Aja Nyicip Jangan Ing Irus, Mundhak Ayune Keri Ing Irus

You are currently viewing Aja Nyicip Jangan Ing Irus, Mundhak Ayune Keri Ing Irus

Tulisen tegese gugon tuhon ing ngisor iki! Aja Nyicip Jangan Ing Irus, Mundhak Ayune Keri Ing Irus tegese yaiku irus punika pirantos kangge mendhet sayuran, sanes kangge nedha/nicipi, menawi nedha punika ngangge sendok sanes irus, mila bab punika mboten sae kangge dipunlampahaken.

Terjemahnya dari jawabannya adalah irus itu merupakan alat untuk mengambil sayur, bukan untuk mencicipi atau makan, makanya jika makan itu menggunakan sendok, bukan irus, oleh karenanya tidak bagus untuk dilakukan.

Wah itu kan memakai bahasa halus krama inggil, untuk basa ngoko nya adalah sebagai berikut; irus iku piranti kanggo nyidhuk jangan, dudu kanggo mangan utawa icip-icip. Menawa mangan iku nganggo sendhok, dudu irus, mangkane barang iki ora prayoga dilakoni.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, wilujeng enjang selamat pagi para pelajar SD SMP SMA maupun Madrasah MI MTs Aliyah.

Wewaler atau gugon tuhon diatas artinya secara harfiah adalah jangan mencicipi sayur dengan irus, nanti cantiknya ketinggalan pada irus itu.

Maknanya atau maksudnya yaitu Perbuatan tersebut (mencicipi sayur menggunakan irus) merupakan perbuatan yang jorok. Ada baiknya untuk selalu menggunakan alat sesuai dengan fungsinya.

Wewaler utawa Gugon Tuhon tegese Aja Nyicip Jangan Ing Irus, Mundhak Ayune Keri Ing Irus

Penjelasan sekilas untuk membuat gamblang maksud dari wewaler Basa Jawa ini sebagai berikut;

Jadi irus fungsinya untuk mengaduk ataupun mengambil sayur dari wadahnya ke piring atau memindahkan ke tempat yang lainnya.

Dalam Bahasa Jawa, tegese irus yaiku cidhuk jangan lan sakpiturute, biasane kang digawe bathok digarani, namung saiki akeh saka bahan plastik.

Artinya adalah alat untuk menciduk sayuran dan lain sebagainya, biasanya terbuat dari batok kelapa dikasih gagang. Namun pada masa sekarang banyak yang berbahan dari plastik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) irus adalah sendok besar yang cekung, terbuat dari tempurung kelapa dan sebagainya untuk menyendok sayur dan sebagainya dari kuali.

Kemudian maksud dari Ayune artinya adalah kecantikannya.

Lazimnya yang memasak adalah seorang perempuan. Wanita identik dengan ingin tampil cantik manis elok rupawan menawan.

Sehingga dalam ungkapan ini memberikan ancaman, apabila nekad mencicipi sayuran dengan memakai irus maka kecantikannya akan ketinggalan pada irus.

Bagaimana logikanya?

Memang tidak ada logika. Karena gugon tuhon ataupun wewaler adalah piwulang sing ora tinemu nalar ananing digatekake lan dituruti masyarakat. Yaitu suatu ajaran yang tidak masuk akal namun diperhatikan dan diikuti oleh masyarakat.

Demikianlah informasi tambahan basa Jawa untuk memudahkan para murid santri SD SMP SMA belajar Bahasa Jawa utamanya. Matnurnuwun sudah mampir, salam kenal dan wassalamu’alaikum.

Mumtaz Hanif

salam blogger

Tinggalkan Balasan