Pepindhan Sing Tegese Njarag Tumuju Marang Bebaya

Pepindhan Sing Tegese Njarag Tumuju Marang Bebaya

Pepindhan Sing Tegese Njarag Tumuju Marang Bebaya yaiku kaya kuthuk marani sunduk, gajah marani wantilan, asu marani gepuk, ula marani gebug, semuanya menggambarkan orang pemisalan (orang) yang sengaja mendatangi bahaya.

Pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu. Dalam kehidupan ada saja orang yang sengaja menantang bahaya.

Mungkin karena adrenalin, harga dirinya terusik, atau terpaksa karena kebutuhan yang mendesak sehingga mau tidak mau harus menempuh bahaya untuk mencukupi kebutuhannya.

Ada beberapa contoh ungkapan dalam Bahasa Jawa yaitu pepindhan sing tegese wong njarang tumuju marang bebaya (orang yang sengaja mendatangi bahaya).

Yang pertama adalah pepindhan kaya kuthuk marani sunduk.

Kuthuk adalah ikan gabus. Apabila ada ikan gabus yang sengaja mendatangi (marani) sunduk, maka sama saja dia dengan setor nyawa kehidupannya untuk menjadi santapan manusia.

Contoh yang kedua yaitu kaya gajah marani wantilan.

Gajah merupakan hewan yang sangat besar dan sangat kuat tenaganya. Namun dian tidak mempunyai pergerakan yang lincah dan cepat. Hal ini memudahkan manusia untuk mengejar dan mengikatnya.

Wantilan merupakan alat untuk mengikat gajah agar tidak bisa kemana mana.

Makanya apabila ada gajah yang mendatangi wantilan, artinya yaitu pepindhan wong sing Njarag marani Bebaya

Tuladha Pepindhan Sing Tegese Njarag Tumuju Marang Bebaya liyane

Unen unen pepindhan kang ateges njarag tumuju marang bebaya yaiku asu marani gepuk.

Asu merupakan hewan yang banyak orang tidak menyukainya. Gepuk adalah pemukul atau artinya yaitu pentungan alat untuk memukul.

Apabila ada anjing yang mendekati pentungan, sama saja dia minta untuk dipukuli. Hal inilah gambaran pepindhan yang menggambarkan kesengajaan untuk datang membahayakan diri.

Contoh pepindhan yang terakhir yaitu ula marani gebug.

Ula basa kramane yaiku sawer, artinya adalah ular.

Orang awam tentu akan takut dan berusaha menghindar dari ular. Namun adakalanya ada yang berani untuk mengusir ular ini. Caranya dengan menggunakan alat pemukul misalnya tongkat.

Gebug artinya adalah alat untuk menggebug atau memukul. Apabila ada ular yang mendekati gebug (pemukul) maka artinya dia sengaja mendatangi hal yang berbahaya.

Demikianlah sekadar informasi tentang unen unen tembung pepindhan kang ateges wong kang njarag tumuju marang bebaya. Maturnuwun sudah mampir, wilujeng sonten dan wasalamu’alaikum.

Catatan : Ungkapan pada pepindhan diatas bisa juga anda kategorikan dalam tembung saloka Basa Jawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top