Timun Wungkuk Jaga Imbuh Tegese (Paribasan)

paribasan timun wungkuk kanggo jaga imbuh
Share

Timun wungkuk Jaga imbuh tegese yaiku wong ala anane mung kanggo ganep-ganep, artinya mentimun yang bungkuk (melengkung) untuk tambahan, maksudnya orang yang buruk atau jelek (perangai/kemampuan) adanya hanya untuk pelengkap saja. Kalebu jenise paribasan Basa Jawa.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu, wilujeng enjang, selamat pagi para peminat Bahasa Jawa, khususnya siswa siswi SD SMP SMA maupun anak didik serta murid pada Madrasah MI MTs dan Aliyah.

Kali ini kita akan membahas tentang ukara unen unen paribasan kang nduweni teges/ateges wong bodho utawa ala tumindake kanggone yen kekurangan wae paribasane yaiku timun wungkuk kanggo imbuh.

Secara harfiah, timun wungkuk adalah mentimun yang bentuknya bongkok, bahkan ada yang nyaris melingkar.

Bentuk seperti ini bukanlah mentimun yang bagus. Selain secara estetika bentuknya yang kurang menarik, juga rasanya tidak seenak mentimun yang lurus memanjang. Akibatnya pembeli kurang berminat untuk mengambilnya.

Kondisi mentimun yang bongkok bukanlah keadaan yang normal, ada kelainan, rasanyapun juga tidak seenak yang lurus memanjang. Makanya pada saat jual beli, apabila ada kekurangan atau bonus dari penjual biasanya timun wungkuk sebagai tambahan atau imbuhnya.

Tegese Paribasan Timun Wungkuk Kanggo Jaga Imbuh artine (Artinya)

Untuk lebih memahami mengenai paribasan Bahasa Jawa yang maksudnya orang bodoh atau memiliki kekurangan ataupun buruk perangainya hanya sekedar jaga-jaga apabila ada kekurangan (mung dianggo jaga-jaga yèn ana kêkurangane), berikut arti dan terjemahnya tiap kata (tembung) dalam peribahasa ini.

timun yaiku araning têtuwuhan rambat wohe saèm. krai
wungkuk tegese bêngkuk mlêngkung tmr. gêgêr utawa timun.
kanggo tegese yaiku jagane, sêdiyan kanggo;
imbuh tambahan, utawa mung kanggo jaga-jaga yèn ana kêkurangane.

Jadi dalam hal ini mentimun yang bongkok (timun wungkuk) merupakan gambaran kondisi orang yang mengalami kekurangan (kemampuan, pikiran, akal budi pekerti, dan lain sebagainya).

Sedangkan kanggo imbuh, yaitu menggambarkan bahwa orang yang memiliki kekurangan yang dalam gambarannya yaitu mentimun yang bongkok fungsinya hanya sebagai jaga-jaga antisipasi saja.

Antisipasi ini apabila ada kekurangan.

Namun apabila ada orang lain yang merupakan gambaran timun sik apik (mentimun yang baik, lurus bentuknya), maka mentimun bongkok juga tidak memiliki peranan.

Demikianlah paribasan Basa Jawa Timun Wungkuk Kanggo imbuh. Tegese, artine yaiku wong ala anane mung kanggo ganep-ganep, mung di enggo jaga-jaga yèn ana kêkurangane. Artinya orang yang memilikii kekurangan hanya dipergunakan untuk pelengkap saja. Terima kasih sudah mampir, salam kenal dan wassalamu’alaikum.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.