Duryudana Watake, Ratu Satriya ing Cerita Wayang Jawa

duryudana watake satriya ratu ing wayang
Share

Duryudana watake, ratu ing utawa raja lan satriya neng negara Ngastina, Duryodana iku putrane sopo? Bisa anda baca selanjutnya pada artikel ini.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Duryudana iku ratu ing negara Ngastina, iku putrane sopo? Putrane prabu Drestarastra lan Dewi Gendari.

Sedulure akeh, cacahe satus termasuk deweke, lanang kabeh kajobo siji kang putri utowo wedok yaiku Dursilawati.

Dalam wayang, Prabu Duryodana merupakan seorang raja (ratu : Bahasa Jawa) di Negeri Ngastina.

Dia adalah putra dari Prabu Drestrarastra dan istrinya yaitu Dewi Gendari.

Sedulure Duryudana atau saudaranya Duryodana ada banyak, mereka berjumlah 100 termasuk dia sendiri. Kemudian mereka inilah yang mendapatkan sebutan sata kurawa.

Dia sendiri (Prabu Duryodana) adalah anak pertama, kemudian anak yang nomor dua dalam kurawa yaitu Dursasana.

Hanya ada 1 orang perempuan dari keseratus bersaudara ini yaitu Dursilawati.

Dia memiliki istri permaisuri bernama Banowati yang merupakan putri dari Prabu Salya.

Duryudana Watake

Watake Duryudana (sifat dan watak dalam Bahasa Jawa) yaiku nduweni watak adigang adigung adiguna, angkara murka, srei, ananging sayang ambek adi-adine.

Dalam bahasa Indonesia, dia mempunyai watak dan sifat yang jahat, serakah, menang sendiri, mudah mendapat pengaruh dan hasutan orang lain utamanya patih Sengkuni.

Nama lain Prabu Suyudana

Jenenge Prabu Duryodana liyane yaiku Jakapitana, Suyudana, Kurupati, Tri Pamangsah, Kurawaindra, Destratmaja.

Dalam bahasa sansakerta, secara harfiah Duryodana memiliki arti atau makna sangat sulit dikalahkan atau tidak terkalahkan.

Mendapat sebutan juga dengan Prabu Anom Kurupati, yaitu putera mahkota keturunan Dinasti “Kuru”.

Arti Anom adalah muda, sehingga anom kurupati maksudnya yaitu raja muda kerajaan Kuru (Ngastina).

Duryudana Mati di Tangan Bima / Werkudara

duryudana perang melawan bima/werkudara

Dalam peperangan hari ke 18 (hari terakhir) dalam Bharatayudha, Duryudana mati di tangan Werkudara atau bimasena.

Mereka berdua (Suyudana/Anom Kurupati dan Werkudara) merupakan murid dari Prabu Baladewa yang mengajarkan seni bertarung memakai gada. Meski begitu, senjata andalannya atau gamane Baladewa yaiku Nenggala (panah).

Bimasena memakai Gada Rujakpala (rujakpolo) sedangkan Duryodana dengan senjata Gada Singabarong.

Gamane Duryudana yaiku Gada Singobarong atau senjatane berwujud gada dengan nama Singo Barong (versi cerita Ki Manteb Sudarsono).

Dalam pertandingan ini Werkudara memiliki kelebihan dalam kekuatan, sedangkan Duryudana pandai dalam mengolah gada lincah memainkannya.

Dalam kisah wayang yang dipentaskan ki Manteb Sudarsono, Werkudara sempat semaput alias pingsan karena kena pukulan singobarong pada bagian pilingannya.

Hal ini karena adanya saswito/petunjuk prabu Baladewa kepada Prabu Anom Kurupati mengenai kelemahan Bima.

Setelah siuman, Werkudara mendapat bocoran bahwasanya kelemahan Suyudana/Duryodana ada pada wentis kiwo atau paha kiri.

Kemudian Bimasena memukul paha Duryudana dan rebah/jatuhlah prabu anom kurupati yang merupakan awal mula kematiannya dalam peperangan.

Demikian informasi mengenai raja Hastinapura yang akhirnya mati di tangan Bima atau Werkudara dalam peperangan di padang kurusetra dalam perang Bratayuda (hari ke – 18).

Semoga memudahkan dalam mengerjakan soal ujian maupun LKS dan PR rumah, wilujeng enjang, wassalaamu’alaikum.


Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *