Wong Kang Melu-Melu Grubyuk, Nanging Ora Weruh Ing Rembug

Tembung Saloka kang nduwe teges utawa ateges Wong Kang Melu-Melu Grubyuk, Nanging Ora Weruh Ing Rembug salokane yaiku belo melu seton artinya anak kuda ikutan (hari) sabtu, maknanya yaitu orang yang ikut-ikutan namun tidak paham kalebu basa rinengga paribasan jenise tembung saloka.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, wilujeng enjang selamat pagi. Masa sekarang banyak orang yang mengikuti sesuatu tanpa paham apa yang dia ikuti.

Hal ini ada paribasane atau salokane.

Yaitu belo melu seton. dalam penjelasan lain memberi makna dengan wong kang melu melu nanging ora ngerti karepe tujuane.

Kenapa ungkapan pemisalannya seperti anak jaran yaiku belo kang melu seton (kegiyatan biasane ana ing dino setu)?

Jadi penjelasannya begini.

Wong Kang Melu-Melu Grubyuk, Nanging Ora Weruh Ing Rembug Salokane Yaiku Kebo Melu Seton lan tegese

belo melu seton

Belo sangat susah untuk pisah dengan induknya yaitu ibunya yang merupakan kuda dewasa.

Jadi kemana saja sang induk pergi maka belo akan mengikutinya. Basa kondhangnya nginthil alias nginthili.

Pada masa dahulu saat jaman kerajaan Jawa memiliki kegiatan rutin pada hari sabtu.

Dari asal kegiatan rutin pada hari sabtu ini menjadi kata setunan (setiap sabtu) yang kemudian menjadi kata atau tembung seton.

Kegiatan rutin pada hari Sabtu ini berupa latihan berkuda, memanah, bermain tombak, menjinakkan kuda dan lain sebagainya.

Tentunya kegiatan rutin pada hari sabtu ini melibatkan dan mendatangkan banyak kuda.

Dan pada saat itu pula banyak anak-anaknya (para belo) yang ikut mendatangi lokasi latihan.

Alasannya dia tidak tahu kenapa mendatangi tempat ini, karena dia hanya mengikuti kemana induknya berjalan atau bepergian.

Karena situasi anak kuda yang hanya ikut-ikutan ke tempat kegiatan rutin hari sabtu tanpa mengerti maksud tujuannya, maka saloka Belo Melu Seton nduweni teges melu melu namung ora ngerti karepe, ikutan saja meski tidak paham.

Jadi peribahasa Bahasa Jawa ini menggambarkan perilaku anak kuda yang hanya ikut-ikutan induknya menuju ke tempat latihan pada hari meskipun dia tidak paham apa maksud dan tujuannya.

Demikian informasi tambahan mengenai tembung saloka Basa Jawa kali ini, maturnuwun sudah mampir, salam kenal dan wassalamu’alaikum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *