Arsip Tag: jenjang tpq

Jenjang Tingkat Level pada TPQ atau TPA

pedoman kurikulum TPQ
buku kurikulum TPQ

Bagi para pengasuh Taman Pendidikan Al Qur’an yang menginginkan serta memadai dari segi sarana dan prasarana untuk membuat klasifikasi tingkatan Taman Pendidikan Al Qur’an.

Dalam buku pedoman kurikulum TKQ dan TPQ terbitan kementerian Agama dari Jakarta bisa untuk dijadikan panduan. Secara jenjang pendidikan Al Qur’an, diatur dalam level tertentu.

kami juga melampirkan mengenai ketentuan jenjang TPQ mengacu kepada SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an.

Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) merupakan induk dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan lembaga lain semisal TKQ, TQA, Rumah Tahfidz maupun PAUDQu.

Pengaturan tingkat Pendidikan Al Qur’an ini berdasarkan umur anak didik pada lembaga. Level pendidikan Al Qur’an dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu :

  1. Tingkat Taman Kanak kanak Al Qur’an (TKQ)
  2. Tingkat Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ)
  3. Tingkat Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA)

Jenjang Taman Kanak Kanak Al Qur’an dalam Buku Pedoman Kurikulum TKQ TPQ (TH 2013)

Keberadaan buku ini sudah lama, apakah masih bisa menjadi pedoman atau sudah diganti dengan yang lain belum ada penjelasan resmi.

mau bertanya kepada siapa juga agak bingung karena ini berupa buku Pedoman kurikulum, bukan SK Dirjen.

jika sampean berminat untuk menjadikan sebagai pedoman, maka penjelasan jenjang pendidikan TPQ pada buku ini sebagai berikut;

Peruntukan jenjang ini adalah bagi anak anak yang berumur 4-7 tahun. Pada jenjang ini terdiri dari LEVEL A dan LEVEL B. Selanjutnya setiap level ditempuh dengan dua semester (satu tahun).

Pada setiap jenjang santri dapat mengikuti munaqosyah akhir serta wisuda. Selanjutnya meneruskan pada jenjang yang lebih tinggi setelah menempuh program pembelajaran yang telah ditentukan.

Materi dan Program Ketuntasan Belajar Santri di TK Al Qur’an paket A dan paket B adalah 2 tahun atau 4 semester.

Jenjang Taman Pendidikan Al Qur’an

soultan cirebon

pada tingkat ini diperuntukkan kepada santri umur 7-12 tahun. Tingkatan Jenjang Taman Pendidikan Alquran terdiri dari tiga level yaitu

  • LEVEL A
  • LEVEL B
  • LEVEL C

pada setiap level ditempuh dalam dua semsester (satu tahun).

Pada setiap jenjang santri dapat mengikuti munaqosyah akhir dan diwisuda. Kemudian melanjutkan ke jenjang selanjutnya setelah menempuh program pembelajaran yang sudah ditentukan.

Materi pada Program Ketuntasan Belajar Santri pada jenjang ini adalah 6 semester/3 tahun untuk menyelesaikan level A, B, maupun C.

Jenjang Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Setelah menyelesaikan pendidikan Alquran pada tingkat TPQ, untuk melanjutkan serta mencegah berhentinya anak dalam belajar serta rasa gengsi dan malu untuk belajar bersama dengan anak anak SD ataupun TK maka di bentuk jenjang Ta’limul Qur’an Lil Aulad.

pada jenjang ini dibagi menjadi dua level yaitu level A dan B.

Sedangkan desain peruntukan umur untuk lembaga lanjutan dari TPQ ini adalah bagi mereka yang sudah lulus SD atau umur antara 12-14 Tahun. sama seperti diatas yang menyebutkan bahwa setiap level ditempuh dengan 2 semster atau 1 tahun.

baca :

skema-jenjang-pendidikan-tpq

Jenjang Pendidikan TPQ dalam SK Dirjen Pendis no 91 th 2020

pada tanggal 7 Januari tahun 2020 muncul perdirjen tentang petunjuk pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an.

Lembaga TPQ masuk dalam aturan dan ketentuan pada SK Dirjen ini, karena Taman Pendidikan Al-Qur’an masuk dalam rumpun LPQ.

mengenai jenjang pendidikan, ada perubahan jika anda melakukan komparasi dengan buku pedoman yang muncul pada tahun 2013 (lihat atas).

pada Juklak baru ini menyebutkan bahwa;

Masa Pendidikan pada TPQ diselenggarakan selama 2 (dua) sampai 4 (empat) tahun

SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020

jika kita mencermati kalimat ini, maka dalam SK ini tidak mengatur nama maupun jenjang pendidikan untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an.

lebih jelasnya hanya menyebut masa pendidikan yaitu lembaga bisa memilih antara 2, 3 dan 4 tahun.

bagaimana dengan nama jenjangnya? tidak ada yang mengatur mengenai penamaan jenjang maupun level sebagaimana dalam buku pedoman sebelumnya.

Hambatan penyelenggaraan TPQ

setelah mengetahui tentang jenjang dan tingkatan serta level pendidikan Alquran yang di desain oleh Kementerian Agama, persoalan klasik yang di hadapi oleh kebanyakan penyelenggara pendidikan Islam dalam hal ini TKQ, TPQ, maupun TQA adalah :

Kurang dana dalam operasional

pada TPQ yang berada di pedesaan maupun TPQ yang berada di perkotaan yang kondisinya belum maju, kendala pendanaan sangat terasa.

Walaupun kadangkala TPQ tersebut berada di kompleks masjid dan takmir masjid masih memiliki dana yang lumayan, akan tetapi entah kenapa sering terjadi pendanaan untuk lembaga TPQ masih tetap terabaikan.

Selanjutnya dana stimulan terhadap lembaga TPQ dari pemerintah juga sangat terbatas, misalnya Bantuan Operasional TPQ di tiap tiap Kabupaten hanya berkisar 15-30 lembaga. padahal lembaga TPQ se-Kabupaten mencapai ribuan.

Kurangnya Jumlah pengajar

bantuan insentif ustadz TPQ
ustadzah TPQ (ilustrasi) 2.

Imbas dari kesejahteraan ustadz yang kurang diperhatikan menjadikan pendidik pada TPQ umumnya hanya mengandalkan keikhlasan dari pengajar.

Maka jangan terlalu menuntut banyak jikalau pengajar melakukan KBM seikhlasnya. 😀

Jadi sangat sulit mengaplikasikan penjenjangan seperti desain Kementerian Agama diatas yang di bagi menjadi tiga jenjang dan masing masing jenjang terdapat dua atau tiga level. Dengan asumsi tiap level diampu oleh seorang guru (sudah di buat seminimal mungkin nih).

Maka bagi TPQ yang melakukan penjenjangan dengan tertib maka memerlukan minimal 7 orang pengajar.

Kebijakan Menteri Pendidikan memberlakukan 5 hari sekolah

Dengan kebijakan dari Menteri pendidikan yang kabarnya berasal dari Muhammadiyah atau minimal dekat dengan ormas Islam ini berakibat dengan anak didik menjadi pulang lebih lama.

Akibatnya Lembaga pendidikan Islam kehabisan waktu untuk mendapatkan ruang melaksanakan kegiatan pembentengan tunas bangsa sejak dini.

Bisa jadi banyak TPQ akan kukut (gulung tikar) karena kebijakan ini. Hanya sedikit dari TPQ yang bertahan karena alokasi waktu ba’da magrib. Akan tetapi hanya berapa gelintir?

Les Sekolah/Privat

Dengan kesadaran orang tua terhadap prestasi anak pada saat ini les mata pelajaran bisa dikatakan laris, kadang sampai berharga ratusan ribu biaya sebulan dikeluarkan.

Itupun banyak yang membeli nya. dampak negatif terhadap Lembaga Pendidikan Islam yang bersifat balance Duniawi Ukhrawi menjadi ditinggalkan karena lebih memberatkan kepada les mata pelajaran.

Walaupun bagi mereka yang masih agak islami menyempatkan mengundang guru ngaji bagi anaknya ke rumah. akan tetapi suasana TPQ tidak akan didapat dalam privat mengaji.

Penutup

Begitulah sekelumit tentang desain jenjang pendidikan Al Qur’an yang dirancang oleh Kementerian Agama.

Secara rancangan dan desain menurut saya sudah runut dan baik. Akan tetapi melihat kondisi di lapangan, sampai saat ini saya belum pernah menemukan TPQ yang memberlakukan jenjang seperti ini.

Yang kebanyakan ada adalah klasikal berdasarkan kebijakan guru atau berdasarkan tingkat iqro atau berdasarkan tingkatan anak tersebut sekolah (misalnya kelas 1 sd, atau kelas 3 sd).

Fleksibilitas Masa Pendidikan TPQ, lebih mudah mendesain jenjang

Informasi tentang fleksibilitas masa pendidikan TPQ Taman Pendidikan Al-Qur’an yang fleksibel, biasa masyarakat awam menyebut dengan TPA mengacu kepada SK Dirjen Pendis no 91 tahun 2020 tentang Juklak Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, idealnya, lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an memiliki jenjang kelas pendidikan sebagai sistem pendidikan yang berjenjang serta jelas kenaikan tingkat pendidikan peserta didik.

fleksibilitas masa pendidikan TPQ

Pada zaman dahulu kala sebelum kemunculan SK Dirjen ini, ada buku panduan yang membagi tingkat pendidikan TPQ alias TPA dalam 3 jenjang.

Penamaan jenjang menggunakan huruf kapital yaitu jenjang A, B, dan C.

Pada masing-masing-masing jenjang atau tingkatan level ini dalam format 2 semester yaitu genap dan ganjil.

Fix jika mengacu pada pedoman kurikulum TKQ dan TPQ Dirjen PD Pontren Kemenag RI Jakarta yang terbit pada tahun 2013 maka masa pendidikan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an adalah menempuh 3 tahun.

Perubahan aturan masa pendidikan TPQ

Pada tanggal 7 Januari 2020 di Ibukota Jakarta, Direktur Jenderal Pendidikan Islam menandatangani Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an.

Keberadaan juklak ini berimbas kepada TPQ secara langsung baik pada dataran untuk mendapatkan SK izin operasional lembaga dalam bentuk nomor statistik dan surat tanda daftar.

Juga sangat mempengaruhi kelengkapan administrasi lembaga TPQ karena mencantumkan persyaratan super berat (menurut saya).

berkenaan dengan keberadaan TPQ sebagai lembaga nonformal yang melakukan kegiatan nonformal.

Kenapa menurut kami super berat? Guru TPQ membuat RPP (memang mau mendapat sertifikasi)
Membuat berbagai macam SK maupun kelengkapan kegiatan belajar mengajar yang notebene menurut saya begitu menyerupai pendidikan formal.

Sayangnya dalam hal perhatian gaji guru, tuntutan administrasi ini tidak sepadan dengan pemberian perhatian kepada para pengajar pada LPQ.

Kembali lagi mengenai aturan masa pendidikan LPQ, anda dapat melihat ketentuan ini pada SK Dirjen ini pada Bab II Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an, Huruf C nomor 2.

Didalamnya menyebutkan bahwa;

“Masa Pendidikan pada TPQ diselenggarakan selama 2 (dua) sampai 4 (empat) tahun.

masa pendidikan TPQ/TPA

Dengan membaca dan memahaminya, bagi penyelenggara TPQ dapat membuat jenjang pendidikan anak didiknya mulai dari 2 sampai 4 tahun.

Artinya anda bisa mendesain lembaga anda lulus dalam 2, 3 atau 4 tahun. Mengenai standar kelulusan, akan ada ketentuan lain dari Kemenag (entah tahun berapa nanti ada).

Akan tetapi jika anda hendak maju dan punya keinginan kuat untuk memajukan TPQ, anda bisa merujuk standar kelulusan santri TPQ dalam ketentuan sebelumnya.

Kesimpulan

Dari uraian singkat diatas, maka beberapa kesimpulan mengenai fleksibilitas masa pendidikan TPQ yang fleksibel adalah;

  • Dalam ketentuan sebelumnya (pra SK Dirjen Pendis no 91 th 2020) masa pendidikan TPQ adalah 3 tahun.
  • Jenjang pendidikan TPQ dalam petunjuk yang lama memakai tingkatannya dengan menggunakan level kemudian diikuti huruf kapitak, yaitu;
    • Level A
    • Level B; dan
    • Level C
  • Dalam SK Dirjen paling baru, masa pendidikan TPQ antara 2 sampai dengan 4 tahun.
  • anda bisa mendesain jenjang TPQ selama 2, 3 atau sampai dengan 4 tahun.
  • Tidak ada keterangan penamaan jenjang pendidikan pada masing-masing tingkat dalam Perdirjen yang baru.

Demikian informasi siang ini, semoga anda dalam kondisi sehat wal Afiat, bukan dalam keadaan dibohongi oleh orang terdekat maupun orang yang agak dekat.

apalagi oleh orang yang tidak anda kenal.

Wilujeng siang, selamat beraktivitas, wassalamu’alaikum wr. wb.

Pendidikan TPQ dan Madrasah Diniyah Tidak Nyambung secara Jenjang

Opini tentang kesinambungan jenjang pendidikan Pendidikan Diniyah dari Lembaga Pendidikan Al Qur’an (LPQ) yang terdiri dari TKQ, TPQ dan TQA serta Madrasah Diniyah Takmiliyah ditinjau dari menyambungnya jenjang pendidikan pada tingkatan yang lebih tinggi.

pontren.com – mengamati tentang pedoman dalam pelaksanaan lembaga LPQ (yang biasanya paling terkenal yaitu TPQ, sedangkan TKQ dan TQA jarang yang menyentuhnya) serta kaitan dengan kesinambungan pendidikan pada Madrasah Diniyah Takmiliyah yang berfungsi sebagai komplemen pada pendidikan agama di sekolah formal.

Baca;
Jenjang pendidikan pada Madrasah Diniyah Takmiliyah #
Jenjang pendidikan TPQ secara detil #
Jenjang pendidikan madin membuat saya bingung #

Saya berusaha untuk mengotak atik tentang jenjang pendidikan pada TKQ TPQ dan TQA dengan Jenjang pendidikan yang ada pada Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Bagian yang di utak atik yaitu bagaimana menyatukan atau mencoba memahami pendidikan yang berkesinambungan berdasarkan jenjang pendidikan yang ada pada lembaga TPQ maupun Madin di kombinasikan dengan tingkatan anak didik pada sekolah formal semisal SD MI MTs maupun SLTP sampai dengan SMA bahkan Perguruan Tinggi.

Pun nantinya ada yang membantah atau berargumen yang berbeda atau menyalahkan, saya pribadi juga welcome menerima dengan lapang lapang dada terbuka selebar luas yang bisa dijangkau.

Untuk memahami apa yang saya otak atik, pertama akan kami sampaikan tentang data dan fakta mengenai jenjang pendidikan pada kedua lembaga ini.

Jenjang pendidikan Lembaga Pendidikan Al Qur’an (TKQ TPQ dan TQA)

back to TPQ
back to TPQ

Lembaga Pendidikan Al Qur’an memiliki 3 jenjang pendidikan yaitu;

TKQ ditempuh 2 tahun
TPQ ditempuh 3 tahun
TQA ditempuh 2 tahun

Masing masing lembaga memiliki jenjang yang disebut dengan level, yaitu

TKQ terdiri dari 2 level yaitu level a dan b
TPQ terdiri dari 3 level yaitu level a, b, dan c
TQA terdiri dari 2 level yaitu a dan b

Dengan asumsi bahwa TKQ 2 level maka untuk anak yang sekolah pada paud TK mestinya berada pada jenjang pendidikan di tingkatan ini. Setelah lulus dan memasuki madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar maka sang anak naik pada jenjang TPQ, kelas 1 berada di level a, kelas 2 di level b dan kelas 3 mi atau SD berada pada jenjang pendidikan TPQ level C.

Itu yang dapat dipahami secara analisa pribadi. Selanjutnya jika memilih TQA sebagai lanjutan pendidikan pasca kelulusan Taman Pendidikan Alquran level C maka sang anak berada pada jenjang pendidikan kelas 4 dan disaat kelas 5 dia ada pada TQA level b.

Terus kelas enam sekolah dasar atau mi, sang santri melanjutkan pendidikan kemana? Ke madrasah diniyah takmiliyah?? Mau masuk jenjang apa kalau dia lulus TQA disaat kelas 5 naik kelas enam? Diketahui bahwa madrasah diniyah awaliyah terdiri dari 4 jenjang pendidikan.

Jenjang pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah

santri Madrasah Diniyah Takmiliyah sedang belajar (ilustrasi)
santri Madrasah Diniyah Takmiliyah sedang belajar (ilustrasi)

Untuk madin terdiri dari beberapa tingkatan yaitu;

Madrasah Diniyah Takmiliyah awaliyah
Madrasah diniyah takmiliyah wustha
Madrasah diniyah takmiliyah ulya
Madrasah diniyah takmiliyah aljamiah

Dan pada masing masing jenjang madin ini memiliki kelas atau tingkatan sebagai berikut;

Madin Awaliyah dibagi menjadi 4 tingkatan
Madin wustha terdiri dari 2 tingkatan
Madin ulya terdiri dari 2 tingkatan
Madin aljamiah entah berapa tingkat yang diperlukan, bisa jadi di desain 6 tingkat mengakomodasi 6 semester pendidikan di kampus.

Itulah data dan fakta mengenai lembaga pendidikan madrasah diniyah takmiliyah.

analisa usia santri dan jenjang pendidikannya pada sekolah formal SD dan MI

Sekarang mari kita coba menganalisa umur atau usia anak santri dan tingkat pendidikan formal pada lembaga di gabungkan dengan kedua lembaga ini.

Anak tk a belajar di tkq level a
Anak tk b belajar di tkq level b
Anak kelas 1 sd/mi belajar di TPQ level a
Anak kelas 2 sd/ mi belajar di TPQ level b
Anak kelas 3 sd/mi belajar di TPQ level c

Sampai disini tidak ada masalah atau problem kecuali permasalahan dana dan sumber daya manusia yang mengajar.

Setelah lulus dari TPQ, apakah anak akan melanjutkan ke TQA atau ke Madrasah Diniyah Takmiliyah?

Dengan asumsi melanjutkan ke TQA maka sang anak melanjutkan pembelajaran selama 2 tahun, berikut infonya

Kelas 4 SD/MI belajar di TQA level a
Kelas 5 SD/MI belajar di TQA level B -> anak lulus

Disini masalah kesinambungan pembelajaran muncul, disaat usia kelas enam, secara teknis juknis terdapat blind spot untuk jenjang lanjutan lulusan TQA.

Mau lanjut ke madrasah diniyah takmiliyah? kita lihat gambaran tentang desain madin sebagai komplemen pendidikan.

lulusan wisuda TPQ
ilustrasi wisuda santri putri

Berdasarkan asumsi saya, anak kelas 1 dan kelas 2 sd sepertinya tidak atau belum bisa memasuki pembelajaran pada Madrasah Diniyah Takmiliyah awaliyah yang terdiri dari 4 jenjang pendidikan.

Karena sang anak masih belajar dalam kegiatan belajar membaca alquran. Jadi asumsi saya santri yang belajar pada kelas 1 madrasah diniyah takmiliyah adalah murid pada sekolah formal kelas 3 pada SD atau MI, dengan analisa bahwa mereka kelas 6 lulus pendidikan Madin bersamaan dengan kelulusan dari lembaga MDTA.

Problem yang didapat adalah, berdasarkan jenjang pendidikan LPQ, anak lulusan TPQ yang menempuh lengkap level Taman Pendidikan alquran berada pada kelas 3 naik kelas 4, sehingga tidak match antara permulaan pendidikan madrasah diniyah awaliyah dimulai awal masuk kelas 3 SD atau MI.

Sedangkan lulusan TPQ adalah anak yang memasuki pendidikan kelas 4 SD atau MI, disini terdapati lagi 1 ketidaknyambungan dalam jenjang pendidikan.

Blind Spot dan penumpukan jenjang pada pendidikan Islam Nonformal

blind-spot-dan-jenjang-yang-bertumpuk

Dari opini saya pribadi bahwa terdapat blind spot (lulusan TQA berada pada kelas 5naik kelas 6) dan dan double level pendidikan yang bertabrakan (TPQ level C dengan Jenjang pendidikan Madin kelas 1 dimana sama sama berada pada kelas 3 pendidikan formal baik pada SD atau MI.

Belum lagi kalau anda menganalisa jenjang madin pada level wustha dan ulya, terdapat blind spot pada kelas 3 karena madin wustha dan ulya hanya mempunyai 2 level pendidikan.

Sampai saat ini saya belum menemukan kenapa setting dari jenjang pendidikan pada TPQ maupun madin seperti itu, dan harapan kami dapat memberikan pencerahan kepada kami bagaimana sebenarnya filosofi dan arah tujuan dalam setting jenjang tingkat pendidikan pada lembaga pendidikan Islam non formal khususnya LPQ yang terdiri dari TKQ TPQ TQA dan Madin baik jenjang awaliyah wustha ulya dan aljamiah.