Tegese Nampel Puluk

Tegese Nampel Puluk

Tegese Tembung bebasan Basa Jawa nampel puluk yaiku, tuladh ukara, contoh kalimat lengkap dengan penjelasan arti dan maknanya kedalam Bahasa Indonesia.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa ramatullahi wa barakatuhu. Dalam salah satu soal cerita berbahasa Jawa ada narasi yang menceritakan seorang bernama Candra yang sukanya mengadu.

Berikut cerita narasinya dalam Bahasa Jawa.

Candra iku akeh omongane tur seneng adu-adu lan wadulan.

Amarga saka wadulane, Pak Karya ora sida nuku sapine Pak Danang, kamangka wis dipanjeri.

Kelakuane Candra iki cocog karo tembung bebasan “Nampel puluk” tegese yaiku Murungake rejekine wong sing arep ditampa, utawa agawé wurunging wong sing arep olèh kabegjan.

Sebelum menjelaskan situasinya, mari kita terjemahkan kisah ini dalam Bahasa Indonesia.

Berikut terjemahannya.

Candra itu banyak omongannya dan juga senang mengadu.

Karena aduannya, Pak Karya tidak jadi (batal) membeli sapinya pak Danang. Padahal sudah diberi uang panjar (down payment).

Kelakuannya si Candra ini sesuai dengan tembung bebasan Basa Jawa “menepis tangan berisi makanan”.

Artinya yaitu membatalkan atau mengurungkan rejekinya orang yang hendak menerima atau mendapatkannya, atau mengurungkan orang yang hendak mendapatkan keberuntungan.

Nampel Puluk Tegese

Nampel asale saka tembung tampel, tegese yaiku ditamplek utawa disampluk (tangane njebebeh kabeh). Artinya nampel adalah disenggol, ditamplek (tangannya membuka seperti posisi menampar).

Puluk tegese yaiku nyenyongah wong kang nemu kabegjan; utawa akehing sega kang dicekel. Artinya adalah menuruti (nyenyongah) orang yang menemukan keberuntungan, atau banyaknya nasi yang dipegang dengan menggunakan tangan.

Dalam situasi ini nampel puluk secara harfiahnya artinya yaitu menepis, menyenggol, orang yang hendak mendapatkan keberuntungan (ngurungake begjane wong), atau menepis tangan yang ada makanannya.

Maknanya yaitu perilaku atau perbuatan yang membuat orang menjadi urung (batal) memperoleh sesuatu yang menguntungkan.

Sebagaimana dalam kisah menyebutkan bahwa batalnya Pak Danang mendapatkan uang karena sapinya laku dijual penyebabnya karena provokasi omongan si Candra kepada Pak Karya.

Padalah jual beli ini sudah deal alias setuju keduanya bahkan pak Karya sudah memberikan uang panjar kepada Pak Danang.

Kelakuan dari si Candra yang suka mengadu yang menyebabkan pak Danang mendapatkan uang penjualan sapinya inilah yang sesuai dengan bebasan Nampel puluk.

Kemudian dalam pilihan Jawaban, ada juga ungkapan bebasan lain yang bisa kita tambahkan untuk informasi yang lebih lanjut

Nandhang kapitunan (rugi) rangkep bebasane yaiku suduk gunting tatu loro.

Dundum awake dhewe ora keduman bebasane yaiku adol lenga kari busik

Wong kang akeh omongane nandhakake yen kawruhe cethek bebasane yaiku kocak tandha lokak.

Demikianlah bebasane kang ateges njalari wong ora sida nampa kabegjan beserta penjelasannya. Maturnuwun sudah mampir kedalam ungkapan unen unen bebasan nampel puluk ini. Wilujeng dalu dan wassalamu’alaikum.

Tentang

salam blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*