Emboke wuda anake tapihan Batangane Bedhekane Tegese

emboke wuda anake tapihan
Share

Ukara tembung unen unen bedhekan Basa Jawa sing unine Emboke wuda anake tapihan tegese bedhekane utawa batangane yaiku pring utawa bung, klebu jinise cangkriman kang wujud utawa awujud pepindhan utawa irib-iriban.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, wilujeng sonten, selamat sore para pembaca internet yang budiman khususnya para siswa siswi sekolah menengah pertama kelas satu (SMP) maupun santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) kelas 7.

Kali ini kita akan membahas tebak tebakan kata alias teka teki dalam bahasa Jawa cangkriman sing batangane wit pring utawa bung.

Pada paragraf pertama ini apabila kita artikan atau terjemahkan dari basa Jawa ke Bahasa Indonesia artinya adalah sebagai berikut;

Kalimat ungkapan teka teki tebak tebakan bahasa Jawa yang bunyinya ibunya tidak memakai busana dan anaknya memakai tapih artinya jawabannya adalah pohon bambu atau anakan bambu.

Masuk dalam kategori jenis tebak tebakan kata yang berupa pepindhan atau irib iriban.

Bagaimana kok bisa begitu?

Maksudnya ibunya telanjang anaknya memakai tapih (kemben) dan jawabannya adalah bambu?

Ulasan sedikitnya seperti ini.

Pada waktu pohon bambu masih kecil yang dalam bahasa Jawa disebut dengan “BUNG” maka pada sekujur tubuhnya akan diselimuti oleh kulitnya. Yang dalam bahasa Jawa disebut dengan slumpring.

Yang apabila dewasa akan lepas sehingga nampaklah pohon bambu ini.

Sehingga tepatlah sebutan pada saat masih kecil dia memakai tapih, sejenis kemben yang menutupi sekujur tubuhnya (anake tapihan).

Dan pada saat menjadi besar dan dewasa (disebut dengan ibu) kemudian slumpring yang menyelubunginya lepas satu persatu (simboke wuda).

Hal inilah yang mirip-mirip dengan kata simboke (orang dewasa) wuda (tidak memakai busana), karena kulit tang menyelubunginya telah lepas.

Emboke wuda anake tapihan klebu jenise cangkriman pepindhan/irib-iriban

Irib iriban atau cangkriman pepindhan adalah tebak tebakan kata yang mengandung arti makna barang yang mirip atau serupa (dalam basa Jawanya adalah kaya, memper, irib irib) dengan yang ditanyakan.

Makanya ukara tembung ibune wuda anake tapihan kalebu jinise cangkriman irib-iriban utawa pepindhan.

Demikianlah kali ini yang kita bahas yaitu mengenai salah satu contoh cangkriman pepindhan sing batangane yaiku pring utawa bung.

Wilujeng sonten, selamat sore salam kenal dan wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *