Mikul Dhuwur Mendhem Jero tegese, Kelebu, Tuladha Ukara

Mikul Dhuwur Mendhem Jero tegese yaiku njunjung drajade wong tuwa artinya memikul dengan tinggi dan memendam atau mengubur secara dalam. Maksudnya adalah menjunjung derajatnya orang tua, kalebu jenise tetemnungan unen unen tembung bebasan Basa Jawa.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, wenehana tuladha ukara contoh kalimat tembung bebasan sing nduweni teges utawa ateges njunjung drajade wong tuwa!

Maka contoh kalimatnya (tuladhane ukarane) adalah sebagai berikut ini.

Wis kewajibane anak marang bapa ibu kanthi mikul dhuwur mendhem jero, artinya adalah sudah menjadi kewajiban anak kepada kedua orang tuanya (ayah dan ibunya) untuk mengangkat atau menjunjung derajatnya (memikul dengan tinggi, menanam dengan dalam).

Ada banyak contoh dan cara anak dalam mengangkat derajat orang tuanya.

Ada yang membuat atau membangun rumahnya menjadi lebih layak dan baik, memberi uang supaya bisa memakai pakaian yang bagus.

Dengan begitu apabila orang tuanya sebelumnya dalam keadaan yang kekurangan bisa lebih mendapatkan penghargaan dan derajat lebih tinggi. Karena dengan support dari sang anak sehingga berdaya untuk membeli sesuatu.

mikul dhuwur mendhem jero

Namun bukan hanya berupa harga benda saja, namun juga perilaku anak yang membuat orang tuanya bisa bangga dan tinggi derajatnya.

Misalnya dengan sukses dalam pangkat dan derajat, berprestasi, memiliki budi pekerti yang luhur dan baik serta berperan serta dalam membuat keadaan sekitar menjadi lebih baik.

Dalam kearifan lokal, maksud orang tua bukan hanya ayah ibu kandung saja. namun juga mereka yang lebih tua dalam pekerjaan, lingkungan maupun tempat belajar dan lain sebagainya.

Tegese mikul dhuwur mendhem jero artinya, kalebu jenise tembung Bebasan Basa Jawa

Secara harfiah ungkapan beribahasa Bahasa Jawa ini adalah memikul dengan tinggi dan memendam dengan dalam.

Tegese mikul yaiku nggawa nganggo pikulan, artinya membawa pada bagian pundak dengan alat pikul. Biasanya ada dua keranjang sebagai wadah untuk membawa barang.

Dhuwur tegese yaiku ora ana ing ngisor, basa kramane yaiku sanginggilipun, artinya adalah tinggi, kebalikan dari kata rendah.

Mendhem tegese yaiku ndhudhuk lan nglebokne ana nglemah banjur diurugi, artinya adalah menggali, memasukkan kedalam lubang tanah selanjutnya menutupinya.

Jero tegese yaiku ora cethek, ana ing ngisor adoh, artinya adalah dalam, tidak dangkal, ada di bagian bawah yang jauh.

Dalam penjelasan lain maksudnya ungkapan ini adalah dalam keluaga atau orang tua. Yaitu dengan mikul dhuwur, maknanya yaitu menunjukkan dan meninggikan kelebihan prestasi keunggulan yang ada.

Sedangkan mendhem jero yaitu mengubur dalam dalam. Dengan menyembunyikan, tidak menampakkan hal yang tidak baik, negatif aib sehingga tidak ada orang lain yang mengetahuinya.

Deikianlah filosofi bahasa Jawa dalam mengangkat dan meninggikan derajat orang tuanya. Tentunya lengkap dengan arti dan contohnya dalam kalimat (tuladha ukara ukarane).

Maturnuwun sudah mampir, salam kenal dan wassalamu’alaikum.

Tinggalkan komentar