Adol lenga kari busik Tegese Bebasan Bebasan

adol lenga kari busik
Share

Paribasan Bebasane Adol lenga kari busik tegese yaiku dum dum barang, nanging sing andum ora oleh bagean, ironi ngedumne barang malahan wong kang mbagekne barang iku mau malahan ora entuk bagean. ada pula yang menulis dengan kata tembung busike.

pontren.com – assalaamu’alaikum, wilujeng sonten, secara bahasa arti adol lengo yaiku dodolan minyak, berjualan minyak. Kari busike tegese gur gari regete, tegese ngêdum apa-apa awake dhewe ora komanan.

Ini merupakan situasi ironi, yaitu orang yang membagikan berbagai macam barang maupun apapun itu pada akhirnya orang tersebut malah tidak kebagian apapun karena semua sudah dibagikan.

Jadi apabila ada ukara unen unen tembung dum dum barang, nanging sing andum ora oleh bagean paribasane yaiku adol lênga kari busike.

Zaman sekarang hal ini juga bisa saja terjadi pada perangkat desa.

Yaitu kondisi membagi-bagikan dana bantuan sosial baik berupa beras telur sembako dan lainnya (bahkan mungkin juga uang).

Tentunya para perangkat desa ini tidak boleh mendapatkan bagian karena adanya aturan serta mereka tidak memenuhi syarat bantuan tersebut.

Sebagai pelengkap tulisan, inilah arti bausastra dasanama ukara tembung ing bebasan nang nduwur mau.

artinya Adol Lenga Kari Busik

Adol tegese yaiku dodolan, akad ngalihne hak, artinya adalah berjualan/berdagang, akad mengalihkan hak.
Lenga yaiku zat cair kang ngemu lemak, biasane kentel, ora nyampur maring banyu, bisa nyampur ing eter lan alkohol. Artinya zat cair berlemak, biasanya kental, tidak larut dalam air, larut dalam eter dan alkohol, mudah terbakar,

Kari tegese yaiku sisa, anane mung gari, sisanya, yang tertinggal hanya.
Busik tegese yaiku burik-burik ana nang tangan utawa sikil amarga kulite pecah-pecah. Artinya burik burik pada kaki atau tangan yg disebabkan kulit pecah-pecah (akibat panas matahari atau yang lainnya)

Meski tadi saya contohkan adalah perangkat desa yang membagikan bantuan, namun bebasan paribasan ini cocoknya adalah orang yang membagikan barang tersebut juga memiliki hak untuk mendapatkannya.

Jadi contoh situasi yang tepat misalnya pada saat ada acara hajatan baik pernikahan maupun sunatan yaitu keberadaan para orang yang masak maupun sinoman yang membagikan makanan kepada para tamu.

Namun saking banyaknya tamu yang datang membuat para jayeng sinoman maupun among rawuh menjadi tidak mendapatkan bagian makanan dalam perjamuan.

Hal ini cocok dengan bebasan paribasan kang unine yaiku Adol lenga kari busik Tegese wong kang adum barang namung malah ora kebagian. Wilujeng sonten, salam kenal, wassalaamu’alaikum.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *