Takmir atau Ta’mir, Mana yang Benar?

Takmir atau Ta’mir, Mana yang Benar?

Takmir atau ta’mir mana yang benar dalam penulisannya secara EYD (ejaan yang benar) dalam Bahasa Indonesia yang merujuk kepada pengurus masjid.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, dalam tata persuratan maupun membuat kop ada baiknya untuk mengetahui secara benar suatu ejaan.

Salah satunya adalah pengurus masjid yang menyebut dengan takmir/ta’mir.

Hal ini nanti juga akan merembet kepada pembuatan stempel atau cap yang menjadi tanda keabsahan atau resminya suatu surat.

Takmir atau ta’mir berasal dari Bahasa Arab ‘ammara – yu’ammiru – ta’miiran (عَمَّرَ – يُعَمِّرُ – تعميرا) yang berarti berusaha untuk membuat makmur.

Apabila kita merujuk transliterasi dari Bahasa Arab kedalam ejaan bahasa Indonesia, maka kata تعمير cara penulisannya adalah “ta’mīr” (dengan tanda koma atas setelah huruf a dan ada tanda macron/garis pada atas huruf i sebagai penanda bunyinya panjang dua harakat).

Itu dari transliterasi dari Arab ke Indonesia.

Namun, ada namunnya.

Kata takmir ini sudah resmi masuk kedalam kata baku Indonesia. Anda bisa melihatnya dalam kamus online tentang penulisannya.

Adapun dalam KBBI menyebutkan bahwa Takmir adalah pengurus masjid.

Takmir atau Ta’mir, Mana yang Benar?

Apabila anda menggunakan ejaan dalam Bahasa Indonesia alias EYD maka cara penulisannya yang benar adalah “takmir”.

Dan jika anda menggunakan TRANSLITERASI teks ARAB kedalam tulisan latin maka cara menulisnya adalah ta’mīr (dengan tanda macron pada bagian atas huruf i) untuk menandakan bacaan panjang.

Apabila anda menuliskan kata “TA’MIR” tanpa adanya tanda macron maka ini akan menjadi salah kaprah secara bahasa. Karena apabila anda menggunakan ejaan bahasa Indonesia maka yang benar tulisannya yaitu dengan takmir.

Namun apabila anda menggunakan ini sebagai transliterasi dari tulisan arab kedalam latin, maka anda tidak menambahkan tanda macron pada bagian huruf “i”. Hal ini juga secara teknis cara penulisan merupakan kesalahan.

Kesimpulannya, karena tata persuratan lazimnya memakai penggunaan ejaan Bahasa Indonesia yang baku, maka saran kami pribadi sebaiknya anda menggunakan kata atau tulisan “takmir” untuk keperluan administrasi.

Baik itu dalam membuat surat, kop, tata persuratan, stempel cap masjid, plang plakat papan nama dan lain sebagainya. Demikian sekedar obrolan menjelang sholat jumat ini, maturnuwun sudah mampir dan wassalamu’alaikum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top