Barange Abot Merang Segedheng Golekana Tegese Sanepa

Golekana Tegese Sanepa Barange abot merang segedheng tegese yaiku barange entheng banget artinya yaitu sangat ringan, kalebu jenise tembung sanepa Basa Jawa.

Gawea tuladha ukara lan tegese buatlah contoh kalimat dan atinya. berikut contohnya “Ibuku mundhut laptop anyar, barange abot merang segedheng (wangsulane yaiku entheng banget).

Artinya mama saya membeli laptop baru, barangnya (laptop itu) sangart ringan sekali karena bagaikan batang padi yang kering seikat.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, kali ini kita akan membahas tentang istilah dalam Bahasa Jawa yang memiliki arti sangat ringan.

Tentunya anda sudah mengetahui apa itu sanepane (ungkapan kalimat dalam Basa Jawa untuk menyangatkan sesuatu namun menggunakan kata sebaliknya).

Jadi ungkapan ini masuk dalam kategori jenis sanepa karena menggunakan kata sangat ringan dengan memakai kata abot (berat) pada bagian depannya.

Namun saya pribadi belum merasa yakin anda mengerti maksud dan artinya setiap tembung atau kata dalam ungkapan ini. Semisal merang mungkin anda mengetahuinya.

Namun kata segedheng, sepertinya tidak semua paham maksudnya. Saya pribadi juga akhirnya menelusurinya namun masih agak kurang ngeh juga sih seperti apa ukurannya.

Barange abot merang segedheng tegese yaiku entheng banget (tumrap barang)

Merang yaiku godhong pari kang wis garing, bobote entheng banget. merang adalah daun padi yang sudah kering, sangat ringan bobotnya.

Sedangkan dalam istilah kemendikbud, segedheng memiliki arti barang loro didadekne siji, dua buah benda dijadikan satu.

Kalau dalam kamus online, segedheng asale saka gedheng, tegese yaiku untilan pari ana rong bêlah ± 10 kati;

Walah, malah ada istilah baru lagi yaitu kati.

Kati merupakan ukuran untuk mengukur beratnya suatu barang.

Seberapa berat?

Jadi kati merupakan ukuran bobot setara dengan ukuran bobot (1/100 dhacin).

Wakakakakkkk, makin banyak istilah yang baru nih dalam Bahasa Jawa.

Jadi dhacin adalah têkênan mawa gêrêt-gêrêt têngêran bobot dianggo nimbang; tongkat dengan garis garis tanda berat untuk menimbang.

Beratnya 1 dhacin yaitu 100 kati.

1 dhacin sendiri beratnya setara dengan kira-kira 61,761 kg.

Maka 1 kati beratnya adalah 0,617 kg.

Dengan begitu untuk ukuran berat 10 kati yang setara dengan segedheng adalah 6,17 kg. Gampangnya kira.- kira lima kilo.

Namun dalam suatu upacara, Pari segedheng, yakni terdiri dari empat ikat padi dengan pola sebelah menyebelah.

Lebih jelasnya mengenai ukuran ini adalah penjelasan sebagai berikut;

Pas panen, pari deuntingi setekem-setekem, watara 5 unting dejiret dadi sepocong lan rong pocong dejiret dadi segedheng.

Artinya pada saat panen, padi dibuat untingan (seunting-seunting) untuk setiap segenggaman, kemudian apabila sudah mendapatkan lima unting kemudian ditali menjadi sepocong (satu ikatan), dan kemudian dua pocong ini ditali menjadi segedheng.

Jadi kalau melihat ungkapan ini segedheng adalah kira-kira 10 genggam madi yang sudah kering (merang).

Namun sepertinya saya lebih cocok dengan penjelasan dalam kawruh basa pada PPT yang saya menemukan dalam penelusuran pada internet.

Karena dia memberi makna barange abot merang segedheng dengan beratnya seperti padi kering.

Itulah hasil menelusuri bausastra dalam bahasa Jawa yang kemudian memahamkan saya tentang ukuran segedheng. Maturnuwun sudah mampir, salam kenal dan wassalamu’alaikum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *