Arsip Tag: laporan kinerja pegawai kemenag

Standar Nilai Prestasi Kerja PNS dalam Angka dan Sebutan Predikatnya

Standar Nilai Prestasi Kerja, Informasi tentang nilai angka terhadap capaian kinerja Pegawai Negeri Sipil PNS dalam bentuk angka dalam rentang 0-100 beserta istilah untuk pencapaiannya berupa buruk, kurang, cukup, baik, sangat baik pada sekolah.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah, SKP merupakan singkatan dari Sasaran Kinerja Pegawai (PNS/ASN) pada Kementerian maupun Pemerintah baik Daerah dan Pusat.

standar nilai prestasi kinerja PNS
PNS Sedang istirahat siang

Setiap tahun akan melakukan proses ini dan mencari tanda tangan pejabat sesuai dengan kewenangan dan ketentuan dalam aturan perundang-undangan yang mengaturnya.

Kemudian akan ada penilaian predikat pada SKP ini berbentuk angka dan sebutan predikat pencapaian mengacu kepada jumlah nominal yang pencapaian dari olahan dalam SKP pegawai.

Berikut adalah sebutan dan angka dalam SKP (Sasaran Kinerja Pegawai).

Sebutan dan Angka dalam SKP

Nilai angka terhadap tingkat capaian SKP PNS dinyatakan dengan sebutan dan angka sebagai berikut :

Sebutan/PredikatAngka
Sangat Baik91 – keatas
Baik76 – 90
cukup61 – 75
kurang51 – 60
buruk50 – kebawah

demikian standar angka dan sebutannya dalam SKP Pegawai Negeri di Negara Indonesia.

mengenal lebih dekat tentang SKP

Standar Nilai Prestasi Kerja Pegawai ini tidak bisa lepas dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil.

SKP adalah singkatan dari Sasaran Kinerja Pegawai berupa rencana kinerja dan target yang akan dicapai oleh seorang PNS yang harus dicapai setiap tahun.

Adapun maksud dalam target SKP yaitu jumlah hasil kerja yang hendak dicapai dari setiap pelaksanaan tugas jabatan.

ukuran keberhasilan kerja yang pencapaian setiap PNS berupa Indikator Kinerja Individu.

Adapun Realisasi adalah hasil kerja yang perolehan pegawai, hasilnya bisa saja hanya sebagian tercapai, atau bisa mencapai dan sesuai dengan rencana dan target, bahkan dalam PP menyebutkan bahwa realisasi bisa dan boleh melebihi target. (PP no 30 tahun 2019).

alumni-pesantren-menerima-SK-CPNS
CPNS sedang menunggu SK Pengangkatan

Adapun yang disebut dengan Perilaku Kerja adalah setiap tingkah laku, sikap atau tindakan yang dilaksanakan oleh Pegawai Negeri Sipil atau tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tujuan dari adanya Penilaian Kinerja PNS adalah menjamin objektivitas pembinaan PNS yang dengan dasar pada sistem prestasi dan sistem karier.

Penilaian ini berdasarkan perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi, dengan memperhatikan target, capaian, hasil, dan manfaat yang dicapai, serta perilaku PNS.

Demikian informasi mengenai angka dan sebutan dalam penilaian SKP, semoga menambah informasi tentang Sasaran Kinerja Pegawai. Wilujeng enjang, wassalamu’alaikum.

Visi dan Misi Kemenag

Visi dan Misi Kementerian Agama KMA no 39 tahun 2015

Informasi tentang bunyi visi Kementerian Agama beserta 7 Misi Kementerian Agama berdasarkan KMA no 39 tahun 2015 beserta penjelasan penjabaran merujuk kepada renstra.

VISI KEMENTERIAN AGAMA

“Terwujudnya Masyarakat Indonesia yang Taat Beragama, Rukun, Cerdas, dan Sejahtera Lahir Batin dalam rangka Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong” (Keputusan Menteri Agama Nomor 39 Tahun 2015)

MISI KEMENTERIAN AGAMA

  1. Meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama
  2. Memantapkan kerukunan intra dan antar umat beragama
  3. Menyediakan pelayanan kehidupan beragama yang merata dan berkualitas
  4. Meningkatkan pemanfaata dan kualitas pengelolaan potensi ekonomi keagamaan
  5. Mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang berkualitas dan akuntabel
  6. Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan umum berciri agama, pendidikan agama pada satuan pendidikan umum, dan pendidikan keagamaan
  7. Mewujudkan tatakelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan terpercaya
    (Keputusan Menteri Agama Nomor 39 Tahun 2015)

Visi misi diatas dipergunakan dalam rangka mendukung visi pembangunan nasional. Adapun visi pembangunan nasional berbunyi sebagai berikut;

“TERWUJUDNYA INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI, DAN BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG ROYONG”

Dalam rangka mewujudkan visi pembangunan nasional dimaksud dengan cara melalui 7 Misi Pembangunan yaitu:

  1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
  2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis berlandaskan negara hukum.
  3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
  4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera.
  5. Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing.
  6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.
  7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan

Penjelasan tentang Visi Kementerian Agama

Berdasarkan renstra disebutkan bahwa ;

Taat memiliki pengertian tunduk dan patuh, sehingga taat beragama dapat didefinisikan bahwa setiap umat beragama mampu menjalankan kegiatan beragamanya sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing. Sejalan dengan visi nasional maka hal ini akan memunculkan salah satu kepribadian bangsa Indonesia yaitu kepribadian bangsa Indonesia yang taat beragama.

Rukun memiliki pengertian baik dan damai, sehingga rukun dapat didefinisikan bahwa terciptanya kehidupan inter dan antar umat beragama di Indonesia secara baik dan damai.

Sejalan dengan visi nasional maka hal ini akan mendorong munculnya rasa toleransi sesama umat beragama, rasa saling menghargai dan sikap kegotongroyongan.

Sejahtera mengandung pengertian aman sentosa, makmur, serta selamat, terlepas dari berbagai gangguan.

Sehingga sejahtera lahir dan batin dalam konteks agama dapat diartikan bahwa setiap umat beragama di Indonesia dapat menjalankan kegiatan beragama secara bebas tanpa ada gangguan dari pihak manapun, serta tersedia sarana dan prasarana beribadah yang memadai bagi seluruh umat beragama di Indonesia.

Agama merupakan salah satu hak dasar bagi seluruh masyarakat Indonesia dan Undang-Undang telah menjamin bahwa setiap umat beragama dijamin kebebasannya dalam melaksanakan kegiatan beragamanya.

Untuk itu perlu diwujudkan rasa keselamatan, kesusilaan dan ketentraman lahir batin, tersedianya lingkungan yang bersih, aman dan nyaman bagi kegiatan beragama seluruh masyarakat Indonesia serta adanya keserasian dan saling menghormati tidak hanya sesama manusia tetapi juga dengan lingkungan sekitarnya.

Dari sisi ekonomi, kesejahteraan lahir dan batin diwujudkan dengan upaya pemanfaatan dan pengelolaan potensi ekonomi keagamaan seperti Zakat, Wakaf, Dana Kolekte, Dana Punia, Dana Paramita sehingga mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat beragama.

Sejalan dengan visi nasional, dengan memiliki kecerdasan dan kesejahteraan lahir dan bathin maka bangsa Indonesia akan mampu menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat serta sejajar dengan bangsa–bangsa lain

Itulah informasi tentang visi dan misi Kemenag atau Kementerian Agama merujuk kepada KMA no 39 tahun 2015 tentang RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN AGAMA TAHUN 2015 – 2019.

Selamat makaryo.

Laporan Capaian Kinerja Pegawai Kementerian Agama

peg kemenag
pegawai kemenag

Berdasarkan surat edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI nomor SJ/B.IV/2.2/385/2015 tanggal 13 Januari 2015 (sebagaimana gambar dibawah) tentang Pembuatan Laporan Capaian Kinerja bahwa dalam rangka mempertanggungjawabkan pencairan tunjangan kinerja diharuskan untuk membuat laporan capaian kinerja harian masing-masing sebagaimana contoh format. dengan demikian maka secara umum semua pegawai di Kementerian Agama diharuskan membuat Laporan Capaian Kinerja.

untuk form laporan capaian kinerja bisa di download Blanko Laporan Capaian Kinerja. untuk contoh pengisian beserta surat edaran bisa dilihat di bawah tulisan ini.

saat ini sudah beredar adanya berita yang sampai saat ini kami belum tahu suratnya, akan tetapi ada contoh blanko Laporan Kinerja Capaian Kinerja yang bersifat blanko satu bulan, bukan blanko setiap hari, silakan dilihat laporan LCKH Bulanan .

Baca

surat edaran dan contoh laporan kinerja

surat edaran laporan kinerja harian
edaran pembuatan laporan kinerja harian

form laporan capaian kinerja harian
blanko laporan capaian kinerja harian

Baca : Humor suami istri OTW oleh santri

baca : rabi? syarate gampang, tapi juga angel

baca : Humor Paduan Suara “Kamu tetap maju ikut di depan”

contoh isian kinerja harian
Contoh pengisian laporan kinerja harian

Bagaimanakah konsekwensi jika tidak membuat Laporan Catatan Kinerja Harian? Secara kedinasan disebutkan bahwa syarat pencairan Tunjangan Kinerja bagi Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama adalah adanya laporan catatan kinerja. Secara teknis, jika belum atau tidak membuat catatan kinerja maka tunjangan Kinerja alias tukin tidak bisa dicairkan. Selain itu, pada saat ini dalam hal kenaikan pangkat, ada instansi di tingkat kanwil atau kabupaten mensyaratkan pengumpulan laporan kinerja selama satu atau dua tahun terakhir sebagai salah satu syarat dalam penanda tanganan Penilaian Kinerja pegawai oleh atasan. dimana hal ini menjadi salah satu syarat dalam kenaikan pangkat ataupun mengurus hal terkait administrasi pegawai.