Arsip Tag: hewan qurban

Pisau Penyembelihan Hewan

Pontren.com – mengenal anatomi pisau penyembelihan hewan serta survey harga-harga yang beredar di pasaran dunia maya atau toko online disertai dengan gambar pisau penyembelihan.

Syarat Pisau Penyembelihan Hewan

Dalam proses penyembelihan, diperlukan beberapa persyaratan untuk memotong hewan, adapun syarat pisau atau golok yang dipergunakan untuk menyembelih hewan adalah;

Pertama, pisau atau golok harus bersih dan terbuat dari bahan stainless steel atau anti karat. Jika pisau berkarat dapat mengakibatkan cemaran logam berat di daging hewan yang dipotong, hal ini dapat memberi dampak resiko orang yang mengkonsumsi daging tersebut terpapar logam.

Akibatnya adalah masalah kesehatan seperti gangguan ginjal hingga penyakit kangker.

Kedua, Ukuran Golok atau pisau. Secara rumusan umum, panjang alat pemotong minimal satu setengah (1,5) kali lebar hewan kurban. Ukuran umumnya adalah untuk kambing panjang pisau minimal 20 cm dan sapi atau kerbau minimal pisau atau golok 30 cm.

Dengan ukuran diatas memudahkan pisau memotong 3 saluran yang harus putus sebagai syarat halal proses penyembelihan yaitu trachea (tenggorokan/saluran nafas), esofagus/kerongkongan, dan pembuluh darah (vena jugularis, arteri carotis communis kanan dan kiri).

Ketiga, memiliki bentuk ujung melengkung keluar. Fungsinya memudahkan jagal dalam proses penyembelihan sehingga ujung pisau tidak terkena tanah atau lantai.

Kondisi pisau harus sangat tajam. Manfaat dari pisau yang sangat tajam adalah;

  • Memudahkan proses penyembelihan;
  • Tidak memerlukan banyak tenaga
  • Hasil sayatan halus sehingga meminimalisir jaringan yang rusak, mengurangi rasa sakit pada hewan dan hanya sedikit mengaktiviasi faktor pembekuan darah.
  • Memudahkan memotong 3 saluran secara sempurna.

Hal ini dapat anda lihat pada Peraturan menteri pertanian No 114/Permentan/PD.410/9/2014. tentang Pemotongan Hewan Qurban. Jakarta: Menteri Pertanian RI.

Anatomi Pisau Penyembelihan

Berikut adalah anatomi dari pisau sembelihan

Tang = tang
Handle = pegangan
Bolster =
Blade = pisau
Back = bagian belakang
Point = titik ujung
Rivets = keling
Heel = tumit/ujung bawah
Edge = tepi
Shoulder = Bahu Pisau
Tip = ujung pisau

Untuk lebih mudah pemahaman, silakan dilihat gambar dibawah ini

anatomi-bagian-pisau-sembelihan-hewan-kurban
anatomi pisau sembelihan

Macam macam harga pisau pemotong qurban

Berikut adalah beberapa harga yang dapat kami pantau dari berbagai toko online, tentunya pisau yang dianggap berkualitas dan direkomendasikan guna pemotongan hewan qurban.

Victorinox 25 cm = 549.000,-
Butcher knife victorinox 31 cm = 2.232.000,-
TRAMONTINA PISAU SEMBELIH 12″, 274.000,-

Harga diatas cuma prakiraan saja, pastikan dahululu harga dan kualitas serta keterpercayaan penjual jika hendak membeli pisau penyembelih yang berharga mahal.

Penyakit yang Harus diwaspadai saat Idul Qurban dan Cara Pengecekan

pontren.com – mengutip dari buku saku/infografis yang diterbitkan oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Badan Penyuluhan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang membahas tentang seputar Hewan Kurban.

Hal yang dibahas pada infografis ini yaitu;

Prinsip Kesejahteraan Hewan
7 Langkah Higiene Tangan
Penyakit yang harus diwaspadai selama pelakanaan Kurban
Anatomi Pisau Penyembelihan
Rumus Menghitung Karkas Kambing atau sapi
Teknik Perobohan Hewan Kurban
Panduan Praktis Penyembelihan Hewan Qurban.
Itulah yang terdapat dalam buku infografis.

Untuk saat ini akan disampaikan tentang penyakit yang perlu diwaspadai oleh panitia qurban guna kebaikan bersama.

Berikut penyakit hewan sapi atau kambing yang perlu diwaspadai.

7 penyakit yang perlu diwaspadai selama pelaksanaan kurban.

Pertama, penyakit Anthrax

Merupakan penyakit zoonosis, ciri utamanya adalah keluar darah dari seluruh lubang tubuh. Spora bakteri memiliki ketahanan tinggi dan sulit diberantas.

Kedua, penyakit Scabies

Nama lain dari kudisan. Gejala Klinis terdapat keropang kemerahan pada lipatan kulit.

Ketiga, Cacing Hati

Parasit masuk kedalam tubuh manusia melalui daging yang tidak dimasak dengan benar.

Keempat, Bovine Ephemeral Fever

Ditandai dengan demam mendadak dan kaku pada persendian

Kelima, Brucellosis

Penyakit keluron menular yang menyerang sistem reproduksi.

Keenam, Keropeng Mulut (ORF)

Terbentuk popular, vesikula, keropeng pada kulit. Bersifat zoonosisi (menular dari hewan ke manusia).

Cara Mudah mengecek Hewan Kurban yang terjangkit Penyakit

panitia hari besar Islam
jangan lupa untuk mengecek yaa

Mengutip dari portal berita kumparan, berikut adalah cara mudah dalam melakukan pemeriksaan penyakit yang diduga menjangkiti hewab kurban.

Cek penyakit anthrax = Dengan cara menyayat atau mengiris limpa dari hewan kurban dimaksud. Jika keluar cairan seperti darah berwarna pekat seperti kecap, hewan ini terindikasi terkena antrax.

Tindakan yang harus dilakukan adalah memusnahkan semua bagian dari hewan kurban dimaksud.

Cek Penyakit TBC hewan kurban = periksa bagian paru-paru. Langkahnya adalah mengambil sepotong organ paru paru dan selanjutnya masukkan ke dalam ember berisi air.

Apabila paru paru yang dimasukkan kedalam air berisi ember dimaksud mengapung, merupakan pertanda hewan sehat dan daging layak konsumsi.

Jika sebaliknya atau paru paru tenggelam di ember artinya terserang penyakit TBC.

Penangananya adalah paru paru tidak dapat dikonsumsi akan tetapi organ bagian yang lain dapat dimakan.

Penyakit Hati = Bagi hewan berpenyakit hati yang telah disembelih, cara pengecekannya dengan meraba organ hati hewan tersebut. Jika pada saat diraba terasa kasar seperti terdapat pasir dan dibuka ada cacing yang berukuran halus maka hati tersebut harus dibuang.

Sedangkan organ lain dari hewan yang kena penyakit hati ini tetap dapat dikonsumsi.

Demikian informasi mengenai macam – macam penyakit yang perlu diwaspadai menjangkiti hewan qurban dan juga cara yang mudah dalam melakukan cek atau pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh Panitia Qurban Hari Raya Idul Adha.

Semoga kita semua dijauhkan dari penyakit dan marabahaya. Amiin

5 Prinsip Kesejahteraan Hewan (Panduan untuk Panitia Qurban)

pontren.com Assalamu’alaikum. Kesejahteraan hewan adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia

Kesejaheraan Hewan sebagai Implementasi Fiqh Qurban

Bersumber dari Pedoman Ber – Qurban yang aman dan benar – The National Qurban Centre, dalam buku Saku/Infografis yang diterbitkan oleh BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN HEWAN CINAGARA BOGOR BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA, disebutkan bahwa ;

Prinsip Kesehatan hewan merupakan implementasi dari fiqh qurban terkait dengan penyediaan daging sembelihan yang aman, sehat, utuh, dan Halal.

Perkembangan teknologi membuktikan bahwa hewan sembelihan yang diperlakukan dengan sejahtera akan menghasilkan daging yang baik (berwarna cerah dan tidak keras) sehingga akan meningkatkan mutu daging yang pada akhirnya meningkatkan nilai tambah dari daging sembelihan diatas.

Dalam file PPT Drh. Dwi Cipto Budinuryanto, M.S. Laboratorium Produksi Ternak Potong Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dalam materi berjudul HEWAN QURBAN, ANIMAL WELFARE DAN DAGING ASUH menerangkan sebagaimana berikut;

Kesehatan hewan juga dikenal dengan sebutan animal welfire merupakan suatu tindakan kesadaran terhadap perasaan hewan dan bagaimana memperlakukannya tanpa perlu menyakiti dan membuatnya menderita.

Elemen Animal Welfire Kesejahteraan Hewan

3-elemen-animal-welfire
three element of animal welfire

Ada 3 elemen dalam animal welfire yaitu;

(1) Kesehatan dan Kondisi Fisik
(2) Status Afeksi
(3) Hidup Natural

Dengan memperhatikan hal diatas maka selayaknya bagi para pengelola atau panitia idul qurban untuk memperhatikan Prinsip Kesehatan Hewan.

Prinsip Kesejahteraan Hewan

Ada 5 prinsip kesejahteraan Hewan yaitu;

  1. Bebas dari rasa haus & lapar.
  2. Bebas dari rasa sakit, cideram dan penyakit.
  3. Bebas dari tidak Nyaman.
  4. Bebas mengekspresikan perilaku normal.
  5. Bebas dari stress, rasa takut dan tertekan.

Pasal 66 UU Nomor 41 Tahun 2014

Berikut cuplikan dari pasal 66 UU nomor 41 tahun 2014 ayat 1 dan 2 mengenai Kehewanan guna mempertimbangkan perlakuan hewan pada hari raya Idul Adha Bulan Haji.

(1) Untuk kepentingan kesejahteraan hewan dilakukan tindakan yang berkaitan dengan penangkapan dan penanganan; penempatan dan pengandangan; pemeliharaan dan perawatan; pengangkutan; pemotongan dan pembunuhan; serta perlakuan dan pengayoman yang wajar terhadap hewan.

(2) Ketentuan mengenai kesejahteraan hewan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara manusiawi yang meliputi:

a. penangkapan dan penanganan satwa dari habitatnya harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan di bidang konservasi;

b. penempatan dan pengandangan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga memungkinkan hewan dapat mengekspresikan perilaku alaminya;

c. pemeliharaan, pengamanan, perawatan, dan pengayoman hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari rasa lapar dan haus, rasa sakit, penganiayaan dan penyalahgunaan, serta rasa takut dan tertekan;

itulah informasi tentang prinsip kesejahteraan hewan dan semoga semakin menambah wawasan umat Islam dalam penanganan penyembelihan Hewan secara umum dan kambing sapi qurban pada khususnya.

Wassalamu’alaikum.

Rumus Menghitung Karkas Daging Sapi dan Kambing

Pontren.com – Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Sugeng dalu selamat malam para pembaca blog di seluruh dunia, beberapa saat yang lalu saya agak bingung dan heran tentang harga sapi yang mencapai puluhan juta.

Dalam penghitungan harga ini ternyata telah memiliki rumusan yang dapat dikatakan baku kombinasi antara berat karkas daging sapi berbanding dengan harga daging yang ada pada masyarakat atau rumusan para bakul juragan saudagar sapi maupun kambing.

Dengan adanya perumusan tentang hasil dari daging karkas sapi ini ketemulah angka dalam jual beli sapi lembu maupun kambing domba.

Makanya tidak mengherankan jika seorang blantik yang ahli dapat menebak secara jitu tafsiran hasil daging dan menjadi patokan dalam menentukan harga sapi baik ketika kulakan ataupun menjualnya hanya dengan melihat sekilas dari fisik sapi.

Dan yang lebih profesional lagi akan menimbang binatang peliharaan ini sehingga perhitungan berat bisa diketahui lebih pasti dan detilnya.

Berikut adalah rumusan menghitung karkas daging kambing dan sapi sehingga orang awam pun dapat menafsir perkiraan harga hewan dengan mengetahui dan hafal serta dapat mengkalkulasinya.

Rumusan yang saya dapatkan dari Buku Saku/Infografis yang diterbitkan oleh KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN HEWAN CINAGARA BOGOR.

Rumus menghitung Karkas Kambing Domba

Berikut adalah rumusan atau cara untuk mengitung karkas daging dari Domba alias Kambing, tentunya harus diketahui dahulu berat dari kambing yang akan dihitung perkiraan daging yang dihasilkan.

Karkas yang diperoleh = 41% X kg berat Kambing
Daging yang diperoleh = 75% karkas yang diperoleh
Jerohan Merah = 6,11% kg berat Kambing
Jerohan Hijau = 13,6 kg berat kambing.

rumus-menghitung-daging-kambing
rumusan perhitungan daging domba

Yang dimaksud dengan jerohan merah adalah jantung, paru, hati dan limpa.
Sedangkan yang dimaksud dengan jerohan hijau yaitu lambung serta usus.

Contoh menghitung daging kambing dan karkas berat 40 KG.

Berat Badan Kambing = 40 Kg.
Karkas = 41% X 40 berat kambing dalam Kg = 16 Kg karkas.
Daging = 75% X 16 Kg Karkas = 12 Kg daging
Jerohan Merah = 6,11% X 40 Kg berat Kambing = 2 Kg Jerohan Merah
Jerohan Hijau = 13,6% X 40 Kg berat Kambing = 5 Kg Jerohan Hijau

contoh-menghitung-daging-kambing-beserta-karkasnya
contoh menghitung daging kambing

Begitulah cara rumusan menghitung hasil Kambing dalam karkas, daging, serta jerohan.

Cara Menghitung Daging Sapi dan Karkas Serta Jerohan

Setelah mengetahui rumusan dalam menghitung domba, sekarang saatnya untuk menambah pengetahuan dalam merumuskan hasil daging karkas serta jeroan sapi atau lembu berdasarkan berat badan hewan ternak ini.

Berikut rumusannya.

  • Karkas = 57% X Kg Berat Badan Sapi
  • Daging = 75% Karkas yang diperoleh
  • Jerohan Merah (Hati, limpa, jantung, paru) = 2,97% X berat badan sapi
  • Jerohan Hijau (usus, lambung) = 5,37% berat sapi.
rumus-menghitung-karkas-sapi-dan-daging
rumus menghitung karkas daging lembu

Itulah rumusan dalam perhitungan untuk ternak lembu atau sapi dalam perkiraan hasil daging karkas dan jeroan.

Contoh menghitung hasil dari sapi dengan bobot 400 Kilogram.

Berat sapi = 400 Kg
Karkas = 57%X 400 Kg berat sapi = 228 Kg Karkas
Daging = 75% X 228 Kg Karkas = 171 Daging
Jerohan Merah = 2,97% X 400 Kg berat sapi = 12 Kg Jerohan Merah
Jerohan Hijau = 5,37% X 400 Kg berat sapi = 21 Kg.

contoh-perhitungan-daging-sapi-dan-karkas
contoh pengaplikasian rumusan perhitungan daging dan karkas Lembu

Dengan begitu, seekor sapi dengan berat bersih 400 Kilogram akan menghasilkan kurang lebih 183 Kg daging plus jerohan merah.

Nah sekarang perumusan harga tinggal mengalikan dengan harga pasaran dan kalkulasi pemeliharaan.

Jadi tidak heran ya bagaimana seorang blantik atau bakul wedus ataupun sapi dapat menafsir harga hewan sembelihan ini dengan titis atau tepat.

Demikian informasi tentang rumus menghitung daging kambing dan rumus menghitung daging sapi, semoga menambah wawasan dalam hari raya Idul Adha atau Idul Qurban perihal memperkirakan hasil daging.

Sugeng dalu, good evening, maturnuwun Umine Ave & Ammar. Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Tips Mencegah Daging Kambing Bau Prengus

menyembelih kambing yang benar
gambar kurban kambing

pontren.com – Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Ada enaknya mengenal sahabat yang berkecimpung di dunia perhewanan dengan disiplin ilmu veteriner, salah satu manfaat yaitu mendapatkan informasi mengenai kiat dan tips seputar hewan kurban.

Salah satu kiat yang diberikan adalah mengatasi bau prengus pada hewan kurban kambing ataupun domba dimulai awal penanganan sampai dengan pembagian.

Tips yang di share ini mungkin sudah wara wiri lewat di aplikasi perpesanan pada android atau iphone semisal whatsapp, facebook messenger instagram line viber maupun wechat.

Dalam tulisan ini tertera nama drh. Supriyanto, MVPH (PDHI Yogyakarta).

Berikut kiat beserta cara penanganan daging kambing domba baik sebagai hewan kurban di bulan dzulhijjah hari raya idul adha, dan juga di aplikasikan dalam merumat kambing dalam acara aqiqah syukuran kondangan dan sebagainya.

Asal Bau Prengus Kambing Domba

Yang paling umum Daging dengan aroma berbau prengus adalah daging kambing terutama yang berjenis kelamin jantan. Penyebabnya ialah domba jantan memiliki kelenjar bau yang terletak pada area sekitar tanduk.

Kelenjar ini memiliki fungsi sebagai KTP alias identitasa pengenal yang digunakan kambing jantan menandai wilayah.

Penandaan wilayah ini dapat kita lihat disaat sang kambing menggosok-gosokkan kepala di dinding tembok atau pohon atau apapun itu.

Kelakuan hewan ini berfungsi untuk mengeluarkan aroma berfungsi sebagai penanda wilayah, jadi bukan hanya karena disebabkan gatal gatal pada kepalanya.

Inilah yang menjadi biang keladi sumber bau prengus yang membuat daging beraroma tidak enak.

Walau sumber kelenjar berada pada area kepala tepatnya sekitar tanduk, akan tetapi bau prengus ini juga umum diketemukan di wilayah kulit maupun kaki binatang berkaki empat ini.

Hal ini terjadi karena karena secara alamiah kambing biasa menggosokkan kepalanya pada tubuh atau kakinya

Koq Bisa daging kambing berbau prengus?

Daging kambing bisa berbau prengus atau tidaknya daging bergantung dari adanya cemaran pada saat hewan disembelih dan penanganan setelahnya. (kalau dalam bahasa sekarang terpapar radiasi prengus dari tanduk kambing 😀 ).

Kemungkinan paling umum adalah jagal yang menyembelih serta menguliti beserta orang yang membantu memegang kambing disaat penyembelihan, (entah bagian manapun itu memegangnya.

Yaitu setelah menyembelih kambing, para pihak terkait pemegang kambing dimaksud melakukan proses pengulitan dan pemotongan daging tanpa mencuci bersih tangan.

Jika kelakuannya begitu maka kemungkinan daging kambing akan terpapar bau prengus dari kelenjar yang berada di sekitar tanduk tadi..

Mengapa daging sapi berbau prengus juga ya?

Secara teknis anatomi, pada dasarnya daging sapi tidak berbau prengus karena tidak seperti pada kambing, sapi tidak mempunyai kelenjar bau.

Penyebab adanya Daging sapi bau prengus hal yang paling umum adalah dicampurnya daging sapi dan kambing pada saat sebelum dimasak atau waktu memasak.

Bisa juga disebabkan adanya paparan pencemaran dari jagal dan pisau (setelah menyembelih dan menangani kambing kemudian menangani penyembelihan sapi tanpa mencuci bersih tangannya terlebih dahulu)

Tips dan cara agar daging Kambing tidak bau prengus

tips joss

Berikut langkah langkah agar daging kambing maupun sapi terhindar dari bau prengus karena penanganan yang salah akibat belum dipahami situasi diatas.

Pertama – jagal yang menangani penyembelihan harus menjaga kebersihan tangan dan pisaunya, (tangan dan pisau sembelih harus segera dicuci bersih dalam air mengalir dan dengan sabun, segera setelah menyembelih atau membantu memegang hewan saat disembelih).

Catatan penting!!! Mencuci tangan dan pisau dalam satu ember berisi air, justru malah bisa menyebabkan cemaran

Kedua – Gunakan pisau khusus dan berbeda untuk setiap proses (menyembelih, menguliti dan mengiris2 daging)

tiga – tidak mencampur daging sapi dan kambing sewaktu mengemas dan memasak.

Itulah tips tentang mengatasi bau tidak enak yang orang jawa menyebutnya dengan prengus, entah apa bahasa indonesianya saya belum menemukan padanan yang tepat.

Mungkin juga prengus sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia secara resmi atau ada kata yang tepat sebagai terjemahan kata ini dalam bahasa Indonesia.

Bagi ustadz ustadzah yang kuliah di sastra indonesia atau guru bahasa Indonesia, mohon bantuannya ya. Prok prok prok.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Tips memilih hewan Kurban Kambing maupun sapi domba

cara mengangkut hewan ternak kurban
ilustrasi domba untuk qurban

Pontren.com – Assalamu’alaikum para muslimin muslimat di seluruh dunia, sugeng enjang, semoga dalam keadaan yang menyenangkan.

walaupun kadang muslimin yang melaksanakan ibadah menyembelih hewan qurban cenderung menyerahkan tentang kondisi hewan (karena pemahaman hewan yang kurang memadai).

Akan tetapi tidak ada salahnya jika kita menambahkan sedikit pengetahuan dasar mengenai kondisi keadaan hewan.

Berikut ini kami akan membagikan tips serta cara dalam memilih hewan yang di peruntukkan dalam ibadah qurban baik berupa sapi ataupun kambing.

Informasi ini berasal dari selebaran dalam format PDF yang di bagikan oleh sahabat yang berprofesi sebagai dokter hewan dan bekerja pada Instansi atau Kementerian yang bergerak di bidang pertanian maupun peternakan.

Booklet digital ini dibuat oleh halal science center lembaga penelitian pengabdian kepada masyarakat Institut Pertanian bogor, insyaallah secara teknis keilmuan diyakini hebat dalam pengetahuan dalam dunia fauna.

Ada 3 hal yang menjadi pokok tips dalam memilih hewan kurban yang disampaikan yaitu;

  1. Kondisi hewan yang sehat
  2. Hewan tidak cacat
  3. Cukup Umur

Untuk lebih detail tentan keadaan ketiga hal diatas, berikut penjelasan mengenai hewan yang sehat dan tidak cacat serta cukup umur.

Hewan yang Sehat

Berikut setidaknya 7 ciri hewan yang sehat berdasarkan kondisi fisik yang dapat dilihat secara kasat mata dan diketahui oleh orang awam

  • Mata Cerah dan Tidak Belekan
  • Bulu Bersih, tidak kusam
  • Cermin Hidung Basah dan Bersih
  • Gerakan Lincah
  • Nafsu Makan Baik
  • Kotoran Normal (tidak Mencret)
  • tidak kurus

Itulah ketujuh hal penanda bahwa hewan dalam kondisi sehat secara fisik.

Baca;
Cara menyembelih hewan qurban yang baik dan benar.
Penanganan menyimpan daging kurban supaya awet dalam lemari es.
Humor Bisnis Pick Up angkutan Hewan Kurban.

Hewan Tidak cacat

Berikut kondisi yang baik hewan tidak cacat yang akan dipilih untuk qurban dengan memperhatikan hal dibawah ini;

  • Testis Utuh dan ada sepasang
  • Daun Telinga Utuh
  • Tanduk tidak patah
  • Kaki Tidak Pincang
  • Tidak Buta

Dengan memperhatikan kondisi fisik dan kelengkapan anggota badan serta fungsinya maka dapat di kategorikan apakah hewan dalam kondisi cacat atau baik baik saja.

Hewan Cukup umur untuk menjadi qurban

Berikut adalah umur serta ciri yang dapat dijadikan patokan umur hewan dalam menentukan apakah sudah memenuhi syarat dalam ibadah qurban di bulan dzhulhijjah atau idul adha.

2 tahun atau lebih untuk sapi dan kerbau
1 tahun atau lebih untuk kambing dan domba.

Cara menentukan umur hewan kurban yaitu dengan melihat tumbuhnya sepasang gigi tetap pada sapi kambing.

Catatan tentang menyembelih hewan betina untuk qurban

Meskipun secara syariat islam domba betina dapat dijadikan sebagai hewan qurban, akan tetapi dalam permentan nomor 14 tahun 2014 sebaiknya hewan betina produktif tidak dijadikan hewan kurban.

Itulah informasi berupa tips dan saran dalam pemilihan hewan qurban dengan memperhatikan 3 kondisi yaitu kesehatan, bebas dari cacat serta mencukupi umur. lebih mudah dipahami dapat anda perhatikan gambar di akhir tulisan.

Semoga menambah wawasan dalam kehidupan beribadah dan bermuamalah.

Wassalamu’alaikum.

tips-dan-cara-memilih-hewan-kurban

TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA HEWAN KURBAN DAN PENANGANAN

TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA HEWAN KURBAN dan Penanganan
Informasi tentang penataan lokasi tempat sementara untuk hewan kurban dalam rangka idul adha bulan haji dzulhijjah.

Disadur dari file PDF buku saku yang dikeluarkan oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Diitjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian dengan judul PENERAPAN KESEJAHTERAAN HEWAN DALAM PEMOTONGAN HEWAN KURBAN.

Berikut cara membuat lokasi sementara untuk hewan kurban standar yang baik dan benar. Tentunya Kementan akan sangat menganjurkan sekali bisa diusahakan keseluruhannya.

Informasi ini tentunya bisa bermanfaat untuk takmir masjid maupun pengurus mushola utamanya yang menjadi panitia pelaksanaan kurban di daerah masing masing.

Baca :

Lokasi, Fasilitas dan Kondisi Tempat Penampungan Hewan Sementara.

  • Lokasi tempat penampungan sementara tidak boleh mengganggu ketertiban umum;
  • Tempat penampungan sementara memiliki atap minimal 50% dari luas sehingga dapat melindungi hewan dari cekaman panas dan dingin;
  • Tersedia tempat pakan dan minum yang cukup dan mudah dijangkau serta dibersihkan;
  • Memiliki pagar pembatas yang kuat dan dapat mencegah hewan melarikan diri;
  • Terjaga kebersihannya sehngga tidak mengganggu lingkungan;
  • Ventilasi dan pencahayaan cukup dalam tempat penampungan sementara;
  • Luas tempat penampungan sementara disesuaikan dengan jenis dan jumlah hewan. Luas yang diperlukan untuk seekor domba/kambing sekurang-kurangnya 1 m2 , sedangkan seekor sapi memerlukan 2 m2;
  • Jika hewan diikat tali yang digunakan tidak boleh melukai hewan dan panjangnya sesuai.

 

Penanganan hewan kurban di tempat penampungan sementara

  • Hewan dalam tempat penampungan sementara dikelompokkan sesuai jenis dan ukuran hewan;
  • Hewan yang cenderung agresif ditempatkan dalam tempat terpisah;
  • Jika hewan berada lebih dari 12 jam di tempat penampungan, hewan harus diberi makan dan minum seperti biasa;
  • Tempat penampungan sementara dibersihkan setiap hari;
  • Dilakukan pengecekan minimal dua kali sehari terhadap kondisi dan kesehatan hewan;
  • Hewan yang sakit dipisahkan dari hewan sehat;
  • Segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan setempat atau instansi terkait jika ada hewan yang sakit atau mati.

lokasi-sementara-penampungan-hewan-kurban
lokasi-sementara-penampungan-hewan-kurban

Itulah tatacara dan perlakuan hewan selama di tempat penampungan sementara sebelum dilaksanakan penyembelihan pada tanggal 10 dzulhijjah dan hari tasyri’.

Tentunya hal ini sejalan dengan ajaran agama Islam yang memperlakukan hewan secara wajar tidak semena-mena.
Semoga menambah wawasan pengetahuan terkait penanganan hewan kurban dan kita bisa melaksanakan standar yang ada diatas.

Sumber : PENERAPAN KESEJAHTERAAN HEWAN DALAM PEMOTONGAN HEWAN KURBAN

Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Diitjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian – Republik Indonesia dengan alamat Harsono RM. No 3 Gedung C lantai 8,Ragunan – Jakarta Selatan, IndonesiaTelfon /faximile : +62 21 7827644 ex. 4832

Cara Mengangkut Hewan Qurban yang Baik dan Benar

Cara Mengangkut Hewan Qurban yang Baik dan Benar.
Berikut adalah cara menaikkan, memindahkan dan menurunkan hewan secara umum dan bil khusus untuk hewan qurban hari raya Idul Adha pada bulan Dzulhijjah Musim Haji.cara mengangkut hewan ternak kurban

Disarikan dari buku saku berbentuk PDF dengan judul PENERAPAN KESEJAHTERAAN HEWAN DALAM PEMOTONGAN HEWAN KURBAN yang diterbitkan oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Diitjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian – Republik Indonesia.
Harapannya bisa menambah wawasan bagi para peternak, penjual hewan, pengemudi atau sopir hewan qurban serta masyarakat umum yang menangani terkait menaikkan, mengirimkan, menurunkan binatang ternak.

 

Baca :

Fasilitas dan perlengkapan pengangkutan hewan ternak

  • Jenis alat transportasi yang digunakan sesuai dengan jenis dan jumlah hewan;
  • Badan kendaraan terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan di desinfeksi;
  • Lantai kendaraan tidak licin dan mudah didesinfeksi;
  • Kendaraan memiliki ventilasi yang cukup dan memiliki rangka atap yang memungkinkan dapat dibuka dan ditutup pada saat cuaca hujan atau sangat panas;
  • Kendaraan yang digunakan dapat melindungi dari kondisi panas dan dingin yang ekstrim;
  • Jika menggunakan partisi atau sekat dalam kendaraan, bahan yang digunakan tidak melukai ternak;
  • Khusus untuk kendaraan pengangkut kambing/domba, dapat dirancang maksimal 3 tingkat.

Persiapan Mengangkut Hewan

menyembelih hewan kurban yang baik dan benar sesuai syariah
(c) faizal riza

Ada beberapa hal yang musti dilakukan sebelum loading hewan ke dalam kendaraan pengangkut. ada yang berupa persiapan secara administrasi, kesiapan kendaraan dan pengemudi serta cek berkaitan dengan ternak yang akan dinaikkan kedalam truk pengangkut. Berikut apa saja persiapan yang seyogyanya dilakukan pre loading hewan ternak atau kurban :

  • Ternak yang ditransportasikan adalah ternak yang sehat;
  • Pengangkutan ternak sesuai jenis dan ukuran ternak yang seragam;
  • Pengemudi kendaraan adalah orang yang sehat fisik dan jasmani, terlatih, mengetahui jarak dan medan yang ditempuh serta mengetahui jalur alternatif jika terjadi kemacetan, kecelakaan atau bencana alam. Kondisi jalan yang akan dilewati, sebaiknya dipilih yang paling datar, paling lurus, dan paling dekat jaraknya;
  • Surat-surat atau dokumen yang diperlukan disiapkan sebelum perjalanan;
  • Sebelum diangkut, ternak harus diperiksa kondisinya oleh pengemudi atau orang yang bertanggungjawab terhadap ternak selama perjalanan;
  • Menentukan titik-titik istirahat jika perjalanan yang ditempuh jauh;
  • Jika hewan telah mengalami pengangkutan sebelumnya, maka hewan harus diistirahatkan minimal 12 jam sebelum dilakukan pengangkutan ke tempat lain.

Pengangkutan Ternak/loading

Berikut tentang cara pengangkutan ternak hewan kurban khususnya dengan perikehewanan yang bagus.

  • Pengangkutan ternak kedalam kendaraan dilakukan dengan perlahan tanpa kekerasan berlebihan. Sapi yang sulit untuk naik dapat dibantu dengan menuntunnya menggunakan tali leher;
  • Penggiringan sapi dilakukan oleh orang terlatih dan menggunakan alat penghubung antara tanah/lantai dengan kendaraan dengan kemiringan maksimal sampai dengan 30 derajat;
  • Kepadatan ternak harus diperhatikan saat pengangkutan ternak (masih memungkinkan ternak untuk berdiri, berbaring, maju dan mundur untuk menyesuaikan dengan gerakan kendaraan). Kepadatan yang ideal adalah ternak mampu saling menopang badannya satu dengan yang lain. Misalnya untuk hewan dengan bobot 450 kg membutuhkan lebar 0,5 m sedangkan panjang disesuaikan dengan panjang hewan;
  • Hewan yang temperamental (susah ditangani) hendaknya dipisahkan atau diberi pembatas dengan hewan yang lain;

Penanganan Hewan Ternak Saat Perjalanan

hewan kurban kerbau kartunSebaiknya para pengemudi bisa memperhatikan kesejahteraan hewan ternak pada saat di dalam perjalanan. Hal yang perlu diketahui oleh pengemudi angkutan atau truk pengiriman binatang ternak adalah sebagai berikut :

  • Ternak dapat dtransportasikan maksimal 36 jam dan istirahat minimal setiap 12 jam sekali. Pada saat istirahat, kendaraan tidak boleh diparkir di tempat yang terik matahari;
  • Air minum dapat diberikan jika perjalanan lebih dari 12 jam, makanan tidak perlu diberikan sampai maksimal 36 jam;
  • Pengangkutan sebaiknya dilakukan pada malam hari;
  • Atap kendaraan dapat ditutup pada saat hujan/terik matahari dengan tetap memperhatikan ventilasi udara;
  • Ternak diangkut dalam kondisi bebas bergerak dan tidak diikat;
  • Selama perjalanan dilakukan pengecekan secara berkala;
  • Pengemudi dilarang mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Penurunan Ternak/unloading

gandengan-dengan-foto-sarana-penurunan-dengan-gundukan-atau-bukan-bak-truk
gandengan-dengan-foto-sarana-penurunan-dengan-gundukan-atau-bukan-bak-truk

Dalam menurunkan binatang ternak, utamanya hewan kurban, sebaiknya memperhatikan beberapa hal dibawah ini. diperlukan penanganan yang baik guna menghindarkan hewan dari cidera karena kesalahan teknis dalam unloading. Berikut Tips trik dan saran :

  • Hewan ternak segera diturunkan dari kendaraan maksimal dalam waktu 1 jam setelah tiba di tempat penampungan;Penurunan ternak dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan alat penghubung antara tanah/lantai dengan kendaraan dengan sudut kemiringan maksimal 30 derajat;
  • Ternak diberi kebebasan untuk turun dengan sendirinya tidak dipaksa atau ditarik paksa untuk turun dan jangan sampai turun dengan cara meloncat atau dilempar atau didorong;
  • Tidak boleh ada celah antara kemdaraan dengan alat penghubung antara tanah/lantai dengan kendaraan dan tidak ada penghalang yang menghalangi hewan untuk turun;
  • Apabila tidak tersedia sarana penurunan dapat menggunakan gundukan pasir atau perbedaan ketinggian

Demikianlah informasi tentang etika atau bisa disebut dengan aturan terkait menaikkan hewan, mengangkut, menurunkan atau unloading binatang ternak.tahan berapa lama daging sapi kambing dalam freezer

Bisa jadi banyak yang berkomentar ribet tidak praktis kakean petingsing dan yan lainnya. akan tetapi itulah beberapa kiat yang sangat baik untuk penanganan pemindahan hewan khususnya kurban untuk kebaikan semua dan terjaga kesejahteraan hewan dalam pemotongan. jika tidak bisa melakukan semua yang diatas, tentunya jangan meninggalkan semuanya. dikerjakan semaksimal yang bisa dilakukan.

Sumber : PENERAPAN KESEJAHTERAAN HEWAN DALAM PEMOTONGAN HEWAN KURBAN
Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Diitjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian – Republik Indonesia dengan alamat Harsono RM. No 3 Gedung C lantai 8,Ragunan – Jakarta Selatan, IndonesiaTelfon /faximile : +62 21 7827644 ex. 4832

Fasilitas dan Penataan Tempat Penjualan Hewan Kurban

Fasilitas dan Penataan Tempat Penjualan Hewan Kurban.
Disadur dari file PDF dengan judul PENERAPAN KESEJAHTERAAN HEWAN DALAM PEMOTONGAN HEWAN KURBAN yang dibuat oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Diitjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian – Republik Indonesia dengan alamat Harsono RM. No 3 Gedung C lantai 8,Ragunan – Jakarta Selatan, IndonesiaTelfon /faximile : +62 21 7827644 ex. 4832.menyembelih kambing yang benar

Merupakan acuan dalam penataan tempat untuk lokasi penjualan hewan secara umum dan khususnya untuk qurban bagi kalangan muslim di bulan dzhulhijjah hari raya Idul Adha.
Dengan adanya acuan ini diharapkan menambah pengetahuan masyarakat khususnya penjual dan pembeli atau konsumen terkait penataan tempat penjualan hewan qurban serta penanganan hewan pada saat di lokasi dan antisipasi jika ada hewan yang sakit.

Baca :

Lokasi, Fasilitas dan Kondisi Tempat Penjualan Hewan

Standar tentang fasilitas serta kondisi lokasi yang dijadikan tempat jual sapi atau lembu kambing domba dan hewan yang lain. Berikut keterangannya :

  • Tempat penjualan hewan berada di tempat yang tidak mengganggu ketertiban umum dan memiliki ijin dari Dinas terkait;
  • Luas tempat penjualan hewan kurban disesuaikan dengan jumlah dan jenis hewan yang akan dijual. Untuk kambing/domba luas minimal 1 m2/ekor sedangkan untuk sapi minimal 2 m2/ekor;
  • Terdapat akses jalan dan fasilitas yang memudahkan penurunan dan pengangkutan hewan sesuai dengan jenis hewan;
  • Tempat penjualan hewan kurban dapat melindungi hewan dari cuaca yang ekstrim, seperti panas matahari dan hujan;
  • Tempat penjualan memiliki pembatas yang dapat mencegah hewan melarikan diri. Pembatas tersebut terbuat dari bahan yang kuat, tidak mudah rusak, dan tidak memiliki bagian yang dapat melukai hewan;
  • Terdapat tempat pakan dan minum yang cukup, mudah dijangkau dan terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan;
  • Terjaga kebersihannya sehngga tidak mengganggu lingkungan;
    Memiliki ventilasi dan pencahayaan yang cukup;
  • Dilakukan penanganan dan pengelolaan limbah.

Penanganan Hewan di tempat Penjualan

kartun hewan kurbanWalaupun berada di tempat penjualan (relatif tidak lama disitu/hanya sementara), tetap diperlukan perlakuan dan penanganan yang prima. Berikut penanganannya :

  • Hewan yang baru datang dipisahkan dan diperiksa kondisinya;
  • Hewan yang terlihat sakit, cacat atau pincang tidak dijual sebagai hewan kurban dan ditempatkan dalam kandang terpisah.
    Hewan agresif dipisahkan dengan hewan lainnya;
  • Tidak menggunakan kekerasan, suara berlebihan yang dapat membuat hewan panik dan stress ketika mengendalikan hewan;
    Tidak menggunakan alat yang dapat melukai hewan untuk mengendalikan hewan;
  • Jika hewan diikat dengan tali, tali yang digunakan dibuat dari bahan yang tidak melukai hewan, panjang tali cukup dan memadai;
    Hewan dipantau minimal 2 kali sehari untuk memastikan kondisi hewan tetap baik dan sehat;
  • Hewan diberi pakan dengan kuantitas dan kualitas yang cukup;
  • Air minum yang bersih selalu tersedia setiap saat;

Penanganan Hewan Sakit

Namanya makhluk hidup, ada kemungkinan untuk terserang penyakit atau menderita cidera. Adapun adab yang baik seorang penjual dalam menangani hewan sakit yang berada di lokasi penjualan adalah sebagai berikut :

  • Jika ada hewan sakit tidak boleh dijual dan harus dilaporkan kepada petugas Dinas terkait yang membidangi fungsi kesehatan hewan.
  • Hewan sakit yang diberi obat yang dapat meninggalkan residu seperti antibiotik tidak boleh dipotong sebelum masa waktu paruh obat (withdrawl time) berakhir;
  • Jika pengobatan tidak berhasil maka untuk menghindari penderitaan hewan lebih lanjut, hewan tersebut dapat dipotong paksa dengan metode yang memenuhi prinsip kesrawan;
  • Sebelum dipotong petugas medis veteriner harus memastikan bahwa hewan tersebut tidak menderita penyakit hewan menular khususnya Anthrax.

hewan kurban kerbau kartun

Demikian tentang lokasi, fasilitas dan penanganan hewan pada saat berada di tempat penjualan. Semoga menambah wawasan. Terima kasih untuk Kementerian Pertanian RI.

Sumber : File PDF PENERAPAN KESEJAHTERAAN HEWAN DALAM PEMOTONGAN HEWAN KURBAN yang di release oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Diitjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian – Republik Indonesia pada tahun 2016. walaupun dibuat pada tahun 2016, akan tetapi masih relevan untuk dijadikan acuan pada tahun 2018 atau tahun 2019 maupun 2020.