Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDT Ula)

Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDT Ula)

Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDT Ula) dari segi pengertian, penyelenggara, jangka waktu menempuh pendidikan, jumlah jam pelajaran, kedudukannya sebagai lembaga, tujuan penyelenggaraan beserta informasi lain berkenaan dengan Madin tingkat awaliyah sebagai informasi anda semuanya.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, kali ini kita akan membahas dan mengulas mengenai lembaga madin tingkat ula atau paling awal (awwaliyah) yang masuk dalam kategori lembaga pendidikan Islam nonformal ini.

Kementerian mengkategorikan MDT Ula ini dalam jenis Madrasah Diniyah Takmiliyah Sebagai Satuan Pendidikan.

Maksud dari Madrasah Diniyah Takmiliyah sebagai Satuan Pendidikan yaitu Madin yang pengelolaannya secara mandiri oleh masyarakat/pesantren dan memiliki jenjang atau tingkatan.

Adapun mengacu kepada juknis penyelenggaraan Madin, Secara Pengertian Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDT Ula) yaitu satuan pendidikan keagamaan Islam nonformal yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam sebagai pelengkap bagi siswa SD/MI atau yang sederajat.

Adapun untuk Jenjang dasar ini, masa pendidikannya ditempuh dalam waktu 4 (empat) tahun atau 6 (enam) tahun sesuai kearifan atau kebutuhan masyarakat yang sekurang-kurangnya 18 jam pelajaran dalam seminggu.

Kedudukan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Ula merupakan pendidikan berbasis masyarakat/pesantren yang berada di dalam pembinaan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melalui Seksi Pendidikan Keagamaan Islam dan Pondok Pesantren, atau tingkat organisasi sejenis.

Tujuan Madin Ula (MDT/Madrasah Diniyah Takmiliyah jenjang Dasar)

Ada 3 (tiga) tujuan dari Penyelenggaraan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Ula yaitu;

  1. Memberikan bekal kemampuan dasar kepada santri agar dapat mengembangkan kehidupannya sebagai:
    • Muslim yang beriman, bertakwa, beramal saleh dan berakhlakul karimah.
    • Warga negara Indonesia yang berkepribadian, percaya pada diri sendiri, serta sehat jasmani, rohani, dan cinta tanah air.
  2. Membina santri agar memiliki pengalaman, pengetahuan, keterampilan beribadah, sifat, sikap dan perilaku terpuji yang berguna bagi pengembangan pribadinya.
  3. Mempersiapkan santri untuk dapat mengikuti pendidikan agama Islam pada Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDT Wustha).

4 Fungsi MDT Ula

Dalam juknis menyampaikan tentang fungsi atau kegunaan dari Madrasah Diniyah Takmiliyah Jenjang Ula ini (masih banyak yang menyebutnya dengan jenjang madin awaliyah).

Keempat fungsinya adalah;

  1. Menyelenggarakan pendidikan agama Islam, meliputi Al-Qur’an, Hadits, Aqidah, Fiqih, Tarikh Islam, Bahasa Arab, pengembangan diri yang berkaitan dengan keterampilan pengalaman ajaran Islam, serta pembiasaan akhlakul karimah;
  2. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan tambahan pendidikan agama Islam terutama bagi santri yang belajar di SD/MI/sederajat maupun anak usia pendidikan setingkat yang belum berkesempatan mengikuti pendidikan formal;
  3. Membina hubungan kerjasama dengan orang tua santri dan masyarakat;
  4. Melaksanakan tata usaha dan rumah tangga pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDT Ula) dan perpustakaan

Kode Statistik Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula

Dalam juknis menyebutkan bahwa Nomor Statistik merupakan bukti bahwa Madrasah Diniyah Takmiliyah telah memiliki izin operasional/telah terdaftar pada Kementerian Agama.

Adapun kode statistik Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk jenjang ula yaitu

  • MDT Ula di Masyarakat dengan kode 311
  • Madin Ula di Pesantren dengan kode 312

Mata Pelajaran, Kurikulum dan strukturnya, kompetensi lulusan, proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar madin Tingkat Ula

mengacu kepada SK Dirjen tentang penyelenggaraan Madin, ketentuan dari kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT Ula).

Dalam ketentuan yang baru ini menyebutkan bahwa kegiatan pembelajaran Madin Ula ditempuh dalam 4 (empat) atau 6 (enam) tahun masa belajar, dari kelas 1 hingga kelas 4 atau 6, dengan 18 jam pelajaran per minggu.

Mata Pelajaran Madin Ula beserta Struktur Kurikulum

Ada 2 macam pembagian kategori mata pelajaran pada lembaga jenjang ula ini yaitu keagamaan dan muatan lokal

Berikut mata pelajaran pada Madin tingkat Ula

Keagamaan
a. Al Qur’an (Tahsin)
b. Hadits
c. Aqidah
d. Akhlaq
e. Fiqih
f. Tarikh Islam
g. Bahasa Arab

Muatan Lokal
a. Arab Pegon
b. Imla
c. dll

adapun berkenaan dengan Ketentuan alokasi waktu untuk setiap jam pelajaran dari mata pelajaran untuk jenjang Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula Kelas I adalah 30 menit.

Sebagai catatan bahwasanya untuk Muatan lokal jenis mapel ditentukan oleh Madrasah Diniyah Takmiliyah masing-masing. Dalam artian bisa fleksibel menyesuaikan dengan kebutuhan kemampuan dan keadaan lembaga beserta lingkungannya.

Struktur kurikulum pada Madin Ula adalah kerangka umum program pengajaran yang diberikan pada MDT tingkat Dasar atau ula yang meliputi Satuan mata pelajaran berikut frekuensi dan alokasi waktunya dalam satu minggu; dan Program pengembangan diri dan pembiasaan akhlakul karimah santri

Untuk struktur kurikulum Madin pada jenjang ini sebagaimana berikut;

No.Mata PelajaranKelas
IIIIIIIVVVI
1Keagamaan      
 a. Al Qur’an (Tahsin)442222
 b. Hadits222222
 c. Aqidah222222
 d. Akhlaq222222
 e. Fiqih444444
 f. Tarikh Islam222222
 g. Bahasa Arab224444
2Muatan Lokal
 a. Arab Pegon      
 b. Imla      
 c. dll      
Jumlah181818181818

Jika agak sulit membaca dalam teks, berikut kami lampirkan gambarnya untuk memudahkan dalam memahami dan mengerti tentang strukturnya.

Ini dia gambarnya.

struktur kurikulum madin ula

Kompetensi lulusan Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula

Adapun kompetensi lulusan dari jenjang MDT tingkat Ula ada 5.

Adapun kelima kompetensi lulusan Madin Ula yaitu :

  1. Memiliki pengetahuan dan pemahaman dasar tentang ilmu agama Islam;
  2. Memiliki karakter seorang muslim, beriman, bertaqwa dan mewarnai kehidupannya dengan akhakul karimah.
  3. Memiliki sikap sebagai warga negara Indonesia yang baik yang loyal terhadap Pancasila, UUD 1945 dan cinta NKRI;
  4. Memiliki kepribadian yang baik, percaya diri, serta sehat jasmani dan rohani.
  5. Memilki pengalaman, pengetahuan, keterampilan beribadah dan sifat-sifat terpuji yang berguna bagi pengembangan diri dan masyarakat.

Proses Pembelajaran

Berikut ini adalah Prinsip Pelaksanaan Kurikulum pada MDT berbagai jenjang yang berlaku pula untuk lembaga MDT Tingkat Ula.

Dalam Proses Pembelajaran pada Madrasah Diniyah Takmiliyah, Kurikulum dijalankan dengan mengembangkan prinsip-prinsip berikut ini:

  • Fleksibilitas
  • Berorientasi pada tujuan
  • Efektifitas dan efisiensi
  • Kontinuitas
  • Pendidikan seumur hidup

Capaian Pembelajaran

Maksud dari Capaian Pembelajaran adalah tujuan Pendidikan, yaitu pernyataan tentang apa yang diharapkan diketahui dan dapat dikerjakan oleh santri setelah menyelesaikan suatu periode belajar.

Namun sayangnya perihal capaian pembelajaran santri Madin ini dalam juknis menyampaikan bahwa Penjelasan tentang capaian belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah dijelaskan secara tersendiri dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

Perangkat Ajar

Pengertian atau maksud dari Perangkat ajar dalam MDT Jenjang Ula adalah berbagai materi ajar yang dapat digunakan guru untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Perangkat ajar dilengkapi dengan alur dan capaian pembelajaran, yang disusun sesuai domain dan fase tertentu.

untuk perangkat ajar bisa berupa bahan ajar, modul ajar, modul proyek, atau buku teks. Perangkat ajar dalam konteks Madrasah Diniyah Takmiliyah adalah berbasis kitab/ turats yang pilihan kitabnya ditentukan oleh pengelolanya dan diberikan keleluasaan dalam pengembangannya.

Sistem Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah mengintegrasikan penguasaan teori, pemantapan praktek, dan pembiasaan akhlakul karimah melalui suri tauladan (uswatun hasanah).

Sistem pembelajaran disusun secara efektif, efisien, kreatif, inovatif, menyenangkan dan mampu mendorong santri untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Pembelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah terbagi dalam dua kegiatan, yaitu kurikuler dan ekstrakurikuler

Kegiatan kurikuler merupakan kegiatan tatap muka antara santri dan guru, termasuk di dalamnya tugas mandiri, perbaikan dan pengayaan.

Kegiatan kurikuler meliputi kegiatan pembelajaran yang alokasi waktunya telah ditentukan dalam program.

Maksud dari Kegiatan ekstrakurikuler pada madin adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa yang dilakukan dengan tujuan memperkuat aspek kognitif, psikomotorik dan afektif santri dengan mempertimbangkan kearifan lokal. Kegiatan ini dilakukan secara berkala dan terencana dengan memperhatikan relevansinya terhadap pencapaian tujuan pendidikan, khususnya pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk tingkat ula.

Adapun Bentuk kegiatannya harus terkait dengan pengembangan diri, baik kepribadian maupun keterampilan dibidang kegamaan.

Karena hal ini maka kegiatan-kegiatan keagamaan yang berjalan di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah juga menjadi salah satu media bagi dilaksanakannya kegiatan ekstrakurikuler ini.

Raport Madin Ula dan Ijazah Syahadah Kelulusan

Dalam juknis yang mutakhir ini memberikan juga contoh form blangko ijazah atau syahadah tanda kelulusan siswa siswi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Jenjang Ula beserta penilaian evaluasi dan raport.

Bahkan untuk raportnya ada contoh cover yang bisa anda download sekaligus petunjuk pengisian nilai pada rapot hasil belajar santri.

Ketentuan nilai madin sama saja untuk semua jenjang baik ula wustha maupun ulya dan juga al-Jamiah.

Adapun standar nilai dalam raport madin baik dalam angka dan huruf penjelasannya sebagai berikut ini;

PENJELASAN ARTI NILAI PRESTASI RATA-RATA KELAS DAN RANGKING/TINGKATAN

  1. Nilai prestasi ialah yang menggambarkan hasil kerja yang dicapai santri dalam suatu mata pelajaran.
  2. Nilai rata-rata kelas ialah nilai yang menggambarkan prestasi rata-rata dari semua santri dalam satu kelas untuk mata pelajaran yang bersangkutan. Dengan membandingkan nilai prestasi dengan nilai rata rata kelas dapat diketahui kedudukan santri dalam kelasnya apakah santri tersebut termasuk ratarata, dibawah atau diatas rata-rata kelas.
  3. Rangking/tingkatan dihitung berdasarkan jumlah santri dalam kelas bersama – sama dengan kelas paralelnya.

Penilaian dalam hal SIKAP, KERAJINAN, KEBERSIHAN untuk madin menggunakan penilaian sebagai berikut: A = Baik Sekali B = Baik C = Cukup K = Kurang

Sedangkan untuk lembar blangko ijazah madin ula menggunakan warna bingkai hijau sebagai ketentuan dalam juknis Kemenag.

Kami mencoba membuat file ini dalam format doc ms word yang mungkin saja memudahkan anda dalam membuat administrasi dan mengurus raport serta ijazah Madin jenjang Ula.

Berikut ini berturut turut penampakan dan file untuk mengunduhnya.

Download Syahadah Ijazah Raport Madin Jenjang Ula

Penampakan preloved untuk raport madin jenjang ula atau yang paling dasar seperti ini.

Adapun tautan pengunduhannya adalah sebagai berikut;

Download raport madin Ula.

Anda bisa menjadikan halaman muka pada file ini menjadi cover raport madin. Bisa memakai logo kemenag atau lembaga anda untuk simbolnya.

sekedar tambahan informasi, kami membuat file ini dalam ukuran kertas A4 untuk antisipasi apabila suatu waktu perlu scan atau pemindaian dalam format PDF maupun JPEG guna keperluan administrasi lembaga dan santri anak didik madin.

Adapun perihal ketentuan dan ijazah atau syahadah lulusan santri MDT Ula mengacu kepada petunjuk teknisnya penampakan sebagaimana berikut;

Untuk link tautan pengunduhannya kami siapkan seperti ini;

Download ijazah madin jenjang Ula.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan pada pagi siang hari ini, salam kenal, wilujeng sonten dan wassalamu’alaikum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top