katakan kebenaran, sekalipun itu pahit قُلِ الْحَقَّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا

katakan kebenaran, sekalipun itu pahit قُلِ الْحَقَّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا

katakanlah yang benar walaupun itu pahit maksudnya adalah Kebenaran harus disampaikan walaupun itu pahit.

Pahit bisa memiliki berbagai macam dampak akibat. Contohnya yaitu merugikan orang lain, menimbulkan malu, dan akibat lain yang tidak mengenakkan dan kurang disukai.

tuliskan artinya beserta latinnya قُلِ الْحَقَّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا selanjutnya jelaskan apa maksud dari hadits ini!

Adapun teks tulisan latin dalam mahfudzot ini adalah qulil haqqa wa in kaana murran. Artinya yaitu katakanlah yang benar meskipun pahit rasanya. Atau arti yang semisal dalam menjelaskan maksud dari ungkapan ini.

Salah satu maksud dari hadits ini menurut adab dalam menyampaikan nasehat adalah “Dalam berdakwah tidak boleh ada yang ditutuptutupi (disembunyikan), semua kebenaran harus disampaikan, walaupun mungkin akan berdampak buruk bagi yang menyampaikan”.

katakan kebenaran, sekalipun itu pahit قُلِ الْحَقَّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا

Tulis artinya dan jelaskan maksud dari hadis berikut qulil haq walau kana murron

Secara lengkap teks bunyi hadits ini sebagaimana riwayat dari Ibnu Hibban adalah sebagai berikut;

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( قُلِ اَلْحَقَّ، وَلَوْ كَانَ مُرًّا ) صَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ فِي حَدِيثٍ طَوِيلٍ

Hadis No. 911
Abu Dzar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadaku: “Katakanlah yang benar walaupun ia pahit.”

Hadis shahih menurut Ibnu Hibban dari hadis yang panjang.”

Rasulullah menjelaskan dalam sabdanya qulil haqqu walau kaanaa murron arti hadis diatas adalah sebagaimana dalam judul artikel tulisan ini.

Pesan moral dalam hadits ini yaitu menyampaikan hal yang benar meskipun berakibat menimbulkan hal yang tidak mengenakkan.

Lebih lanjut, hadits ini sudah menjadi mahfudzot atau kata bijak dalam Bahasa Arab tentang menyampaikan suatu kebenaran meskipun rasanya pahit.

Dalam mahfudzot lain menyebutkan tentang hal yang pahit dalam bersabar.

Adapun mahfudzot sabar itu pahit berbunyi;

اَلصَّبْرُ كَالصِّبْرَ مُرٌّ فِيْ مَذَا قَتِهِ لٰكِنَّ عَوَا قِبُهُ أَحْلَىْ مِنَ الْعَسَلِ

Teks tulisan latin : ash shobru kash shibri, murrun fii madzaaqotihii Laakinna ‘awaaqibuhuu ahlaa minal ‘asali.

Artinya : Kesabaran itu bagai Shiber (sejenis tanaman obat) yang rasanya pahit, Akan tetapi hasil yang didapatkan setelahnya lebih manis daripada madu.

Demikian sekedar informasi pada sore hari ini, salam kenal dan wassalamu’alaikum.

Tentang

Santri kelas 1 PKPPS Wustha pada Pondok Pesantren Darul Mubtadi-ien Kebakkramat Karanganyar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*