Arsip Tag: kurikulum tkq

Tujuan TKQ Taman Kanak-kanak al-Qur’an

pontren.com – Tujuan TKQ. assalaamu’alaikum kangmas mbakyu yang menjadi pengajar pada lembaga pendidikan TKQ atau TKA, sudah berapa lama sampean mengajar? Setahun? Dua tahun? Lima tahun? Atau lebih dari sepuluh tahun?

Entah berapa lama anda mengajar, saya ucapkan selamat dan salut atas pengabdian sampean dalam mendampingi anak-anak menimba ilmu. Baik pada masjid atau bangunan TKQ (biasanya jadi satu dengan TPQ).

apa tujuan dari TKQ

Sebagaimana salah seorang dokter lulusan dari UMY (universitas Muhammadiyah Yogyakarta) yang mengucapkan terima kasih kepada gurunya saat diucapkan ultahnya. Dengan mengatakan terima kasih telah menjadi bagian dalam pendidikan kami. (anaknya kembar cowok cewek).

Oh iya, balik lagi tentang lama mengajar sampean di TKQ. Apakah selama anda mengajar? Sudahkah mengetahui apa tujuan dari pembelajaran di TKQ?

Baca : Usia santri TKQ TPQ dan TQA

Kalau sudah tahu alhamdulillah, kalau belum tau juga enggak papa. Lha wong saya juga baru mengetahui tujuannya baru kemarin sesaat setelah mencermati tentang usia santri TPQ.

Pentingnya mengetahui Tujuan TKQ Taman Kanak Kanak Alquran

Setelah saya pikir-pikir, ternyata pentingnya mengetahui tujuan TKQ bisa menjadi pagar atau batasan dalam mengajar untuk mencapai target pada lembaga TPQ.

Kenapa begitu?

Karena dengen mengetahui tujuan Taman Kanak-kanak alquran otomatis kurikulum dan desain pembelajaran arahnya kepada tujuan keberadaan lembaga pendidikan ini.

Yang menjadi masalah, apa tujuannya? Siapa yang berhak merumuskan?

Tentunya yang berhak merumuskan tujuan TKQ ini adalah para ahli atau pihak yang berwenang dalam memberikan informasi mengenai tujuannya.

Dalam hal ini saya mengambil tujuan TKQ yang dirumuskan oleh Kementerian Agama melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 9 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pendidikan LPQ.

Kenapa mengambil dari situ?

Karena segala hal yang berkaitan dengan TKQ biasanya yang mengatur dan menaungi adalah Dirjen Pendis pada Kemenag RI. Begitulah alasan sederhananya.

Pembagian Tujuan TKQ menurut Kemenag

Dalam SK Dirjen Pendis no 9 tahun 2020 dalam ketentuan umum nomor 6. Didalamnya memberitahukan tentang pengertian TKQ. Disana juga sekilas tujuan keberadaan lembaga Taman kanak-kanak alquran.

Adapun kutipan dari tujuan dimaksud adalah sebagai berikut;

TKQ Bertujuan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan alquran lebih lanjut.

Tujuan TKQ SK Dirjen Pendis no 9 tahun 2020
tujuan pendidikan TKQ

Dari informasi diatas maka ada 3 kata kunci yang bisa diurai yaitu;

  • Pertumbuhan perkembangan jasmani
  • Pertumbuhan perkembangan rohani
  • Kesiapan memasuki pendidikan alquran lebih lanjut.

Mari kota coba mengurai satu persatu ketiga hal dimaksud

Pertumbuhan jasmani

Pada anak usia TK maupun TKQ biasanya berumur antara 4 sampai dengan 6 tahun, dimana masa pertumbuhan sedang berlangsung.

Guna mendukung pertumbuhan jasmani ini perlu sekiranya pengelola TKQ memperhatikan kegiatan yang dapat merangsang perkembangan motorik halus maupun kasar para santri anak didiknya.

Kemampuan motorik halus dan kasar ini membuat seorang pengelola lembaga membuat suatu desain pendidikan dan permainan yang mampu mengakomodasi perkembangannya.

Misalnya pada saat bermain anak-anak diajarkan keseimbangan tubuh, mewarnai gambar yang menarik dan juga permainan yang mendorong percepatan perkembangan anak secara fisik akan tetapi tidak membebani terlalu berat.

