Kaduk Wani Kurang Deduga Tegese, Kalebu

kaduk wani kurang deduga

Kaduk Wani kurang deduga tegese yaiku watake wong enom kang kuwanen grusa-grusu kurang petung kalebu jenise Tembung paribasan Basa Jawa yang artinya adalah berkelebihan dalam berani namun kurang perkiraan, maknanya adalah wataknya orang muda yang tergesa gesa kurang dalam perhitungan.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, wilujeng sonten selamat sore para pemirsa internet yang budiman.

Bagaimana peribahasa Bahasa Jawa yang menjelaskan tentang sikap orang muda yang tergesa gesa dalam bertindak atau mengambil keputusan namun kurang dalam perhitungan menggunakan pepatah Jawa seperti ini?

Sekarang mari kita cermati arti kata kata sulit atau bausastra dalam ungkapan ini satu persatu.

Kaduk tegese yaiku kakean, keluwihen, kebangeten, artinya adalah berkelebihan, kebanyakan, sangat keterlaluan dari umumnya.

Wani tegese yaiku kendel, ora wedi, artinya yaitu berani, bukan penakut.

Jadi dalam peribahasa ini maksudnya kaduk wani adalah kuwanen, terlalu berani, berlebehian dalam keberaniannya.

Kurang artinya ya sama saja, kurang, tidak lengkap, belum mumpuni dan lain sebagainya.

Deduga asale saka tembung lingga duga, tegese yaiku pangira, artinya adalah perkiraan, ataupun kalkulasi perhitungan.

Jadi secara harfiah paribasan ini artinya adalah berkelebihan dalam berani namun kurang dalam hal kalkulasi perhitungan (akibat dari tindakan atau perbuatannya).

Sama saja jawabannya apabila ada soal pertanyaan yang berbunyi “terangna tegese! kewanen nganti ora nduweni tata Krama”. Jawabannya sebagaimana judul dalam artikel ini.

Tegese Paribasan Kaduk Wani Kurang Deduga, tuladha ukara

Umumnya pepatah atau peribahasa Bahasa Jawa ini (paribasan) untuk memberikan komentar mengenai perbuatan atau tindakan orang yang masih muda.

Yang dalam sifatnya memiliki semangat berapi-api, mudah segera memutuskan sesuatu berdasarkan ketersinggungan atau marah maupun kondisi lainnya.

Karena masih muda maka dalam dirinya memiliki sikap yang pemberani serta tidak takut untuk menghadapi suatu resiko.

Namun sayangnya karena masih remaja atau muda usia membuat kurang pengalaman dan bijaksana dalam menyikapi suatu keadaan ataupun kejadian.

Contoh kalimat tuladha ukara peribahasa ini misalnya adalah sebagai berikut;

Cah jaman saiki nek lunga dolan kaduk wani kurang deduga, artinya adalah anak jaman sekarang ini apabila bepergian terlalu berani dan kurang dalam perhitungan.

Jadi memberikan gambaran tentang dolannya atau bermain anak-anak jaman sekarang yang begitu berani kesana kemari beserta kurang melakukan kalkulasi dampak akibatnya saat dia dolan.

Anda bisa membuat contoh ungkapan lainnya yang memberikan gambaran tentang orang yang terlalu berani namun kurang dalam memperhitungkan dampaknya.

Demilkianlah informasi yang bisa kami haturkan dalam jenise tuladha tembung paribasan Basa Jawa sore ini, maturnuwun sudah mampir dan wassalamu’alaikum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *