Arsip Tag: PAUD

La Taghdob walakal Jannah Tulisan Arab dan Artinya

Informasi tentang tulisan teks arab la taghdob wa lakal jannah lengkap dengan arti dan terjemahnya dalam bahasa Indonesia serta keterangan mengenai hadits riwayat dari siapa dan terdapat dalam kitab apa.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, wilujeng enjang semuanya kaum mukminin wal mukminat, muslimin wal muslimat di seantero jagad raya dan dunia maya, tanpa basa basi mari kita melihat tulisan arab dari matan hadits yang berbunyi la taghdab wa lakal jannah.

Berikut tulisan arabnya

La taghdab wa lakal jannah Arab

Dalam tulisan arab ini dibuatkan 2 versi yaitu model tulisan arab gundul dan versinya yang kedua dilengkapi dengan harakat syakal untuk memudahkan membaca.

Satu lagi, sampean bisa copy paste dan ditaruh dalam format word maupun blog yang anda kelola.

Langsung saja, here they are tulisan versi pertama la taghdob wa lakal jannah arab gundul

لا تغضب ولك الجنّة

Sedangkan tulisan la taghdob walakal jannah yang ada syakal harakatnya sebagaimana dibawah ini;

لَا تَغْضَبْ وَ لَكَ الْجَنَّةُ

Nah seperti itulah apabila ditulis dalam huruf hijaiyah lengkap syakalnya.

Sebenarnya cara penulisan latin yang tepat adalah kata wa dengan jannah dipisah karena ini merupakan 2 buah kata. Wa artinya “dan”, sedangkan jannah artinya adalah “surga”.

Sehingga menurut saya, apabila ditulis dalam teks latin maka akan lebih tepat apabila memakai “laa taghdob wa lakal jannah”. Pada kata laa (awal kalimat) diberi dua buah huruf “a” sebagai indikasi dibaca panjang.

Arti la taghdob walakal jannah لا تغضب و لك الجنة

la taghdab walakal jannah arab

Apakah arti la taghdob wa lakal jannah? Saya kira sudah banyak yang tahu artinya لا تغضب و لك الجنة.

Arti dari laa taghdob wa lakal jannah adalah “jangan marah dan bagimu surga”.

Dalam salah satu penjelasan singkat, maksudnya adalah apabila engkau mampu menahan amarahmu maka kamu akan mendapatkan untukmu surga.

Menurut Muhammad Abduh Tuasikal, 2 hal makna “Jangan marah”.

Yang pertama yaitu menahan diri ketika ada sebab yang membuat kita marah, sampai kita tidak marah.

Sedangkan yang kedua adalah jangan sampai melakukan kelanjutan dari marah.

La Taghdob walakal jannah hadits riwayat

Berikut adalah sanad dan matan hadits tentang laa taghdob wa lakal jannah bersumber dari Mujam Thabarani Awsath jilid 7 halaman 277

وعن إبراهيم بن أبي عبلة قال سمعت أم الدرداء تحدث عن أبي الدرداء قال قلت ( يا رسول الله دلني على عمل يدخلني الجنة قال لا تغضب و لك الجنة

Artinya : Dari ibrahim Ibnu ‘Abala berkata: aku mendengar Ummu Darda bercerita tentang Abu Darda mengatakan,”Aku berkata” ya Rasulallah, tunjukkanlah kepadaku amal yang memasukkanku ke surga, Rasulullah SAW pun bersabda : “لا تغضب و لك الجنة” Janganlah engkau marah, dan (karena jika engkau mampu menahan amarahmu) maka bagimu surga”.

Nah begitulah informasi tentang teks tulisan arab laa taghdab walakal jannah in arabic text writing beserta hadits riwayat dari Ibrahim bin Abi Abla berkenaan dengan “janganlah marah dan bagimu surga”.

Hadits ini biasa menjadi hafalan yang mudah untuk anak-anak murid PAUD dan TK, serta sebenarnya cocok bagi orang tuanya bahkan kakek neneknya.

Intinya menahan dari amarah cocok untuk semua kalangan baik dari anak anak remaja pemuda dewasa maupun yang sudah senior (mau bilang tua kok sungkan).

Wilujeng enjang, selamat pagi, selamat beraktivitas, wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

STANDAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PAUD TK

Kompetensi-Profesional-Guru-PAUD

pontren.com – informasi mengenai stadar pendidikan Agama Islam (PAI) pada Pendidikan anak usia dini dan Taman Kanak Kanak berdasarkan pada Keputusan Menteri Agama RI nomor NOMOR 211 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH.

Bagi pendidik pada TK umum dan sang guru beragama Islam, bisa mencermati dan menjadikan pedoman tentang standar isi PAI bagi PAUD maupun TK. berikut petikan dari KMA nomor 211 tahun 2011 mengenai Pend. Agama Islam untuk TK/PAUD.

Standar Isi Pendidikan Agama Islam TK PAUD

Standar Isi Pendidikan Agama Islam pada PAUD/TK terdiri atas Standar Pengamalan yang meliputi:

Pengamalan dalam hubungan dengan Allah SWT:

a. membiasakan mengucapkan basmalah ketika memulai kegiatan;

b. membiasakan mengucapkan hamdalah dan bersyukur ketika mendapatkan karunia Allah SWT;

c. membiasakan berdoa (sebelum dan sesudah belajar, sebelum dan sesudah makan dan minum, ketika akan dan bangun tidur, untuk orangtua, ketika masuk dan keluar WC).

d. membiasakan beribadah (ikut shalat, melafalkan surat al-Fatihah dan Al-Ashr, bersedekah);

e. melafalkan dua kalimat syahadat;

f. membiasakan mendengar kisah-kisah rasul;

g. membiasakan mendengar nyanyian-nyanyian islami; dan

h. membiasakan mengucapkan kalimah-kalimah thoyyibah.

Pengamalan dalam hubungan dengan diri sendiri:

a. membiasakan menjaga kesehatan dan kebersihan (sikat gigi, mandi, memakai baju bersih, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, makan minum yang halal dan sehat, buang air kecil/besar ke toilet sendiri);

b. membiasakan rapih (rambut disisir dengan rapih, merapikan tas/buku/pensil setelah belajar, merapikan tempat makan sendiri);

c. membiasakan disiplin (menempatkan barang-barang pada tempatnya, belajar tepat waktu, tidak menangis di sekolah, dan tertib); dan

d. membiasakan jujur.

Pengamalan dalam hubungan dengan sesama manusia

guru sekolah

a. membiasakan bersikap santun kepada orangtua, guru, dan orang yang lebih tua (bersalaman dengan cium tangan, mengucap salam ketika bertemu atau berpisah, membantu pekerjaan, berkata sopan, mengikuti didikan dan nasehatnya); dan

b. membiasakan bersikap santun kepada teman (bersalaman dan mengucap salam ketika bertemu atau berpisah, bermain bersama dengan riang, ramah/murah senyum kepada teman, menyapa, tidak saling mengolok, mencela, dan menghina, tidak mengambil/merebut barang milik teman, belajar berbagi, tidak menyakiti teman, tidak berlaku curang, tidak berkata bohong, tidak cepat marah).

Pengamalan dalam hubungan dengan lingkungan

a. membiasakan menjaga lingkungan sekitar (membuang sampah pada tempatnya, mengambil sampah dan membuangnya di tempat sampah, hemat memakai air);

b. membiasakan peduli terhadap lingkungan hewani (menyayangi hewan, tidak menyakiti hewan); dan

c. membiasakan memelihara tumbuhan (menyenangi tanaman, tidak merusak tanaman).

Penutup

Itulah standar isi pendidikan Agama Islam pada TK PAUD berdasarkan pada KMA no 211 tahun 2011 yang menjadi pedoman pegangan guru TK PAUD dalam pembelajaran Agama Islam.

Kompetensi Kepala Pendidikan Anak Usia Dini

kompetensi-Kepala-Paud
Kompetensi Kepala Paud

Pontren.com – informasi dan keterangan mengenai Kompetensi Kepala Pendidikan Anak Usia Dini merujuk kepada lampiran dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 134 tahun 2014 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.

Dalam Permendikbud no 134 tahun 2014 disebutkan bahwa Kepala Paud mempunyai standar kompetensi yang telah digariskan. Ada 5 kompetensi yang harus dimiliki oleh Kepala Pendidikan Anak Usia Dini.

Baca

Adapun kelima kompetensi tersebut adalah ;

  1. kompetensi kepribadian,
  2. kompetensi sosial,
  3. kompetensi manajerial,
  4. kompetensi kewirausahaan, dan
  5. kompetensi supervisi

dalam 5 kompetensi kepala PAUD diatas masih ada sub kompetensinya. Untuk lebih jelasnya bisa disimak tulisan dibawah ini

A Kompetensi Kepribadian

Sub Kompetensi

  1. Menunjukkan akhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi warga di satuan/program PAUD
  2. Menunjukkan integritas kepribadian sebagai pemimpin
  3. Menunjukkan keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala PAUD
  4. Menunjukkan sikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi
  5. Menunjukkan pengendalian diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala PAUD
  6. Menunjukkan bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan

B Kompetensi Manajerial

5-kompetensi-kepala-Paud
Kompetensi Kepala Pendidikan Anak Usia Dini

Sub Kompetensi

1. Menyusun perencanaan satuan/program PAUD untuk berbagai tingkatan perencanaan

2. Mengembangkan organisasi satuan/program PAUD sesuai dengan kebutuhan

3. Memimpin satuan/program PAUD dalam pendayagunaan sumber daya nya secara optimal

4. Mengelola perubahan dan pengembangan lembaga menuju organisasi pembelajaran yang efektif

5. Menciptakan budaya dan iklim satuan/program PAUD yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran anak usia dini

6. Mengelola guru dan tenaga administrasi satuan/program PAUD dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal

1. Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal

2. Mengelola hubungan satuan/program PAUD dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/madrasah

3. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional

4. Mengelola keuangan satuan/program PAUD sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien

5. Mengelola ketatausahaan satuan/program PAUD dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah

6. Mengelola unit layanan khusus satuan/program PAUD dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah

7. Mengelola sistem informasi satuan/program PAUD dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan

8. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen satuan/program PAUD

9. Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya

10. Menyelesaikan konflik internal secara bijaksana

C Kompetensi Kewirausahaan

lampiran SK izin operasional PPS Wajardikdas Ula Wustha
(c) Faizal Riza

Sub Kompetensi

1. Melakukan inovasi yang berguna bagi pengembangan satuan/program PAUD

2. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan satuan/program PAUD sebagai organisasi pembelajar yang efektif

D Kompetensi Supervisi

Sub Kompetensi

1. Merencanakan program supervisi akademik

2. Merencanakan program supervisi manajerial

3. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru PAUD

4. Melaksanakan supervisi manajerial terhadap tenaga administrasi sekolah

5. Menyusun laporan hasil supervisi akademik

6. Menyusun laporan hasil supervisi manajerial

7. Melakukan pembinaan berdasarkan hasil supervisi akademik guru untuk peningkatan profesionalisme

8. Melakukan pembinaan berdasarkan hasil supervisi manajerial tenaga administrasi sekolah untuk peningkatan kinerja

E Kompetensi Sosial

juara porsadin (ilustrasi)Sub Kompetensi

1. Bekerja sama dengan pemangku kepentingan (stakeholder) satuan/program PAUD

2. Menunjukkan partisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan

3. Memprakarsai kegiatan yang mencerminkan kepekaan sosial

4. Peduli terhadap kebutuhan warga satuan/program PAUD

5. Melestarikan dan memberdayakan lingkungan satuan/program PAUD

6. Berkomunikasi secara santun dan efektif

7. Menunjukkan empati kepada sesama warga satuan/program PAUD

Demikian 5 kompetensi Kepala PAUD dengan sub kompetensi secara lengkap yang tercantum pada aturan dalam permendikbud no 134 tahun 2014.

Semoga menambah khazanah keilmuan serta wawasan dalam hal pendidikan anak usia dini. Good luck.

Kualifikasi Akademik Kepala PAUD TK RA BA dan sejenis lainnya

standar-akademik-kepala
Kualifikasi Akademik Kepala Paud

Pontren.com – informasi tentang kualifikasi akademik kepala Taman Kanak Kanak Raudhatul Atfal Bustanul atfal dan sejenisnya semisal Kepala PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 134 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

Dalam permendikbud no 134 tahun 2014 disebutkan bahwa Tenaga Kependidikan terdiri atas Pengawas TK/RA/BA, Penilik KB/ TPA/SPS, Kepala PAUD (TK/RA/BA/KB/TPA/SPS), Tenaga Administrasi, dan tenaga penunjang lainnya.

Baca ;

Yang dimaksud dengan Tenaga kependidikan anak usia dini adalah tenaga yang bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan dan atau program PAUD.

Mengenai kompetensi serta kualifikasi akademik, disebutkan bahwa Pendidik dan Tenaga Kependidikan anak usia dini memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi yang dipersyaratkan, sehat jasmani, rohani/mental, dan sosial.

Dalam hal ini yang akan dibahas adalah tentang kualifikasi akademik Kepala PAUD

Kualifikasi Akademik Kepala PAUD

Sebagaimana tercantum dalam Permendikbud no 134 th 2014 disebutkan bahwasanya Kepala PAUD memiliki persyaratan dan ketentuan tertentu. Adapun syarat dan ketentuannya adalah sebagai berikut;

  1. memiliki kualifikasi akademik sebagaimana yang dipersyaratkan pada kualifikasi Guru;
  2. memiliki usia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun pada saat diangkat menjadi kepala PAUD;
  3. memiliki pengalaman minimum 3 (tiga) tahun sebagai guru PAUD;
  4. memiliki pangkat/golongan minimum Penata Muda Tingkat I, (III/b) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada satuan atau program PAUD dan bagi non-PNS disetarakan dengan golongan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang;
  5. memiliki sertifikat lulus seleksi calon Kepala PAUD dari lembaga pemerintah yang berwenang.

Kualifikasi Kepala KB, TPA, SPS

standar-akademik-kepala-PAUD
Kualifikasi Kepala

Ada juga persyaratan bagi satuan pendidikan yang lain yang masuk dalam peraturan dimaksud yaitu Kelompok Belajar (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA) dan juga Satuan Paud Sejenis (SPS). Berikut adalah kualifikasi akademik KA KB TPA dan SPS;

  1. memiliki kualifikasi akademik sebagaimana dipersyaratkan pada kualifikasi Guru Pendamping;
  2. memiliki usia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun pada saat diangkat sebagai kepala PAUD;
  3. memiliki pengalaman mengajar minimum 3 (tiga) tahun sebagai Guru Pendamping;
  4. memiliki sertifikat lulus seleksi calon Kepala KB/TPA/SPS dari lembaga pemerintah yang kompeten; dan
  5. memiliki sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Kepala Satuan PAUD dari lembaga pemerintah yang berwenang.
    Kompetensi Kepala lembaga PAUD

5 Kompetensi Kepala PAUD

kompetensi-Kepala-Paud
kompetensi-Kepala-Paud

Dalam hal kompetensi, hal yang harus dimiliki oleh Kepala Paud mencakup ;

  1. kompetensi kepribadian,
  2. kompetensi sosial,
  3. kompetensi manajerial,
  4. kompetensi kewirausahaan, dan
  5. kompetensi supervisi

Demikian informasi tentang Standar Akademik untuk Kepala PAUD TK RA BA maupun Kepala KB TK SPS. Semoga menambah khazanah keilmuan dalam hal administrasi dan peraturan pada Pendidikan Anak Usia Dini.

Standar Kualifikasi Akademik Guru Pendidikan Anak Usia Dini

pontren.com – Standar Kualifikasi Akademik Guru PAUD
Informasi tentang standar kualifikasi Tenaga Pendidik pada Pendidikan Anak Usia Dini berdasarkan Permendikbud nomor 137 tahun 2014.

Disebutkan dalam pasal 24 pada permendikbud diatas bahwa STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Baca;

(1) Pendidik anak usia dini merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan, melaksanakan pembelajaran, dan menilai hasil pembelajaran, serta melakukan pembimbingan, pelatihan, pengasuhan dan perlindungan.

(2) Pendidik anak usia dini terdiri atas;

  • guru PAUD,
  • guru pendamping, dan
  • guru pendamping muda.

Pada Pasal 25 mengenai

kualifikasi akademik untuk guru PAUD yaitu ;

a. memiliki ijazah Diploma empat (D- IV) atau Sarjana (S1) dalam bidang pendidikan anak usia dini yang diperoleh dari program studi
terakreditasi, atau

b. memiliki ijazah diploma empat (D- IV) atau sarjana (S1) kependidikan lain yang relevan atau psikologi yang diperoleh dari program studi terakreditasi dan memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG) PAUD dari perguruan tinggi yang terakreditasi.

SK Penetapan PPS Wajardikdas Ula Wustha
(C) Faizal Riza

(2) Kompetensi Guru PAUD dikembangkan secara utuh mencakup kompetensi;

  1. pedagogik,
  2. kepribadian,
  3. sosial, dan
  4. profesional,

sebagaimana terdapat pada Lampiran Peraturan Menteri ini.

dalam pasal Pasal 26 dikupas mengenai ;

(1) Kualifikasi Akademik Guru Pendamping:

a. memiliki ijazah D- II PGTK dari Program Studi terakreditasi, atau

b. memiliki ijazah minimal Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus PAUD jenjang guru pendamping dari lembaga yang kompeten dan diakui pemerintah. piagam pps wajardikdas wustha

(2) Kompetensi Guru Pendamping mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, sebagaimana terdapat pada lampiran  Peraturan Menteri ini.

pada pasal Pasal 27, disebutkan bahwa

(1) Kualifikasi akademik Guru Pendamping Muda

a. memiliki ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus PAUD jenjang
pengasuh dari lembaga yang kompeten dan diakui pemerintah.

(2) Kompetensi Guru Pendamping Muda mencakup pemahaman dasar- dasar pengasuhan, keterampilan melaksanakan pengasuhan, bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan tingkat usia anak sebagaimana
terdapat padaPeraturan Menteri.

lampiran SK izin operasional PPS Wajardikdas Ula Wustha
(c) Faizal Riza

Demikian informasi tentang standar kualifikasi Akademik Guru Pendidikan Anak Usia dini berdasarkan kepada PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Kompetensi Guru Pendamping Pendidikan Anak Usia Dini

Kompetensi-Guru-PAUD
Kompetensi-Guru-Pendamping-PAUD

pontren.com – Kompetensi Guru Pendamping PAUD. informasi tentang kompetensi guru Pendamping Pendidikan Anak Usia Dini berdasarkan kepada PERATURAN  MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN   REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI.

Dalam permendikbud dimaksud ditulis secara detail dan terperinci mengenai kompetensi Guru Pendamping Pendidikan Anak Usia dini dalam bentuk bagan. Dalam blog ini dibuat adaptasi supaya memudahkan untuk dibaca. Berikut Kompetensinya.

Baca;

Kompetensi    Guru    Pendamping    mencakup    kompetensi pedagogik,  kepribadian, sosial, dan profesional, yang penjabaran secara detil sebagaimana terdapat pada tulisan dibawah ini

I. Kompetensi Pedagogik Guru Pendamping PAUD

kompetensi-pedagogik-guru-PAUD
kompetensi-pedagogik-guru-Pendamping-PAUD

A. Merencanakan kegiatan program pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan

Sub Kompetensi

  1. Menyusun rencana kegiatan tahunan, semesteran, bulanan, mingguan, dan harian
  2. Menetapkan kegiatan bermain yang mendukung tingkat pencapaian perkembangan anak
  3. Merencanakan kegiatan pendidikan, pengasuhan dan perlindungan yang disusun berdasarkan kelompok usia

B. Melaksanakan proses pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan

Sub Kompetensi

  1. Mengelola kegiatan sesuai dengan rencana yang  berdasarkan kelompok usia
  2. Menggunakan metode pembelajaran melalui bermain sesuai dengan karakteristik anak
  3. Memilih dan menggunakan media yang sesuai dengan kegiatan dan kondisi anak
  4. Memberikan motivasi untuk meningkatkan keterlibatan anak dalam kegiatan
  5. Memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan anak
  6. Memberikan perlindungan sesuai usia dan kebutuhan anak

C. Melaksanakan penilaian terhadap proses dan hasil pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan

Sub Kompetensi

  1. Memilih cara- cara penilaian yang sesuai dengan tujuan yang  akan dicapai
  2. Melalukan kegiatan penilaian sesuai dengan cara- cara yang telah ditetapkan
  3. Mengolah hasil penilaian
  4. Menggunakan hasil- hasil penilaian untuk berbagai kepentingan  pendidikan
  5. Mendokumentasikan hasil- hasil penilaian

II. Kompetensi Kepribadian Guru Pendamping PAUD

kompetensi-Kepribadian-Guru-PAUD
kompetensi-Kepribadian-Guru-pendamping-PAUD

A. Bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan psikologis anak

Sub Kompetensi

  1. Menyayangi anak secara tulus
  2. Berperilaku sabar, tenang, ceria, serta penuh perhatian
  3. Memiliki kepekaan dan responsif terhadap perilaku anak
  4. Menampilkan diri sebagai  pribadi yang dewasa, arif, dan bijaksana
  5. Berpenampilan bersih, sehat, dan rapi
  6. Berperilaku  sopan  santun,  menghargai,  dan  melindungi anak

B. Bersikap dan berperilaku tepat sesuai dengan norma agama, budaya dan keyakinan anak

Sub Kompetensi

  1. Menghargai  peserta  didik  tanpa  membedakan  keyakinan yang dianut, suku, budaya, dan jender
  2. Bersikap tepat sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum, dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat
  3. Mengembangkan  sikap  anak  didik  untuk  menghargai agama dan budaya lain

C. Menampilkan diri sebagai pribadi yang berbudi pekerti luhur

Sub Kompetensi

  1. Berperilaku jujur
  2. Bertanggungjawab terhadap tugas
  3. Berperilaku sebagai teladan

III.  Kompetensi Profesional

Kompetensi-Profesional-Guru-PAUD
Kompetensi-Profesional-Guru-pendamping-PAUD

A Memahami tahapan perkembangan anak

  1. Memahami  kesinambungan  tingkat  perkembangan  anak usia lahir 6 tahun
  2. Memahami  standar  tingkat  pencapaian  perkembangan anak
  3. Memahami   bahwa  setiap  anak  mempunyai  tingkat kecepatan pencapaian  perkembangan yang berbeda
  4. Memahami  faktor  penghambat  dan  pendukung  tingkat pencapaian perkembangan

B. Memahami pertumbuhan dan perkembangan anak

  1. Memahami  aspek- aspek  perkembangan fisik- motorik, kognitif, bahasa, sosial- emosi, moral agama dan seni
  2. Memahami faktor- faktor yang menghambat dan mendukung aspek- aspek perkembangan di atas
  3. Memahami tanda- tanda kelainan pada tiap aspek pertumbuhan dan perkembangan anak
  4. Mengenal kebutuhan gizi anak dan makanan yang aman sesuai dengan usia
  5. Memahami cara memantau status  gizi, kesehatan dan keselamatan anak
  6. Mengetahui pola asuh yang sesuai dengan usia anak
  7. Mengenal keunikan anak

C  Memahami  pemberian  rangsangan pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan

  1. Mengenal cara- cara pemberian rangsangan dalam pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan terhadap kekerasan dan diskriminasi
  2. Memiliki  keterampilan  dalam  melakukan  pemberian rangsangan pada setiap aspek perkembangan
  3. Memiliki  ketrampilan  dalam  pengasuhan  dan  perlindungan terhadap kekerasan dan diskriminasi

D  Membangun  kerjasama  dengan orang tua dalam pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan anak

  1. Mengenal faktor- faktor pengasuhan anak, sosial ekonomi keluarga, dan sosial kemasyarakatan yang mendukung dan menghambat perkembangan anak
  2. Mengkomunikasikan program program PAUD (pengasuhan, pembelajaran, dan perlidungan anak) kepada orang tua
  3. Meningkatkan keterlibatan orang tua  dalam program di satuan/program PAUD
  4. Meningkatkan  kesinambungan  progran  PAUD  dengan lingkungan keluarga

E. Berkomunikasi secara efektif

  1. Berkomunikasi secara empatik dengan orang tua peserta didik
  2. Berkomunikasi efektif dan empatik dengan anak didik, baik secara fisik, verbal maupun non verbal

IV. Kompetensi Sosial Guru Pendamping PAUD

kompetensi-sosial-guru-PAUD
kompetensi-sosial-guru-pendamping-PAUD

A. Beradaptasi dengan lingkungan

Sub Kompetensi

  1. Menyesuaikan diri dengan teman sejawat
  2. Menaati aturan lembaga
  3. Menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar
  4. Akomodatif terhadap anak didik, orang tua, teman sejawat dari berbagai latar belakang budaya dan sosial ekonomi

B. Berkomunikasi secara efektif

  1. Berkomunikasi secara empatik dengan orang tua peserta didik
  2. Berkomunikasi efektif dan empatik dengan anak didik, baik secara fisik, verbal maupun non verbal

Demikianlah tentang Kompetensi Guru Pendamping Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bersumber dari Permendikbud nomor 137 TAHUN 2014.

Semoga menambah khazanah keilmuan pada bidang Pendidikan.

8 Standar PAUD Pendidikan Anak Usia Dini

8-standar-Pendidikan-Anak-Usia-Dini
8-standar-Pendidikan-Anak-Usia-Dini

pontren.com – 8 Standar PAUD Pendidikan Anak Usia Dini.
Informasi tentang 8 Standar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berdasarkan PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Baca;

– Visi dan Misi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

– Kompetensi Guru PAUD

– Link3

Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini adalah kriteria tentang pengelolaan dan penyelenggaraan PAUD di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

8 Standar PAUD

ADA 8 Standar PAUD terdiri atas:

  1. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak;
  2. Standar Isi;
  3. Standar Proses;
  4. Standar Penilaian;
  5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan;
  6. Standar Sarana dan Prasarana;
  7. Standar Pengelolaan; dan
  8. Standar Pembiayaan.

Standar PAUD merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini

Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini (STTPA)

Standar-Tingkat-Pencapaian-Perkembangan-Anak-Usia-Dini
Standar-Tingkat-Pencapaian-Perkembangan-Anak-Usia-Dini

Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini (STPPA) adalah kriteria tentang kemampuan yang dicapai anak pada seluruh aspek perkembangan dan pertumbuhan, mencakup aspek nilai agama dan moral, fisik- motorik, kognitif, bahasa, sosial- emosional, serta seni.

Standar Isi PAUD

standar-isi-PAUD
standar-isi-PAUD

Standar Isi adalah kriteria tentang lingkup materi dan kompetensi menuju tingkat pencapaian perkembangan yang sesuai dengan tingkat usia anak.

Standar Proses PAUD

Standar Proses adalah kriteria tentang pelaksanaan pembelajaran pada satuan atau program PAUD dalam rangka membantu pemenuhan tingkat pencapaian perkembangan yang sesuai dengan tingkat usia anak.

Standar Penilaian PAUD

Standar Penilaian adalah kriteria tentang penilaian proses dan hasil pembelajaran dalam rangka mengetahui tingkat pencapaian yang sesuai dengan tingkat usia anak.

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD

Standar-Pendidik-dan-Tenaga-Kependidikan-PAUD
Standar-Pendidik-dan-Tenaga-Kependidikan-PAUD

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah kriteria tentang kualifikasi akademik dan kompetensi yang dipersyaratkan bagi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.

Standar Sarana dan Prasarana PAUD

Standar Sarana dan Prasarana adalah kriteria tentang persyaratan pendukung penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan anak usia dini secara holistik dan integratif yang memanfaatkan potensi lokal.

Standar Pengelolaan PAUD

Standar Pengelolaan adalah kriteria tentang perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan atau program PAUD.

Standar Pembiayaan PAUD

Standar--Pembiayaan-PAUD
Standar–Pembiayaan-PAUD

Standar Pembiayaan adalah kriteria tentang komponen dan besaran biaya personal serta operasional pada satuan atau program PAUD.

Fungsi Standar PAUD

Standar PAUD berfungsi sebagai:

  1. dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan tindak lanjut pendidikan dalam rangka mewujudkan PAUD bermutu;
  2. acuan setiap satuan dan program PAUD untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional; dan
  3. dasar penjaminan mutu PAUD

Tujuan Standar PAUD

Tujuan-Standar-PAUDStandar PAUD bertujuan menjamin mutu pendidikan anak usia dini dalam rangka memberikan landasan untuk:

  1. melakukan stimulan pendidikan dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangan anak;
  2. mengoptimalkan perkembangan anak secara holistik dan integratif; dan
  3. mempersiapkan pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
    anak.

Standar PAUD sebagaimana dimaksud wajib dievaluasi dan disempurnakan secara terencana, terarah dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan lokal, nasional, dan global.

Kompetensi Guru PAUD

Kompetensi-Guru-PAUD
Kompetensi-Guru-PAUD

Pontren.com – keterangan tentang kompetensi untuk pengajar pada Pendidikan anak usia dini berdasarkan PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI.

Baca;

Ada 4 kompetensi pokok yang harus dimiliki oleh pendidik pada Pendidikan Usia dini yaitu;

  1. Kompetensi Pedagogik
  2. Kompetensi Kepribadian
  3. Kompetensi Profesional
  4. Kompetensi Sosial

Penjelasan Kompetensi Guru PAUD

Berikut kompetensi dan penjelasan dari cabang dan sub dari kompetensi diatas
Kompetensi Pedagogik Guru Paud

Kompetensi Pedagogik Guru PAUD

kompetensi-pedagogik-guru-PAUD
kompetensi-pedagogik-guru-PAUD

Kompetensi Sub Kompetensi
A.  Mengorganisasikan  aspek  perkembangan sesuai dengan karakteristik anak usia dini 1.  Menelaah  aspek  perkembangan  sesuai  dengan  karakteristik anak usia dini

2.  Mengelompokkan  anak  usia  dini  sesuai  dengan  kebutuhan pada berbagai aspek perkembangan

3. Mengidentifikasi kemampuan awal anak usia dini dalam berbagai bidang pengembangan

4. Mengidentifikasi kesulitan anak usia dani dalam berbagai bidang Pengembangan

B.Menganalisis teori bermain sesuai aspek dan tahapan perkembangan, kebutuhan, potensi, bakat, dan minat anak usia dini 1. Memahami berbagai teori belajar dan prinsip- prinsip bermain sambil belajar yang mendidik yang terkait dengan berbagai bidang pengembangan di PAUD

2. Menelaah teori pembelajaran dalam konteks bermain dan belajar yang sesuai dengan kebutuhan aspek perkembangan anak usia dini

3. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik bermain sambil belajar yang bersifat holistik, sesuai kebutuhan anak usia dini, dan bemakna, yang terkait dengan berbagai bidang pengembangan di PAUD

4.  Merancang  kegiatan  bermain  sebagai  bentuk  pembelajaran yang mendidik pada anak usia dini

C.  Merancang   kegiatan  pengembangan  anak usia dini berdasarkan kurikulum 1. Memahami berbagai teori belajar dan prinsip- prinsip bermain sambil belajar yang mendidik yang terkait dengan berbagai bidang pengembangan di PAUD

2. Menelaah teori pembelajaran dalam konteks bermain dan belajar yang sesuai dengan kebutuhan aspek perkembangan anak usia dini

3. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik bermain sambil belajar yang bersifat holistik, sesuai kebutuhan anak usia dini, dan bemakna, yang terkait dengan berbagai bidang pengembangan di PAUD

4. Merancang kegiatan bermain sebagai bentuk pembelajaran yang mendidik pada anak usia dini

D.Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik 1. Memilih prinsip- prinsip pengembangan yang mendidik dan menyenangkan

2. Merancang kegiatan pengembangan yang mendidik dan lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, maupun luar kelas

3.  Menerapkan  kegiatan  bermain  yang  bersifat  holistik,  autentik, dan bermakna

E.  Memanfaatkan  teknologi,  informasi  dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan  kegiatan  pengembangan yang mendidik 1.  Memilih  teknologi  informasi  dan  komunikasi  serta  bahan  ajar yang  sesuai  dengan  kegiatan  pengembangan  anak  usia  dini

2. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan pengembangan yang mendidik

F.  Mengembangkan  potensi   anak  usia  dini untuk pengaktualisasian diri 1.  Memilih  sarana  kegiatan  dan  sumber  belajar  pengembangan anak usia dini

2. Membuat media kegiatan pengembangan anak usia dini

3. Mengembangkan potensi dan kreatifitas anak usia dini melalui kegiatan bermain sambil belajar

G.Berkomunikasi  secara  efektif,  empatik, dan santun 1.  Memilih  berbagai  strategi  berkomunikasi  yang  efektif,  empatik dan santun dengan anak usia dini

2.  Berkomunikasi  secara  efektif,  empatik,  dan  santun  dengan

anak usia dini

H.Menyelenggarakan dan membuat laporan penilaian, evaluasi proses dan hasil belajar anak usia dini Memahami prinsip- prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar anak usia dini
I. Menentukan lingkup sasaran asesmen proses dan hasil pembelajaran pada anak usia dini 1.  Memilih  pendekatan,  metode  dan  teknik  asesmen  proses  dan hasil kegiatan pengembangan pada anak usia dini

2.  Menggunakan prinsip  dan  prosedur  asesmen  proses dan hasil kegiatan pengembangan anak usia dini

3. Mengadministrasikan  penilaian  proses  dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrumen

4. Menentukan tingkat capaian perkembangan anak usia dini

5.  Menganalisis  hasil  penilaian  proses  dan  hasil  belajar  untuk berbagai tujuan

6. Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar

J. Menggunakan hasil penilaian, pengembangan dan evaluasi program untuk kepentingan pengembangan anak usia dini 1.  Menggunakan  informasi  hasil  penilaian  dan  evaluasi  untuk kesinambungan belajar anak usia dini

2. Melaksanakan program remedial dan pengayaan

3. Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

4.  Mengomunikasikan  hasil  penilaian  pengembangan  dan  evaluasi program kepada pemangku kepentingan

K. Melakukan tindakan reflektif, korektif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pengembangan anak usia dini 1.  Melakukan  refleksi  terhadap  kegiatan   pengembangan  anak usia dini yang telah dilaksanakan

2.  Meningkatkan  kualitas  pengembangan  anak  usia  dini  melalui penelitian tindakan kelas

3. Melakukan penelitian tindakan kelas

Kompetensi Kepribadian Guru PAUD

kompetensi-Kepribadian-Guru-PAUD
kompetensi-Kepribadian-Guru-PAUD

Kompetensi Sub Kompetensi
A. Bertindak sesuai dengan norma, agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia 1. Menghargai peserta didik tanpa membedakan agama yang dianut, suku, adat- istiadat, status sosial, daerah asal, dan jenis kelamin

2. Bersikap sesuai dengan agama yang dianut, hukum, sosial, dan norma yang berlaku dalam masyarakat, serta kebudayaan nasional Indonesia yang beragam

B. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi anak usia dini dan masyarakat 1. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tegas, toleran dan bertanggungjawab

2.  Menunjukkan  perilaku  yang  mencerminkan  ketakwaan  dan akhlak mulia

3. Menunjukkan perilaku yang dapat diteladani oleh anak usia dini, teman sejawat, dan anggota masyarakat

C. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, bijaksana, dan berwibawa 1. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil

2. Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif, bijaksana dan berwibawa

D. Menunjukkan etos kerja, tanggungjawab yang tinggi, rasa percaya diri, dan bangga menjadi guru 1.  Menunjukkan  etos  kerja  dan  tanggung  jawab  yang  tinggi

2. Menunjukkan rasa percaya diri dan bangga menjadi guru

3. Menunjukkan kerja  yang profesional baik  secara  mandiri maupun kolaboratif

E. Menjunjung tinggi kode etik guru 1. Menerapkan kode etik guru

2. Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan kode etik guru

Kompetensi Profesional Guru PAUD

Kompetensi-Profesional-Guru-PAUD
Kompetensi-Profesional-Guru-PAUD

Kompetensi Sub Kompetensi
A. Mengembangkan materi, struktur, dan konsep bidang keilmuan yang

mendukung serta sejalan dengan kebutuhan dan tahapan perkembangan

anak usia dini

1. Menelaah konsep dasar keilmuan bidang matematika, sains, bahasa, studi sosial, seni dan agama yang sesuai dengan kebutuhan, tahapan perkembangan dan psikomotorik anak usia dini

2.  Mengorganisasikan  konsep  dasar  keilmuan  sebagai  alat, aktivitas dan konten dalam pengembangan anak usia dini

B. Merancang berbagai kegiatan pengembangan secara kreatif sesuai dengan tahapan perkembangan anak usia dini 1. Merumuskan tujuan setiap kegiatan pengembangan

