Bapak Pucung Buntut Dawa Sirah Gembung Batangane Cangkriman

Bapak pucung buntut dawa sirah gembung
Share

Bapak pucung buntut dawa sirah gembung Batangane yaiku microphone alias mix, kalebu cangkriman sinawung tembang, tegese kaya ana ing ngisor iki, artinya bapak pucung ekornya panjang, kepala badan, dan seterusnya, jawabannya yaitu mikrofon.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh, wilujeng enjang, selamat pagi para pelajar maupun siswa anak didik pada sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah kelas 6, kali ini kita akan membahas mengenai cangkriman sinawung tembang bapak pucung.

Materi cangkriman ini ada dalam buku tanti Basa Jawa Kelas 6 dengan gambar anak kecil (perempuan) sedang menyanyi.

Apa arti dan wangsulane cangkriman sinawung kembang ana ing tembang pucung iki?

Berikut pembahasannya.

Tegese cangkriman buntut dawa sirah gembung wangsulane/batangane

Berikut adalah arti setiap kata atau tembung yang ada dalam cangkriman tembang bapak pucung sing batangane microphone (mikrofon) dan tegese.

Bapak pucung buntut dawa sirah gembung, artinya bapak pucung ekor panjang kepala tubuh.
Mbanterake swara, artinya mengeraskan suara.
Lamun urip nganggo listrik, artinya namun hidup menggunakan listrik
Munggah panggung saben ana adicara artinya naik panggung setiap ada acara.

  1. Tembang ing dhuwur diarani tembang apa? diarani tembang cangkriman pucung (macapat).
  2. Isine tembang ing dhuwur satemene mujudake cangkriman. Apa batangane? batangane utawa wangsulane yaiku microphone (mikrofon).

Maka jawaban, wangsulane atau batangane cangkriman sinawung tembang pucung buntut dawa sirah gembung yaiku mic.

Penjelasan

Sebagaimana kita ketahui bahwasanya dalam cangkriman tembang ini menyebutkan bahwa ada sesuatu yang memiliki ekor panjang, kepala (adalah) tubuhnya.

Jadi maksudnya buntut dawa atau ekor panjang yaitu kabel mic yang menghubungkan microphone ke peralatan elektronik. Adapun sirah gembung yaitu kepala adalah badan menggambarkan mik itu sendiri, kepala dan badannya adalah menyatu.

Mbanterake swara, artinya yaitu mengeraskan suara. Merupakan petunjuk yang jelas, yaitu memiliki fungsi mengeraskan suara.

Lamun urip nganggo listrik, maksudnya hidup atau berfungsi dengan listrik. Apabila tidak ada energi kelistrikan maka alat ini tidak berfungsi. Listrik bukan hanya 220 saja. namun batrei juga merupakan sumber listrik.

Dan petunjuk atau sasmita paling akhir adalah munggah panggung saben ana adicara, yaitu naik ke panggung setiap ada acara. Karena fungsinya untuk mengeraskan, pelantang suara maka orang yang berbicara selalu membawa microphone pada waktu acara yang menggunakan pengeras suara.

Demikianlah batangane cangkriman bapak pucung lengkap dengan tegese artinya dalam tantri basa jawa kelas 6. Terima kasih sudah mampir, salam kenal dan wassalamu’alaikum.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.