Gawea Cangkriman Bab Kewan

Gawea Cangkriman Bab Kewan

Gawea cangkriman bab kewan tuladha lan batangane utawa bedhekane Basa Jawa, lengkap dengan arti dan penjelasannya menggunakan Bahasa Indonesia.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, apabila ada soal dalam bahasa Jawa yang berupa perintah buatlah tebak tebakan atau cangkriman mengenai hewan dalam Basa Jawa, ada beberapa contohnya.

Ini bisa bermacam-macam penafsirannya, apakah jawabannya yang berupa hewan, atau dalam frase kalimat pertanyaannya ada kewane (hewannya)?

Bergantug dari kebijakan guru nanti menilai jawabannya benar atau salah. Karena ada beberapa tebakan bahasa Jawa yang sifatnya menjebak, berupa singkatan dari kata dalam suku kata.

Hal ini bisa membuat rancu maksud dari soal atau pertanyaan ini.

Untuk membuatnya lebih lengkap kami akan membuat contoh cangkriman basa Jawa bab kewan dalam pertanyaannya ataupun untuk jawaban (batangane utawa bedhekane).

Berikut contoh-contohnya lengkap dengan jawabannya.

Gawea Cangkriman Bab Kewan (Hewan)

Yang pertama adalah soal yang mengandung jebakan atau cangkriman blenderan (teka teki yang sifatnya mengecoh).

Ana tulisan Arab, macane saka ngendi? Batangane yaiku saka ngalas.

Penjelasan;

Ada tulisan huruf hijaiyah Arab, macane dalam hal ini bisa memiliki dua arti.
Yang pertama artinya adalah membacanya. Asale saka tembung lingga waca yang artinya adalah baca.

Jadi orang yang kena jebakan akan menjawab macane saka tengen. Membacanya dari (arah kanan).

Namun karena ini sebuah jebakan maka jawaban yang benar adalah macane saka ngalas (dari hutan).

Karena macane artinya bukanlah membacanya, namun maksudnya adalah harimau atau macan. Harimaunya dari mana? Ya dari hutan.

Contoh yang kedua sebagai berikut ini;

Bocah cilik nggendong omah batangane yaiku keong, artinya adalah anak kecil menggendong rumah.

Jadi siput kemanapun akan membawa rumahnya, sehingga badannya yang kecil untuk manusia dalam tebak-tebakan ibaratnya adalah anak kecil.

Jadi dalam hal ini teka teki tentang hewan karena sebab jawabannya adalah hewan itu sendiri.

Selanjutnya dari jenise cangkriman plesetan, atau jebakan. Bunyi pertanyaannya sebagai berikut;

wedhus papat kalong telu, kabeh dadi pira? Bedhekane utawa batangane yaiku ana pitu.

Kenapa tujuh?

Karena kalong dalam hal ini artinya bukanlah “berkurang”. Namun artinya adalah kelelawar atau keluang dalam ipin upin,

Jadi apabila mengartikan secara salah, terjemahnya yaitu kambing empat berkurang tiga.

Namun yang benar untuk menjawabnya maka kita harus mengartikan kambing empat kelelawar tiga, semuanya ada berapa? Ada 7 (tujuh) ekor hewan, 4 kambing + 3 ekor keluang.

Cangkriman Bab Hewan

suru supaya bisa mlayu dikapakake
suru supaya bisa mlayu dikapakake batangane yaiku digebuk kalebu cangkriman blenderan

Sekarang kita lanjutkan secara singkat saja cangkriman bab hewan dalam Bahasa Jawa ini

Suru bisa mlayu dikapakake? Batangane yaiku digebug. Penjelasan, suru maksudnya adalah asu turu, artinya anjing yang tidur. Agar bisa berlari maka dipukul.

Biru bisa dadi wungi dikapakeke? Bedhekane yaiku digebuk, biru pada cangkriman ini maksudnya adalah babi turu (babi yang tidur). Adapun wungu artinya bukanlah ungu, namun bangun tidur.

Jadi agar babi tidur menjadi bangun maka caranya dengan dipukul.

Yu mahe rong batangane yuyu omahe ngerong, artinya kepiting rumahnya di lobang (masuk kategori cangkriman wancahan utawa cekakan utawa tugelan wanda).

Lut mahe ndhut bedhekane welut omahe ngendhut, artinya adalah belut rumahnya di pasir.

Kayu mati ginubed ula mati batangane gangsing, artinya adalah kayu mati yang dililit oleh ular mati, maksudnya gangsingan yang terbuat dari kayu, kemudian dililit tali, ibaratnya sebagai ular yang tidak hidup.

Kebo bule dincancang merang bedhekane yaiku buntil, artinya kerbau bule ditali atau diikat dengan daun padi yang sudah kering, jawabannya adalah jenis makanan Jawa.

Urang sapikul matane pira? ana enem, karena maksudnya adalah urang = udang, sapi = ya sapi, dan kul artinya adalah keong, sehingga ada 3 (tiga) hewan yang berarti memiliki 3 pasang mata alias 6 buah.

Saya kira beberapa contoh tuladha ini sudah cukup untuk menjawab pertanyaan yang bunyinya Gawea Cangkriman Bab Kewan (hewan). Maturnuwun sudah mampir, wilujeng enjang, salam kenal dan wassalamu’alaikum.

Tentang

salam blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*