2. Menganalisis perkembangan anak usia dini dalam setiap

bidang pengembangan

3.  Memilih  materi  berbagai  kegiatan  pengembangan  sesuai dengan tingkat perkembangan anak usia dini

4.  Mengorganisasikan  kegiatan   pengembangan  secara  kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan anak usia dini

C. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif 1. Melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus menerus

2.  Memanfaatkan  hasil  refleksi  dalam  rangka  peningkatan keprofesionalan

Kompetensi Sosial Guru PAUD

kompetensi-sosial-guru-PAUD
kompetensi-sosial-guru-PAUD

Kompetensi Sub Kompetensi
A. Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, suku, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi 1. Bersikap inklusif dan objektif terhadap anak usia dini, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran

2. Bersikap tidak diskriminatif terhadap anak usia dini, teman sejawat, orang tua, dan masyarakat lingkungan sekolah

B. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat 1.  Membangun  komunikasi  dengan  teman  sejawat  dan  komunitas lainnya secara santun, empatik, dan efektif

2. Membangun kerja  sama  dengan  orang tua  dan  masyarakat dalam program pengembangan anak usia dini

C. Beradaptasi dalam keanekaragaman sosial budaya bangsa Indonesia 1. Beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik, termasuk memahami budaya daerah setempat

2. Melaksanakan berbagai program peningkatan kualitas pendidikan berbasis keanekaragaman sosial budaya Indonesia

D. Membangun komunikasi profesi Menggunakan  beragam  media  dan  komunitas  profesi  dalam berkomunikasi dengan rekan seprofesi

itulah kompetensi kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga pendidik dalam posisi Guru PAUD berdasarkan kepada Permendikbud NOMOR 137 TAHUN 2014.

semoga menambah wawasan dalam khazanah keilmuan bidang PAUD.

Visi Misi Pendidikan Anak Usia Dini

visi-misi-pendidikan-anak-usia-dini
visi-misi-pendidikan-anak-usia-dini

pontren.com – tulisan tentang visi dan Misi pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Sebelum membaca mengenai visi serta misi dari PAUD, ada baiknya untuk diketahui apa sih yang disebut dengan visi? Apa pengertiannya? Guna dari Visi?

Tidak lupa juga akan bermanfaat jika tahu secara makna dengan misi dan perbedaan dengan misi. Dengan mengetahui arti serta pengertian visi misi akan memudahkan pemahaman dari Visi Misi Pendidikan Anak Usia dini yang diharapkan nantinya menjadi mudah mengingat serta menghafal karena pengetahuan yang baik perihal istilah dari visi maupun misi.

 

Baca ; 

Pengertian Visi

adalah pandangan jauh tentang suatu perusahaan ataupun lembaga dan lain-lain, visi juga dapat di artikan sebagai tujuan perusahaan atau lembaga dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuannya tersebut pada masa yang akan datang atau masa depan.

Penulisan visi tidak secara spesifik detail gambaran sistem yang di tujunya, ini beralasan karena perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang lama.

Suatu misi yang baik hendaknya mencakup persyaratan dibawah ini, diantaranya meliputi:

  • Berorientasi ke masa depan.
  • Tidak dibuat berdasarkan kondisi sekarang.
  • Mengekspresikan kreatifitas.
  • Berdasar pada prinsip nilai-nilai yang memiliki penghargaan bagi masyarakat.

Pengertian Misi

adalah suatu pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh perusahaan atau lembaga dalam usaha mewujudkan Visi tersebut. Misi perusahaan di artikan sebagai tujuan dan alasan mengapa perusahaan atau lembaga itu dibuat. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan-batasan proses pencapaian tujuan.

Beda Visi Dengan Misi

Perbedaan antara visi dan misi adalah Visi gambaran dan tujuan suatu lembaga atau perusahaan di masa depan sedangkan Misi adalah cara untuk mencapai tujuan itu

Visi Misi Pendidikan Anak Usia Dini

Dibawah ini adalah visi disertai dengan misi dari PAUD (Pendidikan anak Usia Dini). dimana untuk misi dikenal dengan 5 K yaitu Ketersediaan,  Keterjangkauan Kualitas/mutu Kesetaraan dan Kepastian. untuk lebih jelasnya silakan disimak sebagaimana berikut ;

Visi Pendidikan Anak Usia Dini

visi-pendidikan-anak-usia-dini
visi-pendidikan-anak-usia-dini

Berikut adalah Visi dari PAUD,

“Mewujudkan anak usia dini yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, jujur, bertanggung jawab, kreatif, percaya diri, dan cinta tanah air menuju terbentuknya insan Indonesia cerdas komprehensif”.

Misi Pendidikan Anak Usia Dini

5-k-misi-pendidikan-anak-usia-diniMisi utama pembangunan PAUD Indonesia mengacu pada misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ada 5, yang pokok misi nya bisa disebut dengan 5 (lima) ‘K‘ berikut kelima misi PAUD tersebut;

  1. Meningkatkan Ketersediaan layanan PAUD.
  2. Memperluas Keterjangkauan layanan PAUD.
  3. Meningkatkan Kualitas/mutu dan relevansi layanan PAUD.
  4. Mewujudkan Kesetaraan dalam memperoleh layanan PAUD.
  5. Menjamin Kepastian memperoleh layanan PAUD.

Demikian tentang Visi dan Misi dari PAUD. Semoga menambah wawasan khazanah keilmuan dalam pendidikan anak.