanya diangkat oleh Rasulullah saw. sebagai pemimpin dalam sariyah.

demikian yang dapat kami sampaikan, rangkuman dari mapel Pendidikan Agama Islam tentang Pentingnya Taat terhadap aturan dalam Q.S. Al Nisaa'(4) ayat 59.

Wilujeng sonten, wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh.

Pentingnya Taat kepada Aturan, Contoh, Dalil Al Qur’an Hadits

pentingnya taat kepada aturan, kesimpulan, hadits, contoh makna dan hikmah taat. hal ini digambarkan dalam surat an-Nisā. pentingnya taat kepada aturan sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang terdapat pada surat an Nisa ayat 59.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh, membahas tentang materi taat pada aturan kelas 11 bab VI dengan judul pokok Membangun Bangsa melalui Perilaku Taat, Kompetisi dalam Kebaikan, dan Etos Kerja.

pentingnya taat kepada aturan

dalam postingan tulisan ini akan membahas tentang kesimpulan, contoh, makna dan hikmah pentingnya taat kepada aturan.

Untuk menjawab soal-soal dalam ulangan ujian maupun tes semester maupun mid semesteran pada pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas 1 SMA atau kelas 11.

Langsung saja berikut informasinya.

Pengertian Taat dan aturan

Pengertian Taat adalah tunduk (kepada Allah Swt., pemerintah, dsb.) tidak berlaku curang, dan atau setia.

Sedangkan pengertian aturan adalah adalah tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan.

Taat pada aturan adalah sikap tunduk kepada tindakan atau perbuatan yang telah dibuat baik oleh Allah Swt., nabi, pemimpin, atau yang lainnya.

Dalil al-Qur’an tentang taat kepada aturan

Pentingnya taat kepada aturan ini sesuai dengan firman Allah SWT yang terdapat dalam surat an Nisa ayat 59.

Adapun teks tulisan arab surat an nisaa ayat 59 beserta teks latin dan arti terjemahnya adalah sebagai berikut;

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ – ٥٩

Teks latin : Yā ayyuhallażīna āmanū aṭī’ullāha wa aṭī’ur-rasụla wa ulil-amri mingkum, fa in tanāza’tum fī syaiin fa ruddụhu ilallāhi war-rasụli ing kuntum tuminụna billāhi wal-yaumil-ākhir, żālika khairuw wa aḥsanu ta`wīlā

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

hadits tentang pentingnya taat kepada aturan

berikut adalah hadits yang tercantum dalam pelajaran PAI kelas 11 berkenaan dengan taat aturan. Dalam tulisan arab teks latin lengkap dengan arti terjemahan bahasa Indonesia.

hadits riwayat dari Abi Abdurrahman, dari Ali (Hadits Riwayat Imam Bukhari nomor 7257 dan Imam Muslim nomor 1840), Sesungguhnya Rasulullah bersabda;

لَا طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةٍ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ

Laa thaa’ata fii ma’shiyyatin innama-th thaa’atu fil ma’ruuf.

Artinya : tidak ada ketaatan di dalam maksiat, taat itu hanya dalam perkara yang ma’ruf

contoh taat pada aturan

misalnya ada contoh soal yang berbunyi “berikan contoh bahwa sangat penting taat pada aturan!

Maka anda dapat memberikan jawaban sebagaimana berikut ini;

Perilaku mulia (ketaatan) yang perlu dilestarikan adalah seperti berikut.

Selalu menaati perintah Allah Swt. dan rasul-Nya, serta meninggalkan larangan-Nya, baik di waktu lapang maupun di waktu sempit. Contoh, menjalankan salat wajib, puasa zakat dan kewajiban lain.

Merasa menyesal dan takut apabila melakukan perilaku yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya. Misalnya meninggalkan salat, meninggalkan puasa wajib, tidak mau bayar zakat dan lain lain.

Menaati dan menjunjung tinggi aturan kesepakatan, baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Contoh, masuk kelas sesuai aturan, memakai baju seragam sebagaimana ketentuan. Mengerjakan tugas yang diberikan guru pendidik. Membersihkan jalan desa setiap dua bulan sekali dan lainnya.

Menaati pemimpin selagi perintahnya sesuai dengan tuntunan dan syariat agama. Menikah sesuai dengan syarat dan ketentuan, larangan melakukan ujaran kebencian, dll.

Menolak dengan cara yang baik apabila pemimpin mengajak kepada kemaksiatan. Mengajak untuk membiasakan minum khamr, melepaskan koruptor dengan sengaja dan lain lain.

Contoh pentingnya taat pada aturan misalnya ; Sangat penting taat aturan dalam berlalu lintas supaya pengendara maupun pejalan kaki lebih aman selamat dan tidak terjadi korban kecelakaan.

Contoh lain ; pentingnya taat pada aturan dalam hal antri dalam rangka tertib tidak semrawut dang menghindarkan debat maupun perkelahian yang tidak perlu karena rebutan urutan pelayanan.

hikmah dan makna taat pada aturan

Hikmah dan makna tertinggi ketaatan yaitu kepada Allah dan Rasulnya, kemudian kepada ketentuan lain selama bukan dalam hal maksiat.

Makna taat aturan yaitu mengikuti perintah dan ketentuan yang telah dibuat atau disepakati maupun ada keberadaannya baik karena kesepakatan ataupun penetapan.

hikmah dan makna taat aturan adalah bahwasanya ketaatan hanyalah dalam hal yang baik (ma’ruf) bukan untuk maksiat.

Maknanya kita boleh menolak perintah yang memerintahkan kepada maksiat. Dalam buku PAI menyebutkan penolakan ini dengan cara yang baik sopan dan halus.

kesimpulan pentingnya taat kepada aturan

Dalil al-Qur’an tentang taat pada aturan terdapat dalam surat An Nisaa ayat 59.

Aturan yang paling tinggi adalah aturan yang dibuat oleh Allah Swt., yaitu terdapat pada al-Qur’ān. Di bawahnya ada aturan yang dibuat oleh Nabi Muhammad saw., (disebut sunah atau hadis). selanjutnya lagi ada aturan yang dibuat oleh pemimpin, baik pemimpin pemerintah, negara, daerah, maupun pemimpin yang lain, termasuk pemimpin keluarga.

Taat untuk perkara yang ma’ruf, bukan dalam maksiat.

Taat aturan juga memudahkan kita sendiri dan orang lain untuk mengarungi kehidupan, mengatur menjadi lebih tertata, kejelasan status kepemilikan hak dan kewajiban. Contoh taat aturan lalu lintas menjadikan situasi lebih tertata.

Demikian ide tentang taat kepada peraturan secara ringkas, adik-adik yang ganteng dan cantik kelas 1 SMA atau kelas 11 bisa mengembangkan lebih kompleks dan komprehensif.

Selamat belajar, membuat tugas, mengerjakan ujian, semoga sukses saat ini dan masa depan selalu dan selamanya.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wr. wb.

Contoh Perilaku iman kepada Kitab Allah

Contoh implementasi atau mengimplementasikan perilaku iman kepada kitab Allah dalam kehidupan sehari hari, sebutkan beberapa perilaku yang mencerminkan beriman kepada al-quran.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaaatuh para mbak mas yang duduk di bangku kelas SMA yang cantik manis ganteng baik hati tidak sombong dan rajin menabung.

perilaku mencerminkan iman kepada kitab Allah

selain implementasi diatas, juga untuk menjawab pertanyaan sebutkan contoh 3 5 perilaku beriman kepada kitab allah, cara menerapkan iman kepada kitab-kitab allah dalam kehidupan sehari hari beriman kepada kitab allah yang sering muncul pada situs brainly.

untuk menjawab pertanyaan ataupun perintah dalam soal untuk menyebutkan perilaku mulia dan terpuji dalam beriman mengimani keberadaan kitab – kitab Allah, berikut sebagian contoh jawabannya.

Contoh Implementasi Iman Kepada Kitab Allah dalam kehidupan sehari-hari

berikut kami sampaikan 5 buah contoh sebagai bentuk perilaku mulia akhlak yang mencerminkan iman dan percaya kepada kitab Allah yang diturunkan kepada rasulnya.

berikut kelima contoh yang dimaksud.

  1. Meyakini bahwa kitab-kitab suci sebelum al-Qur’ān datang dari Allah Swt., tetapi akhirnya tidak murni lagi sebab dicampuradukkan dengan ide-ide manusia di zamannya.
  2. Al-Qur’ān sudah dijaga kemurniannya oleh Allah Swt. sampai sekarang. Umat Islam juga sebagai penjaganya. Menjaga kemurnian al-Qur’ān adalah tugas kita sebagai muslim. Salah satu cara menjaga al-Qur’ān adalah dengan berusaha menghormati, memuliakan, dan menjunjung tinggi kitab suci alQur’ān.
  3. Menjadikan al-Qur’ān sebagai petunjuk dan pedoman hidup, dan tidak sekalikali berpedoman kepada selain al-Qur’ān.
  4. Berusaha untuk membaca al-Qur’ān dalam segala kesempatan di kala suka maupun duka, kemudian belajar memahami arti dan isinya.
  5. Berusaha untuk mengamalkan isi al-Qur’ān di dalam kehidupan sehari-hari, baik di waktu sempit maupun di waktu lapang.

Penjelasan dan kesimpulan contoh perilaku Iman Kepada Kitab Allah

Dari kesimpulan tentang beberapa contoh diatas, implementasi iman kepada kitab-kitab Allah diantaranya adalah memiliki keyakinan bahwa kitab kitab sebelumnya datang dari Allah Swt akan tetapi sudah mengalami perubahan oleh tangan manusia alias tidak murni seperti pada saat diturunkan.

Meyakini dan memang sudah terbukti bahwasanya alquran dijaga kemurniannya oleh sang Pencipta sampai dengan waktu sekarang.

Menjaga kemurnian kitab suci alquran adalah tugas kita sebagai seorang muslim atau setidaknya seperti itu dalam buku pelajaran PAI.

Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan berusaha menghormati, memuliakannya dan menjunjung kitab al-Qur’an secara harfiah ataupun maknawi.

Termasuk diantara implementasi iman kepada kitab suci alquran dengan cara berusaha membaca alquran dalam segala kesempatan dalam berbagai situasi dan selanjutnya mempelajari dan berusaha mengerti arti dan makna yang dikandung didalamnya.

Berusaha untuk mengamalkan isi yang ada dalam alquran dalam kehidupan sehari hari secara konsisten dan berbagai kondisi baik dikala luang maupun sempit.

Itulah rangkuman tentang contoh perilaku beriman kepada kitab-kitab Allah yang tercantum dalam buku Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI atau 2 Sekolah Menengah Atas (SMA), semoga menambah khazanah dan kemudahan dalam mengerjakan soal ujian ulangan maupun semesteran.

Selamat malam, semoga menjadi siswa siswi murid yang saleh solihah, sukses dalam nilai pekerjaan masa depan berbakti kepada orang tua, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Iman Kepada Kitab – Kitab Allah

Pentingnya Mengimani Kitab-Kitab Allah Swt. Materi pelajaran PAI dan budi pekerti kelas 11 atau XI alias 1 SMA tentang pentingnya iman kepada kitab-kitab Allah dilengkapi dengan dalil dalam alquran nama surat dan ayat serta pengertian kitab shuhuf dan perbedaannya kepada siapa saja diturunkan.

Pontren.com – assalaamu’alaikuum – Apakah pengertian arti iman kepada kitab Allah?

beriman kepada kitab kitab Allah

Pengertian Iman kepada kitab Allah Swt. Adalah artinya meyakini sepenuh hati bahwa Allah Swt. telah menurunkan kitab kepada nabi atau rasul yang berisi wahyu untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia.

Nama-nama 4 Kitab dan kepada siapa diturunkan

ada 4 kitab Allah Swt. yang diturunkan kepada para nabi-Nya, yaitu;

  1. Taurāt diturunkan kepada Nabi Musa as.,
  2. Zabūr kepada Nabi Daud as.,
  3. Injil kepada Nabi Isa as., dan
  4. al-Qur’ān kepada nabi Muhammad saw.

Carilah ayat-ayat yang mendukung keberadaan kitab-kitab sebelum al-Qur’ān.
Jelaskan pesan-pesan yang terkandung dalam ayat yang kamu temukan tersebut!

Berikut adalah ayat alquran yang mendukung keberadaan kitab kitab diatas terdapat dalam surat al Maidah ayat 48 yang berbunyi sebagai berikut;

وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ عَمَّا جَاۤءَكَ مِنَ الْحَقِّۗ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًا ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَۙ

artinya : Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan, (Surat Al Maidah ayat 48 teks arab dan artinya).

Kitab-kitab yang dimaksud dalam Q.S. al-Māidah ayat 48 ayat di atas adalah kitab yang berisi peraturan, ketentuan, perintah, dan larangan yang dijadikan pedoman bagi umat manusia. Kitab-kitab Allah Swt.

Semua kitab tersebut berisi ajaran pokok yang sama, yaitu ajaran meng-Esa-kan Allah (tauhid).

Yang membedakannya hanyalah dalam hal syariat yang disesuaikan dengan zaman dan keadaan umat pada waktu itu.

Pengertian Kitab dan Ṡuḥuf

Kitab dan ṡuḥuf merupakan wahyu Allah Swt. yang disampaikan kepada para rasul untuk disampaikan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup.

Perbedaan antara kitab dan ṡuḥuf bisa dilihat pada tabel sebagaimana penampakan dibawah ini.

KitabShuhuf
1. Wahyu Allah Swt. yang disampaikan kepada para rasul, tetapi masih berupa “lembaran-lembaran” yang terpisah.1. Wahyu Allah Swt. yang disampaikan kepada para rasul sudah berbentuk buku/kitab.
2. Isi ṡuḥuf sangat simpel.2. Isi kitab lebsih lengkap jika dibandingkan dengan isi ṡuḥuf
perbedaan kitab dan shuhuf

Carilah penjelasan tentang ṡuḥuf-ṡuḥuf selain ṡuḥuf Nabi Ibrahim as. dan Nabi Musa as.!

Jelaskan isi ṡuḥuf-ṡuḥuf yang kamu temukan itu! 3. Hubungkan pesan-pesan ṡuḥuf dengan isi al-Qur’ān, apakah bertentangan atau tidak!

Dalil shuhuf dalam alquran kepada Nabi Ibrahim dan Musa

Dalil alquran adanya ṡuḥuf yang dimiliki Nabi Musa as. dan Nabi Ibrahim as terdapat dalam surat al a’la ayat 18 dan 19

اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ
صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى ࣖ

Artinya :
Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,
(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

Kitab Taurat diturunkan untuk Nabi Musa dan penjelasannya

Kata taurat berasal dari bahasa Ibrani (thora: instruksi).
Kitab Taurāt adalah salah satu kitab suci yang diwahyukan Allah Swt. kepada Nabi Musa as. untuk menjadi petunjuk dan bimbingan baginya dan bagi Bani Israil.

Dalil kitab taurat untuk nabi Musa salah satunya terdapat dalam alquran surat al Isra ayat 2 yang berbunyi ;

وَاٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَجَعَلْنٰهُ هُدًى لِّبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَلَّا تَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِيْ وَكِيْلًاۗ

artinya : Dan Kami berikan kepada Musa, Kitab (Taurat) dan Kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), “Janganlah kamu mengambil (pelindung) selain Aku.

Taurāt adalah satu dari tiga komponen (Thora, Nabin, dan Khetubin) yang terdapat dalam kitab suci agama Yahudi yang disebut Biblia (al-Kitab), yang belakangan orang-orang Kristen menyebut dengan Old Testament (Perjanjian Lama).

Isi pokok Kitab Taurāt dikenal dengan Sepuluh Hukum (Ten Commandements) atau Sepuluh Firman yang diterima Nabi Musa as. di atas Bukit Tursina (Gunung Sinai).

Adapun kesepuluh hukum dimaksud adalah;

  1. Hormati dan cintai Allah satu saja,
  2. Sebutkan nama Allah dengan hormat,
  3. Kuduskan hari Tuhan (hari ke-7 atau hari Sabtu),
  4. Hormati ibu bapakmu,
  5. Jangan membunuh,
  6. Jangan berbuat cabul,
  7. Jangan mencuri,
  8. Jangan berdusta,
  9. Jangan ingin berbuat cabul,
  10. Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal.

Kitab Zabur diturunkan Kepada Nabi Daud dan penjelasannya

Kata zabur (bentuk jamaknya zubūr) berasal dari zabara-yazburu-zabr yang berarti menulis.

Makna asli dari kata diatas adalah kitab yang tertulis.

Zabūr dalam bahasa Arab dikenal dengan mazmūr (jamaknya mazāmir), dan dalam bahasa Ibrani disebut mizmar, yaitu nyanyian rohani yang dianggap suci.

Sebagian ulama menyebutnya dengan kata Mazmūr, yaitu salah satu kitab suci yang diturunkan sebelum al-Qur’ān (selain Taurāt dan Injil ).

Dalam bahasa Ibrani, istilah zabur berasal dari kata zimra, yang mempunyai arti “lagu atau musik”, zamir (lagu) dan mizmor (mazmur), merupakan pengembangan dari kata zamar, mempunyai arti “nyanyi, nyanyian pujian”.

Kitab Zabūr adalah kitab suci yang diturunkan Allah Swt. kepada kaum Bani Israil melalui utusannya yang bernama Nabi Daud alaihis salaam.

Dalil keberadaan kitab zabur dalam alquran diantaranya terdapat dalam surat an Nisa ayat 163 yang berbunyi

اِنَّآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ كَمَآ اَوْحَيْنَآ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ ۚوَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًاۚ

Artinya : Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Dawud. (surat an Nisa ayat 163 teks arab dan artinya).

Kitab Zabūr berisi kumpulan ayat-ayat yang dianggap suci.

Ada 150 surah dalam Kitab Zabūr yang tidak mengandung hukum-hukum, tetapi hanya berisi nasihat-nasihat, hikmah, pujian, dan sanjungan kepada Allah Swt.

Secara garis besar, yang disenandungkan oleh Nabi Daud as. dalam Kitab Zabūr terdiri dari lima macam sebagaimana dibawah ini :

  1. nyanyian untuk memuji Tuhan (liturgi),
  2. nyanyian perorangan sebagai ucapan syukur,
  3. ratapan-ratapan jamaah,
  4. ratapan dan doa individu, dan
  5. nyanyian untuk raja.

Nyanyian pujian dalam Kitab Zabūr (Mazmur: 146) antara lain:

  1. Besarkanlah olehmu akan Tuhan hai jiwaku, pujilah Tuhan.
  2. Maka aku akan memuji Tuhan. seumur hidupku, dan aku akan nyanyi pujian-pujian kepada Tuhanku selama aku ada.
  3. Janganlah kamu percaya pada raja-raja atau anak-anak Adam yang tiada mempunyai pertolongan.
  4. Maka putuslah nyawanya dan kembalilah ia kepada tanah asalnya dan pada hari itu hilanglah segala daya upayanya.
  5. Maka berbahagialah orang yang memperoleh Ya’qub sebagai penolongnya dan yang menaruh harap kepada Tuhan.
  6. Yang menjadikan langit, bumi dan laut serta segala isinya, dan yang menaruh setia sampai selamanya.
  7. Yang membela orang yang teraniaya dan yang memberi makan orang yang lapar. Bahwa Tuhan membuka rantai orang yang terpenjara.

Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa dan penjelasannya

Kitab Injil diwahyukan oleh Allah Swt. kepada Nabi Isa ‘alaihis salaam.
Kitab Injil yang asli memuat keterangan-keterangan yang benar dan nyata, yaitu perintah-perintah Allah Swt. agar manusia meng-Esa-kan dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun.

Terdapat juga penjelasan, bahwa di dalam Kitab Injil terdapat keterangan bahwa di akhir zaman akan lahir nabi yang terakhir dan penutup para nabi dan rasul, yaitu bernama Ahmad atau Muhammad

Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa as. sebagai petunjuk dan cahaya penerang bagi manusia. Kitab Injil sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’ān, bahwa Isa as. untuk mengajarkan ke-Esa-an kepada umatnya atau pengikutnya.

Tauhid di sini artinya meng-Esa-kan Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Penjelasan ini tertulis dalam al-Qur’an Surat al-Ḥadid ayat 27 yang bunyinya adalah sebagai berikut;

ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَاٰتَيْنٰهُ الْاِنْجِيْلَ ەۙ وَجَعَلْنَا فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ رَأْفَةً وَّرَحْمَةً ۗوَرَهْبَانِيَّةَ ِۨابْتَدَعُوْهَا مَا كَتَبْنٰهَا عَلَيْهِمْ اِلَّا ابْتِغَاۤءَ رِضْوَانِ اللّٰهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۚفَاٰتَيْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْهُمْ اَجْرَهُمْ ۚ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ

Artinya : Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengada-adakan rahbaniyyah, padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridaan Allah, tetapi tidak mereka pelihara dengan semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak di antara mereka yang fasik. (surat Al Hadiid ayat 27 teks arab dan artinya).

Nasib kitab Injil serupa dengan kitab Taurāt , yaitu sudah mengalami perubahan dan penggantian yang dilakukan oleh manusia.

Kitab Injil yang ada pada saat ini memuat tulisan dan catatan perihal kehidupan atau sejarah hidupnya Nabi Isa as. Kitab ini ditulis menurut versi penulisnya, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yahya (Yohana).

Mereka adalah bukan dari orang-orang yang dekat dengan masa hidupnya Nabi Isa as.

Sejarah mencatat sebenarnya masih ada lagi Kitab Injil versi Barnaba. Isi dari Injil Barnaba ini sangat berbeda dengn isi Kitab Injil empat macam yang tersebut di atas.

Kitab al-Qur’ān diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dan penjelasannya secara singkat

Al-Qur’ān diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril. Al-Qur’ān diturunkan tidak sekaligus, melainkan secara berangsurangsur.

Waktu turun al-Qur’ān selama kurang lebih 23 tahun atau tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hari.

Berapa jumlah juz dalam alqur’an? Ada berapa jumlah suratnya? Terdiri dari berapa kalimat dalam alquran? Berapa jumlah huruf yang terdapat dalam quran?

Alquran Terdiri atas 30 juz, 114 surat, 6.236 ayat, 74.437 kalimat, dan 325.345 huruf (buku PAI Kelas XI).

Wahyu pertama adalah surah al-‘Alaq ayat 1-5, diturunkan pada malam 17 Ramaḍan tahun 610 M. di Gua Hira, ketika Nabi Muhammad saw. sedang ber-khalwat.

Wahyu yang terakhir turun adalah Q.S. al-Māidah ayat 3. Ayat tersebut turun pada tanggal 9 Ḍulhijjah tahun 10 Hijriyah di Padang Arafah, ketika itu beliau sedang menunaikan haji wada’ (haji perpisahan).

Beberapa hari sesudah menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad saw. wafat.

Al-Qur’ān yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. menghapus sebagian syariat yang tertera dalam kitab-kitab terdahulu dan melengkapinya dengan tuntunan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Al-Qur’ān merupakan kitab suci terlengkap dan berlaku bagi semua umat manusia sampai akhir zaman. Oleh karena itu, sebagai muslim, kita tidak perlu meragukannya sama sekali. Hal ini terdapat Firman Allah Swt surat al Baqarah ayat 2 yang berbunyi :

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ – ٢

Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

Nama lain alquran dan artinya;

Nama-Nama Lain al-Qur’ān Nama-nama lain dari al-Qur’ān, adalah:

  1. Al-Hudā, artinya al-Qur’ān sebagai petunjuk seluruh umat manusia.
  2. Al-Furqān, artinya al-Qur’ān sebagai pembeda antara yang baik dan buruk.
  3. Asy-Syifā’, artinya al-Qur’ān sebagai penawar (obat penenang hati).
  4. Aż-Żikr, artinya al-Qur’ān sebagai peringatan adanya ancaman dan balasan.
  5. Al-Kitāb, artinya al-Qur’ān adalah firman Allah Swt. yang dibukukan.

Isi Pokok al-Qur’an

Isi al-Qur’ān Adapun isi pokok al-Qur’ān adalah seperti berikut.

  1. Aqidah atau keimanan.
  2. ‘Ibādah, baik ‘ibādah maḥḍah maupun gairu maḥḍah.
  3. Akhlaq seorang hamba kepada Allah, kepada sesama manusia dan alam sekitarnya.
  4. Mu’āmalah, yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia.
  5. Qiṡṡah, yaitu cerita nabi dan rasul, orang-orang saleh, dan orang-orang yang ingkar.
  6. Semangat mengembangkan ilmu pengetahuan

Keistimewaan al-Qur’ān

  1. Sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa
  2. Sebagai informasi kepada setiap umat bahwa nabi dan rasul terdahulu mempunyai syariat (aturan) dan caranya masing-masing dalam menyembah Allah Swt.
  3. Al-Qur’ān sebagai kitab suci terakhir dan terjamin keasliannya.
  4. Al-Qur’ān tidak dapat tertandingi oleh ide-ide manusia yang ingin menyimpangkannya.
  5. Membaca dan mempelajari isi al-Qur’ān merupakan ibadah.

Demikian rangkuman tentang iman kepada kitab kitab Allah disertai dengan dalil keberadaan kitab kitab tersebut mengacu kepada pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 SMA atau kelas XI.

Selamat malam, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.