Pertumbuhan rohani

Sebagai penyeimbang pertumbuhan fisik atau jasmani, maka perkembangan rohani juga tidak kalah penting.

Pada anak usia dini atau seumuran TKQ perlu mulai ditanamkan rasa empati kepada orang lain, semangat dalam beribadah, rajin belajar dan berangkat TPQ TKQ serta perilaku dan akhlak mulia.

Didalamnya juga penanaman disiplin seperti menata sandal saat datang ke tempat belajar, disiplin membersihkan ruangan setelah selesai pembelajaran, duduk rapi saat dilakukan belajar metode klasikal.

Persiapan memasuki pendidikan alquran lebih lanjut

Dalam ketentuan dari Kementerian Agama, ada 2 lembaga yang bisa menjadi tujuan anak lulusan TKQ dalam melanjutkan pembelajarannya.

Yang pertama yaitu TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) dan Rumah Tahfidz al-Qur’an.

Baca : Tujuan Taman Pendidikan Al-Qur’an

Tidak peduli mana yang dipilih, kegiatan belajar mengajar TKQ kesemuanya telah mencakup persiapan untuk menuju jenjang yang lebih tinggi.

Tidak perlu panjang lebar menerangkan apa saja kegiatannya. Karena pengenalan huruf, hafalan bacaan salat, surat pendek dan doa termasuk dalam mempersiapkan para santri anak didik untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

Nah itulah informasi mengenai tujuan lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak alquran yang ada dalam SK Dirjen Pendis. Dalam uraian dan penjabarannya merupakan opini pribadi penafsiran sepihak dari admin.

Jika anda memiliki pandangan yang berbeda atau selaras dengan yang admin tulis, silakan menulis pada komentar. Termasuk apa yang menjadi opini anda pribadi sebagai pelaku pengajar atau pengamat pendidikan alquran.

Salam kenal, Wilujeng dalu, selamat malam, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Kurikulum TPQ BKPRMI

Informasi tentang Kurikulum Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ/TPA) yang berada dibawah nanungan BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) yang disadur dari softcopy Abdul Basith, Sekretaris Daerah LPPTKA – BKPRMI Kota Balikpapan download via internet.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, alhamdulillah bertambah lagi koleksi tentang kurikulum TPQ maupun TKQ, kali ini berasal dari BKPRMI, yang merupakan singkatan dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia.

Kurikulum ini diambil dari TERBITAN KEDUA ( EDISI REVISI ) buku dengan judul buku “ PANDUAN PRAKTIS PENGELOLAAN UNIT TK/TP AL QUR’AN BKPRMI “.

Merupakan rangkuman dan intisari dari pengurus LPPTKA BKPRMI Kota Balikpapan pada saat mengikuti Pendidikan dan Latihan Calon Instruktur TK/TPA BKPRMI Tingkat Nasional tahun 1999, 2002 di Jakarta.

Sayangnya pada bab kurikulum pada buku panduan tersebut malah membuat saya mengeryitkan dahi, apa dan bagaimana maksud dari kurikulum yang tercantum dalam buku panduan.

Akan tetapi ah sudahlah, tentunya jika dibaca secara komprehensif anda akan dapat menganalisa dan menyimpulkan sendiri apa saja yang menjadi materi pembelajaran serta kurikulum tentang TPQ BKPRMI.

Langsung saja kami ringkas dari intisari buku dimaksud berkaitan dengan kurikulum TPQ.

Target Pendidikan dan Pembelajaran TKQ TPQ BKPRMI selama 2 tahun

Guna mengetahui apa saja yang sebaiknya diajarkan pada santri TPQ yang berada dibawah BKPRMI, maka anda dapat melihat target yang dicanangkan.

Target ini dibuat bagi santri TKQ TPQ yang belajar selama 2 tahun.

Apa saja targetnya?

menjadi guru tpq yang hebat

Berikut target yang diharapkan bagi santri yang kuliah 2 tahun pada TPA.

  1. Membaca Al Qur’an dengan fasih sesuai kaidah Tajwid dan menjadikannya bacaan dan pedoman kehidupan sehari – hari.
  2. Hafal dengan Fasih sesuai kaidah Tajwid Bacaan Sholat, sejumlah Surah Pendek, Ayat – ayat pilihan dan Do’a – do’a sehari.
  3. Mengusai Kaifiyat Sholat ( Wajib dan Sunnah ) dan terbiasa hidup dalam suasana yang Islami
  4. Menguasai Ilmu Tajwid dan Bacaan Ghorib
  5. Mengetahui dan Memahami Dasar – dasar Ulumul Qur’an dan Dinul Islam.
  6. Menulis huruf – huruf hijaiyah

Dari situ, kesimpulan yang bisa diambil, santri TPQ BKPRMI yang belajar selama 2 tahun ditarget untuk;

  • membaca al-Qur’an sesuai tajwid dan mengetahui bacaan tajwid serta gharib;
  • Fasih hafal surat pendek, bacaan salat, ayat pilihan;
  • Mengetahui tatacara pelaksanaan salat;
  • Paham dan tahu dasar Ulumul Qur’an dan Dinul Islam;
  • Mampu menulis huruf Arab.

Materi Pembelajaran TPQ BKPRMI

Ada dua pembagian materi TPQ pada BKPRMI yaitu materi pokok dan materi penunjang.

Untuk materi pokok ada 5 yaitu;

  1. BUKU IQRO JILID 1 – 6 ( Terbitan AMM Djogjakarta )
  2. MUSHAF AL QUR’AN RASM USTMANI
  3. HAFALAN :
    • BACAAN SHOLAT ( Acuan bacaan di kondisikan )
    • SURAH – SURAH PENDEK ( QS : 93 S/D 114 )
    • AYAT – AYAT PILIHAN QS 02 : 284 – 286 ; QS 48 : 028 – 029 ; QS 23 : 1 – 11 ; QS 62 : 9 – 11 ;QS 03 : 133 – 136 ; QS 55 : 1 – 12 ; QS 16 : 65 – 69
  4. TEORI DAN BIMBINGAN PRAKTIS KAIFIYAT SHOLAT
  5. TEORI ILMU TAJWID

Sedangkan materi penunjang ada 4 yang berupa;

  1. DOA DAN ADAB HARIAN
  2. TAHSINUL KITABAH (Menulis huruf dan angka arab, seni kaligrafi Islam)
  3. DIENUL ISLAM
  4. MUATAN LOKAL ( disesuaikan kemampuan dan potensi Unit setempat )

Begitulah informasi yang dapat kita gali mengenai kurikulum TPQ BKPRMI, tidak terperinci, bisa dikatakan hanya bersifat global saja.

Walau begitu, jika anda mampu mencapai target 2 tahun pembelajaran dalam keterangan diatas, apapun caranya dan bagaimanapun metodenya, bagi saya merupakan sesuatu hal yang hebat dan mengagumkan.

Download buku panduan TPQ BKPRMI

Menarik sekali apa yang ada dalam buku panduan ini karena menurut saya termasuk lengkap sebagai panduan karena keberadaan berbagai contoh dan cara mengisi penilaian bagi santri yang disimak ngaji.

Bisa diadaptasikan oleh lembaga TPQ meskipun secara teknis tidak berada dibawah naungan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).

Seperti apa softcopy buku panduannya? Dibawah ini adalah tampilan preloved yang dapat anda lihat.

Apabila anda hendak mengunduhnya, sampean bisa download melalui tampilan preloved diatas secara langsung.

Ada kendala dalam pengunduhan?

Kami bagikan tautan untuk unduh gratis free download file softcopy diatas pada link dibawah ini;

Download buku panduan TPQ BKPRMI

Dengan semakin banyaknya pilihan serta panduan untuk TPQ semoga semakin menambah khazanah keilmuan bagi para pengelola TPQ, bukan membuat bingung karena beraneka macam kurikulum.

Apapun itu, semoga TPQ semakin tertata dengan baik dan mampu membimbing santri dalam membaca al-Qur’an secara fasih, taat beribadah, berakhlaqul Karimah dan menjadi generasi islami yang unggul serta berkualitas.

Anak – anak Islam Indonesia butuh TPQ, semoga TPQ tidak terlindas dengan berbagai macam aturan dan ketentuan yang merepotkan para pengajar dalam memberikan layanan belajar kepada anak didik yang beragama Islam.

Wilujeng enjang, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Persyaratan Teknis Pendaftaran Lembaga Pendidikan Al-Qur’an

Informasi tentang ketentuan persyaratan teknis dalam mendaftarkan lembaga pendidikan Al-Qur’an baik TKQ TPQ PAUD Al-Qur’an, TQA dan Rumah Tahfidz ke Kementerian Agama mengacu kepada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al Quran yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 7 Januari tahun 2020.

Baca;

Syarat administratif LPQ (TKQ TPQ TQA, Rumah Tahfidz, dkk) #
Syarat Jumlah dan Kompetensi Ustadz & Tenaga Kependidikan LPQ #
Syarat Sarpras mengajukan tanda daftar LPQ #

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, selamat siang sugeng istirahat untuk sampean sampean yang sedang rolasan istirahat siang hari dimasa covid corona 19 ini, semoga segera hilang virusnya dan disegerakan sehat wal afiat selalu khususnya para pengasuh lembaga TPQ TKQ TQA dan juga Rumah Tahfidz Al-Qur’an.

Merujuk kepada Kepdirjen Pendis no 91 tahun 2020 yang menjadi petunjuk dalam melaksanakan kegiata penyelenggaraan pendidikan al-Qur’n yang didalamnya termasuk Taman Kanak-kanak al-Qur’an, Taman Pendidikan Al-Qur’an, Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an, Rumah Tahfidz Al-Qur’an dan lain lain terdapat 4 persyaratan pokok untuk mendapatkan SK Tanda daftar dari Kepala Kantor Kementerian Agama.

Adapun keempat syarat dimaksud adalah sebagai berikut;

  • Persyaratan Teknis;
  • Persyaratan Administratif;
  • Persyaratan Jumlah dan Kompetensi Pendidik & Tenaga Kependidikan; dan
  • Persyaratan sarana prasarana.

Setelah pada postingan sebelumnya telah disampaikan mengenai ketentuan persyaratan administratif yang harus dilengkapi oleh lembaga maupun pengelolanya, saat ini tibalah giliran informasi tentang syarat teknis dalam pendaftaran LPQ ke Kemenag.

pusing mikir syarat pendaftaran

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Online disebutkan bahwa maksud dari teknis adalah bersifat atau mengenai (menurut) teknik.

Dalam persyaratan teknis untuk mendaftarkan lembaga pendidikan al-Qur’an ini adalah mempersiapkan dokumen kurikulum sebanyak 1 set bagi setiap lembaga yang akan mengajukan permohonan tanda daftar dari Kemenag. Biasanya tanda daftar ini dipahami oleh kaum awam dengan kata “izin operasional”.

Lembaga apa saja yang diharuskan melampirkan 1 set dokumen kurikulum?

Dalam SK Dirjen Pendis ini terdapat 4 lembaga yang melampirkan dokumen kurikulum sebanyak 1 set untuk memenuhi syarat teknis pendaftaran lembaga pendidikan al-Qur’an.

Adapun yang dimaksud dokumen kurikulum dalam rangka syarat teknis pendaftaran LPQ adalah Dokumen kurikulum meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar evaluasi.

Adapun keempat lembaga dimaksud adalah;

  1. PAUD al-Qur’an;
  2. TPQ;
  3. TQA; dan
  4. RTQ

Itulah keempat lembaga yang perlu menyiapkan dokumen kurikulum dalam rangka melakukan pengajuan tanda daftar lembaga dari Kementerian Agama.

Semoga segera terlengkapi mengenai persyaratan teknis ini utamanya dalam hal standar kompetensi lulusan, isi, proses, dan evaluasi.

Demikian, sugeng siang. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Matriks pembelajaran TK al Quran level B

Setelah membaca tentang kurikulum yang di gariskan oleh kemenag RI, sekarang di sampaikan tentang susunan dan alokasi waktu pengajaran bagi TK AlQuran berdasarkan acuan standar kompetensi kelulusan TK Alquran

Selain bisa melihat gambar yang di tampilkan, matriks program pengajaran semester taman pendidikan Alquran Level B bisa juga di download dalam format excell yang tombol unduh nya berada di bawah gambar matriks KBM Taman Kanak – Kanak Al Qur’an.

pada matriks ini akan berjalan dengan efektif jika TKQ mengalokasikan waktu 4-5 hari setiap minggu dan 4 jam pelajaran (1 jam pelajaran = 30 menit) sehingga dalam setahun akan di dapatkan alokasi 800 jam pelajaran selama 2 semester. atau sebanyak 200 hari

Bagi yang memiliki tulisan atau acuan tentang TPQ maupun Madrasah Diniyah ataupun pondok dan sekiranya ingin berbagi ilmu dipersilakan untuk mengirimkan kepada kami supaya bisa lebih di simak oleh kalangan yang memerlukan.

Selamat mencermati dan semoga bisa mengaplikasikan matriks pembelajaran dibawah ini dengan hasil maksimal dan tidak meninggalkan pendidikan akhlak pada santri maupun ustadz.

kurikulum TKQ level B
kegiatan TPQ selama satu tahun dengan standar 4-5 kali pertemuan.

unduh matriks kbm TKQ level B

baca :

Pedoman Kurikulum TKQ Taman Kanak-Kanak Al Qur’an Lingkungan Kementerian Agama

pedoman kurikulum TPQDalam melakukan kegiatan belajar mengajar pada level TK Al Qur’an yang biasa disingkat dengan TKQ seyogyanya pengelola lembaga pendidikan berpegang kepada kurikulum. Salah satu acuan kurikulum yang disarankan untuk di pergunakan adalah kurikulum keluaran Kementerian Agama Republik Indonesia. Yang dimuat dalam buku berjudul Pedoman Kurikulum Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA/TKQ) dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA/TPQ) yang dicetak oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Struktur Kurikulum Taman Kanak-Kanak Al Qur’an

Struktur Kurikulum Taman Kanak-kanak Alquran meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh pada satu jenjang pendidikan selama dua tahun atau empat semester.

Struktur Kurikulum disusun berdasarkan kompetensi lulusan dengan ketentuan seperti dibawah ini :

Kurikulum TKQ memuat tujuh (7) materi pokok dan muatan lokal. Materi pokok adalah

  1. dasar pembelajaran Alquran,
  2. Hafalan Bacaan sholat,
  3. Hafalan surah pendek
  4. Latihan dan Praktek Sholat,
  5. Doa dan Adab Harian
  6. Tahsinul Kitabah
  7. Pengenalan dasar dinul Islam

Sedangkan muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang mengembangkan kompetensi diri santri sesuai dengan kebutuhan, ciri khas, potensi daerah masing – masing seperti :

  • Senam santri
  • Nasyid
  • English Kids
  • Al Arabiyyah lil aulad, dan sebagainya.

Adapun aplikasi dalam pembelajarannya adalah sebagai berikut :

TK Level A

(1 TAHUN/12 BULAN)

TK Level B

(1 TAHUN/12 BULAN)

Materi Pokok

1.       Dasar Pembelajaran Alquran (Buku Panduan)

2.       Hafalan Bacaan Sholat

3.       Hafalan surat Pendek

4.       Praktik Sholat

5.       Doa dan Adab Harian

6.       Tahsinul Kitabah

III. Materi Lokal

Disesuaikan dengan ciri kebutuhan, ciri khas dan potensi daerah/Unit

Materi Pokok

1.       Dasar Pembelajaran Alquran (Buku Panduan)

2.       Hafalan Bacaan Sholat

3.       Hafalan surat Pendek

4.       Praktik Sholat

5.       Doa dan Adab Harian

6.       Tahsinul Kitabah

III. Materi Lokal

Disesuaikan dengan ciri kebutuhan, ciri khas dan potensi daerah/Unit

  • Pembelajaran pada TKQ dilakukan dengan pendekatan pembiasaan dengan kolaborasi pendekatan yang bervariasi
  • Jam pembelajaran untuk setiap materi dialokasikan sebaimana tertera pada matriks dan muatan kurikulum
  • Alokasi waktu untuk satu jam pembelajaran adalah 30 menit
  • Pertemuan tatap muka perhari adalah 4 jam pembelajaran (120 menit)
  • Hari efektif satu minggu adalah 4-5 hari pembelajaran
  • Minggu efektif dalam satu tahun pembelajaran adalah 38-40 minggu (200 hari, 800 jam pelajaran)

    guru TPQ (ilustrasi)
    guru TPQ (ilustrasi)

Ruang lingkup Bahan pembelajaran. Pembelajaran Al Qur’an

  1. Pembelajaran Alquran adalah bimbingan pembelajaran alquran tingkat dasar yang dimulai dari penguasaan bacaan buku panduan dan pembelajaran alquran mulai juz 1
  2. Bahan bimbingan dasar pembelajaran Alquran tersebut diselesaikan oleh santri TK Alquran selambat lambatnya dalam waktu 1 tahun pada Level A atau Level B
  3. Metodologi pengajaran didasarkan pada petunjuk yang sudah dipolakan sedemikian rupa. Prinsip-prinsip pengajarannya ialah bacaaan secara langsung (tanpa dieja/diurai), tatap muka langsung, (musyafahah) CBSA, asistensi, modul, dan fun is learning dimana pembelajaran tersebut didesain dengan pendekatan yang variatif.
  4. Dalam pembelajaran. Hendaknya ustadz atau ustadzah memperhatikan perkembangan psikologis dan karakteristik anak, dengan mengacu prinsip “BELAJAR MELALUI PERMAINAN” dan “BERMAIN SERAYA BELAJAR”. Dengan begitu tercipta suasana belajar yang nyaman
  5. Dalam pemberian dasar bacaan yang tepat dan baik, pengajar TKQ hendaknya senantiasa menumbuhkan kecintaan santri pada Alquran, bukan hanya sekedar bagaimana anak mampu membaca.

Ruang Lingkup Bahan Pembelajaran. Hafalan Bacaan sholat

  1. Bacaan sholat untuk anak TK Alquran diprioritaskan kepada bacaan sholat fardlu termasuk bacaan atau doa setelah sholat
  2. Dengan beragam bacaan dalam sholat disarankan guru TPQ bijaksana dan mengambil langkah sebagai berikut :
  • Dapat menentukan pilihan salah satu versi bacaan dengan kebiasaan masyarakat lingkungan tapi tetap berpegang pada dalil yang bisa dipertanggungjawabkan
  • Pada tahap tertentu hendaknya santri dikenalkan dengan bacaan versi lain sebagai pengetahuan dan selanjutnya dapat ditargetkan sebagai materi hafalan
  • Hendaknya mampu bersikap arif dan bijaksana dengan tidak terjebak pada potensi perpecahan umat.
  1. Proses pembelajaran hafalan bacaan sholat dilakukan melalui pendekatan yang bervariasi baik secara klasikal, individual maupun kelompok. Dengan mengindahkan bacaan sesuai kaidah tajwid
  2. Pembelajaran hafalan bacaan sholat didukung dengan monitoring kartu hafalan individual santri dengan pelaksanaan fleksibel tetapi tetap terprogram untuk setiap santri.

Ruang Lingkup Bahan Pembelajaran. Hafalan Surat Pendek

  1. Surat pendek yang dimaksud adalah sejumlah surah yang terdapat dalam juz 30 atau juz amma
  2. Target surat pendek untuk santri TKQ sebanyak 13 surat ditempuh dalam 24 bulan pada level A dan B
  3. Metode yang dipakai fun is learning
  4. Untuk dimonitor perkembangan hafalan santri dengan kartu

Ruang lingkup Bahan Pembelajaran. Latihan Praktik Sholat dan Amalan Ibadah Sholat

  1. soultan cirebonYang dimaksud latihan sholat adalah latihan pembiasaan mengerjakan kaifiyat sholat (sholat fardhu) secara benar, baik gerakan maupun bacaan termasuk didalamnya tata cara wudhu dan azan yang dilakukan melalui bimbingan dan pengawasan ustadz atau ustadzah
  2. Yang dimaksud amalan ibadah sholat adalah praktek sholat secara utuh yang dilakukan pada waktu sholat. Dan sebaiknya diprogramkan setiap hari secara berjamaah pada jam TKQ. Untuk sholat dirumah bisa disediakan buku monitoring sholat fardhu. Buku ini juga bisa digunakan sebagai motivasi bahan santri munaqosyah, khususnya praktek sholat (beserta wudhu)
  3. Dalam pelaksanaannya, ustadz ustadzah dituntut keteladanan secara mudawamah atau konsisten. Ketika dirumah dituntut keteladanan atau uswah dari kedua orang tua atau wali serta lingkungan rumah.
  4. Proses pembelajaran praktek solat dilakukan secara bertahap baik gerakan maupun bacaan sholat sehingga dapat dikuasai secara untuh dalam empat semester.
  5. Dalam upaya motivasi akan pentingnya salat dengan kemasan bervariatif seperti cerita, nyanyian, lomba peragaa sholat, ta’aruf dari masjid ke masjid. Dan kegiatan ekstrakuler lainnya.

Ruang lingkup Bahan Pembelajaran. Doa dan adab harian.

  1. Doa dan adab harian yang dimaksud adalah sejumlah doa harian yang harus dikuasai oleh santri selama empat semester.
  2. Target doa dan adab harian yang ditentukan sebanyak 20 macam, yang dasar pemilihannya berpijak pada pilihan doa yang relatif mudah dihafal serta berhubungan dengan kehidupan sehari hari.
  3. Proses pembelajaran pada adab dan doa harian dengan pendekatan yang bervariasi baik secara klasikal, individual maupun kelompok yang diberikan secara bervariasi, seperti tanya jawab, permainan, penugasan dan yang lain dalam rangka belajar yang menyenangkan. Dalam prosesnya bisa dengan pembiasaan kegiatan sehari hari.
  4. Pembelajaran adab dan doa harian didukung dengan monitoring kartu hafalan individual santri dengan pelaksanaan fleksibel tetapi tetap terprogram untuk setiap santri.
  5. Ruang lingkup Bahan Pembelajaran. Doa dan adab harian.

Ruang Lingkup Bahan Pembelajaran. Tahsinul Kitabah

  1. ammar-mengajiTahsinul kitabah disini adalah bahan pengajaran tata cara menulis angka dan huruf alquran guna memberikan pengantar atau persiapan motorik halus yang dipadukan dengan ketrampilan serta bakat santri berkreasi melalui tulisan.
  2. Materi dan Teknis pembelajaran tahsinul kitabah disesuaikan dengan taraf kemampuan dan perkembangan santri
  3. Proses pembelajaran melalui pendekatan klasikal, kelompok, dan individual secara bervariasi. Misalnya mewarnai, lomba menulis cepat, menulis dengan berbagai variasi alat. Tentunya dengan pelaksanaan yang menyenangkan dan tujuan yang jelas.

Ruang lingkup bahan pembelajaran. Pengenalan dasar-dasar dinul Islam

  1. Mengenalkan konsep dasar keislaman yang terdiri dari aqidah, syariah dan akhlaq secara sederhana sesuai dengan tahap perkembangan anak melalui pembiasaan
  2. Proses ini dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi terhadap keseluruhan materi pokok melalui pendekatan yang bervariasi.

Muatan Lokal

Adalah materi tambahan atau penunjang yang sifatnya memberikan penguatan pada materi pokok yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang memungkinkan untuk dapat diselenggarakan di lingkungan Taman kanak – kanak alquran yang bersangkutan. Sebagai alternatif muatan lokal yang sesuai dan menarik minat santri antara lain :

  • Nasyid
  • Senam santri
  • Al Arabiyyah lil aulad
  • English for kids. dan yang lain

Matriks Program Pengajaran TK Alquran

berikut bagan matriks program pengajaran Taman Kanak Kanak Alquran untuk level A

matriks pengajaran TK Al Qur'an level A (1)
matriks pengajaran TK Al Qur’an level A (1)

Lanjutan gambar matriks

matriks pengajaran TK Al Qur'an level A (2)
matriks pengajaran TK Al Qur’an level A (2)

Untuk matriks Program pengajaran alquran bisa anda unduh di download matriks program pengajaran TKQ level A

baca :

Sumber :

Pedoman Kurikulum Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA/TKQ) dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA/TPQ) yang dicetak oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI tahun 2013