Menentukan Mendaftarkan ke TPQ atau Madin Lembaga Pendidikan Islam

Menentukan Mendaftarkan ke TPQ atau Madin
Share

Menentukan Mendaftarkan ke TPQ atau Madin Lembaga Pendidikan Islam ke Kementerian secara administrasi apabila mengelola suatu anak didik dengan usia mulai dari TK SD SMP alias RA MI sampai dengan MTs.

pontren.com – assalaamu’alaikum para pembaca yang budiman, saya tuh agak bingung mau ngasih judul artikel ini dengan apa karena panjangnya maksud supaya bisa ringkas dan praktis untuk mudah dalam memahami.

Intinya adalah jika suatu lembaga atau pengelola mengelola anak didik yang belajar mengaji dan ilmu Islam mulai dari jenjang TK SD sampai dengan SMP.

Jika madrasah yaitu mulai RA/BA MI MTs, sebaiknya di daftarkan ke Kemenag sebagai LPQ (TPA/TPQ) atau Madin (madrasah Diniyah)?

Jadi saya mencoba berwawasan menyampaikan pendapat bagi para ustadz ustadzah pengelola lembaga yang bingung hendak memilih TPQ atau Madin untuk mendaftarkan ke Kemenag.

Saya akan mencoba berpendapat dalam hal ini sesuai dengan yang saya pahami.

Oh iya, saya menulis artikel ini karena ada beberapa email yang masuk menanyakan situasi serupa.

Salah satunya diskusi dari salah satu pembaca yang bernama Halim Majid.

Begini surat elektronik beliau yang masuk ke email saya.

Pak saya punya tempat ngaji sore untuk anak2 di Kabupaten Deli Serdang. Alhamdulillah muridnya sudah mencapai 50an. Mulai dari anak TK hingga SMP.

Cuman saya masih kebingungan dlm mengurus perizinan dan penamaannya, apakah MDTA, TPA, TPA atw yg lain.

Saya meminta bantuan nya 🙏

Yang pertama saya ucapkan kepada Akang Halim Majid yang sudah mampir ke blog sederhana ini. Dan terima kasih lagi enggak manggil ustadzah atau mbak.

Hadeeh saya beberapa kali dikira cewek.

Mari kita bedah ajakan diskusi beliau

Lembaga untuk mendaftarkan sekolah ngaji, TPQ atau Madin?

Menentukan Mendaftarkan ke TPQ atau Madin. Bagi saya benar beliau dalam mengarahkan lembaganya, yaitu antara Madin (MDTA atau sebutannya yang lain) dengan TPQ alias taman Pendidikan Al-Qur’an.

Mengingat rentang usia anak didik beliau dari SD sampai dengan SMP.

Jadi melihat apa yang di uraikan dengan singkat padat dan jelas pada email beliau, yang cocok ya antara dua lembaga ini yaitu Madrasah Diniyah Takmiliyah atau menurus izinnya sebagai Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) yang mana TPQ atau TPA masuk pada rumpun lembaga ini.

Apa sih TPQ? Apa itu Madin (Madrasah Diniyah Takmiliyah)?

Secara ringkas, Madrasah Diniyah Takmiliyah adalah Adalah satuan pendidikan keagamaan Islam non formal yang menyelenggarakan pendidikan keagamaan Islam sebagai pelengkap siswa sekolah Formal (SD SMP SMA) maupun anak usia pendidikan setingkat.

lebih jelas dan detil mengenai madrasah diniyah takmiliyah anda bisa membaca pada artikel Pengertian Madin Kedudukan MDT Tujuan dan Fungsinya

Adapun pengertian dari LPQ adalah Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan al-Qur’an. Yang didalamnya ada banyak rumpun lembaga dan jenisnya.

lebih jelasnya silakan baca LPQ Pengertian singkatan dan Kepanjangannya

Setidaknya ada 6 lembaga yang masuk kategori LPQ yaitu TKQ, TPQ itu sendiri, TQA, Rumah Tahfidz Al Qur’an, PAUDQu, dan juga pesantren Tahfidz.

Nah itulah gambaran dari kedua lembaga ini.

Bagaimana menentukan nama atau jenis lembaga yang saya kelola? Apa parameternya?

Begini pandangan saya pribadi.

Menentukan Lembaga Berdasarkan Karakter Pembelajaran yang diajarkan

Menentukan Mendaftarkan ke TPQ atau Madin. Yang pertama anda bisa mendaftarkan lembaga anda untuk kedua lembaga ini secara bersamaan.

Yaitu MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah) dengan LPQ dan memilih yang cocok dengan karakter materi pembelajarannya.

Untuk LPQ anda bisa memilih antara TKQ, TPQ, maupun TQA.

Yang kedua, anda bisa memilih salah satunya saja untuk lembaga anda antara LPQ atau Madin.

Dengan mempertimbangkan mana yang lebih dominan anak didiknya pada lembaga anda.

Jadi langkah pertama, anda memetakan materi pembelajaran pada lembaga anda.

Kemudian memilahnya.

Cukup anda memisahkan pengajaran yang sifatnya anak supaya bisa membaca al-Qur’an (agar bisa ngaji) dengan anak-anak mendapatkan materi tentang pendidikan islam namun anak sudah lancar/lulus ngaji.

Maksud saya begini,

Anda masukkan anak yang masih anda ajari iqra atau metode apapun itu supaya bisa mengaji kedalam kelompok tersendiri.

Kemudian anda pisahkan anak-anak yang sudah lulus ngaji dan mendapatkan pembelajaran keislaman (Fiqh aqidah dll) yang memang fokusnya pelajaran, bukan belajar membaca.

Dari situlah nanti anda bisa menarik kesimpulan dan melangkah kemana anda mendaftarkan lembaga anda.

Apakah sebagai LPQ atau Madin.

Jika LPQ maka memilih TKQ atau TPQ maupun TQA yang menjadi pilihannya.

Andapun bisa mendaftarkan lembaga anda menjadi 2 dengan melihat karakter materi pelajarannya.

Untuk yang masih belajar supaya bisa mengaji, sampean dapat memilih mendaftarkan sebagai TKQ untuk usia 5-7 tahun atau yang dibawahnya, dan TPQ untuk anak usia 7-12 tahun.

Adapun apabila santri sudah pada fasih baca al-Qur’an dan fokus pendidikan yaitu mengajarkan ilmu keislaman, anda dapat memilih ke mendaftarkan sebagai LPQ dengan pilihan TQA (ta’limul Qur’an Lil Aulad), atau bisa juga anda daftarkan sebagai lembaga Madin alias Madrasah Diniyah.

Memilih Salah Satunya untuk Memudahkan Adminstrasi

Namun, jika anda merasa nanti repot administrasi, dan hendak membuatnya hanya satu lembaga saja, maka anda cari mana yang lebih dominan lembaga anda, apakah banyak yang masih belajar supaya bisa membaca al Qur’an atau lebih banyak yang materi pembelajaran keislaman.

Jika masih lebih banyak yang belajar supaya bisa membaca huruf arab tentu sebaiknya anda daftarkan sebagai Lembaga TPQ.

Namun apabila santrinya lebih dominan yang sudah fasih baca kitab Suci saya kira anda bisa memilih mendaftarkan ke TQA atau sebagai Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Demikian pandangan saya pribadi mengenai pilihan untuk mendaftarkan lembaga pendidikan Islam nonformal.

yaitu antara TPQ (Lebih tepatnya yaitu LPQ) atau Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Apabila ada yang memiliki pandangan serupa maupun berbeda, jangan sungkan untuk berpendapat melalui kolom komentar.

Atau mengkritik pandangan yang saya sampaikan ini, saya tidak akan baper, saya terima kritik saran dan lain sebagainya demi bertambahnya wawasan kita bersama. Akhirnya wilujeng sonten, selamat sore dan wassalaamu’alaikum.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *