Wedi Getih Tegese, Tuladha Ukara, Kalebu Tembung

Wedi Getih Tegese, Tuladha Ukara, Kalebu Tembung
suatu istilah dalam bahasa Jawa yang memisalkan seorang pengecut atau penakut

Unen-unen ukara tembung basa Jawa wedi getih tegese yaiku jirih, ora wani, wedi kangelan. Artinya secara harfiah adalah takut darah. Maknanya yaitu penakut, pengecut, tidak berani, takut kesulitan dan lain sebagainya.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, dalam lagu Anoman Obong yang merupakan hasil karya ciptaan Ranto Edy Gudel, ada sepenggal bait tentang tembung entar ini.

Adapun bunyi dari lagu tersebut yaitu

“Anoman si kethek putih, Sowan taman, shinto dijak mulih. Konangan indrajit lan patih. Ning anoman ora wedi getih.

Jadi dalam lagu ini menyampaikan Hanuman si kera putih mengunjungi taman dan mengajak Dewi Shinta untuk pulang. Namun tindakannya ini ketahuan oleh Indrajit beserta sang patih Negeri Alengka. Akan tetapi Hanuman bukanlah seorang pengecut (takut darah).

Dalam lagu ini menunjukkan sikap dan watak yang pemberani, bukan penakut pengecut yang takut menghadapi keadaan situasi musuh, masalah dan hal-hal lainnya.

Tegese Wedi Getih yaiku, Tuladha Ukara (contoh kalimatnya dalam Bahasa Jawa)

Awalnya saya mengira maksud dari wedi getih adalah takut keluar darah dari tubuh.

Namun setelah mencermatinya, saya berpendapat bahwa ungkapan ini maksudnya adalah melihat.

melihat gimana? Yaitu rasa takut yang muncul akibat dari melihat adanya darah. Bukan ketakutan karena keluarnya darah dari tubuhnya.

Misalnya adalah ketakutan pada saat melihat darah mengucur dari leher sapi ataupun kambing yang disembelih.

Sekedar menambah wawasan tentang kosa kata basa Jawa (bausastra), mari coba kita memahami maksud dari unen unen kang kalebu jenise tembung entar ini.

Tegese wedi yaiku ora wani, artinya adalah takut, maknanya yaitu tidak berani. Dalam bahasa jawa, wedi kalebu jenise tembung sipat. Kata penakut ini merupakan kata sifat dalam Bahasa Jawa.

Tegese getih yaiku barang cuwèr sing sumrambah ing saranduning badan warnané abang. Cuwèran wérna abang sing ana ing awaking manungsa utawa sato kéwan.

Maksudnya dengan darah adalah benda cair yang berada pada tubuh manusia. Cairan berwarna merah yang ada di badan manusia ataupun bangsa hewan.

Jadi apabila hanya melihat darah saja membuat seseorang takut maka hal ini menjadi peribahasa orang yang mempunyai sifat penakut, sikap pengecut dalam hal apapun mengacu pada konteks pembahasan.

Gawea tuladha ukara, wenehana tuladhane ukarane tembung entar kang ateges jirih, ora wani, wedi, lan sakpiturute.

Berikut ini adalah contoh kalimatnya beserta artinya.

Dadi bocah lanang iku aja wedi getih, amarga nduweni tanggung jawab marang kaluwargane. Artinya “menjadi anak lelaki itu jangan pengecut penakut, karena memiliki tanggung jawab (yang besar) terhadap keluarganya.

Demikianlah sekedar informasi artinya atau tegese tembung entar wedi getih basa Jawa. Maturnuwun, wilujeng dalu dan wassalamu’alaikum.

Tentang

salam blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*